NovelToon NovelToon
My Women

My Women

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Kisah Seorang wanita Angel Abraham yang harus menerima kenyataan bahwa suaminya, laki - laki yang berjanji mencintai dia dengan tulus, ternyata di jodohkan dengan pilihan omanya karena luka lama omanya . Kenyataan pahitnya dia harus berpisah dengan suami karena nyawanya sebagai taruhan, disaat dia sedang mengandung anak dari buah cinta mereka. Bagaimanakah nasib cinta seorang Angel Abraham??? Apakah suaminya menyesal???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Angel Hamil Lagi

Aaron sudah terbang terbang kembali ke Indonesia tepatnya Bali melalui kota Zurich di Swiss. Akan ada transit di bandara Doha dan penerbangan selanjutnya ke Bali.

Semua barang - barang orangtua Aaron sudah dipindahkan ke Bali. Dan rumah mereka sedang dalam proses penjualan. Keputusan untuk tinggal bersama Aaron dan keluarganya sudah bulat. Hanya satu asisten rumah tangga yang akan ikut ke Bali, dan sekarang bibi Asih memang sudah ada di sana.

Waktu transit di Doha, tiba - tiba Angel pusing dan mual. Langsung Angel dibawa oleh Aaron ke toilet. Mami yang temani. Dua menit kemudian, Aaron yang menunggu dengan cemas melihat istri dan maminya keluar, langsung digendong istrinya. Dia bawa ke ruangan tunggu sementara yang sudah di urus oleh Rido. Seperti penginapan. Dan Rido mengurus barang - barang mereka untuk penerbangan ke Bali yang masih lima jam lagi. Mami dan papi langsung memeriksa anak perempuan mereka.

"Sayang, sepertinya kamu sedang berbadan dua. Ada denyut jantung kecil yang mami dengar selain punya kamu."

"Apa kita harus ke dokter bandara mami??"

Maminya langsung membuat resep untuk membeli vitamin penguat janin. Sebagai dokter kandungan senior, mami tahu semuanya. Aaron yang mau pergi membeli, langsung di cegat oleh Rido.

"Biar saya saja. Bos jaga bu Angel saja."

Rido langsung berlari menuju ke Apotik yang berada di bandara. Dan semua obat lengkap disitu. Angel masih pusing. Dia hanya tidur - tiduran. Ethan dan Aaron tidak jauh darinya.

"Oma, maminya Ethan baik - baik kan??"

"Iya sayang. Oma janji, mami Ethan baik - baik saja."

"Terima kasih oma." Ethan langsung memeluk omanya.

"Sayang, bagaimana?? Kamu bisa makan tidak?? Kakak suapin ya?"

"Ada makanan kesukaan mami loh??"

"Kaka ambilkan ya??" Angel hanya mengangguk.

Rido sudah datang membawa obat. Mami langsung memberi obat itu dengan cara disuntik. Aaron masih setia menyuapi istrinya.

"Kamu makan juga sayang. Habis ini aku mandi, biar segar nanti naik pesawat."

"Iya papi juga sudah mandi, bersama jagoan kita semua."

"Terima kasih pi."

"Sama - sama anakku sayang."

"Hanya sayang Angel, Aaron tidak ya??"

"Kamu laki - laki dan kuat. Kamu yang harus menyayangi istri dan anak - anakmu."

"Siap papi, janji. Pasti Aaron sayang dan cinta Aaron hanya buat mereka dan orangtua Aaron. Sekarang kalian adalah prioritas hidupku."

Sudah mendekat waktu untuk boarding. Angel dan keluarganya sudah memakai baju santai yang membuat mereka nyaman. Mami Meis juga sudah menyiapkan obat vitamin buat anak perempuannya. Angel dimanjai oleh suami, anak dan orangtuanya yang merangkap mertuanya. Sekarang mereka sudah berada di bisnis class. Tadi Angel sudah makan, dan mami langsung memberi obat vitamin kepadanya.

"Cari posisi yang enak sayang, baru tidur ya."

"Iya mami. I love you."

"you know kan??? How must mami love you?? Dalam doa mami, selalu ada nama kamu putri cantikku." Angel memeluk maminya. Sangat erat.

Delapan jam perjalanan ini, Angel tidur nyenyak. Dalam pelukan Aaron, sedangkan Ethan bobo dilindungi papi dan uncle Ridonya. Tidak terasa sisa satu jam lagi mereka akan mendarat di Denpasar Bali. Angel sudah bangun, Aaron yang sudah membersihkan dirinya langsung memberi ciuman mesra di bibir istrinya.

"Selamat pagi wanitaku sayang. I love you."

"Love you more."

Aaron membantu istrinya, untuk bersiap - siap. Dan mereka sarapan, makanan yang di pesawat. Setelah pesawat mendarat dengan sempurna dan terparkir baik, penumpang class sudah mulai lebih dahulu keluar dari pesawat. Seperti biasa Ethan akan bersama opa dan omanya. Sedangkan Angel bersama suaminya.

"Welcome home honey."

"Terima kasih sayang, ini liburan sangat berharga sekali."

"Aku yang terima kasih, pulang liburan diberi hadiah terindah di perut kamu sayang."

"Tetapi ade hamil kali ini manja sekali."

"Tidak mengapa sayang, kakak suka kamu manja."

Mobil jemputan mereka sudah siap. Kami satu mobil. Kali ini, papi Paul yang mengalah duduk di belakang bersama cucunya. Karena Angel duduk bersama mami Meis.

"Kak, benaran sudah mau menetap di Bali??"

"Iya dek, bersama cucu dan menantu."

"Salam buat Angel ya. Mami Lin kangen." Papi langsung memberikan handphonenya kepada Angel.

"Hallo mami."

"Sayang, mami kangen."

"Mami liburan kesini saja, kami tunggu."

"Oke."

Angel, Aaron dan Ethan sedang membantu oma dan opa mengatur barang mereka di kamar. Yang sudah disiapkan, karena bibi Asih sudah di Bali mengatur ruangan itu dibantu oleh orang kerjanya Aaron. Ethan masih bermain bersama oma dan opanya. Sengaja memang tempat tidurnya di beli yang besar karena mereka yakin kamar ini akan jadi tempat ternyaman buat Angel, Aaron dan Ethan.

"Sayang, kakak ke Pratama Company dulu ya."

"Ada masalah??"

"Tidak ada sayang, kakak mau rapat face to face dengan pimpinan bagian."

"Oke. Hati - hati ya sayang. Aku mau tidur dulu."

"Iya. Kaka pulang kita ke dokter sama mami ya. Kaka sudah daftar." Aaron langsung mencium istrinya dan mengantarnya ke tempat tidur menyelimutinya. Kemudian memberi lagi ciuman mesra.

"Mi, Pi, Aaron titip Angel ya. Ada tidur. Sebentar kita mau ke dokter??"

"Oke."

"Mami sakit apa papi??"

"Mami kelelahan sayang, mungkin Ethan akan punya adik." Mukanya tersenyum. Sangat manis. Campuran senyuman Angel dan Aaron.

"Ethan akan menjaga mami. Oma, opa Ethan jaga mami dulu ya."

"Oke sayang. Jangan di ganggu ya. Biar mami bobo."

"Siap oma."

Aaron sudah ke kantor, karena akan rapat bersama pemimpin bagian - bagian di perusahaan. Ethan sudah ada di kamar mami dan papinya. Ethan sudah tidur di belakang maminya sambil memeluk tubuh maminya. Dua jam Aaron di kantor, selesai rapat dan memeriksa beberapa surat, dia langsung pulang ke rumah.

Aaron tersenyum melihat pemandangan istri dan anaknya tidur saling berpelukan.

"Sayang, aku cemburu loh." Angel yang mendengar suara suaminya. Langsung membuka tangannya. Angel memeluk Aaron suaminya. Aaron mencium istrinya.

"Aku cemburu sayang."

"Sama anak sendiri."

"Ya dia merebut kamu dariku."

"Dia yang menemaniku saat kamu tidak di sampingku."

"Mohon maaf sayang." Angel tersenyum. Dia tahu bahwa suaminya masih merasa bersalah atas apa yang dulu mereka alami.

Aaron satu keluarga sudah di dokter praktek untuk memeriksa kandungan istrinya. Selain maminya, ada papi, dan Ethan juga. Hasil pemeriksaan menyatakan Angel hamil sudah delapan minggu. Kondisi Janin sangat sehat. Meskipun melakukan penerbangan belasan jam. Karena maminya sudah terlebih dahulu menolong calon cucunya dengan vitamin.

Selesai periksa kesehatan Angel dan kandungannya. Mereka langsung menuju ke sebuah restoran yang menyajikan masakan khas Bali. Dan mereka semua menikmati makanan itu. Mereka juga membeli buat orang rumah. Selesai makan mereka masih ke toko pertanian membeli bibit dan benih tanaman sayur dan buah juga tanahnya. Karena mami dan papi mau berkebun. Halaman belakang rumah, memang Aaron sudah meminta orang kerjanya membuat bedengan untuk menanam serta di isi tanah, sampai menunggu orang yang mengelola kebun itu pulang berlibur.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!