Kematian misterius yang ada di rumah ujung membuat siapa saja akan ketakutan, bahkan puncak nya para warga sama sekali tidak kenal dengan penghuni rumah tersebut.
satu keluarga di bantai dan mayat mereka membusuk di dalam rumah tersebut, warga menguburkan secara layak namun seram nya rumah itu membuat siapa saja yang lewat akan ketakutan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13. Masuk jebakan sendiri
Karena orang terus mengatakan hal seperti itu kepada Pardi bahwa rumah Sayuti itu memang menyimpan misteri yang tidak terkira, maka malam ini Pardi yang berjalan pincang itu memutuskan untuk mendatangi rumah tersebut sambil membawa ponsel untuk merekam apa saja yang akan dia temui, tentu saja dengan niat hati ingin menunjukkan kepada seluruh warga.
Padahal bila memang dia tidak percaya dengan hal gaib maka lebih baik untuk diam saja dan tidak usah banyak tingkah seperti ini, namun Pardi memang sangat keras kepala dan ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa apa yang dia katakan itu memang benar bahwa hantu tidak ada di dunia ini.
Bahkan sebenarnya kaki dia itu sedang sakit karena asam urat yang begitu tinggi sehingga sulit sekali untuk berjalan, bayangkan saja Dia sangat malas untuk menjaga sawah di malam hari karena tidak mau ada babi hutan yang memakan padi, tapi dia memilih untuk absen dan menyuruh Suminah saja yang menjaga padi tersebut.
Namun hanya karena ingin membuktikan kepada seluruh warga maka dia tahan semua rasa sakit itu dan tidak peduli bagaimana nanti rasa sakit itu akan bertahan, yang penting dia akan mencari rekaman untuk menunjukkan kepada seluruh warga bahwa dalam rumah ini memang tidak ada hantu dan semua itu hanya omong kosong dari orang yang sedang takut saja.
Susah payah Pardi masuk lewat jendela karena rumah ini yang terbuka memang hanya bagian jendela saja, untuk pintu memang terkunci rapat dan kunci itu ada di rumah Pak Lurah sehingga tidak sembarang orang bisa masuk ke dalam rumah ini karena mereka takut nanti ada orang jahat.
Seluruh harta kekayaan milik keluarga Sayuti masih ada di dalam sana sehingga mereka tidak mau bila nanti ada orang yang berniat untuk mengambil barang tersebut, oleh sebab itu kunci rumah ada di tangan Pak Lurah agar tidak ada yang bisa mengambil apa saja dari dalam rumah tersebut.
"Tunggu saja, nanti kalau rekaman ini sudah tiba di kalian maka semua mulut akan bungkam." ejek Pardi dengan keyakinan penuh.
"Orang kok sangat percaya dengan setan dan apa saja pasti disangkut paut dengan setan, kalau ada setan maka sudah pasti ada tai nya lah." geram Pardi sendirian.
"Aduh kaki ku sakit sekali." keluh Pardi berusaha untuk berdiri tegak.
Andai saja dia bukan orang yang julid dan suka campur urusan dengan orang lain, maka Pardi tidak akan pernah ikut campur dalam hal seperti ini karena itu hanya perbuatan sia-sia saja, tapi pada dasarnya dia yang sirik dan iri dengki terhadap orang lain sehingga rela melakukan hal yang menyakiti diri dia sendiri.
"Ahhh rumah sebesar ini dibiarkan kosong begitu saja, siapa sebenarnya memang sudah membunuh keluarga Sayuti ini?" gumam Pardi sambil menatap sekitar.
Krieeeeeet.
"Ha mana hantu nya?" Pardi menoleh ketika mendengar suara pintu berderit sambil membawa ponsel untuk merekam.
"Ayo tunjukkan padaku sekarang bila kalian memang ada di dalam rumah ini." Pardi menantang dengan suara yang begitu lantang.
"Halah bila hanya menggunakan cara seperti itu maka aku tidak akan pernah memiliki rasa takut." Pardi dengan berani mendatangi ruangan yang baru saja terbuka lebar oleh sesuatu yang dia sendiri tidak tahu itu apa.
Memang bisa dibilang bahwa dia tidak memiliki rasa takut di dalam hati ini sehingga bila mendengar hal seperti itu maka dia tidak ada menyimpan ketakutan walau hanya sedikit saja, justru dengan berani langsung mendatangi lokasi tersebut untuk melihat dan membuktikan kepada seluruh warga yang ada di sekitar sana.
"Haaa mana kau sekarang?" Pardi dengan berani membuka pintu ruangan tersebut.
"Lah wong tidak ada penampakan sama sekali seperti ini tapi semua orang sudah ketakutan." ejek Pardi dengan penuh percaya diri.
Braaaaaak.
"Hah!" Pardi kaget sampai terloncat ketika pintu kamar tersebut menutup dengan sangat keras.
"Oh berani kau bermain dengan ku ya!" Pardi merasa geram dan segera mendatangi pintu itu untuk membuka kembali.
Ceklek.
Ceklek.
"Kok tidak bisa dibuka seperti ini ya?" gumam Pardi ketika pintu itu terkunci rapat dan tidak bisa untuk dia buka.
"Hei siapa yang ingin bermain-main dengan aku saat ini? buka pintu ini sekarang dan jangan berharap aku percaya bahwa ini adalah ula setan!" teriak Pardi dari dalam kamar itu.
Blap.
Blap.
Mendadak saja lampu dalam ruangan hidup dan mati sehingga Pardi yang ada di dalam mulai merasa bingung dengan keadaan yang dia alami ini, tidak mungkin bila lampu tersebut bisa mati dengan sendirinya dan hidup kembali seperti ini sedangkan di dalam ruangan ini hanya dia saja.
"Ah tidak mungkin ada hantu di sini karena itu cuma cerita dari orang yang penakut." Pardi masih berusaha menyangkal walau saat ini hati dia mulai terasa kecut.
"Tunjukan wajah kalian di hadapan ku bila memang ada di sini sekarang." bentak Pardi sangat marah.
Wuuusssh.
Malah dari luar jendela sana muncul bayangan yang begitu jelas berwarna hitam pekat, baru sekarang Pardi menyadari bahwa sesuatu yang tak kasat mata itu memang ada di dalam rumah ini, meski tangan masih menggenggam ponsel namun Pardi mulai merasa gemetar karena dia menyadari bahwa ini bukan perjalanan biasa.
"Gawat aku harus segera keluar dari rumah ini." Pardi panik dan segera berusaha untuk membuka pintu itu.
Ceklek.
Ceklek.
"Sialan, Kenapa pintu ini tidak bisa terbuka sama sekali." Pardi begitu ketakutan karena pintu memang tidak bisa dia buka.
"Hei tolong buka pintu ini, keadaan genting jadi tolong jangan bermain-main." Pardi mengira bahwa di luar sana masih ada orang lain.
Namun setelah dia berpikir ulang baru menyadari bahwa di dalam ruangan ini tidak ada orang lain selain dia saja, mana mungkin ada orang yang bisa membuka pintu tersebut sedangkan dia masuk ke dalam ruangan ini hanya seorang diri tanpa mengajak teman, sebab memang tidak ada orang yang mau memasuki rumah ujung milik keluarga Sayuti itu.
"Aku masuk sendirian ke dalam rumah ini sehingga tidak mungkin ada orang lain lagi." batin Pardi.
"Tidak mungkin, masa setan itu sudah berusaha untuk mencelakai aku di dalam rumah ini." Pardi berusaha untuk menyangkal fakta tersebut.
Wuussssh.
"Hahh!"
Ketika punggung terasa dingin dan lampu juga padam seketika Pardi segera menoleh karena dia merasa seseorang Tengah berdiri di belakang dia, bau amis bercampur bangkai memenuhi ruangan ini karena tadi bau tersebut tidak ada dan baru tercium saat ini, dia merasa ketakutan dan sekarang baru menyadari bahwa setan yang dia katakan sebelumnya tidak ada memang ada di dalam rumah milik keluarga Sayuti.
Selamat malam Besti, jangan lupa like dan komen nya ya.
di balik kalem nya ada congor nya jg yg kalau ngomong setajam sileeeet
eeee ..... ternyata mlh Pesugihan nya yg di ambil 🤣🤣🤣
lagian biarin ja sih rusak , orang nya dh PD koit 🤣
aku kira kedatangan tamu orang jahat itu ,, eee ... gak thu nya tamu nya adalah Arya 🤭🤭
mereka mafia kah ❓ atau mereka melakukan pesugihan ❓
orang PD sibuk mencari dan ngomongin si Pardi ,,, tahu-tahu wonge wes mati 🤣🤣
para tetangga jg ogah mo bantu mencarinya 🤣
atau mungkin kah Pardi akan mati membusuk di lemari itu ❓❓
kualat tuh si Pardi ,, syukurin Kowe 🤣🤣🤣
wes angel iki mah ,,, ora iso di kandani ,, sak karep mu Dewe ,, Yoo Ben lah ,, Ben mati wae si Pardi di cekik setan 🤣🤣🤣
apakah Rais sdh terikat dh para arwah pembantaian itu ❓