NovelToon NovelToon
Target Di Balik Gerobak Penyamaran Sang Komandan

Target Di Balik Gerobak Penyamaran Sang Komandan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Nikah Kontrak / Dokter / Identitas Tersembunyi
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

​"Nikahi aku, Abang Tukang Bakso!"
​Demi menyelamatkan warisan Rumah Sakit dari ibu tiri yang kejam, Dokter Airine Rubyjane nekat menikahi Nata, pria penjual bakso di depan RS-nya. Airine pikir Nata hanyalah rakyat jelata yang mudah ia kendalikan.
​Namun, ia salah besar. Di balik celemek berminyak itu, suaminya adalah Arnold Dexter, Komandan Intelijen legendaris yang sedang dalam misi penyamaran mematikan.
​Satu per satu musuh Airine tumbang secara misterius. Saat cinta mulai tumbuh, Airine menyadari bahwa pria yang ia anggap "miskin" itu adalah predator paling berbahaya di negara ini yang sedang mengincar rahasia gelap kakeknya.
​"Aku bukan sekadar tukang bakso, Istriku. Aku adalah alasan musuhmu takut pada malam hari."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16: Jejak Api dan Darah

​"Nata! Jangan pergi! Apa kamu tidak dengar? Gudang itu meledak, bukan terbakar biasa!"

​Suara Airine melengking di koridor lantai direksi yang sunyi. Ia menarik ujung kaos taktis Nata dengan tenaga yang tersisa, matanya berkaca-kaca karena ketakutan yang mendalam. Bayangan kematian ibunya, pengkhianatan Reo, dan kini ledakan misterius ini membuat pertahanan mentalnya runtuh dalam sekejap.

​Nata menghentikan langkahnya tepat di depan lift. Ia berbalik, menangkup wajah Airine dengan kedua tangan besarnya yang kasar namun hangat. "Airine, tatap mataku. Aku tidak akan membiarkan apa pun terjadi padamu. Tapi gudang itu adalah jantung perusahaanmu sekarang. Jika aku tidak ke sana, mereka akan berpikir kita lemah dan akan menyerang rumah sakit ini selanjutnya."

​"Tapi kamu bukan polisi! Kamu bukan pemadam kebakaran!" isak Airine. "Kamu hanya suamiku... Aku tidak mau kehilanganmu juga setelah kehilangan Ibu."

​Nata mencium kening Airine dengan lembut, sebuah ciuman yang terasa seperti perpisahan sekaligus janji. "Aku lebih dari sekadar suamimu, Airine. Aku adalah pelindungmu. Sekarang, masuk ke ruanganmu, kunci pintunya, dan jangan biarkan siapa pun masuk kecuali petugas keamanan yang kukenal. Paham?"

​Airine mengangguk lemah, melepaskan pegangannya. Ia melihat Nata masuk ke dalam lift dengan tatapan yang tidak pernah ia lihat sebelumnya—dingin, tajam, dan mematikan.

...****************...

​Begitu pintu lift tertutup, Nata menyentuh jam tangannya. "Tim Delta, jemput aku di parkiran bawah. Siapkan unit penjinak bom dan pemadam api taktis. Kita berangkat ke sektor pinggiran dalam tiga menit."

​"Dimengerti, Komandan. Helikopter pengintai sudah di lokasi. Ada tanda-tanda sisa bahan peledak C4 di reruntuhan," suara operator menyahut di telinganya.

​Di parkiran bawah, sebuah SUV hitam dengan kaca antipeluru sudah menunggu dengan mesin menderu. Nata masuk ke dalam, di sana sudah ada dua anak buahnya yang bersenjata lengkap. Mereka segera menyerahkan sebuah rompi antipeluru dan senjata api jenis Sig Sauer.

​"Laporan lapangan?" tanya Nata sambil mengokang senjatanya dengan gerakan yang sangat terlatih.

​"Tuan Shen sengaja meledakkan gudang bahan baku antibiotik, Komandan. Ini bukan soal sabotase bisnis biasa. Dia ingin memancing Anda keluar dari rumah sakit untuk membiarkan Nyonya Airine tanpa perlindungan langsung," lapor salah satu anggota tim.

​Nata menyeringai tipis, sebuah seringai yang mengerikan. "Dia pikir aku sebodoh itu? Dia lupa bahwa aku punya tim bayangan yang menjaga Airine di setiap jengkal gedung itu. Percepat laju mobil. Aku ingin melihat pesan apa yang ditinggalkan bajingan itu di sana."

​Sesampainya di lokasi gudang, pemandangan sangat mengerikan. Api masih berkobar di beberapa titik, asap hitam membumbung tinggi menutupi langit siang itu. Polisi dan pemadam kebakaran sibuk di sekitar garis pembatas. Nata turun dari mobil, namun ia tidak mendekat sebagai warga sipil. Ia mengenakan topi hitam rendah dan masker, berjalan memutar lewat jalur tikus yang sudah diamankan timnya.

​Di belakang puing-puing laboratorium gudang yang hancur, Nata menemukan sebuah simbol yang dicat menggunakan darah ayam di tembok yang masih berdiri: sebuah kepala kobra yang melilit lambang kedokteran.

​"Komandan, lihat ini," anak buahnya menunjuk ke arah sebuah kotak kecil yang tergeletak di tanah, tidak jauh dari simbol tersebut.

​Nata membukanya dengan hati-hati. Di dalamnya terdapat sebuah rekaman video lama yang sudah agak rusak, serta sebuah cincin emas yang sangat dikenali Nata.

​"Itu cincin pernikahan Ibu Airine..." desis Nata. Rahangnya mengeras. "Tuan Shen tidak hanya membunuh ibunya, dia mencuri barang-barangnya sebagai piala kemenangan."

​Tiba-tiba, ponsel satelit Nata bergetar. Sebuah panggilan dari nomor yang tidak dikenal.

​"Bagaimana pemandangannya, Komandan Arnold Dexter?" suara parau Tuan Shen terdengar di seberang telepon, diiringi tawa kecil yang dingin. "Atau haruskah aku memanggilmu Bang Nata si tukang bakso?"

​"Kamu membuat kesalahan besar dengan menyentuh barang milik keluarga istriku, Shen," jawab Nata, suaranya sangat tenang namun sarat akan ancaman kematian.

​"Kesalahan? Oh, tidak. Ini adalah undangan pesta. Kamu menyelamatkan istrimu di gudang farmasi tempo hari, tapi bisakah kamu menyelamatkannya dari masa lalunya sendiri? Rekaman di kotak itu akan menunjukkan padamu siapa sebenarnya Edward Jane, kakek tercintanya. Dia tidak semurni yang Airine kira."

​"Simpan bicaramu untuk di neraka nanti," balas Nata dingin.

​"Nikmati waktumu, Komandan. Karena saat ini, salah satu orangku sedang berjalan menuju ruangan istrimu dengan membawa 'kado' yang jauh lebih meledak daripada gudang ini."

​Nata terperanjat. Jantungnya seolah berhenti berdetak. "Bajingan!"

​Ia segera mematikan sambungan dan menghubungi tim Shadow Guard di rumah sakit. "Lapor! Status di lantai direksi?!"

​"Aman, Komandan. Tidak ada pergerakan mencurigakan..."

​"Cek ventilasi! Cek jalur servis! Tuan Shen bilang ada penyusup!" teriak Nata sambil berlari kembali ke mobilnya. "Putar balik ke rumah sakit! Sekarang!"

​Di dalam mobil yang melaju kencang, Nata tidak bisa berhenti memikirkan Airine. Ia merasa bodoh karena terpancing keluar. Ia meremas cincin ibu Airine di tangannya.

...****************...

​Sementara itu, di kantor direksi, Airine sedang duduk di kursinya dengan perasaan gelisah. Tiba-tiba, ia mendengar suara gesekan halus dari arah langit-langit ruangannya. Ia mendongak, matanya membelalak saat melihat ventilasi udara terbuka dan sesosok pria berpakaian hitam terjun payung kecil ke arah mejanya.

​"Siapa kamu?!" teriak Airine sambil mencoba meraih telepon darurat.

​Pria itu dengan cepat membekap mulut Airine dan menempelkan pisau ke lehernya. "Jangan bersuara, Dokter cantik. Tuan Shen merindukanmu."

​Airine meronta, namun tenaga pria itu terlalu kuat. Di saat genting itu, pintu ruangan didobrak dengan keras. Bukan oleh Nata, melainkan oleh petugas keamanan yang selama ini Airine anggap hanya satpam biasa, namun kini memegang senjata taktis.

​"Lepaskan dia atau kepalamu pecah!" teriak petugas keamanan itu.

​Perkelahian jarak pendek terjadi di dalam ruangan mewah itu. Airine berhasil terlepas dan berlari ke sudut ruangan, gemetar hebat. Ia melihat "satpam"-nya bertarung dengan brutal melawan si penyusup.

​Tak lama kemudian, lift pribadi berdenting. Nata berlari masuk dengan wajah penuh peluh dan kecemasan yang nyata. Ia melihat ruangan yang berantakan, lalu matanya menemukan Airine yang meringkuk di lantai.

​"Airine!" Nata menerjang maju, memeluk istrinya erat-erat. "Maafkan aku... aku terlambat."

​Airine menangis sejadi-jadinya di dada Nata. "Nata... ada orang di atap... dia ingin membunuhku..."

​Nata menatap si penyusup yang sudah dilumpuhkan oleh tim bayangannya. Ia memberikan kode mata agar pria itu dibawa pergi untuk "diinterogasi" secara militer. Ia lalu kembali menatap Airine, menciumi rambutnya berulang kali.

​"Kamu aman sekarang. Aku di sini," bisik Nata. Namun di dalam sakunya, cincin dan rekaman video itu terasa sangat berat. Ia tahu, bahaya fisik mungkin bisa ia atasi, tapi rahasia di dalam rekaman itu bisa menghancurkan hati Airine lebih parah daripada ledakan bom mana pun.

​"Nata," panggil Airine pelan di sela isakannya. "Kenapa satpam itu punya senjata seperti tentara? Dan kenapa mereka memanggilmu 'Komandan' saat kamu masuk tadi?"

​Nata membeku. Pertanyaan yang paling ia takuti akhirnya keluar. Ia menatap wajah Airine yang menanti penjelasan, sementara di luar sana, sirene polisi mulai mendekat.

...****************...

1
Abinaya Albab
beneran ini perang terakhir? duhhhh capek gk sih mereka baru mau bernafas lega ada lagi
Abinaya Albab: blm lagi bikin bakso urat ya Thor 😂🤭
total 2 replies
Abinaya Albab
baru ini aku baca novel yg tegangnya tak beesudahan... lanjut
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
kakek jahat ga
aditya rian
sekalian updatenya banyak dong soalnya jadi penasaran banget
aditya rian
keren arnold
aditya rian
jangan marah dong... di awal jug udh bilang
hidagede1
ke inget nya sama jendral andika🤭
Ariska Kamisa: eehh??? 🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
yah... thor.. ayo sih update nya yang banyak sekalian... aku ga sabaran
aditya rian: Airine mulai jeniusnya nih
total 2 replies
umie chaby_ba
ampe airine bingung manggilnya dua nama padahal satu orang 🤭🤭🫣
umie chaby_ba
waduh... judulnya aja bikin takutt... apakah... airine tidak terima dibohongi?
umie chaby_ba
hayoloh . ga bisa ngelak lagi nol
umie chaby_ba
Arnold udah demen banget nih
umie chaby_ba
bisa aja anjayy
umie chaby_ba
hayoloh....
umie chaby_ba
udah nge spill Mulu padahal Nata de Coco... tak mungkin Abang bakso seberani itu.. mikir dong airine...
Ariska Kamisa: aaa.. kaka niu bisa aja ceplosannya jadi mata de coco🤣🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
tuan Shen musuh sapa sih lu🫣
umie chaby_ba
udah komandan... cucu jenderal pula....👍
umie chaby_ba
secara komandan cuyyy....
umie chaby_ba
Arnold Dexter 😍
umie chaby_ba
tuan Shen ini.. jangan jangan orang terdekat 🫣
Ariska Kamisa: lanjut ikutin terus yaa biar tahu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!