Alih-alih menikmati fasilitas orang tuanya Sheeva memilih menepi dan hidup di panti asuhan sejak duduk di bangku kelas 8 menengah atas. Banyak hal membuatnya memutuskan demikian
lantas apa yang mendorong gadis sekecil itu menjauh dari dekapan hangat keluarganya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayra Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bakti sosial jilid 1
Kay di buat pusing dengan keras kepalanya Sheeva. Baru kemaren hampir pingsan, bocah kecil mungil pencuri hatinya itu ngeyel pengen ikut acara bakti sosial yang di adakan The king hari ini. Sudah berbagai cara Kay membujuk, namum Sheeva kekeh mau ikut juga. Akhirnya Kay luluh juga dengan syarat Sheeva harus naik mobil. Dia tidak di ijinkan membawa atau membonceng motor. Meski dengan muka di tekuk Sheeva nurut juga. Kay bahkan sampai gemas melihat muka cemberut Sheeva.
" Untung cinta, kalau tidak udah aku kantongi kamu Sheev " Ucap Kay dalam hati sembari tersenyum tipis.
Rombongan awalnya konvoi dari markas The King lalu, menuju ruko Sheeva mengambil paket sembako yang sudah di siapkan juga beberapa barang yang Sheeva siapkan secara pribadi untuk korban bencana alam di sana.
Rombongan terdiri dari lebih seratus motor dan juga dua mobil bok dan satu mobil Sport milik Kay yang akan di naiki Sheeva dan Nindy. Nindy yang awalnya mau membonceng kekasihnya urung karena tak tega membiarkan Sheeva di dalam mobil hanya bersama sopir pribadi keluarga Kay.
Dua jam lebih perjalanan mereka tempuh dan kini sudah sampai di lokasi. Seandainya jalannya mulus mungkin tidak akan selama itu, namun jalanan menuju titik lokasi pengungsian benar-benar sulit di lalui. Bahkan bisa membuat orang mabuk perjalanan karena saking sulitnya akses yang mereka lalui.
" Sheev kamu oke ?" Kay langsung mendekati mobil yang di tumpangi Sheeva dan Nindy begitu mereka sampai.
" Sheeva mah oke kak, aku yang oke" Nindy berlari menjauh, dia tak membual. Perutnya benar-benar mual. Dia memuntahkan isi perutnya. Dengan sigap Yongki membantu Nindy. Dia memijit tengkuk Nindy dengan lembut.
" Yang balik nanti aku boceng kamu aja ya. Aku ngak sanggup kalau musti naik mobil lagi " Yongki mengangguk. Dia pun tak tega melihat Nindy begini.
" Yaelah Nin katanya preman, masak mabuk perjalanan. Minimal mabuk itu arak Nin " Rama selalu tak mau kehilangan moment buat mengoda kekasih Yongki itu.
" Durhajim kamu kak. Anak-anak baik-baik gini di suruh minum arak " Meski masih agak oleng Nindy tetap membalas candaan Rama.
" Anak baik konon "
" Ram..!" Yongki menatap tajam kearah Rama.
" Mudur Ram, pawangnya udah beraksi. Jadi perkedel kamu ntar " Ucap Faris.
" Lagian aneh loe Ram, temen lagi kesusahan bukan di tolongi malah diledekin " Ucap Antoni.
" Kak " Sheeva menyodorkan tumbler kecil yang dia bawa dari rumah ke arah Yongki.
" Itu air jahe hangat kak, bisa meredakan mual karena mabuk perjalanan." Sheeva mau tak mau menjelaskan isi tumblernya karena yongki menatapnya dengan wajah kebingungan.
" Thank's Sheevaku. Amu memang selalu tau yang aku butuhkan " Sheeva tersenyum.
Anak-anak The king mulai menurunkan bawaan mereka dari dalam mobil saat Kay, Yongki dan Antoni menemui kepala desa untuk menyampaikan maksud kedatangan mereka.
" Ada dua ratus paket sembako yang kami bawa pak,dan ada beberapa barang kebutuhan bayi dan lansia. Ada selimut dan kasur lantai walau tidak banyak pak. Mohon bantuan bapak agar apa yang kami bawa bapak distribusikan ke warga. Karena kami takut salah sasaran jika kami bagikan sendiri pak "
" Masya Allah terima kasih atas kepedulian kalian terhadap warga kami nak. Semoga ini menjadi satu ladang amal untuk kalian semua. Kami tidak bisa membalas apa-apa, semoga Allah SWT yang membalas dengan nikmat yang berlipat ganda "
" Aamiin pak. Hampir lupa Bok yang baru datang itu berisi nasi kotak. Ada sekitar 750. Apakah cukup untuk para pengungsi pak ?"
" Masya Allah terima kasih banyak nak. Insya allah cukup nak "
" Itu titipan dari orang tua Kay sahabat kami ini pak " Ucap Antoni.
" Sampaikan rasa terima kasih kami kepada orang tuamu ya nak"
" Akan saya sampikan pak. Ehm jika bapak dan team di sini butuh seperti alat berat dan yang lainnya akan saya sampaikan ke ayah saya. Beliau akan membantu sepenuhnya "
" Ya Allah alhamdulillah nak. Kami memang butuh sekali alat berat untuk mencari saudara kami yang belum ketemu karena tertimbun longsor nak "
Para petugas segera mengumpulkan para pengungsi di tenda utama. Kay dan kawan-kawan segera memantu membagikan nasi kotak yang mereka bawa tadi. Dan sesusai yang di ucap kay, untuk sembako dia serahkan kepada petugas yang ada di pengungsian.
Sheeva dan Nindy tak berpangku tangan. Mereka bersama para pacar dari Anggota The king yang hari ini ikut, membantu membagikan nasi kota. Ada rasa haru yang begitu membuncah di hati Sheeva, kala berkali-kali dia mendapat ucapan terima kasih dari para pengungsi.
" Kakak cantik punya jajan nggak " Sheeva tersenyum saat ada anak kecil mungkin berumur sekitar enam tahun menarik-narik bajunya.
" Adik kecil mau jajan ?" Sheeva mensejajarkan tinggi badanya dengan anak laki-laik tersebut.Sementara anak kecil itu mengangguk lucu.
" Kakak punya sih jajan, cuma adik ganteng harus janji dulu sama kakak "
" Janji apa kakak ?" Sheeva dengan gemas mencium pipi gembil anak yang ada di depannya itu.
" Makannya harus di habiskan oke ?"
" Oke "
" Uhm anak baik. Nama kamu siapa ganteng ?"
" Aku Fais kak, kalau kakak cantik siapa ?"
" Nama kakak Sheeva "
" Nama kakak keren " Sheeva terkekeh.
" Nama kamu juga keren. Habiskan makannya, nanti kamu akan dapat jajan enak dari kak Sheeva oke ?" Fais mengangguk patuh. Senyum di bibir Sheeva begitu merekah.
Mata Nindy berkaca-kaca. Dia senang senyum yang sudah lama hilang kini dia bisa melihat kembali. Senyum yang benar-benar dari hati.
" Plan-pelan kembalilah Sheev. Kembali menjadi Sheeva ku yang sangat ceria " Yongki merangkul pundak Nindy. Lalu mengusap lembut pundak kekasihnya itu.
" Senyum itu kembali yang " Yongki mengangguk.
'' Nin.. " Nindy gelapan, sheeva tiba-tiba mendekat.
" Ya elah malah pacaran terus. Bantuin ambil barang yang di mobil dong " Beruntung Sheeva tak melihat Nindy sempat menitikan air mata tadi.
" Mereka berdua mah udah biasa begitu Sheev, bucinnya tidak tau tempat " Sheeva terkekeh mendengar ucapan Yuda.
" Biarin aja Sheev, asal nggak mojok di semak-semak aja mereka " Imbuh Rama.
" Lah mau ngapain mereka di semak-semak Ram ? " Faris tak mau kalah.
" Nyari harta karun. Ya mojok lah Rid. Agh elah kamu mah lolam kalau lapar "
" Ya mau bagaimana lagi otak gue kan mini. Dayanya harus sering diisi ulang, kalau nggak ya low bat lah "
" Itu mah dasar kamunya aja yang rakus Rid. Kadang aku heran lho, itu perut kamu apa karung beras sih. Di isi mulu tapi, nggak pernah ada penuhnya " Semua kembali terbahak mendengar ucapan Yuda. Termasuk sheeva.
Melihat itu Kay merasa senang, dia memilih mendekat kearah Sheeva.
" Udah yuk sama aku aja ambil barangnya. Nindy kalau sudah nempel sama Yongki bakalan susah lepasnya "
" Iya kak tapi, emang tidak apa-apa ?" Kay menoleh kearah Sheeva.
" Maksudnya ?''
" Ehm..itu kak Kay bantuin aku ?"
" Ya nggak papa dong Sheev. Siapa yang bisa aja "
Kay berjalan berdampingan dengan Sheeva kearah mobil yang tadi di tumpangi Sheeva. Di dalam bagasi mobi tersebut banyak aneka camilan dan susu kotak. Ini murni dari Sheeva.
" Lihat itu, couple bucin jilid duanya The king " Rama selalu saja tidak pernah kehabisan bahan.
" Sengaja pasti si bos. Nggak mau hilang kesempatan nempelin gebetannya. " Imbuh Yuda.
" Biarin aja kali. Kalian ini bukan segera nyelesain nurunin barang-barangnya. Malah sibuk ngurusin Kai." Rama dan Yuda hanya nyengir kearah Antoni.
terlalu berat beban hidup sheeva..