NovelToon NovelToon
Abang Iparku,..Dosen Killerku

Abang Iparku,..Dosen Killerku

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Slice of Life / Nikahmuda / Penyesalan Suami / Spiritual / Cintapertama
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Gurania Zee

Syahira tidak pernah membayangkan hidupnya akan berubah secepat ini. Dipaksa masuk sebuah Kampus yang menjurus segalanya tentang agama yang diyakininya. ia mengikuti satu keyakinan mengikuti ayahnya. Ia harus menghadapi dunia yang sama sekali asing baginya. Hafalan panjang, kitab tebal dan Dosen,..yang tidak memberi ruang untuk gagal. Masalahnya bukan itu,..melainkan yang menjadi faktor utama adalah ada pada sang Dosen itu sendiri yang mengajarnya yaitu Abang iparnya sendiri. Ditengah tekanan yang terus menumpuk, kedekatan yang tidak seharusnya,..justru malah tumbuh seiring berjalannya waktu. Mereka lupa ada seseorang yang sudah lebih dulu menyimpan luka.
Kakaknya yang bernama Feryal wanita tomboy satu ini yang terlihat kuat tapi sebenarnya ia begitu rapuh telah banyak menyimpan luka sejak dirinya masih kecil. dan ketika sebuah kebenaran akhirnya terkuak, pilihannya harus dibuat, bukan siapa yang paling dicintai melainkan siapa yang tetap dipilih, bahkan setelah semuanya hancur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gurania Zee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 1

"Elo pucet banget Syah" suara Calista yang duduk disebelahnya berbisik. Pagi yang cerah dan sejuk namun suasana di ruangan itu seolah berkebalikannya bagi Syahira yang tasnya saat ini ia jadikan alas untuk tidurnya didalam kelas menutup wajahnya dengan hijabnya dengan kedua netra yang berusaha ia pejamkan.

Namun tak juga ia bisa tertidur, berkali kali ia membuka hijabnya lagi yang menutupi separuh wajahnya, lalu menoleh ke arah pintu hingga berkali kali, hanya bisa berharap tidak ada kelas hari ini. Dan ia bisa lekas kabur.

Itulah yang ada dipikirannya saat ini, memikirkan berbagai strategi dari ide gilanya yang terus terpatri saat ini.

"Elo kenapa sih, dari tadi enggak tenang amat gue liat Sya?"

"Gue kayaknya salah jurusan Cal" ucapnya mendengus kesal.

"Belum juga sehari lu"

"Justru itu, gue,.." belum sempat ia melanjutkan ucapannya tak lama pintu kelas terbuka. Semua terdiam tak ada suara sama sekali. Saat melihat dari kejauhan, sang dosen menuju kelas itu pun semua langsung pada buru buru masuk ke kelas dan duduk ditempatnya masing masing.

Tak ada suara berisik dan sapaan yang keras sama sekali, hanya langkah pelan yang langsung membuat semua orang terdiam.

Syahira reflek menoleh dan didetik berikutnya jantungnya seperti berhenti seketika. langkah pria itu begitu tenang dengan berbalut gamis putih dan peci putih yang begitu snada dan bersih tanpa lipatan sama sekali. Dengan janggut tipis yang membingkai pada wajahnya yang dingin itu.

Didalamnya samar terlihat dua titik hitam tanpa ekspresi. Ia menatap seisi ruangan dan berhenti sebentar tepat ke arah Syahira.

Seketika dunia syahira runtuh dalam satu kalimat dikepalanya saat ini "Dosen itu,..Abang ipar gue!"

Deg!

"DUDUK YANG RAPI," ucap pria itu dengan datar tidak tinggi namun suaranya mampu membuat siapapun langsung merinding sampai ke tulang belulang.

Syahira langsung menegakkan badan otaknya masih belum singkron dan terkoneksi dengan baik oleh kenyataan yang harus ia hadapi saat ini. Didalam pikirannya hanya ada kata "Kenapa, kenapa dan kenapa harus dia yang jadi dosen gue!"

"Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh semuanya, perkenalkan saya Bilal Herza Ismail, saya seorang sarjana lulusan perguruan tinggi di Al Jazeera yang membahas tentang ilmu ketauhidan dan sejenisnya.

Semua mendengar dengan seksama yang diucapkan dosen itu saat memperkenalkan dirinya. Dan mereka sungguh takjub sampai saat ini dosen itu masih menempuh pendidikan melanjutkan S3 untuk meraih gelar yang lebih tinggi lagi.

"DIKELAS SAYA TIDAK ADA TOLERANSI BAGI YANG TIDAK SIAP ACUNGKAN TANGANNYA DAN KELUAR TANPA HARUS SAYA ULANGI, FAHAM!"

Seketika semua membeku, dan syahira depresot maksimal saat itu, kalimat yang terlontar begitu saja tanpa ada penekanan dan tanpa emosi. Tapi berhasil semua pada bergidik ngeri melihat tatapannya yang berkarisma namun mengandung energi yang membuat siapapun langsung menurut patuh.

"Baik Ustad"

"Baik kalo gitu, langsung saja, tidak usah panjang lebar lagi, materi hari ini hafalan surah An naba"

Deg!

"Hah!, seriusan langsung kasih tugas hafalan, masih hari pertama ini ya Alloh!" cebik kesal Syahira.

"Syah,..enggak usah aneh, gue denger dikampus ini emang dosen paling killer enggak ada lawan ya dosen pak ustadz Bilal ini, tapi banyak yang berhasil sama dia"

Satu persatu sudah pada maju untuk hafalan ada yang suruh ulang, ada yang sudah hafal sampai akhir. Dan saat semuanya sudah pada satu persatu maju kini giliran Syahira yang dipanggil namanya.

Sementara Syahira masih mentok di kata,..

"Syahira Zahra maju!"

Deg!

"Silahkan duduk, Bismillah lebih dulu"

Syahira maju dan duduk dihadapan Kakak iparnya itu dengan tegang, awal bacaan Audzubillah, lalu Bismillah sampai Amma yatasaa alun, baru kata Bismillahnya saja sudah mendapatkan koreksian hingga berkali kali, lalu melanjutkan dan sempat mendapatkan koreksian lagi dan lagi, lalu melanjutkan lagi tanpa kendala namun sampai kata "Wa banaina,..wa banainaa,..deg!,..semua buyar ia hanya menunduk,.."

"Wa banaina" suaranya makin mengecil dan bergetar.

"Lanjut, belim sampai setengahnya"

"Iya Pak,..wa banainaa,.."

"Ulang lagi dari awal"

"Lanjut"

"Duh kenapa buyar semua" seketika yang dihafalkan kosong, membuatnya semakin menegang dengan keringat mulai membasahi pelipisnya yang ia lap berkali kali.

"Lupa, pak"

"Kembali,.. duduk dan hafalkan lagi, lanjutkan dengan An NAZIYAT!"

"HAH APA!, AN NAZIYAT!"

"Kenapa?"

"Oh enggak enggak pak, An Naziyat ya, berapa ayat pak?"

"Semuanya"

"Oh iya baik pak hehe" ucapnya sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal diiringi nyengir kuda menunjukan gigi ratanya langsung ngibrit duduk dibangkunya dengan mendengus kesal.

"Haish yang bener aja An naba aja belum hafal sekarang malah nambah An Naziyat aja" Calista yang mendengar itu seraya tertawa melihat Syahira yang begitu kesal dibuatnya.

"Wa banainaa"

"Haish kenapa gue bisa lupa segala sih, padahal dulu gue hafal kenapa sekarang malah mentok" kesal Syahira.

"Calysta, surat An Naziyat tuh yang yauma tarjufu rojifah ya?"

"Hmm iya,..kenapa emangnya"

"Mati gue,..pasti mentoknya gue di kata itu"

"Makanya terus belajar Sya biar cepet hafal" ucap Calysta sambil tersenyum dan merangkul teman sebangkunya.

"Pulangnya main dulu ke mall yuck Sya?"

"Kayaknya enggak bisa deh Cal, gue mesti hafal ini ayat pasti Abi gue juga bakal nanya"

"Seriusan"

"Iya"

"Yaudah deh lain kali aja kalo gitu" ucap Calysta memakluminya.

Kelas sudah berakhir tak terasa, sudah waktunya pulang, getar ponsel berbunyi berkali kali melihat nama yang tertera di layar tanda ayahnya memanggil.

Syahira menjawab panggilan itu, "Iya Bi, Syara sudah mau pulang"

"Gimana kuliah pertama kamu lancar?" tanya Abi Fahrizal do ujung telepon.

"Masih adaptasi penyesuaian dulu Bi?" disana abinya mengangguk. "Abi tidak menyuruh kamu untuk sempurna, tapi Abi mau kamu berusaha untuk itu"

"Iya Bi"

"Materinya apa hari ini?" tanyanya lagi.

"Haish pake nanya lagi si Abi, gimana nih" batinnya bergumam. "Ha,.hafalan bi surat an naba"

"Yasudah nanti pulangnya Abi tanya"

"Hah, benerkan gue bilang, di kampus kena, di rumah juga kena" ucapnya yang kesal masih bergumam dalam batinnya yang berkelakar.

"Ya sudah cepat pulang, jangan kemana mana lagi, sudah mau hujan juga"

"Iya Bi, ini sudah jalan pulang kok"

Telpon pun terputus. Disepanjang jalan ia melangkah dengan mulut komat Kamit menghafalkan surat an naba yang masih mentok di kata wa banainaa.

"Ish kenapa gue mentoknya di kata itu mulu, padahal SD gue hafal,"

Cekitt,

Tin tiin

"Mbak,.. jalan mbak" seketika langkahnya terhenti ditengah jalan membuat para pengendara kesulitan untuk bergerak, klakson pun berbunyi menyadarkannya.

"Eh iya iya,.." ucapnya langsung berjalan menyingkir ke arah pedestarian.

1
Sri Jumiati
Nikah beda agamanya
Sri Jumiati
Bagus ceritanya.semangat Thor
Gurania Zee: terimakasih ya😊 support nya 💪jangan lupa baca cerita ku lainnya ya😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!