NovelToon NovelToon
Pembalasan Istri Yang Terbuang

Pembalasan Istri Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Anjay22

Alana tidak menyangka pernikahannya dengan Rendi harus berahir di tengah derasnya air sungai,Rendi dan Lisa selingkuhannya,dengan teganya membuang Alana kesungai untuk menghabisinya dan menguasai harta peninggalan orang tua Alana .Untung saja ada Arka yang menolongnya,dengan di bantu Arka,Alana kembali bangkit membalas penghianatan Suaminya dan mengambil hartanya yang sudah dirampas Rendi dan Lisa
Bagaimana selanjutnya kehidupan Alana Dan Arka ??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anjay22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana jebakan untuk kebangkitan

Randy merasa jantungnya seperti berhenti sejenak. Kata-kata Madam Elena baru saja menggantung di udara seperti ancaman yang tak terucap sepenuhnya. Audit ulang? Dari awal? Pikirannya berputar kencang. Ia sudah menduga bahwa investor besar seperti Madam Elena pasti akan teliti, tapi tidak secepat dan sedalam ini.

"Madam Elena," gumam Randi dalam hati, suaranya hampir tak keluar. Tangan kanannya yang berada di bawah meja mengepal kuat hingga buku-buku jarinya memutih.

Lima puluh miliar rupiah yang ia alihkan secara diam-diam untuk membayar utang vendor pertama masih terasa panas di benaknya. Dana itu digunakan agar proyek tidak disegel oleh pihak berwenang. Jika audit mendalam dilakukan sekarang, jejak-jejak itu bisa terbongkar. Apalagi jika klaim asuransi yang ia ajukan beberapa bulan lalu ikut terseret dalam investigasi kriminal yang belum selesai. Reputasinya, perusahaan yang dibangun bertahun-tahun, semuanya bisa hancur dalam sekejap.

Randi ingin menolak mentah-mentah. Ia ingin berkata bahwa audit internal dua bulan lalu sudah cukup, laporan WTP dari auditor domestik terkemuka adalah bukti bahwa semuanya bersih. Tapi lidahnya terasa kelu. Di hadapannya, Madam Elena duduk dengan tenang, senyum profesionalnya tak tergoyahkan, mata tajamnya seolah bisa membaca setiap keraguan yang berusaha Randi sembunyikan.

Investasi yang ditawarkan Madam Elena mencapai ratusan miliar. Itu adalah nyawa bagi proyek Randi yang sedang terhambat cash flow. Tanpa dana segar tersebut, proyek akan mandek, vendor-vendor lain mulai menagih, dan bank-bank mitra bisa menarik fasilitas kredit. Randi sudah terlalu dalam. Ia tak punya pilihan lain selain menelan ludah dan mempertahankan ekspresi tenang di wajahnya.

"Madam, saya sangat menghargai kehati-hatian Anda," kata Randi akhirnya, suaranya terdengar lebih mantap daripada yang ia rasakan. "Tapi perusahaan kami baru diaudit dua bulan lalu dan mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian. Melakukan audit ulang dari nol akan memakan waktu berbulan-bulan. Sementara itu, proyek kami butuh percepatan dana agar tidak kehilangan momentum."

Madam Elena hanya mengangkat alis tipis, tak langsung menjawab. Randi merasa keringat dingin mulai mengalir di punggungnya. Dalam hati ia berdoa semoga wanita di depannya tidak mencium bau ketakutan yang ia coba kubur dalam-dalam. Ia ingin menolak, ingin melindungi rahasia yang bisa menghancurkannya, tapi kebutuhan akan investasi itu terlalu besar. Seperti rantai besi yang mengikat kakinya, Randi terpaksa tersenyum dan menunggu keputusan yang mungkin akan menjadi titik balik ,atau akhir dari segalanya.

"Madam Elena," Rendy mencoba mengontrol suaranya agar tidak bergetar sehingga bisa meyakinkan. "Mengenai audit internal ... perusahaan kami baru saja diaudit oleh lembaga domestik dua bulan lalu. Semua laporan keuangan kami sudah berkategori WTP (Wajar Tanpa Pengecualian). Apakah tidak berlebihan jika harus melakukan audit ulang dari awal? Ini akan memakan waktu, sementara proyek kami membutuhkan percepatan dana." Kembali Randy mencoba memberi alasan,sehingga rencana Audit bisa ditangguhkan.

Elena menatap Rendy dengan pandangan meremehkan, seolah-olah pria itu adalah seorang anak kecil yang tertangkap basah mencuri permen. "Lembaga domestik bisa dibeli dengan beberapa ratus juta rupiah, Tuan Rendy. Saya tidak mempercayai sistem hukum atau akuntansi di negara berkembang ini jika menyangkut uang saya. Itu adalah syarat mutlak kami. Jika Anda memiliki sesuatu yang disembunyikan di dalam buku kas Anda, katakan sekarang juga."

"Tidak! Kami tidak menyembunyikan apa pun!" bantah Rendy cepat, egonya menolak untuk terlihat lemah di depan wanita sehebat Elena.

"Kalau begitu, mengapa Anda ragu?" Elena memiringkan kepalanya, menatap Rendy dengan senyuman tipis yang penuh racun. "Jika semua dana Anda legal, audit ini hanya akan memakan waktu tiga hari. Tim auditor saya bergerak sangat cepat. Kecuali ... Anda menggunakan uang hasil kejahatan atau uang asuransi kematian seseorang sebagai modal awal Anda?"

Pertanyaan Elena yang sangat spesifik itu bagaikan petir yang menyambar di siang bolong bagi Rendy. Wajahnya sempat memucat selama satu detik penuh sebelum ia berhasil menguasai diri kembali. Bagaimana wanita Eropa ini bisa menyebut kata "uang asuransi"? Apakah itu hanya kebetulan, atau sebuah sindiran halus?

Rendy menelan ludahnya dengan susah payah. Di satu sisi, ada risiko besar jika aliran dana asuransi Alana terlacak.

Namun di sisi lain, jika ia menolak kontrak ini, Adiguna City akan bangkrut dalam waktu dua minggu, dan ia akan diseret ke pengadilan oleh para kontraktor yang marah. Kehancuran finansial sudah berada di depan matanya. Berjudi dengan audit Elena terasa seperti satu-satunya jalan keluar yang tersisa. Ia berpikir, dengan sedikit manipulasi data yang biasa dilakukan oleh Hendra, dana asuransi itu bisa disamarkan sebagai pinjaman dari perusahaan cangkang di luar negeri.

"Baiklah, Madam Elena," ucap Rendy akhirnya, memotong bisikan peringatan dari Direktur Keuangannya. "Kami tidak memiliki apa pun untuk disembunyikan. Saya menyetujui klausul audit ini. Kami akan membuka seluruh akses data yang dibutuhkan oleh tim Anda mulai besok pagi."

Elena mengangguk puas, meskipun di dalam hatinya ia merasakan kemenangan yang begitu manis. ("Kau baru saja membuka pintu gerbang nerakamu sendiri, Rendy,")batin Elena bergemuruh penuh kemenangan.

"Pilihan yang bijak, Tuan Rendy," ucap Elena dengan nada suara yang tiba-tiba melunak, memberikan rasa aman palsu kepada mangsanya. "Saya menghargai keberanian Anda. Budi akan mengirimkan nota kesepahaman awal (MoU) ke kantor Anda sore ini. Setelah audit selesai dan dinyatakan bersih, termin pertama sebesar satu triliun rupiah akan langsung masuk ke rekening perusahaan Anda."

Rendy menarik napas lega, merasa bahwa ia baru saja memenangkan pertempuran besar. Ia bangkit dari kursinya, menjabat tangan Elena yang kali ini terasa sedikit lebih hangat,atau mungkin itu hanya perasaannya saja yang sedang diliputi euforia.

"Terima kasih, Madam Elena. Anda tidak akan menyesal telah memilih Adiguna Group sebagai mitra Anda," ucap Rendy penuh percaya diri sebelum melangkah keluar dari ruang rapat bersama timnya.

Setelah pintu kaca tertutup rapat dan langkah kaki Rendy tidak lagi terdengar, Elena melepaskan topeng ketenangannya. Ia menghempaskan tubuhnya ke kursi, napasnya memburu. Tangannya yang memegang tablet bergetar hebat. Kebencian dan kemuakan yang ia tahan selama satu setengah jam penuh seolah menguras seluruh energinya.

Pintu rahasia di sudut ruangan terbuka. Arka melangkah masuk dengan langkahnya yang tenang dan tanpa suara. Ia berjalan mendekati meja kerja Elena, meletakkan cangkir kopinya, lalu menatap wanita itu yang tampak kelelahan.

"Kau melakukannya dengan sangat baik, Elena," ucap Arka, suaranya yang berat memberikan efek menenangkan yang aneh di dada Elena. "Dia benar-benar masuk ke dalam perangkap. Keberaniannya untuk menyetujui audit adalah kesalahan terbesarnya."

Elena mendongak, menatap sepasang mata hitam Arka yang tajam. "Dia akan mencoba memalsukan data keuangan itu, Arka. Dia memiliki Hendra, orang yang sangat lihai dalam hal pencucian uang."

Arka tersenyum tipis, sebuah senyuman yang memancarkan kekejaman seorang penguasa bursa saham. "Biarkan dia mencobanya. Dia tidak tahu bahwa tim auditor yang akan kau kirim besok adalah para peretas dan ahli forensik keuangan terbaik dari firma milikku di Singapura. Setiap piksel data yang dia ubah, setiap nomor rekening tersembunyi yang dia gunakan, semuanya akan terbaca seperti buku terbuka di layar komputer kita. Rendy Pratama baru saja menyerahkan lehernya ke pisau jagal kita, Elena. Sekarang, kita hanya perlu menekan pisaunya perlahan-lahan."

Elena menarik napas dalam-dalam, merasakan kekuatannya kembali pulih berkat kehadiran Arka yang begitu kokoh di belakangnya.

Ia menatap ke luar jendela kaca besar, ke arah jalanan Sudirman di bawah sana tempat mobil Rendy mungkin sedang melaju. Permainan angka telah dimulai, dan Alana tahu, dalam permainan ini, Rendy tidak akan pernah diberi kesempatan untuk menang.

1
sunaryati jarum
Emak ingin tahu hasilnya
MayAyunda: ditunggu 😁
total 1 replies
sunaryati jarum
Sudah dah dig dug Rendy.Kau sebenarnya belum pandai berbisnis dan memimpin perusahaan,tapi sifat tamakmu membawamu sampai tahap ini Kamu belum menikmati harta yang kau rampas, sudah masuk penjara.
MayAyunda: He he
total 1 replies
MayAyunda
siap kak ,ditunggu kak 😍🙏
sunaryati jarum
Ayo lekas beraksi ,Elena
MayAyunda: ok siap beraksi kak
total 1 replies
sunaryati jarum
Kutunggu langkah pembalasan kamu,Elena
MayAyunda
terimkasih kak
sunaryati jarum
Nah jangan nangis bangkit dan atur strategi untuk membalas mereka serta merebut kembali semua harta milikmu.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!