#KARYA ORIGINAL!!!!
Update tiap hari
Dalam pertarungan melawan salah satu beast terkuat, Mo Yuan terbunuh akibat serangan bunuh diri beast itu. Padahal, dia baru saja mengetahui dalang dari insiden terbunuhnya istrinya, namun belum sempat balas dendam. Saat kondisi kritis, gelang peninggalan orang tuanya bersinar dan membangkitkan sebuah sistem!
Untuk menyelamatkan tuan barunya, sistem memutar kembali waktu ke masa saat Mo Yuan baru saja keluar dari panti asuhan diumur 15 tahun.
Karena telah diberikan kesempatan kedua, Mo Yuan bertekad untuk bertambah dan membalas orang yang menjadi dalang pembunuh istrinya. Untuk itu, ia mengumpulkan orang-orang berbakat dan membentuk organisasi rahasia miliknya. Ia berkembang diam-diam sebelum akhirnya menggemparkan dunia.
Dengan informasi dari masa depan dan juga bantuan dari sistem, Mo Yuan berkembang dalam kecepatan luar biasa!
Penasaran dengan kelanjutan, silangkan baca sendiri!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur_Afif, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16 – Latihan Neraka
Di luar rumah sakit.
"Master, apa kita akan kembali begitu saja?" tanya Yan Zhu. "Apa kau akan menyerah menjadikan Mu Qing sebagai muridmu?"
Mo Yuan tersenyum tipis, "Tentu saja tidak! Kita tinggal di kota ini selama seminggu..."
"Huh...?" Yan Zhu merasa bingung. "Apa dia akan mengubah pikirannya?"
"Belum tentu!" jawab Mo Yuan.
"Terus kenapa kita masih menetap disini?" tanya Yan Zhu penasaran.
"Kau akan mengetahui nanti," jawab singkat Mo Yuan.
Yan Zhu menggelengkan kepalanya pelan, dia tidak bisa memprediksi apa yang dipikirkan oleh masternya itu. Dia bahkan belum tahu betul apa keinginan Mo Yuan.
"Mumpung masih pagi, ayo kita ke hutan untuk berlatih!" ajak Mo Yuan.
"Kenapa kehutan?" tanya Yan Zhu. "Kita kan bisa menyewa lapangan latihan!"
Mo Yuan memukul pelan perut muridnya, "Sudah ikuti saja perintahku!..."
"Aduh!... Iya iya!" mau tidak mau, Yan Zhu menuruti perintah itu.
Mereka berdua berjalan menuju gerbang keluar kota. Kemudian, mereka berjalan ke hutan terdekat. Karena ini hanya untuk latihan, tidak perlu pergi ke tempat yang jauh.
"Latihan hari ini adalah sprint!" ucap tiba-tiba Mo Yuan sesaat setelah keluar dari gerbang kota.
"!!!" Yan Zhu terkejut, "Tapi hutan terdekat berjarak paling tidak 50 kilometer!..."
Bak!...
Mo Yuan menendang bokong muridnya, "Sudah! Jangan banyak bicara! Cepat lari sana! Tubuhmu sudah sembuh total, jadi harusnya kuat!"
Yan Zhu nampak menggerutu, tapi dia tetap berlari, diikuti oleh Mo Yuan dibelakangnya.
"Ayo lebih cepat!" desak Mo Yuan. "Apa hanya ini kemampuanmu?!... Bahkan siput lebih cepat darimu!"
Mendengar ejekan masternya, Yan Zhu merasa jengkel, tapi tidak berani membantah, dia hanya menggerutu sambil meningkatkan kecepatannya.
Mo Yuan tentu menyadari itu, tapi dia hanya terkekeh kecil dengan sikap muridnya. Dia tidak menganggap serius akan hal itu.
Setelah berlari sejauh 5 kilometer, kecepatan Yan Zhu berangsur-angsur menurun. Kakinya mulai kehilangan tenaga saat memijak.
"Hah... Hah..." napasnya ngos-ngosan, terdengar berat.
Pada akhirnya, Yan Zhu tergeletak lemas saat menempuh kilometer ke 6. Badannya terguyur keringat, bak layaknya habis mandi. Wajahnya sedikit pucat dengan bibir yang kering.
"Aku sudah tidak kuat, master!..." kata Yan Zhu dengan lemas.
"...."
Mo Yuan terdiam sejenak sebelum akhirnya menjawab, "Istirahat sebentar, nanti lanjut!"
"Baik...." jawab Yan Zhu dengan sisa tenaganya.
"Hah..." Mo Yuan menghela napas, "Kekuatan fisiknya lebih lemah dari yang aku kira. Tidak heran ability-nya lepas kendali."
Tangan kanan Mo Yuan sedikit terangkat, kemudian air keluar dari ujung jarinya. "Ini minumlah!.."
Yan Zhu menoleh, ia berusaha bangkit namun tidak mampu, "Maaf master, aku tidak memiliki energi lagi untuk duduk..."
"Hah..." Mo Yuan menghela napas pendek. Secara ajaib, air perlahan bergerak menuju mulut Yan Zhu yang menganga.
Gleg... Gleg...
"Ah... Segarnya!... Makasih master..."
Mo Yuan hanya mengangguk dan kemudian duduk disampingnya. "Yan Zhu, sekarang berapa umurmu?" tanyanya.
"Hmm...?" Yan Zhu sedikit menoleh, ia nampak mengingat-ingat. "Aku tahu sudah berapa lama ability-ku lepas kendali, tapi saat itu bangkit sekitar 16-27 tahunan..."
"Jadi umurmu sekarang sekitar 19 tahunan," jawab Mo Yuan.
"Mungkin saja..."
"Hm... Ability-mu bangkit secara alami dan juga lebih awal... Kau ternyata berbakat juga..." ucap Mo Yuan.
Yan Zhu membusungkan dadanya, raut mukanya nampak memperlihatkan kesombongan. "Tentu saja!..." ucapnya dengan sombong.
Mo Yuan melirik, "Tapi tidak cukup pintar untuk mengendalikannya!... Fisik juga lembek!... Tubuh aja tinggi, tapi gak ada tenaga!..." ucapnya mengejek.
Seketika, raut muka sombong Yan Zhu menghilang. Hatinya terasa ditusuk oleh pisau, mendengar fakta itu. Ia mau menyangkal, tapi itu kenyataannya. Jadi ia mengurungkan niatnya.
Membangkitkan ability sebelum umur idealnya itu belum tentu menjadi berkah. Tapi juga bisa menjadi kutukan, seperti kasusnya Yan Zhu.
Ability Rank tinggi memiliki presentase bangkit sebelum usia 18 tahun lebih tinggi. Namun di beberapa kasus, fisik dan mental belum mampu untuk menampung ability, sehingga terjadilah kondisi ability yang lepas kenadali.
"Kalau kau master? Berapa umurmu?" tanya Yan Zhu, seperti dia mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Aku?" tanya Mo Yuan. "Umurku sekarang 15 tahun! Baru mau lulus sekolah menengah pertama...." jawabnya santai, "Di kehidupan ini sih!..."
Mendengar itu, mulut Yan Zhu menganga. "Ternyata kau masih sangat muda!... Aku kira orang tua yang memiliki tubuh pendek dan nampak masih muda..."
Entah kenapa, Mo Yuan merasa jengkel saat mendengar itu. Padahal itu tidak sepenuhnya salah, bahkan bisa dibilang ini benar.
Mo Yuan menggetok kepala muridnya.
Dak!...
"Aduh!... Apa salahku?" tanya Yan Zhu kebingungan. Ia mengusap jidatnya yang memerah dan sedikit menonjol.
"Master kan udah membangkitkan ability-mu, bahkan lebih muda dari ku.... Tapi kenapa kau bisa mengendalikannya?" tanya Yan Zhu.
Mo Yuan tersenyum tipis, nampak sedikit licik, "Karena aku seorang jenius! Tidak sepertimu!...."
Lagi-lagi, Yan Zhu tertampar oleh realita. "Sudah cukup master... Aku tidak ingin mendengarnya lagi..."
"Kekeke...." Mo Yuan terkekeh kecil. Ia merasa senang saat melihat kekalahan muridnya.
...***...
15 menit kemudian.
Mo Yuan bangkit, "Ayo berdiri! Perjalanan kita masih panjang!..."
Yan Zhu duduk dengan lemas, "Apa kita tidak bisa beristirahat lebih lama lagi?..." tanyanya dengan lesu.
Tanpa berkata-kata, Mo Yuan menatap muridnya dengan tajam. Matanya seperti bilang, 'Jika kau tidak bangun, habis riwayatmu!'
Melihat itu, Yan Zhu bergegas untuk berdiri. Ia hendak berlari, tapi di hentikan oleh masternya.
"Kau belum mampu untuk berlari sejauh itu... Terlalu membuang-buang waktu, jika beristirahat setiap 5 kilometer!" ucap Mo Yuan
"Terus gimana? Kita kembali ke kota?" tanya Yan Zhu.
Mo Yuan memukul pelan kepala muridnya, "Tentu saja tidak lah bodoh!..."
"Aduh!... Bisa berhenti mukul kepala, master!" ucap Yan Zhu tidak terima.
"Ha...?"
Mendengar kata itu saja, Yan Zhu langsung menarik kembali kata-katanya. "Tidak jadi...."
Mo Yuan kemudian melepas gelang hitam di kedua lengannya. Ia lalu menyerahkannya kepada Yan Zhu, "Terima ini..."
Yan Zhu menadahkan kedua tangannya untuk menerima dua gelang itu. Alangkah terkejutnya dia saat menerimanya. Tubuhnya hampir jungkir walik karena tidan menyangka akan seberat itu.
"Egh!..." Yan Zhu meringis keberatan. "Beendaaa aaapaaa iiiniii!!!.... Kenapa berat sekali!..."
"Masih enteng itu!..." jawab Mo Yuan dengan santainya. "satu gelang hanya 40 kg doang kok!"
"Ha?!... 40 kg?!...." Yan Zhu sangat terkejut, tangannya masih menahan dua gelang dengan bersusah payah.
Mo Yuan tidak menggubrisnya, "Kau boleh berjalan asalkan membawa benda itu!"
"Apa?!..." Yan Zhu semakin terkejut. "Apa kau mencoba membunuh muridmu sendiri, master?!"
Mo Yuan tersenyum dengan kelicikan, "Tentu saja tidak! Aku ada di sampingmu, bahkan jika kau mati, aku akan membangkitkanmu!... Atau...."
"Bai! Baik! Baik! Aku akan melakukannya!" Yan Zhu memotong omongan masternya. Ia merasakan sesuatu yang lebih berbahaya jika mendengar kelanjutannya.
Plok... Plok...
"Bagus... Bagus...." ucap Mo Yuan sambil tepuk tangan. "Ternyata muridku cukup pintar. Jika saja kau menolak, aku akan menambah yang ada di kakiku ini!...."
"Huf..." Yan Zhu menghela napas lega, "Untung saja aku langsung menerimanya!..."
Yan Zhu akhirnya berjalan dengan membawa beban 80 kilometer. Langkahnya pelan dan sedikit membungkuk, berusaha agar tidak tersungkur.