NovelToon NovelToon
The Affair Mr. K

The Affair Mr. K

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Action / Selingkuh
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Bagi dunia luar, pernikahan Dr. Emmeline Valerio dan Edward Snowden adalah simbol kesempurnaan dinasti papan atas di Los Angeles.

Namun, di balik dinding mansion Snowden yang megah, pernikahan itu tidak lebih dari sebuah Janji memuakkan.

Puncaknya, harga diri Emmeline sebagai seorang wanita diinjak-injak ketika dia mendapati Edward membawa wanita selingkuhannya ke atas ranjang mereka.

Emmeline tidak menangis. Dia tidak mengemis. Sebaliknya, api dendam yang dingin menyala di dadanya. Dia memilih membalas dendam dengan menyerahkan tubuhnya pada masa lalunya: Kingdom Kyle Stone.

Kini, di antara ego suaminya dan gairah protektif sang mantan agen rahasia, Emmeline memilih untuk berdansa di dalam neraka yang dia ciptakan.

Happy reading 🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#16

Setelah badai malam yang bersimbah darah di distrik barat dan ketegangan di ruang operasi, Rumah Sakit Pusat Los Angeles akhirnya melepaskan Dr. Emmeline Valerio kembali ke dunianya yang lain.

Dunia yang tidak kalah mematikan, namun dibungkus oleh kemewahan, kepalsuan, dan keangkuhan borjuis Dinasti Snowden.

Sore itu, mansion Snowden berdiri kokoh bagai benteng es di atas perbukitan eksklusif Los Angeles. Di dalam kamar utama yang luas, Emmeline baru saja selesai membersihkan diri.

Rambut hitamnya yang basah digulung dengan handuk sutra putih, sementara tubuh rampingnya terbalut jubah mandi beludru sewarna gading.

Ketika Emmeline melangkah mendekati meja riasnya yang dipenuhi botol-botol parfum mahal, matanya tidak sengaja menangkap sekotak mawar putih rahasia yang tersembunyi di balik laci paling bawah.

Jantungnya berdesir ganjil. Enam jam yang lalu, sebuah pesan singkat dengan simbol mawar putih masuk ke ponselnya. Dan sore ini, sebuah kiriman bunga tanpa nama kembali mendarat di alamat pribadinya.

Tidak ada kartu ucapan. Hanya ada aroma maskulin yang sangat tipis menempel pada kelopak bunganya—aroma cedarwood dan tembakau mahal yang begitu dominan.

Kyle Stone. Pria itu benar-benar tahu cara menjerat pikirannya dari jarak ribuan mil. Sesi hubungan jarak jauh yang terlarang ini resmi dimulai, bukan dengan surat cinta yang manis, melainkan dengan teror romantis yang posesif.

Tepat ketika Emmeline hendak menyentuh kelopak mawar itu, ponselnya bergetar di atas meja.

Sebuah panggilan video dari nomor tak dikenal masuk. Emmeline menelan ludah, firasatnya langsung menyebut satu nama. Dia menggeser tombol hijau dan mengarahkan layar ke wajahnya.

Layar monitor seketika menampilkan latar belakang yang sangat kontras dengan kemewahan kamar Emmeline.

Di sana, di dalam kabin jet militer yang temaram dan dipenuhi kabel-kabel taktis, Kingdom Kyle Stone duduk bersandar. Tubuh masif setinggi 190 sentimeter itu masih mengenakan kaus ketat hitam yang mencetak jelas lekuk otot dada dan lengannya yang dipenuhi jaringan parut.

Wajahnya yang tegas dengan rahang sekokoh karang tampak lelah, namun mata kelamnya langsung menyala terang begitu menangkap visual Emmeline di layar.

"Kau terlihat cantik dengan rambut basah seperti itu, sayang," suara Kyle bergemuruh rendah melalui speaker ponsel, terdengar begitu hangat, manis, dan serak, sanggup membuat lutut Emmeline lemas seketika.

Emmeline mencoba mempertahankan wajah angkuhnya, meskipun rona merah di pipinya tidak bisa disembunyikan. "Kau lancang sekali menghubungi seorang wanita yang masih mengenakan jubah mandi, Tuan Stone."

Kyle terkekeh rendah, suara tawa yang sangat jarang dia perlihatkan kepada dunia luar. "Aku hanya merindukan aroma mawar prancis milikmu. Di tempat ini, aku hanya bisa mencium bau mesiu dan avtur."

"Kudengar terjadi kekacauan di distrik barat tadi," ucap Emmeline, mengalihkan pembicaraan, namun nadanya menyiratkan kecemasan yang dalam. "Empat warga sipil masuk ke UGD-ku dengan luka tembak taktis. Apa itu... perbuatanmu?"

Kyle menatap Emmeline melalui layar, tatapannya melembut dengan cara yang sangat protektif. "Aku hanya membersihkan beberapa tikus selatan yang berani mengotori kotamu, Emme. Jangan khawatir, mereka tidak akan pernah bisa mendekatimu atau anak kita." Tangan kekar Kyle bergerak menyentuh layar ponselnya, seolah-olah sedang mengusap pipi Emmeline secara langsung. "Bagaimana kandunganmu? Apa anak Daddy membuat mommy mual hari ini?"

Emmeline secara tidak sadar menurunkan pandangannya ke arah perutnya yang masih rata di balik jubah mandi.

"Anak? Kau Gila, Kyle. Dan...Ya dia sangat tenang, tidak seperti ayahnya yang selalu membuat keributan."

"Jaga dirimu baik-baik untukku, Emme," bisik Kyle, nadanya berubah menjadi sangat manis namun sarat akan kepemilikan yang absolut.

"Makan malam yang banyak. Aku tahu malam ini kau harus menghadapi si brengsek Edward itu di meja makan. Jangan biarkan dia menyentuhmu bahkan untuk seujung kuku pun. Jika dia melakukannya, aku akan meruntuhkan mansion itu lebih cepat dari rencana dua bulan kita."

"Aku bisa mengatasi suamiku sendiri, Mr. K," jawab Emmeline dengan senyuman tipis yang menawan. "Selesaikan misimu dan kembalilah hidup-hidup tanpa luka baru. Itu sudah cukup."

"Aku selalu menepati janjiku, Sayang. Sampai jumpa di ujung fajar dua bulan lagi," ucap Kyle sebelum memutus sambungan, meninggalkan Emmeline dengan dada yang bergemuruh hangat.

Percakapan manis itu adalah asupan energi rahasia yang ia butuhkan sebelum turun ke lantai bawah untuk memulai sandiwara pernikahannya.

Pukul tujuh malam, ruang makan utama mansion Snowden tampak berkilau di bawah lampu gantung kristal yang mewah. Lantai marmer putih yang dingin menegaskan atmosfer kaku di ruangan itu. Di atas meja panjang berlapis kain satin, deretan hidangan kelas atas telah disajikan.

Emmeline duduk di kursi ujung dengan gaun malam berbahan sutra hitam yang elegan, dengan kerah sedikit terbuka yang membingkai leher jenjangnya.

Di kursi utama, Edward Snowden duduk dengan setelan jasnya, namun wajahnya tampak tegang dan gelisah.

Kecurigaan Edward malam ini tidak mengada-ada.

Berita tentang empat warga sipil yang ditembak di distrik barat dan turun tangannya Walikota LA telah menyebar di kalangan elite.

Sebagai seorang pengusaha yang memiliki hubungan gelap dengan beberapa lingkaran oligarki bawah tanah, Edward tahu ada pasukan hantu yang sedang membersihkan kota ini.

Namun, yang membuat suasana makan malam ini benar-benar menjijikkan adalah kehadiran orang ketiga di meja makan tersebut.

Nyna Boo—wanita selingkuhan Edward—duduk di sisi kiri meja dengan gaun merah menyala yang terlalu ketat, memamerkan perhiasan berlian yang jelas-jelas dibeli menggunakan kartu kredit Edward.

"Makanan ini luar biasa, Ed," Nyna berucap dengan suara yang dibuat-buat manja, matanya melirik Emmeline dengan pandangan menantang.

Emmeline hanya memotong daging steak-nya dengan tenang, gerakannya begitu anggun seolah Nyna hanyalah seonggok pajangan murah yang tidak berharga di ruangannya.

Edward berdehem, mencoba memecah keheningan yang mengintimidasi dari aura Emmeline. "Emme...Di luar sedang tidak aman karena ada kasus penembakan Hari ini. Wilayah apartemen Nyna berada dekat dengan distrik barat. Jadi... aku meminta izinmu agar Nyna bisa menginap di mansion ini untuk beberapa hari ke depan. Demi keamanannya."

Nyna tersenyum penuh kemenangan, mengira Emmeline akan mengamuk atau melemparkan gelas anggur seperti istri-istri tertindas pada umumnya.

Namun, Emmeline justru meletakkan pisau dan garpunya dengan pelan, lalu mendongak. Sepasang mata indahnya menatap Edward dan Nyna bergantian dengan binar geli yang dingin.

"Tentu saja," jawab Emmeline dengan nada yang sangat ramah, bahkan terdengar tulus. "Mansion ini memiliki Sepuluh kamar kosong. Silakan gunakan kamar tamu di sayap barat, Nyna. Anggap saja seperti rumahmu sendiri. Aku sangat senang jika suamiku ada yang mengurus di bawah atap yang sama, jadi aku tidak perlu membuang waktuku yang berharga."

Edward tersentak. Jawaban Emmeline yang terlalu santai dan tanpa beban justru memukul harga dirinya sebagai seorang pria.

Seharusnya Emmeline cemburu, namun wanita itu justru tampak seperti seorang ratu yang sedang memberikan sedekah kepada pelayan.

Nyna yang merasa terhina dengan kata mengurus langsung berdiri dari kursinya dengan wajah cemberut. "Ed, aku lelah. Aku ingin naik ke kamar atas sekarang."

"Pergilah dulu, Nyna. Aku akan menyusul setelah menyelesaikan urusanku dengan istriku," kata Edward dengan suara yang mendadak berat.

Setelah Nyna melangkah pergi dengan langkah kaki yang dihentak-hentakkan di atas lantai marmer, keheningan di ruang makan itu berubah menjadi sangat pekat dan berbahaya.

Edward tidak langsung naik. Dia berdiri dari kursinya, melangkah perlahan mengitari meja makan panjang, lalu berhenti tepat di belakang kursi Emmeline. Pandangan mata Edward turun, menyusir leher jenjang istrinya yang putih pucat di bawah sorotan lampu kristal.

Dan di sana, di dekat tulang selangka Emmeline yang tersembunyi di balik bayang-bayang rambutnya, Edward menangkap sesuatu yang membuat darahnya mendidih.

Sebuah tanda kemerahan yang samar namun jelas—sebuah Kissmark yang dibuat dengan gigitan posesif yang kuat. Tanda merah yang ditinggalkan oleh Kyle Stone sebelum dia pergi.

Edward mengepalkan tangannya kuat-kuat. Dia membungkuk, mensejajarkan wajahnya di samping telinga Emmeline, memancarkan napasnya yang panas penuh kemarahan.

"Aku tidak menduga kamu akan menjadi jalang secepat ini, Emme," bisik Edward dengan suara bergetar menahan murka. "Tanda merah di lehermu itu... tampaknya kau dapatkan dari pria murahan di luar sana setelah sif malammu di rumah sakit. Berani sekali kau membawa bekas pria lain ke dalam rumahku!"

Emmeline tidak bergerak sedikit pun. Dia tidak panik, tidak juga mencoba menutupi lehernya. Dia hanya memutar tubuhnya sedikit, menatap wajah Edward yang memerah karena cemburu dan harga diri yang terluka.

Sebuah senyuman manis namun beracun terukir di bibir indahnya. Emmeline benar-benar tidak peduli lagi dengan pernikahan ini.

"Nikmati saja permainan ranjang jalangmu di atas, Ed," jawab Emmeline dengan suara yang sangat tenang namun menusuk tepat di jantung harga diri Edward.

"Masalah aku tidur dengan siapa di luar sana... itu sama sekali bukan urusanmu. Bukankah kita sudah sepakat untuk hidup masing-masing?"

"Kau!" Edward mencengkeram sandaran kursi Emmeline hingga urat-urat tangannya menonjol. "Kau begitu tidak sabar untuk menunggu enam bulan lagi sampai kontrak perceraian kita selesai, Emme? Katakan padaku, siapa pria itu?! Siapa bajingan yang sudah menyentuhmu?!"

Emmeline terkekeh rendah, sebuah tawa anggun yang terdengar sangat meremehkan di telinga Edward. Dia berdiri dari kursinya, merapikan gaun sutra hitamnya, lalu menatap suaminya dengan pandangan merendahkan dari atas ke bawah.

Di kepalanya, bayangan tubuh sempurna Kyle Stone yang masif, penuh luka, dan mematikan kembali muncul—sosok Pria sejati yang jauh berbeda dengan Edward yang hanya bisa menggertak di balik setelan jas mahalnya.

"Akan kukenalkan dia denganmu nanti, Ed," jawab Emmeline dengan nada santai namun penuh ancaman tersembunyi.

"Sebaiknya kau siapkan dirimu baik-baik mulai dari sekarang. Agar nanti saat kau bertemu langsung dengannya... kau tidak merasa terlalu insecure."

Emmeline membalikkan badannya, melangkah anggun meninggalkan ruang makan yang membeku, membiarkan suara ketukan sepatu hak tingginya berdenting angkuh di atas marmer dingin mansion Snowden.

Di belakangnya, Edward hanya bisa berdiri mematung dengan napas memburu.

1
Zahra Alifia Hidayat
love my kaelix😍😍😍😍
Zahra Alifia Hidayat
pangeran bungsu kak😍😍😍😍😍
Ros 🍂: siap kak🫶
total 1 replies
Sholikhah Sholikhah
penasaran dgn mantannya emmelin 🤔
Ros 🍂: mantan suaminya Sudah berakhir ya kak🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Bau2nya freya bkn gadis sembarangan,, mungkin ank konglo yg kabur / di culik pas kcl,, 🤭🤭 jodohnya ken kah,, jangan sampe ada cinta segi4,, 🤣🤣
Ros 🍂: Hihihi author mah ngikut alur Reader saja 🤭🤣🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Tenang mom,, nanti jg di siapkan pawangnya masing2 untuk triple K sama othor,, 🤭🤭
Ros 🍂: haha mommy perlu dikasih tau kak🤭🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Cerita kaelix dulu kk,,! 😌
Ros 🍂: penasaran ya kak🤭
total 2 replies
Agus Tina
Lanjuut ... penasaran sama mantannya Mrs. Stone ...
Ros 🍂: Mantannya Siapa kak?
total 1 replies
Agus Tina
Bagus sekali ... alhirnya sang countess benar2 luluh
Ros 🍂: hehe iya kak🫶
total 1 replies
nayla tsaqif
Typo,, cucu audrey,, knp yara udah punya cucu,, 😌yara kan menantu audrey ipar emme,, 🤭
Ros 🍂: Author kacau kak🤣🤣 Lupaa 🤭🤭🙏🏻
total 1 replies
nayla tsaqif
Triplet ya thorrrr,, plisssss
Ros 🍂: sesuai request ya kak🫶🥰
total 1 replies
Dev..
istrinya Kensington kan Audrey thor🤔😅
Ros 🍂: asli Sampe lupa Kak 🤭🫶
total 3 replies
Dev..
Kensington kan thor..
Ros 🍂: ma'aciww ya kak komentarnya 🫶🥰
total 2 replies
Agus Hidayat
lanjut,kak kok Yara terus Audrey kak😍😍😍😍
Ros 🍂: kak, itu keliru sama ceritanya yang sebelah, hehe maaf Typo ya kak 🫶🙏🏻
total 1 replies
Agus Hidayat
kok Yara yg bener itu Audrey,Yara istrinya max menantunya ken🙏
Ros 🍂: maaf ya kak🤭 keliru 😭🤣🤣
total 1 replies
rachma yunita
lanjuuuuutt.. triple k
Ros 🍂: siap kak 🫶🙏🏻
total 1 replies
tri
lanjutin kak... saat anak2 mulai besar dan mengacau hahaha
Ros 🍂: Hahaha siap kak🫶🙏🏻
total 1 replies
Agus Tina
Bahagia sekali ... selamat mr and mrs. Stone
Ros 🍂: hheheh🥳🥳
total 1 replies
Mundri Astuti
pas dah sama kyle, satu militer tangguh, sebelahnya dokter bedah Badas euy
Ros 🍂: hehe sama-sama badas ya kak🤭
total 1 replies
durrotul aimmsh
i love your story kak...👍
Ros 🍂: ma'aciww kak🫶
total 1 replies
nayla tsaqif
Kenapa mereka berdua tiba2 jd manusia bodoh🤣🤣🤣
Ros 🍂: kwkwk🤭🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!