Arsenia Valen, CEO paling ditakuti di kota, hidup dengan aturan dingin:
“Perasaan adalah kelemahan.”
Sampai suatu hari, hidupnya berubah saat ia bertemu Raka—
seorang pria biasa yang bahkan tidak tahu siapa dia… dan memperlakukannya seperti manusia, bukan seorang ratu.
Dari pertemuan yang tak disengaja, muncul hubungan yang tak masuk akal.
Namun dunia mereka terlalu berbeda.
Dan ketika masa lalu Arsenia kembali menghancurkan segalanya,
pertanyaannya bukan lagi “apakah mereka saling mencintai”
—tapi apakah cinta cukup untuk bertahan.?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elvandem Putra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jas yang Terasa Sesak
Satu minggu setelah penangkapan Sofia dan Daniel, suasana di lobby utama Valen Group berubah total. Para karyawan yang terbiasa melihat pria-pria berjas mewah kini terpaku melihat seorang pria jangkung dengan bahu tegap, mengenakan setelan jas navy yang dijahit khusus, berjalan masuk dengan langkah mantap.
Itu adalah Raka Adiwangsa. Tidak ada lagi apron kusam atau aroma kopi tubruk. Kini, ia memancarkan aura kepemimpinan yang tenang namun mematikan. Di sampingnya, Arsenia berjalan dengan bangga, meskipun pergelangan tangannya masih dibalut perban tipis.
"Siap, Raka?" bisik Arsenia sebelum pintu ruang rapat dewan direksi terbuka.
"Selama kamu di sana, aku siap menghadapi singa mana pun," jawab Raka pelan.
Serangan Pertama di Meja Hijau
Di dalam ruangan, sepuluh direktur senior yang merupakan sisa-sisa faksi Sofia menatap Raka dengan sinis. Salah satunya, Pak Baskoro, memukul meja.
"Ini gila! Kita tidak bisa membiarkan seorang 'penjaga warung' mengelola aset triliunan rupiah hanya karena selembar kertas wasiat tua!" seru Baskoro.
Raka tidak marah. Ia duduk di kursi utama, menyandarkan punggungnya, dan menatap Baskoro dengan tatapan tajam yang pernah ia gunakan saat melumpuhkan pengawal Sofia.
"Pak Baskoro, saya mungkin baru seminggu mempelajari laporan keuangan perusahaan ini," ucap Raka dengan suara bariton yang bergema. "Tapi saya sudah menemukan bahwa Anda menggelapkan dana CSR wilayah barat sebesar 15% selama tiga tahun terakhir. Apakah Anda ingin saya melanjutkan, atau Anda ingin mendengarkan rencana ekspansi baru saya?"
Ruangan mendadak hening. Arsenia tersenyum tipis. Raka bukan hanya ahli bela diri fisik, ia adalah pengamat yang sangat teliti.
Ancaman dari Bayangan: Si Tuan "X"
Sementara itu, di sebuah griya tawang (penthouse) rahasia di pusat kota, seorang pria misterius yang hanya dikenal dengan inisial X sedang memutar gelas wiskinya. Di layar monitor di depannya, terlihat rekaman Raka di ruang rapat.
"Raka Adiwangsa... kau memang menarik," gumam pria itu. "Tapi kau lupa bahwa di dunia ini, kejujuran adalah racun."
X menekan sebuah tombol interkom. "Kirimkan Arka ke Jakarta. Katakan padanya, tunangannya sedang bermain api dengan seorang pemuda kampung."
Masalah Baru: Masa Lalu yang Kembali
Malam harinya, saat Raka dan Arsenia sedang merayakan keberhasilan rapat pertama mereka dengan makan malam sederhana di atap kantor, sebuah helikopter mendarat di helipad gedung Valen Group.
Seorang pria muda yang sangat tampan, dengan gaya flamboyan dan senyum yang mematikan, turun dari helikopter itu. Ia adalah Arka, putra mahkota dari konglomerat multinasional yang merupakan mitra utama Valen Group di luar negeri.
"Senia!" seru Arka sambil merentangkan tangan. "Lama tidak jumpa. Aku dengar bibimu masuk penjara, jadi aku datang untuk menagih janji perjodohan kita sepuluh tahun lalu."
Arsenia membeku. Ia menatap Raka yang wajahnya langsung mengeras.
"Arka? Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Arsenia dengan suara bergetar.
"Menyelamatkanmu, tentu saja. Ayahku mengancam akan menarik seluruh investasi dari Valen Group jika kamu tidak segera meresmikan hubungan kita. Dan siapa pria ini? Supir barumu?" Arka menunjuk Raka dengan nada menghina.
Raka melangkah maju, berdiri di depan Arsenia. "Aku adalah pemilik tempat ini. Dan Arsenia bukan barang yang bisa kamu tagih janjinya."
Arka tertawa sinis. "Oh, jadi ini si 'Pewaris Hilang' itu? Dengar, kawan. Di dunia kami, cinta tidak bisa membayar hutang perusahaan yang hampir bangkrut karena skandal Sofia. Pilihannya mudah, Senia: Menikahlah denganku dan selamatkan perusahaan ayahmu, atau tetap dengan pria ini dan lihat Valen Group hancur dalam sebulan."