NovelToon NovelToon
Wanita Pilihan Sang Ceo

Wanita Pilihan Sang Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Noire 23

Nial Percy—seorang CEO tampan dengan reputasi dingin, tertutup, dan selalu memegang kendali—tidak pernah melibatkan perasaan dalam hidupnya. Segalanya terukur. Hingga suatu malam, ia meminta satu hal pada orang kepercayaannya: Mencarikan seorang wanita dengan kriteria tertentu. Tanpa ikatan. Tanpa emosi. Untuk memenuhi kebutuhan biologisnya. Namun takdir menyelipkan sesuatu yang tak ia rencanakan. Queen Lexian Arresta—wanita cantik dari keluarga terpandang yang tengah terjebak dalam perjodohan yang menyesakkan—tanpa sengaja mendengar percakapan itu. Dan dalam satu keputusan yang berani sekaligus nekat, ia menawarkan dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noire 23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 (21+)

Malam itu di villa private Nial, keheningan justru menjadi musuh bagi dua penghuninya.

Di kamar utama, Nial sedang bertarung dengan kewarasannya sendiri. Ia sudah membolak-balik tubuhnya hampir dua puluh kali, namun rasa kantuk tak kunjung datang. Wangi khas Queen yang tertinggal di lorong tadi seolah meresap menembus dinding kamarnya, memprovokasi setiap sel sarafnya.

Nial mendengus kasar, menendang selimut sutranya hingga terjatuh ke lantai, lalu menatap langit - langit kamar dengan frustrasi.

"Sial," umpatnya. Ia memijat pangkal hidungnya, mencoba menenangkan debaran jantung yang tidak sinkron. "Tahan dirimu, Nial. Ini baru malam pertama. Kau sudah berjanji pada dirimu sendiri untuk tidak menjadi brengsek kali ini."

Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba mengatur tempo napasnya. "Bertahanlah. Tunjukkan pada Queen bahwa kau juga bisa menjadi pria baik-baik, bukan sekadar pria yang hanya tahu cara memaksa. Kau pasti bisa melewati dua hari ini tanpa menyentuhnya."

Namun di kamar sebelah, Queen tidak lebih baik. Ia berguling - guling seperti ikan di atas panggangan, merasa suhu kamarnya mendadak naik sepuluh derajat.

"Kenapa aku tidak bisa tidur?" keluhnya.

Haus yang menyiksa akhirnya memaksa Queen menyerah. Ia butuh air dingin untuk menyiram otaknya yang mulai panas. Dengan langkah berjinjit dan napas tertahan, ia keluar kamar.

Ia sempat melirik pintu kamar Nial yang tertutup rapat.

"Bagus, pikirnya lega, "dia pasti sudah tidur. Setidaknya aku bisa minum dengan tenang."

Queen menuruni tangga dengan sangat hati - hati hingga sampai di dapur. Ia segera membuka pintu kulkas mewah itu, berharap menemukan botol air mineral. Namun, yang tersisa di sana hanyalah deretan botol kaca berembun yang tampak serupa tanpa label yang jelas di bagian depan.

Ia pun menyambar salah satu botol dan meneguk isinya dengan rakus.

Gluk. Gluk. Gluk.

Seketika, matanya terbelalak lebar. Cairan itu tidak terasa dingin menyegarkan, melainkan panas menyengat yang menjalar dari lidah hingga membakar tenggorokannya. Ia menjauhkan botol itu dengan napas tersengal, lalu membaca label kecil di bagian belakang botol dengan mata yang mulai berkabut.

High-Proof Bourbon.

"Sial, apa ini?" Queen menajamkan penglihatannya. "Oh Tuhan!" Ia menutup mulutnya dengan tangan yang mulai gemetar. Ia tahu persis seberapa buruk toleransinya terhadap alkohol. Baru sedetik cairan itu masuk ke sistem tubuhnya, dunia di sekitar Queen mulai terasa bergoyang pelan.

"Queen?"

Suara bariton yang berat dan familiar itu tiba - tiba meledak di keheningan dapur. Queen tersentak, hampir menjatuhkan botol mahal tersebut.

"Tidak. Jangan sekarang." Batinnya.

Di ambang pintu dapur, Nial berdiri dengan celana training hitam tanpa atasan, menatapnya dengan tatapan menyelidik.

"Sedang apa kau?" tanya Nial, mulai melangkah mendekat.

Queen menelan ludah, mencoba memfokuskan pandangannya yang mulai ganda. "Nial, aku ... aku mencari air."

Nial berhenti di depan Queen, aroma alkohol yang bercampur dengan parfum manis wanita cantik itu langsung menusuk indra penciumannya. Ia merampas botol itu, lalu menangkup dagu Queen, memaksa wanita itu menatapnya.

"Kau mabuk, Queen. Sudah berapa tegukan, hm?" Nial mendengus, mencoba mati-matian menahan diri untuk tidak langsung melahap bibir merah yang kini hanya berjarak beberapa inci darinya.

Queen justru mendongak, menyandarkan tubuhnya pada dada bidang Nial yang panas. Ia menatap bibir pria itu, lalu berbisik hal yang sama sekali jauh dari pertanyaan Nial.

"Nial ... aku ingin lolipop."

"L—lolipop?" Nial mengulang kata itu, suaranya kini terdengar lebih mirip geraman. "Di jam seperti ini? Kau pikir aku menyimpan permen di laci dapurku?"

Bukannya menjawab, tangan Queen justru merayap turun dengan berani. Jemari lentiknya mendarat di pinggang Nial, lalu perlahan bergerak ke arah depan bawah tubuh pria itu.

Deg.

Nial tersentak, seluruh otot tubuhnya menegang seketika saat ia merasakan sentuhan lembut namun mematikan itu tepat di area pribadinya.

"Queen ... Jauhkan tanganmu sekarang juga," desis Nial dengan rahang mengeras. Napasnya mulai memburu, beradu dengan napas Queen yang beraroma alkohol. "Jangan memancingku. Aku sedang berusaha sangat keras untuk menjadi pria baik-baik malam ini,"

"Tcihh!" Queen justru cemberut, seolah ia baru saja ditolak secara kejam. "Kau pelit. Padahal aku hanya ingin lolipop ... yang keras, dan hangat."

Kalimat terakhir Queen menghancurkan sisa-sisa kewarasan Nial. Dengan satu gerakan cepat, Nial menangkap kedua pergelangan tangan Queen, memutarnya, dan memojokkan wanita itu di atas meja marmer dapur yang dingin.

"Kau benar - benar tidak tahu apa yang sedang kau lakukan, bukan?" bisik Nial tepat di telinga Queen, suaranya bergetar karena menahan gairah yang hampir meledak. "Lolipop yang kau cari itu ... sekali kau merasakannya, aku tidak akan membiarkanmu melepaskannya sampai kau memohon ampun."

Nial menatap bibir Queen dengan lapar. "Dua hari, Queen. Aku sudah berjanji akan menahan diri. Tapi kalau kau terus bergerak seperti ini, aku bersumpah dua hari ini tidak akan pernah cukup untuk memuaskan apa yang baru saja kau bangunkan di bawah sana."

Queen hanya terkikik, sama sekali tidak menyadari bahwa ia baru saja membangunkan monster yang selama setahun ini tidur dengan sangat tenang.

"Aku ... haus sekali, Nial." rintih Queen, perlahan tubuhnya mulai merosot kebawah.

Di dalam remang dapur villa yang hanya diterangi lampu kuning redup dari dalam lemari es, suasana terasa mencekam sekaligus memabukkan.

Nial terpaku, napasnya berat, menatap Queen yang kini berada di antara kedua kakinya dengan tatapan yang nyaris gelap total.

"Apa yang kau lakukan, Queen?" Nial menelan ludah. "Kau bilang kau haus. Cepat minum airmu dan kembali ke kamar."

Queen tidak menjawab dengan kata-kata. Pengaruh alkohol di nadinya membuat rasa takutnya menguap, berganti dengan keberanian yang liar. Ia mendongak, matanya yang sayu mengunci tatapan Nial saat jari - jarinya yang lentik bergerak cepat melepas penghalang terakhir pria itu.

"Queen?!" Nial terkejut bukan main.

"Aku haus... tapi bukan pada air," bisik Queen pelan, suaranya parau dan menggoda.

"Queen ... kau tidak tahu apa yang sedang kau mulai. Berhenti sekarang, atau aku tidak akan membiarkanmu tidur sampai pagi."

Bukannya berhenti, Queen justru memberikan senyum tipis yang mematikan. Ia menarik napas dalam, aroma maskulin Nial seolah menjadi pemicu ledakan di kepalanya.

Dengan gerakan yang sangat lambat dan provokatif, ia mulai memperlakukan milik Nial seolah-olah itu adalah permen yang paling ia dambakan.

"Sialan..." desis Nial, kepalanya mendongak ke belakang. Matanya terpejam erat saat ia merasakan kehangatan yang basah dan lembut mulai menguasai dirinya.

Queen benar-benar kehilangan kendali. Ia melumatnya dengan ritme yang beraturan, menyesapnya dalam-dalam menciptakan bunyi blub yang terdengar sangat nyaring di dapur remang itu.

Setiap sentuhan lidahnya, setiap tekanan yang ia berikan, mengirimkan gelombang listrik yang menghancurkan seluruh pertahanan Nial.

"Queen... stop... fck*..." rintih Nial, suaranya pecah antara nikmat yang menyiksa dan usaha terakhir untuk tetap sadar. "Dari mana ... kau belajar melakukan ini, hah?"

Queen melepaskan lumatan itu sejenak, hanya untuk mendongak menatap Nial dengan bibir yang basah dan kemerahan. Ia tersenyum tipis, tampak sangat polos namun sekaligus berbahaya.

"Kenapa? Apa aku melakukannya dengan salah?" bisik Queen manja, suaranya terdengar serak di tengah keheningan dapur.

"Kau benar-benar ingin membunuhku," desis Nial sambil mengatur napasnya yang sudah berantakan.

Queen kembali mendekat, ujung lidahnya menyapu permukaan milik Nial dengan gerakan melingkar yang lambat, membuat tubuh pria itu tersentak hebat.

"Oh! Queen ... fck ... don't stop!"

Tiba-tiba...

Kriiiiing.

Bunyi alarm pagi memenuhi ruang kamar.

Nial tersentak bangun. Napasnya terengah-engah, keringat membasahi dahinya. Ia duduk tegak di tempat tidurnya, jantungnya berdegup kencang seperti baru saja lari maraton.

Ia melirik ke arah bawah selimutnya, dan merutuk dengan keras saat menyadari bagian bawah tubuhnya sudah menegang hebat hingga terasa sakit.

"Sialan..." gumam Nial sambil menyugar rambutnya dengan kasar. "Hanya mimpi? Bagaimana mungkin mimpi terasa senyata itu?"

Ia menatap pintu kamarnya yang tertutup rapat, membayangkan Queen yang mungkin benar-benar sedang tidur tenang di sebelah. Nial memijat pelipisnya yang pening. Sepertinya, menahan diri untuk tidak menyentuh Queen selama dua hari ini akan menjadi siksaan terbesar dalam hidupnya.

"Shit! Aku bisa gila!" bisiknya frustrasi ke arah kegelapan kamar.

1
Mia Camelia
semoga dady nya queen kasih restu ke quen and niel🥰
Mia Camelia
yaah ketauan deh😂😂😂
Mia Camelia
nial mode cemburu tuh ada rexi🤔🤣
Mia Camelia
hahaha niel bisa aja mencari kesempatan dalam kegelapan kolong meja🤣🤣🤣
Mia Camelia
ya ampun ternyata sempat hadir nial junior yah🤔🤔🤔
Mia Camelia
hahaha rayden berani bongkaran aib nial kalo ada britania,🤣🤣🤣
lanjut thor😄👍makin seru liat nial🥰
Mia Camelia
nial gercep banget sih, queen jadi takut itu🤣🤣🤣
Mia Camelia
lanjut lagi thor🥰
Mia Camelia
lari queen🤣🤣🤣
Mia Camelia
lanjut thor🥰
Mia Camelia: semangat ya thor😄😄
semoga lolos kontrak, aku doaiin biar lancar, biar bisa lanjut lagi cerita nya👍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!