NovelToon NovelToon
Samudra Di Atas Langit

Samudra Di Atas Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: puput11

Sepuluh tahun lalu, tragedi berdarah menghancurkan keluarga Samudra. Langit Bumi Samudra (7 tahun) tewas dalam sabotase kecelakaan mobil, sementara adiknya, Cakrawala Bintang Samudra (3 tahun) dinyatakan hilang dan dianggap tewas juga oleh publik. Nyatanya, Sang Kakek menyembunyikan Cakra di luar negeri dengan identitas rahasia demi melindunginya dari musuh.

Kini, Cakrawala kembali sebagai pemuda tampan dan jenius. Di bawah nama samaran Gala Putra Langit, ia menyusup ke dunianya sendiri sebagai mahasiswa biasa. Ia harus menghadapi pengkhianatan Om dan Tantenya sendiri yang haus harta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon puput11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Secangkir Kopi

Gemerlap lampu kota malam itu menemani kehangatan di dalam sudut Kafe Nusantara, tempat Gala dan teman-temannya berkumpul untuk merayakan kemenangan mereka. Alunan musik jazz berputar lambat, berbaur dengan tawa renyah Adit yang sejak tadi tidak berhenti mengunyah kentang goreng. Gala duduk dengan tenang di kursi tengah, telah menanggalkan jas premiumnya dan kembali mengenakan kaus hitam santai, menampilkan aura pertemanan yang sangat hangat.

"Sumpah, Gal! Muka si Kenzo pas grafiknya terjun bebas itu bener-bener mahakarya komedi tahun ini!" seru Adit sembari memperagakan wajah melongo Kenzo dengan ekspresi jenaka. Ia meminum es kopinya dengan bunyi sedotan yang nyaring.

Aluna yang duduk di hadapan Gala hanya tersenyum tipis, namun sepasang mata cantiknya tidak lepas menatap pemuda di depannya. Rasa penasaran yang mendalam masih membayangi pikirannya. Ia memutar-mutar sendok kecil di dalam cangkir kapucinonya, lalu mencondongkan tubuhnya ke depan dengan pandangan menyelidik.

"Gala, ngaku deh. Nggak usah pakai alasan sewa jas rental lagi," pancing Aluna dengan nada suara yang sengaja dilembutkan, mencoba mencari celah agar Gala keceplosan.

"Jas yang lo pakai siang tadi itu punya potongan tailor khusus keluarga inti Samudra Group yang nggak bakal disewakan ke publik. Nyokap gue kolektor desainer itu, jadi gue tahu persis. Lo... sebenarnya anak salah satu direktur di sana, ya?"

Gala yang sedang memotong waffle cokelatnya langsung menghentikan gerakan tangannya sejenak. Ia mendongak, lalu menyunggingkan senyum manis yang sangat santai tanpa ada riak kepanikan sama sekali.

"Wah, Aluna ternyata selain pinter saham juga pinter bikin teori konspirasi, ya? Nggaklah, itu jas replika KW super dari pasar loak online. Kelihatan asli karena badan gue aja yang emang atletis pas makainya," sahut Gala dengan nada slengean khasnya, lalu mengedipkan sebelah mata jahilnya.

Di sebelah Aluna, Reza yang sejak tadi diam dengan ekspresi dinginnya, perlahan meletakkan cangkir espresso hitamnya. Jemarinya bergerak di bawah kolong meja, menekan tombol eksekusi pada ponsel pribadinya yang sudah dipasangi sistem peretasan siber tingkat lanjut. Sepanjang malam, Reza diam-diam mencoba menembus pangkalan data kependudukan nasional untuk mencari dokumen asli Gala Putra Langit, namun hasilnya nihil karena semua akses terkunci rapat oleh dinding pertahanan enkripsi tak kasat mata.

"Sistem enkripsi nama lo terlalu rumit, Gal!" ucap Reza dengan nada suara yang kaku, dingin, dan tanpa basi-basi. Tatapan matanya yang tajam langsung mengunci mata Gala. "Gue hacker, tapi pelindung data lo... itu protokol yang nggak bisa ditembus sembarangan orang, mahasiswa beasiswa biasa nggak punya privasi seketat itu."

Gala terkekeh pelan, bersandar santai pada sandaran kursi sembari melipat kedua tangannya di dada. "Re, lo kebanyakan nonton film agen rahasia kayaknya. Mungkin nama gue pasaran, makanya servernya eror," kelakar Gala dengan tenang.

Sementara mereka berempat berlarut dalam obrolan hangat, situasi di luar kaca kafe yang temaram justru berbanding terbalik. Di seberang jalan, sebuah mobil MPV abu-abu terparkir di bawah bayangan pohon besar. Di dalam kabin, dua pria bermasker hitam dari agensi 'Garis Depan' suruhan Om Bramantyo sedang mengintai tajam.

"Target masih di dalam kafe bersama teman-temannya," ucap salah satu mata-mata itu, berbicara lewat alat komunikasi nirkabel yang terhubung langsung ke mansion Bramantyo.

Tangannya memegang kamera dengan lensa telefoto, membidik tepat ke arah wajah Gala tanpa kacamata. "Begitu dia berpisah dengan teman-temannya malam ini, kita akan ikuti dia ke tempat tinggalnya. Kita pastikan siapa dia sebenarnya."

Gala yang sedang tertawa mendengar cerita slengean Adit, sama sekali tidak menyadari keberadaan lalat-lalat pengintai di luar sana. Kehangatan bersama teman-temannya, malam itu membuatnya lengah, tanpa tahu bahwa bahaya baru dari Om Bramantyo kini tengah membuntutinya dari balik kegelapan jalanan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!