NovelToon NovelToon
Dibuang Saat Hamil

Dibuang Saat Hamil

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / CEO / Single Mom
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Jmn

Diana Veronika berniat memberi tahu kekasihnya tentang kehamilannya, berharap pria itu akan ikut bahagia.
Namun bukannya bertanggung jawab, Samuel justru meninggalkannya karena tak berani melawan orang tuanya dan memilih wanita dari perjodohan keluarga.
Hamil sendirian, Diana berusaha bangkit demi anaknya, hingga seorang CEO dingin perlahan hadir dalam hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Jmn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Harga yang harus dibayar

“Iren, pulang sekarang!”

Suara Bayu begitu tegas hingga membuat Iren tersentak.

“Apa-apaan sih, Pa. Mama masih mau di sini. Wanita itu belum menerima pelajaran,” ucap Iren dengan kesal.

Di seberang telepon, Bayu mengepalkan tangannya erat.

“Iren! Toko kuemu semuanya habis terbakar tadi malam.”

Deg!

Mata Iren membelalak lebar.

“A-apa?” suaranya bergetar tak percaya.

Ponsel di tangannya terlepas begitu saja dan jatuh ke lantai.

Bruk!

Tubuh Iren membeku di tempat. Wajahnya mendadak pucat.

“Tidak… tidak mungkin…” gumamnya panik.

Dengan tangan gemetar, ia buru-buru mengambil kembali ponselnya.

“Pa… Papa bohong, kan?” tanyanya dengan napas tidak beraturan.

Di seberang telepon, Bayu mengusap wajahnya kasar. Emosinya sudah berada di ujung kepala.

“Papa tidak sedang bercanda, Iren!” bentaknya. “Semua cabang toko kuemu habis dilalap api tadi malam.”

Air mata Iren langsung menggenang.

“Tidak… itu tidak mungkin…” lirihnya sambil menggeleng berkali-kali. “Toko itu bisnis mama… itu hasil kerja keras mama…”

“Menangis tidak akan menyelesaikan masalah!” potong Bayu dengan dingin. “Sekarang pulang.”

Iren terdiam dengan tubuh gemetar.

“T-tapi Diana—”

“Lupakan Diana untuk sekarang!” bentak Bayu lagi. “Bisnismu sedang hancur dan polisi mulai menyelidiki penyebab kebakaran.”

Iren mengepalkan tangannya erat.

Wajahnya perlahan berubah, dipenuhi amarah.

“Pulang sekarang juga,” ucap Bayu penuh tekanan. “Itu perintah papa.”

Setelah sambungan telepon terputus, Iren berdiri mematung beberapa detik.

Lalu—

Brak!

Ia menyapu seluruh barang di atas meja hotel hingga jatuh berantakan ke lantai.

“Tidak, ini tidak mungkin.” Ia menggeleng pelan. Toko kuenya tidak mungkin kebakaran. Namun, suaminya juga tidak mungkin berbohong.

Ia bergegas pergi, meninggalkan hotel.

°°••°°

Di rumah sakit tempat Diana dirawat, Kartika, Niel, dan Dion menemaninya. Sejak kemarin, Niel bahkan tidak pulang. Bahkan baju gantinya pun diambilkan oleh Dion.

Di dalam ruangan, hanya ada Niel dan Diana. Sementara Dion kembali bekerja, dan Kartika pergi ke kantin untuk sarapan.

Diana menatap Niel yang sedang mengupas buah pir. Ia bingung mengapa pria itu begitu perhatian padanya, bahkan rela bermalam untuk menemaninya padahal sudah ada Ibu Kartika.

“Niel.”

“Hmm?” Niel tidak menoleh. Ia tetap fokus mengupas buah pir di tangannya.

“Kenapa kamu melakukan semua ini?”

Deg.

Tangan Niel berhenti memotong buah pir. Ia lalu menatap Diana.

“Maksudku... kita baru kenal. Kamu selalu ada untukku. Bahkan kamu menemaniku di sini,” sambung Diana pelan.

Niel terdiam. Ia juga bingung dengan perasaannya sendiri. Selama hidupnya, semuanya berjalan biasa saja. Namun semenjak ia melihat Diana di acara pernikahan rekan bisnisnya, wanita itu terus memenuhi pikirannya.

Ia ingin menjaga Diana. Ia selalu ingin memastikan wanita itu baik-baik saja.

“Aku hanya...”

Krek!

Pintu terbuka.

Kartika masuk dengan wajah bersalah. “Sepertinya Ibu masuk di waktu yang tidak tepat.”

Diana menggeleng cepat. “Tidak, Bu,” jawabnya. “Ibu sudah sarapan?”

Kartika mengangguk. “Iya, Nak.”

Sementara itu, Niel mengembuskan napas lega pelan. Kehadiran Kartika tanpa sadar menyelamatkannya dari jawaban yang belum siap ia ungkapkan.

“Diana, sepertinya aku harus ke kantor,” ucap Niel sambil beranjak dari duduknya.

Diana mengangguk pelan. “Iya, terima kasih, Niel, untuk semuanya.”

Niel mengangguk, lalu menatap Kartika.

“Tolong jaga Diana. Kalau terjadi apa-apa atau Diana menginginkan sesuatu, kabari aku secepatnya.”

Kartika sempat tertegun, tetapi tetap mengangguk. “Kamu tenang saja. Ibu akan menjaganya tanpa kamu minta.”

Niel mengangguk.

Sebelum benar-benar pergi, ia menatap Diana dalam-dalam hingga membuat wanita itu salah tingkah.

“Aku pamit.”

“Iya... hati-hati.”

Niel pun pergi meninggalkan ruangan.

Kartika menatap Diana sambil tersenyum tipis.

“Sepertinya Niel benar-benar suka kamu, Na,” godanya.

Diana menggeleng pelan. “Itu tidak mungkin, Bu. Aku ini wanita hamil, dia seorang pengusaha sukses. Tidak mungkin, Bu,” ucap Diana lirih. Ia tidak ingin berharap lebih pada perlakuan baik Niel. Ia takut harapannya tumbuh terlalu jauh.

“Tapi, Na... Niel tulus padamu. Dia bahkan rela menginap di sini semalaman bersama temannya.”

Diana tidak menjawab.

Ia perlahan berbaring sambil memejamkan mata, tetapi wajah datar Niel justru terus terbayang di pikirannya.

°°••°°

“Bagaimana kondisi Diana?” tanya Dion pada Niel yang baru saja memasuki mobil.

“Dia sudah membaik,” balas Niel singkat sambil menyandarkan tubuhnya di kursi.

“Syukurlah.”

Dion mulai menjalankan mobil, meninggalkan rumah sakit. Suasana di dalam mobil sempat hening beberapa saat.

“Bagaimana hasilnya?” tanya Niel kembali sambil menatap jalanan dari balik jendela mobil.

“Semua sudah beres, Niel. Semua toko kue milik Iren sudah terbakar hangus,” jawab Dion penuh semangat. “Ide lo memang gila. Nenek lampir itu sudah pasti gila sekarang.”

Niel menyunggingkan senyum miring. Ia terlihat sangat puas mendengar berita itu.

“Bisa-bisanya dia ingin mencelakai cucunya sendiri,” lanjut Dion sambil menggeleng tidak habis pikir.

“Apa dia sudah tahu putranya menghamili Diana?”

Dion terdiam sejenak, lalu menggeleng.

“Sepertinya tidak. Selama Iren di sini, dia tidak pernah bertemu Diana. Dia hanya memerintahkan orang untuk mencelakai Diana.”

Sorot mata Niel langsung berubah dingin.

“Jangan sampai dia tahu."

1
Prafti Handayani
Lanjut thor..Gass tross....
Nona Jmn: Besok ya kak😋😍
total 1 replies
Prafti Handayani
Thor di tunggu lanjutannya...
Nona Jmn: Besok ya kak😋😍
total 1 replies
Prafti Handayani
FIX istrimu Pelacur Samm...
Selamat menikmati kesengsaraanmu...
SELAMANYA!!!
Prafti Handayani
Calon suami dan Daddy buat Diana dan Debay.Mudah"an pria ini lebih berkuasa dri kel Samuel dan Citra.Biar Diana bs bls dendam.Dan calin Daddy bs melindungi Diana dan Debay slmnya.Niar debay nti gag bs diambil alih sm samuel dan keluarganya saat nti tau sam dan citra gag bs punya anak.
Mpusss...
Lia Rahmawati
katanya si Diana pergi jauh,tapi ko toko rotinya Deket sama toko rotinya yang punya si jahat?
Nona Jmn
Hai, kak. Akhirnya mampir di novel baruku😋😍
tia
jahat banget iren ,,makany toko u sepi
tia
semoga karma menghampir u Samuel sekuritas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!