NovelToon NovelToon
PEMURNIAN MUTLAK

PEMURNIAN MUTLAK

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Anak Genius / Action
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Takindomaru

Lin Fan, seorang pemuda dari Clan Lin yang hampir punah, dilahirkan dengan meridian tertutup—cacat bawaan yang membuatnya dijuluki "Sampah Klan" selama 16 tahun. Dihina oleh tunangannya, dicampakkan oleh kerabat, dan dipaksa bekerja sebagai pelayan, Lin Fan hidup dalam bayang-bayang rasa malu.
Namun, nasib berubah ketika ia secara tidak sengaja menemukan sebuah Manik Giok Hitam berdarah di reruntuhan kuno keluarganya. Manik itu tidak memberinya kekuatan instan, melainkan kemampuan terlarang: "Pemurnian Mutlak". Ia bisa mengubah limbah qi menjadi esensi murni, menyempurnakan pil sampah menjadi obat dewa, dan melihat kelemahan setiap teknik musuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Takindomaru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16: Jalan Keluar yang Berdarah

Air sungai yang dingin membekukan tulang, namun bagi Lin Fan, rasa sakit itu adalah anugerah. Ia merendam tubuhnya yang penuh luka bakar dan memar di dalam air gelap, membiarkan arus hanyut membawanya jauh dari lokasi pertempuran. Darah yang mengalir dari lukanya bercampur dengan air, menciptakan jejak merah samar yang segera hilang ditelan kegelapan malam.

Setelah hampir satu jam hanyut, Lin Fan akhirnya merangkak naik ke tepian sungai di sisi utara kota, dekat dengan daerah rawa-rawa yang jarang dikunjungi orang. Di sini, bau lumpur dan tanaman busuk menyengat hidung, tapi bagi Lin Fan, ini adalah parfum keselamatan. Tidak ada pembunuh yang akan mencari mayat di tempat sebau ini.

Ia berbaring telentang di atas tanah berlumpur, napasnya tersengal-sengal. Tubuhnya hancur. Tulang rusuk kirinya patah, lengan kanannya lebam parah akibat benturan dengan pedang Fang, dan energi Qi-nya hampir habis total.

"Tidak cukup..." gumamnya, suaranya parau. "Aku terlalu lemah."

Pertarungan tadi membuktikan satu hal pahit: Meskipun dia cerdik dan memiliki teknik khusus, kesenjangan kekuatan murni antara Tahap Qi Level 6 dan pembunuh elit (yang kemungkinan besar sudah menyentuh ambang Tahap Fondasi atau memiliki teknik rahasia) masih terlalu lebar. Jika Fang tidak meremehkannya di awal, Lin Fan sudah mati.

Lin Fan memaksa dirinya duduk. Ia harus mengobati lukanya sebelum infeksi atau racun sisa dari serangan Fang menyebar. Ia merogoh sakunya yang basah, menemukan satu-satunya Pil Pemulih Luka Grade Tinggi yang ia curi dari kamar Yan Lie.

Pil itu masih utuh, terlindungi oleh lapisan lilin kedap air.

Lin Fan menelannya bulat-bulat.

Segera, sensasi hangat menyebar dari perutnya, merambat ke seluruh tubuh seperti aliran madu panas. Rasa sakit di tulang rusuknya berkurang drastis. Luka-luka terbuka mulai menutup. Energinya perlahan pulih, meski tidak sepenuhnya.

Sambil menunggu efek pil bekerja, otak Lin Fan bekerja cepat. Dia tidak bisa kembali ke gubuknya. Fang pasti akan melaporkan kegagalan itu kepada atasan atau kliennya. Mereka akan menggeledah tempat tinggal Lin Fan. Mereka akan mencari jejak. Jika Lin Fan kembali, dia berjalan langsung ke dalam perangkap.

Dia juga tidak bisa pergi ke Lin Yue. Menghubungkan gadis itu dengannya hanya akan membahayakan nyawanya. Lin Yue adalah satu-satunya teman yang dia punya, dan dia tidak akan mengorbankannya.

Jadi, ke mana?

Lin Fan menatap ke arah hutan lebat di utara, menuju pegunungan kabut yang dikenal sebagai Hutan Terlarang. Daerah itu penuh dengan beast buas tingkat rendah dan menengah, serta tanaman obat langka. Bagi kultivator biasa, itu adalah tempat kematian. Tapi bagi Lin Fan, yang memiliki kemampuan mendeteksi dan memurnikan racun, itu bisa menjadi tempat perlindungan dan ladang pelatihan.

Tapi sebelum dia pergi, ada satu urusan yang belum selesai.

Klien.

Siapa yang menyewa Fang?

Lin Fan mengingat kata-kata Fang: "Seseorang yang sangat menginginkan kematianmu diam-diam. Seseorang yang tahu rahasiamu."

Rahasianya apa? Bahwa dia bukan sampah? Bahwa dia Level 6? Atau... tentang Manik Giok?

Satu nama muncul di benaknya. Bukan Lin Hu. Lin Hu bodoh dan bangkrut. Bukan Yan Lie. Yan Lie arogan dan langsung bertindak kasar.

Ada satu orang yang selalu mengamati, selalu mencatat, dan selalu tampak tahu lebih banyak daripada yang seharusnya.

Elder Huo? Tidak, dia terlalu terang-terangan.

Lalu siapa?

Lin Fan teringat pada sosok tua yang sering terlihat duduk di sudut perpustakaan tua, membaca naskah-naskah kuno dengan tatapan tajam. Seorang pustakawan senior Clan Lin bernama Elder Mo. Pria itu jarang berbicara, tapi matanya selalu mengikuti Lin Fan setiap kali Lin Fan meminjam buku-buku tentang alkimia dasar atau sejarah klan.

Apakah mungkin Elder Mo mengetahui sesuatu tentang masa lalu ayah Lin Fan? Atau mungkin dia melihat Lin Fan menggunakan Manik Giok secara tidak sengaja?

Atau... apakah ada pihak ketiga yang lebih besar?

Lin Fan menggelengkan kepala. Spekulasi tidak akan menyelamatkan nyawanya saat ini. Yang penting adalah dia harus menghilang.

Namun, sebelum meninggalkan Kota Qingyun, dia perlu satu hal: Uang. Dan informasi.

Dia tidak bisa mencuri dari Clan Lin lagi; risiko terlalu tinggi. Tapi dia masih punya satu aset yang belum dimanfaatkan sepenuhnya.

Gudang Obat Lin Hu.

Kunci aksesnya masih ada di saku Lin Fan. Lin Hu sekarang dipenjara, dan kekacauan akibat penangkapannya membuat penjagaan gudang cabang timur mungkin sedang longgar karena para penjaga sibuk bergosip atau dihukum akibat kelalaian mereka membiarkan "pengkhianatan" terjadi.

Ini adalah kesempatan terakhir. Pencurian terbesar.

Lin Fan berdiri, tubuhnya masih nyeri, tapi tekadnya baja. Ia menyelinap kembali ke dalam kota, menghindari jalan utama, bergerak melalui atap-atap dan selokan kering.

Satu jam kemudian, Lin Fan berada di depan pintu belakang Gudang Obat Cabang Timur. Hujan gerimis mulai turun lagi, menyamarkan suaranya.

Dengan kunci perunggu di tangan, ia membuka pintu. Klik.

Gudang itu gelap dan sunyi. Tidak ada penjaga di dalam. Mungkin mereka semua ditarik untuk interrogasi terkait kasus Lin Hu.

Lin Fan tidak membuang waktu untuk bahan grade rendah kali ini. Ia langsung menuju rak bagian tengah, area penyimpanan bahan grade menengah dan tinggi yang dikunci dalam lemari kaca.

Dengan menggunakan sisa Qi-nya dan sebuah alat pengungkit sederhana dari besi, ia memecahkan kunci lemari tersebut. Crack.

Di dalamnya, terdapat kotak-kotak kayu berharga.

* Akar Ginseng Seribu Tahun (Palsu/Grade Menengah): Bernilai tinggi.

* Bunga Es Kristal: Bahan elemen es, langka.

* Jantung Beast Api Kecil: Dalam toples formalin.

* Tumpukan Batu Spirit Tingkat Menengah: Cadangan darurat cabang.

Lin Fan memasukkan semuanya ke dalam tas ruang penyimpanan kecil yang ia buat sendiri dari kain tahan sihir (hasil curian sebelumnya). Tas itu tidak benar-benar ruang dimensi (itu butuh artefak level tinggi), tapi bisa menampung barang dalam jumlah besar tanpa menambah berat signifikan, berkat teknik jahitan khusus dan rune sederhana yang ia salin dari manuskrip curian.

Saat ia hendak pergi, matanya tertuju pada sebuah buku catatan tebal di meja kasir. Buku Ledger Transaksi.

Lin Fan membukanya cepat. Halaman-halaman terakhir menunjukkan transaksi mencurigakan. Pembayaran besar dalam bentuk Batu Spirit Tingkat Tinggi kepada seorang penerima bernama "M". Tanggalnya seminggu yang lalu. Jumlahnya: 500 Batu Spirit Tingkat Tinggi.

M.

Siapa M?

Lin Fan membalik halaman sebelumnya. Ada inisial lain: "Y" (mungkin Yan Lie?), "L" (Lin Hu?). Tapi "M" muncul berkali-kali dalam enam bulan terakhir, selalu menerima pembayaran untuk "Informasi Khusus".

Lin Fan merobek halaman itu, melipatnya kecil, dan memasukkannya ke dalam bajunya. Ini adalah petunjuk. "M" mungkin adalah klien yang menyewa Fang. Atau setidaknya, perantara.

Tiba-tiba, suara langkah kaki terdengar di luar pintu depan gudang.

"Siapa di dalam?" suara seorang penjaga bertanya.

Lin Fan panik. Dia terjebak. Pintu belakang terkunci dari dalam (mekanisme keamanan otomatis). Satu-satunya keluar adalah pintu depan, di mana penjaga itu berdiri.

Lin Fan melihat ke atas. Langit-langit gudang memiliki ventilasi udara besar.

Dengan sisa tenaga terakhirnya, Lin Fan melompat, menempelkan kakinya di rak-rak tinggi, dan memanjat seperti tupai. Ia mencapai ventilasi, mendorong kisi-kisinya, dan merayap masuk ke dalam saluran udara sempit tepat saat pintu depan dibuka.

Senter cahaya obor menyapu ruangan kosong.

"Aneh," gumam penjaga. "Aku merasa ada seseorang di sini."

Di dalam saluran udara yang gelap dan sempit, Lin Fan menahan napasnya. Debu memenuhi hidungnya, membuatnya ingin bersin. Ia menekan titik akupuntur di wajahnya untuk mematikan refleks bersin.

Penjaga itu berkeliling sebentar, lalu pergi, menganggapnya hanya ilusi.

Lin Fan menunggu sepuluh menit lagi sebelum merayap keluar melalui ventilasi di sisi belakang bangunan. Ia jatuh ke tumpukan daun kering, tubuhnya sakit semua, tapi tas di pinggangnya berat berisi harta karun.

Dia berhasil.

Tanpa menunggu lama, Lin Fan lari menuju gerbang utara kota. Penjaga gerbang malam hari biasanya lengah dan bisa disuap, atau diterobos jika perlu. Tapi Lin Fan memilih jalur yang lebih sulit: memanjat tembok kota di sisi tebing curam yang tidak dijaga karena dianggap mustahil didaki.

Dengan Teknik Napas Besi memperkuat jari-jarinya, ia memanjat batu-batu licin itu. Hujan membuat permukaannya licin, tapi Lin Fan tidak menyerah. Setiap cengkeraman adalah perjuangan antara hidup dan mati.

Setelah satu jam pendakian yang melelahkan, ia mencapai puncak tembok. Dari sana, ia bisa melihat Kota Qingyun yang tertidur, lampu-lampu redup berkedip seperti kunang-kunang.

Dia menoleh ke belakang sekali lagi.

"Selamat tinggal, Kota Qingyun," bisiknya. "Aku akan kembali. Bukan sebagai pelayan. Tapi sebagai penguasa."

Lin Fan melompat ke kegelapan hutan di luar tembok, menghilang seperti asap.

Di dalam saku bajunya, buku ledger robek itu terasa panas. Dan di kejauhan, di sebuah menara tinggi di pusat kota, sesosok pria tua berjubah abu-abu menatap ke arah hutan utara, senyum tipis terpampang di wajahnya.

"Lari saja, Nak," bisik Elder Mo. "Permainan baru saja dimulai. Dan aku sudah menaruh taruhan padamu."

1
Jojo Shua
😄
Jojo Shua
✅️
Daryus Effendi
masih lai bosan baca nya jarna mulai bab ini mulai bertele tele.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!