NovelToon NovelToon
AKHIR DARI PENYESALAN

AKHIR DARI PENYESALAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Rumah Tangga / Selingkuh
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nuna_Pena

"Tega kamu, Mas." Kanaya menatap suaminya dengan sorot mata yang tenang namun penuh luka. Kecewa luar biasa wanita itu rasakan setelah tau kalau suaminya ternyata sudah menikah dan memiliki istri lain tanpa sepengetahuannya.

"Aku minta maaf, aku tau kamu kecewa. Tapi ini semua udah terlanjur terjadi, aku harap kamu bisa berlapang dada menerima istri baruku." Jawab Andra dengan nada bersalah.

Tapi Kanaya tau, suaminya itu tidak benar-benar menyesal. Sedikit pun.

Siang dan malam ia berdo'a kepada Tuhan, meminta kelimpahan dan kelancaran untuk bisnis juga rezeki suaminya.

Tapi ketika pria itu benar-benar diberi kekayaan, ia malah menduakannya diam-diam.

Kanaya tidak akan diam aja, ia akan membalasnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuna_Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ENAM BELAS

Meski pahit untuk diakui, Nisrin sadar betul bahwa Andra memang baru bisa benar-benar memperhatikannya dengan baik jika ia menjadi istri yang pengertian dan manis, terutama kepada istri pertamanya.

Kehadirannya di pernikahan ini memang hanya sebagai pelengkap saja.

Tapi tenang saja, hal itu tidak akan bertahan lama karena pada akhirnya ia akan menjadi Nyonya utama dan satu-satunya di rumah Andra.

"Ini juga ya, Mas. Buat Mbak Naya sama Ibu,..." Nisrin sadar betul bahwa sekutunya untuk menyingkirkan Kanaya adalah sang ibu mertua.

Maka yang harus dirinya lakukan adalah semakin mendekatkan diri pada Samira dan membuat wanita itu 100% berada di pihaknya.

Setelah itu, hanya tinggal menghitung hari untuknya benar-benar mengusir Kanayaa dari hidup mereka.

"Iya, boleh. Makasih banyak ya, Sayang. Makasih karena kamu udah jadi istri yang pengertian. Aku harap kamu sama Naya bisa bener-bener akur dan saling bantu demi rumah tangga kita." Ucap Andra sambil mencium pelipis Nisrin dan merangkulnya.

"Iya, Mas. Aku kan memang harus lebih pengertian, apalagi posisiku juga sebagai istri kedua dan adik madu dari Mbak Kanaya. Aku udah bersyukur Mbak Kanaya mau terima dengan baik kehadiran aku. Aku minta maaf ya tadi sempet marah-marah." Ucap Nisrin penuh kepalsuan.

"Iya, nggak apa-apa. Oh, kamu juga kalau mau beli oleh-oleh lagi, beli aja. Jangan lupa beliin buat orangtua sama adik-adik kamu, beli yang banyak kalo perlu."

Oh, lihat lah! Suaminya itu memang baru memperhatikannya jika ia bersikap manis dan pengertian.

"Iya, Mas. Makasih banyak." Jawab Nisrin. Tidak apa-

apa, boleh saja sekarang ia hanya benar-benar diperhatikan oleh Andra saat menjadi istri yang mengalah dan berlapang dada.

Tapi biar saja, karena tak lama lagi perhatian dan kasih sayang pria itu akan menjadi milik ia seutuhnya tanpa dia harus berpura-pura peduli pada wanita lain.

"Sayang,..... Kanaya? Naya?!"

Andra masuk ke dalam rumah dengan langkah tergesa-gesa, pandangannya mengedar liar menyusuri setiap sudut rumah berusaha menemukan sang istri pertama.

Pria itu bahkan sampai tak ingat dengan Nisrin yang kepayahan membawa barang-barang di belakangnya dengan wajah merengut kesal.

Andra turun dari mobil dan mencari Kanaya seolah-olah pria itu sangat ketakutan bahwa istrinya benar-benar minggat dari kediaman mereka.

"Mas! Tolongin aku,... Ini berat,..."

Suara Nisrin akhirnya menyadarkan Andra, pria itu berjalan ke arahnya dan mengambil tas-tas di tangan wanita itu kemudian kembali masuk.

Setelah meletakan tas-tas belanjaan dan koper baju mereka di bawah lantai dekat soffa, Andra kembali mencari Kanaya yang tak diketahui keberadaannya.

Pria itu masuk ke dalam kamar dan dadanya mencelos saat tidak menemukan Kanaya di dalamnya, kamar mereka tampak begitu rapi dan sunyi.

Dengan panik Andra membuka lemari baju Kanaya, akhirnya bisa sedikit bernafas lega saat melihat pakaian-pakaian wanita itu masih ada di dalamnya.

Setidaknya hal ini bisa menyanggah ketakutannya tentang Kanaya yang mungkin minggat meninggalkan rumah.

"Kemana kamu, Sayang?" Gumam Andra gelisah, ia mengambil ponsel di sakunya dan menekan nomor Kanaya.

Terdengar dering sambungan beberapa kali sebelum akhirnya panggilan tersebut diarahkan ke kotak suara.

"Angkat Kanaya,... Angkat. Kemana sih kamu,...

Jangan bikin aku takut kaya begini."

Andra mengepalkan tangan kanannya dan menunggu dengan perasaan tak tentu saat suara dering sambungan telepon kembali terdengar.

Pria itu mengumpat kasar saat usahanya menghubungi Kanaya masih tak membuahkan hasil.

Andra hampir saja membanting ponsel di tangannya ke lantai karena marah dan panik, pria itu berkali-kali menarik nafas panjang yang dalam dan menghembuskannya dengan perlahan, berusaha setengah mati menenangkan diri.

"Sial, sial, sialan!" Andra meremas rambutnya frustasi.

"Mas? Kamu nggak apa-apa?" Andra berbalik dan menatap ke arah pintu di mana Nisrin tengah berdiri sambil memperhatikannya.

"Y-ya,... E-euhm,... Ya, aku nggak apa-apa."

"Beneran? Kamu mikirin Mbak Naya, ya? Mungkin dia lagi keluar main aja sama temen-temennya, Mas. Sebelum pergi liburan ke puncak juga kan Mbak Kanaya kumpul sama temen-temen dia,..."

Ucap Nisrin yang menganggap ketakutan dan kegelisahan Andra sebagai sesuatu yang tak beralasan dan bahkan konyol.

Kenapa suaminya itu harus sepanik itu hanya karena istrinya tidak ada di rumah saat mereka pulang?

Nisrin yakin tidak mungkin juga Kanaya minggat.

"Iya, aku tau. Tapi seenggaknya kalau emang dia lagi main kan bisa angkat telfon dari aku dulu. Emang sesibuk apa sih dia sampe nggak bisa angkat telfon? Aku ngerasa kalau dia emang sengaja nggak angkat telfon dari aku, sengaja mengabaikan aku."

Keluh Andra sambil kembali menatap layar ponselnya yang menampilan nama dan nomor telepon Kanaya.

Nisrin yang mendengar keluhan suaminya itu tentu saja senang, ia merasa bahwa dirinya bisa memanfaatkan kekesalan Andra sebagai celah untuk menciptakan jarak di antara pria itu dengan Kanaya.

Wanita itu berjalan masuk ke dalam kamar Kanaya, langkah kakinya pelan dan tanpa ragu mendaratkan usapan juga belaian halus di bahu kekar sang suami.

"Mungkin Mbak Naya emang lagi sibuk banget, Mas. Mungkin dia lagi ngobrol seru sama temen-temennya sampe nggak sempet cek handhone, atau mungkin dia simpen handphone di dalem tas jadi nggak kedengeran pas kamu berusaha telfon dia. Jangan terlalu kepikiran, tunggu aja nanti juga pasti pulang ke rumah."

Nisrin berpura-pura menenangkan, meski di dalam

hatinya ia senang bukan main dengan Kanaya yang mengabaikan semua panggilan dari Andra.

"Hmm,... Mungkin iya. Mungkin memang aku yang terlalu berlebihan dan overthinking,... Makasih, Sayang. Makasih karena udah nenangin aku."

Andra menghembuskan nafas lega, debar jantungnya yang berpacu cepat perlahan berdetak teratur.

Tangan pria itu merangkul Nisrin dan menarik wanita itu masuk ke dalam rengkuhannya.

Andra dan Nisrin berpelukan cukup lama tanpa sadar

bahwa mereka masih ada di kamar milik Kanaya.

"E-euhm! Duh, kan udah punya kamar sendiri, ngapain numpang mesra-mesraan di kamar aku?" Suara Kanaya menghentak Andra seketika.

Pria itu melepaskan pelukannya dari Nisrin yang sontak membuat istrinya keduanya itu kesal dan merengut.

Apalagi Andra yang langsung meninggalkannya begitu saja dan menghampiri Kanaya dengan langkah lebar.

"Sayang,... Kanaya! Kamu dari mana aja?! Ya Allah, kamu bikin aku takut dan khawatir tau nggak? Kenapa ditelfon dari tadi nggak diangkat-angkat, sih?" Andra mencengkeram lengan Kanaya dan mengguncangnya gemas.

"Hmm, nggak cek handphone. Lagi pula kalau diliat-liat dari adegan sebelumnya, kamu nggak keliatan kaya orang yang lagi khawatirin aku. Mana ada orang khawatir malah pelukan sama perempuan lain, mana di kamarku pula." Ucap Kanaya.

Ia tidak marah sama sekali, nada bicaranya itu justru terdengar meledek.

Andra yang mendengar ucapannya tentu saja gelagapan dan salah tingkah, ia baru ingat bahwa dirinya masih di kamar milik Kanaya saat memeluk Nisrin.

1
Nuna_Pena
😁😁
Anonim
😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!