NovelToon NovelToon
Don'T Mess With The Hungry Concubine!

Don'T Mess With The Hungry Concubine!

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Romantis
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: aera_yong

Tersedak boba membawa petaka! Alara, cewek modern bermulut pedas, mendadak isekai jadi Selir Alara Villin—selir terbuang Dinasti Ruelle yang lemah dan ditindas di Istana Dingin. Tragisnya lagi, dia diberi makan bubur basi yang airnya lebih banyak daripada nasi.

Sebagai pencinta makanan sejati, Alara menolak mati kelaparan. Dia pun nekat menyelinap ke paviliun pribadi Kaisar Kaivan dan mencuri paha ayam panggang sang penguasa.

Sialnya, aksi Alara tertangkap basah. Bukannya bersujud ketakutan menghadapi sang Kaisar yang terkenal kejam dan sedingin es, Alara malah menodongnya:

"Anda kurung saya tanpa makanan layak. Baru ambil satu paha ayam, Anda masih utang sembilan puluh sembilan ayam lagi sama saya. Sini bayar!"

Kaisar Kaivan yang gengsian setengah mati mendadak dibuat jantungan oleh logika absurd selir bar-barnya ini. Siapa sangka, di balik wajah esnya, sang Kaisar aslinya jago lawak, gampang panik, dan takut kecoa!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aera_yong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kafein dan Kecemburuan (Alara Bikin Cafe Pertama di Istana) {2}

"Tuan Kai, lepasin dulu! Itu kopinya ditinggal di aula, kalau diminum habis sama si bule Julian gimana?!" protes Alara begitu mereka sampai di dalam Paviliun Mawar Merah.

Kaisar Kaivan tidak menjawab. Begitu pintu kayu jati paviliun tertutup rapat, ia langsung membalikkan tubuh Alara, mengurung wanita itu di antara kedua lengan kekarnya yang bertumpu pada daun pintu.

Sepasang mata elang sang Kaisar menatap Alara dengan tatapan yang bergeliat cemburu dan intensitas tinggi.

"Kau..." suara Kaivan terdengar sangat rendah dan berbahaya.

"Mengapa menatap pangeran pirang itu dengan mata berbinar-binar seperti itu, Alara? Apakah kau begitu menyukai pria berambut cerah dari barat?"

Alara melongo sejenak, lalu tawa lepasnya langsung pecah memenuhi ruangan.

"Hahaha! Ya ampun, Kulkas Dua Pintu gue beneran korslet karena cemburu?! Tuan Kai, dengerin dulu! Saya gak ngelihat mukanya si Julian, saya ngelihat biji kristal cokelat di kotaknya!"

Alara menangkup kedua pipi tegas Kaivan dengan tangannya, memaksa Kaisar Es itu menatap kejujuran di matanya.

"Benda itu namanya biji kopi. Itu ramuan ajaib dari dunia saya yang bisa bikin otak encer, fokus kerja naik seratus persen, dan yang paling penting... rasanya enak banget kalau dicampur susu dan gula aren!"

Mendengar penjelasan Alara, ketegangan di bahu Kaivan perlahan mengendur. Warna merah samar muncul di ujung telinganya karena malu telah salah sangka.

"Benarkah? Bukan karena kau tertarik pada... etika kecup tangannya?"

"Dih, ogah! Tangan saya cuma boleh di-unboxing sama kaisar judes yang hobi kipas sate ini," goda Alara sambil mencolek dagu Kaivan usil.

Seketika itu juga, kecemburuan Kaivan runtuh tak berbekas, digantikan oleh senyuman tipis yang sarat akan kehangatan. Ia menunduk, mengecup dahi Alara dengan posesif.

"Jika benda itu begitu penting untukmu, aku akan menyuruh Zhao menyita seluruh muatan kopi di kapal Romawi itu sekarang juga atas nama pajak kekaisaran."

"Eits, jangan disita dong, beli secara legal biar hubungan diplomatiknya tetep jalan!" tawa Alara.

Sore harinya, berkat lobi taktis Panglima Zhao, dua karung besar biji kopi mentah berhasil dipindahkan ke dapur Paviliun Mawar Merah. Alara langsung menyingsingkan lengan bajunya, memulai proyek

"Kopi Susu Gula Aren Istana Klasik".

Tanpa mesin espresso modern, Alara memutar otaknya. Biji kopi disangrai manual di atas kuali tanah liat oleh Lily hingga mengeluarkan minyak aromatik yang luar biasa harum.

Setelah itu, biji kopi ditumbuk halus menggunakan lesung batu hingga menjadi bubuk hitam legam.

"Lily, siapkan susu sapi murni yang sudah direbus, lalu cairkan gula tebu merah murni hasil panen selatan!" perintah Alara bersemangat.

Alara menggunakan metode syphon darurat dengan menyaring seduhan kopi pekat menggunakan kain sutra putih berlapis-lapis.

Di dalam cangkir keramik gioknya, ia mencampurkan cairan gula merah di lapisan paling bawah, es batu serut dari ruang es istana, susu murni di lapisan kedua, dan tembakan kopi hitam pekat di lapisan teratas.

Voila! Es Kopi Susu Gula Aren versi Dinasti Ruelle resmi lahir.

"Tuan Kai, coba ini!" Alara menyodorkan cangkir giok itu kepada Kaivan yang sejak tadi duduk mengawasinya di meja dapur layaknya bodyguard pribadi yang protektif.

Kaivan menerima cangkir tersebut dengan ragu. Aroma pahit berpadu manis menusuk hidungnya. Ia menyesapnya perlahan.

Detik pertama, alisnya mengernyit karena rasa pahit yang asing. Namun di detik berikutnya, rasa manis gurih dari susu dan gula merah menyapu lidahnya, meninggalkan sensasi segar yang langsung menembak fokus ke otaknya.

Sepasang mata Kaivan melebar. "Ini... luar biasa. Rasa lelah di kepalaku setelah membaca petisi menteri seharian langsung hilang dalam seketika."

"Kan! Apa saya bilang! Ini namanya kafein, Tuan Kai!" seru Alara bangga.

"Gimana kalau kita bikin kedai khusus di area taman dalam? Kita kasih nama 'Star-Ruelle Coffee'. Para menteri dan bangsawan yang mau rapat paripurna wajib beli ini biar gak ngantuk dan gak planga-plongo pas Anda pimpin rapat!"

Kaivan terkekeh renyah, merengkuh pinggang Alara dan menariknya ke dalam pangkuannya tanpa peduli pada Lily yang langsung pura-pura sibuk membersihkan langit-langit dapur.

"Apapun proyekmu, aku akan mendukungnya, Permaisuriku. Tapi dengan satu syarat..."

"Apa?" tanya Alara menaikkan alisnya.

"Pangeran Julian tidak boleh menjadi pelanggan tetap di kedaimu," bisik Kaivan posesif, menggigit kecil cuping telinga Alara yang membuat wanita itu memekik kegelian.

Namun, obrolan manis itu mendadak terinterupsi oleh ketukan panik di pintu dapur. Kasim Wen masuk dengan wajah tegang menahan napas.

"Y-Yang Mulia Kaisar! Berita darurat dari perbatasan barat! Rombongan dagang Romawi ternyata tidak hanya membawa kopi, tetapi diam-diam menyembunyikan peti-peti besi berisi Cetak Biru Senjata Api Pemicu Roda yang dilarang! Dan malam ini, Pangeran Julian dikabarkan menyelinap keluar dari penginapan diplomatik menuju Istana Dalam!"

Mata bulat Alara langsung berkilat tajam, jiwa detektifnya kembali meronta.

'Wah, si bule ganteng ternyata agen ganda spek mata-mata industri! Jangan-jangan target penyusupan nya adalah mesin tenun otomatis milik gue?!'

 

Bersambung~

1
neen
yahhh udah kebakaran jilid 2 aja
neen
kok sama kaya bab sebelumnya say
neen
anak yg diberkahi oleh gerhana bulan😄
neen
ada2 saja
neen
loh.. aku nda sadar mereka udah ngadon tepung🙃
neen
🤣🤣 uts time al
neen
uuu... ayoo hanguskan.. tp kasihan gajah2nya😭
Khilya Khilya
cerita lucu dan gokil
neen
ayoo alara.. kita buat molotov nya🤭
Eci Rahmayati
tar lama" lama seblakkkkk merconnnn yg kau juallllll 🤣🤣👊
NonaMudaDesi
Lanjuttt thorrrrr, ceritanya seru ihh🤭
Eci Rahmayati
🤣🤣🤣🤣 mundur dengan hormat ya Aurora bagusss...

makasih Thor cerita menghibur bgt ttp semangat ya💪💪💪
Aera_yong
jangan lupa liat karya ku yang lain gays, cerita nya juga nggak kalah menarik Dengan novel ini🤭
Best Siallagan
😍😍😍
lin sya
tumben blm update thor
Aera_yong: hehe maaf yah aku lagi siapin lanjutannya, aku juga update novel lain juga😭😭
total 1 replies
Murni Dewita
👣
SiOmpong
mantep
arlyn1709
alurnya biken penasaran, saya suka
arlyn1709
lanjut dong thor,, seru ceritanya
Aera_yong: Okehh
total 1 replies
Eci Rahmayati
wkwkwk selir laparr cenahh🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!