NovelToon NovelToon
Cinta Dan Belenggu

Cinta Dan Belenggu

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / CEO / Romansa Modern
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: Lenny Utami

"Cinta yang seharusnya membuat Layla merasa bebas, justru menjadi rantai belenggu yang mengikat erat dirinya. Di antara kekuasaan dan luka masa lalu serta hasrat panas membara, ia terjebak di kobaran asmara yang gelap. Bayangan kelam masa lalu masih menghantuinya. Akankah ia bisa memilih melepaskan diri dari belenggu yang menyiksa batinnya atau memeluk belenggu itu selamanya?"


[DARK ROMANCE]
[OBSESI]
[CEO]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lenny Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CDB 30

"Siapa kau?" tanya Zhao Lee tegas.

Laki-laki misterius itu membuka masker yang menutupi sebagian wajahnya.

"Tiger..." ucap Zhao Lee, ia menatap tajam pria yang di hadapannya

Tiger tertawa hingga suaranya menggema di angkasa.

"Bagaimana perasaan mu Zhao Lee setelah Layla mati?" tanya Tiger dengan garang.

Zhao Lee mengangkat sedikit ujung bibirnya.

"Aku sudah memperingatkan mu lewat peristiwa Bennedict, tapi kau..." ucap Tiger marah sambil menunjuk Zhao Lee.

Zhao Lee waspada...

Tiba-tiba ponsel Zhao Lee berdering. Paman Chen menghubungi Zhao Lee kembali.

"Kami sudah menemukan Nyonya Layla," ucap paman Chen.

"Baik, status?" bisik Zhao Lee.

"Selamat,'' ucap paman Chen singkat.

"Amankan target," bisik Zhao Lee singkat. Kali ini Zhao Lee benar-benar merasa Lega. Sekarang ia bebas melakukan apa saja yang dia mau.

"Aku peringatkan kau, Tiger. Kau telah memasuki wilayah kekuasaan ku," ucap Zhao Lee dingin.

Zhao Lee mengacungkan belatinya ke arah Tiger dengan sikap kuda-kuda yang mantap.

"Kenapa kau diam-diam menghancurkan bisnisku, Zhao Lee. Setelah aku membantu mu merebut semua yang kau mau," ucap Tiger.

"Aku hanya tidak ingin kalian menghirup udara yang sama dengan Layla." ucap Zhao Lee dingin.

Paman Chen telah berhasil mengevakuasi, Layla. Layla yang terlihat gemetar ketakutan. Mencengkram selimut yang menghangati tubuhnya.

"Anda sudah aman sekarang Nyonya Layla. Saya akan menyusul Tuan Zhao Lee terlebih dahulu." ucap Paman Chen.

Layla menatap ke arah Paman Chen, ini pertama kalinya ia bertatap muka secara langsung dan berkomunikasi dengan Paman Chen.

Layla menangkap tangan Paman Chen sebelum pergi...

"Terimakasih. Saya tidak tau apa yang sedang terjadi, tapi tolong berhati-hatilah saat menjalankan tugas," ucap Layla sambil menatap mata Paman Chen. Ia berkata seperti itu karena melihat paman Chen dan orang-orang di sekitar paman Chen mengenakan rompi anti peluru dan membawa perlengkapan yang lengkap.

"Pasti, Nyonya. Tuan Zhao Lee pasti akan pulang dengan selamat. Tunggu saja di tempat yang aman," ucap Paman Chen.

Layla mengigit bibirnya, saat mendengar nama Zhao Lee di sebut. Entah mengapa saat di dekat Zhao Lee, ia merasa banyak peristiwa yang tidak bisa ia tebak. "Menyebalkan," ucapnya dalam hati.

Layla mengangguk pelan menjawab ucapan Paman Chen.

"Segera bawa Nyonya ke rumah sakit,'' ucap Paman Chen ke salah satu anak buahnya.

"Siap," jawab mereka.

Zhao Lee sedang berhadapan dengan bencana yang selama ini mengincarnya.

Tiger tertawa.

"Lupa? Siapa yang dulu datang kepadaku sambil menangis meminta balas dendam?"

Tiger tersenyum sinis.

"Orang tuamu mati. Kau tak mampu membalas mereka."

"Akulah yang mengotori tanganku untukmu."

Zhao Lee hanya menatap dingin.

"Dan sekarang kau mengkhianatiku."

Beberapa tahun yang lalu bahwa benar Zhao Lee membayar Tiger dan kelompoknya untuk membalaskan dendam kematian orang tuanya. Namun setelah peristiwa itu Zhao Lee terus diperas dan di ancam. Kemudian ia merasa muak. Sikap mereka kepada Zhao Lee seperti sedang menantang permainan catur. Zhao Lee menerima tantangan itu.

Zhao Lee mulai menyiapkan bidak caturnya tanpa mengotori tangannya sendiri. Ia memanfaatkan situasi yang memanas antar persaian bisnis para kartel.

Zhao Lee mengadu domba dua kelompok kartel, Tiger dan Kim. Mereka memang sering bersitegang sejak lama. Zhao Lee hanya tinggal menambahkan sedikit bumbu-bumbu percikan api di antara mereka.

Ia membayar seorang profesional di masing-masing kedua kartel untuk menggali informasi kelemahan masing-masing lalu membocorkannya ke pihak lawan.

Dengan begitu hasrat mereka untuk menaklukkan satu sama lain begitu kuat.

Puncaknya adalah perang kartel waktu itu. Kedua belah pihak sangat di rugikan satu sama lain. Pemimpin kartel Kim terbunuh dan kelompoknya terpencar tanpa mempunyai pemimpin.

Sedangkan kelompok Tiger kalah telak. Hanya dia dan Wang yang berhasil selamat. Mata-mata yang berada di kelompoknya tertangkap sehingga ia bisa tau bahwa di balik semua ini adalah ulah Zhao Lee.

Semua itu terjadi seminggu sebelum insiden yang menimpa Bennedict dan Layla.

Zhao Lee sengaja menyebarkan rumor di kelompok Tiger bahwa ia menanam sebagain emasnya ada di hutan ini. Emas-emas itu cukup untuk membangun kembali usahanya yang telah hancur.

Sebenarnya rumor itu adalah rencana cadangan Zhao Lee, jadi ia tak mengharapkan hari ini terjadi.

"Di mana emas-emas itu?" tanya Tiger garang.

"Cari saja sendiri," ucap Zhao Lee dengan tatapan dingin.

Tiger mulai menyerang Zhao Lee dengan tembakan bertubi-tubi. Zhao Lee berhasil menghindari tembakan itu.

Tiger kembali mengarahkan tembakan itu ke arah Zhao Lee dan mengincar area vitalnya. Sekali lagi Zhao Lee dapat menghindar dengan lincah. Namun satu peluru bersarang di bahu kirinya. Rasa terbakar dan sakit ia tahan. Nama Layla menjadi bahan bakarnya.

Belati di tangannya hanya menjadi ancaman. Tanpa menyerang, Zhao Lee justru berbalik dan berlari ke dalam hutan.

Musuh yang di hadapi Zhao Lee kali ini benar-benar merepotkan.

Ia berpura-pura terpojok. Bukan Zhao Lee namanya jika ia tak menggunakan akal cerdiknya.

Zhao Lee berlari ke arah hutan yang lebih dalam. Ia memancing Tiger ke jebakan yang telah ia pasang. Bagi Zhao Lee tempat itu adalah area bermainnya. Daerah kekuasaannya.

Namun bagi Tiger tempat itu adalah ranjau yang tak di sadarinya.

Tiger terus mengejar tanpa memberi kesempatan Zhao Lee mengambil napas. Peluru demi peluru menghantam batang-batang pohon, serpihan kulit kayu beterbangan di sekitar Zhao Lee. Darah dari luka di bahunya mulai membasahi lengan bajunya, tetapi langkahnya tak melambat sedikit pun.

"Masih mau lari? Dulu kau menangis memohon bantuanku. Sekarang kau pikir bisa mengalahkanku?" ucap Tiger.

Tiger tertawa mengejar.

Zhao Lee tersenyum tipis.

"Kau terlalu percaya diri pada kemampuanmu, Tiger." gumam Zhao Lee sambil terus berlari menggiring musuh.

"Sedangkan aku..."

"Sudah menghafal setiap jengkal tanah di hutan ini,'' ucap Zhao Lee.

"Dor!" suara tembakan kembali menggema memecah belah keheningan hutan.

Tiger kembali mengarahkan tembakannya ke arah Zhao Lee. Peluru itu menyerempet lengannya.

Tiger kembali tertawa mengejar.

"Larilah Zhao Lee..ke mana pun kau lari aku akan mengejarmu dan membunuhmu."

Tawa lepas Tiger kembali menggema.

Tiba-tiba...

"KREK"

"Jlebbb" suara benda tajam menusuk jantung Tiger. Tiger terkena jebakan rusa, Ia terjatuh ke lubang yang dalam dan basah.

Tiger memuntahkan darah. Matanya membelalak tak percaya. Ia mencoba meraih bibir lubang, tetapi tenaganya terus menghilang.

Dengan nafas yang terengah-engah Zhao Lee mendekat pelan ke arah lubang itu. Ia melihat Tiger sudah tak bergerak lagi.

Tatapan Zhao Lee dingin..

"Tidurlah, Tiger. Neraka menunggumu," ucap Zhao Lee.

Zhao Lee menutup lubang itu dengan tanah, seakan itu memang pemakaman yang ia siapkan untuk Tiger.

Akhirnya Zhao Lee bisa bernafas lega. Musuh yang selama ini mengincar kehidupannya dan Layla telah selesai di atasi.

Zhao Lee meninggalkan jasad Tiger di sana dengan tenang...

****

Pagi itu Layla terbangun di ranjang rumah sakit lagi. Ia diam sejenak sebelum mendengus...

"Apa lagi kali ini, Zhao Lee," ucap Layla.

Ia mendapati Riri sedang sibuk mengupas Apel milik Layla dan memakannya.

"Riri" panggil Layla lirih.

Riri tersenyum melihat Layla telah bangun. Riri memeluknya.

"Selamat Layla kamu masih hidup" celoteh Riri.

Layla mendengus kesal. Ia baru selamat dari insiden besar, tapi bangun-bangun harus sabar menghadapi celotehnya Riri.

"Jadi menurut mu aku harusnya mati?"

Riri hanya tertawa...

...****************...

Ini novel pertama ku semoga kalian enjoy bacanya ya temen-temen.

Terimakasih yang udah dukung aku

semoga hidup kalian lancar jaya..❤️

Jangan lupa like, komen, share, gift juga boleh, kasih bintang juga boleh...☺️

1
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
baru sembuh udah di suruh nikah. enggak beres ini si paman nya
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
dih
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
makin parahlah obsesi nya. enggak heran
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
kamu ini perempuan loh
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
siapa itu?
james
semua aku dirayakan ~Nadin
Mingyu gf😘
caramu salah zhao lee, kali ini aku mendukung layla membencimu
Mingyu gf😘
gak usah marah marah atuhh
Mingyu gf😘
aduhh baik banget rekan rekam baru kamu layla
Lenny Utami: lebih takut ke Zhao Lee seh ini /Sweat/
total 1 replies
james
akal-akalan cindo
james: awokawok
total 2 replies
james
untung saja dikasih
james
akit sih/Sweat/
RahmaYesi
Yok Monggo Layla, bawa aja Zhao Lee ke neraka sekalian
Lenny Utami: ya jangan dong ntar GK ada vilainnya 🤣
total 1 replies
RahmaYesi
waduhhhh 🫣
RahmaYesi
Benar banget, Zhao Lee curang
RahmaYesi
Loh loh loh....
Lenny Utami: ngapa mak
total 1 replies
Lenny Utami
Layla kamu yakin baik² saja?
Lenny Utami
Layla dah move on🤧
رزقي سانتوسو
berpikir positif: mungkin lagi sakit🙃
Lenny Utami: ayolahh traveling lahh 🤣🤣
total 1 replies
arsyila putri
waw, fantastis nilainya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!