NovelToon NovelToon
Terjebak Di Kota Avalon

Terjebak Di Kota Avalon

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Transmigrasi
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Anastasia

“Pasti ada alasan kenapa mereka menyuruhku kembali. ”
“Lalu bagaimana nona?. ”
“Tentu saja kita kembali, aku mau lihat apa maunya keluarga Starborn. ”
jawab Lunaria sambil tersenyum.
Dimana kota Avalon kota sihir, hanya Lunaria yang tidak bisa menggunakan sihir.
keluarga Starborn mengasingkan Lunaria dari kediaman utama ke villa terpencil milik mereka, keluarga Starborn menganggapnya aib, anak cacat berbeda dengan Learia saudara kembar Lunaria.
Dan saat keluarga Starborn diperintahkan kerajaan Avalon untuk menikahkan putrinya kepada Kael dragomir putra mahkota Avalon, yang dikenal pria sadis, berbahaya dan seorang duda dimana ketiga istrinya terdahulu meninggal secara misterius.
Kael yang dikenal pangeran bintang kesepian, membuat keluarga Starborn tidak rela menikahkan Laeria putri kebangangan mereka menikah dengan Kael.
Tapi mereka tidak tahu rahasia tentang Lunaria.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anastasia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 11.Pangeran yang salah mengenali.

DI DALAM MENARA.

Jauh dari hiruk pikuk kemeriahan pesta teh di taman istana, di sebuah ruangan yang terletak di menara paling tinggi dan paling terpencil, suasana terasa begitu sunyi dan dingin.

Ruangan itu gelap, hanya diterangi oleh cahaya bulan dan cahaya samar yang memancar dari sebuah bola kristal besar yang mengambang di tengah ruangan.

Di sana, duduklah sosok pria yang menjadi topik pembicaraan seluruh kota Avalon saat ini.

Ka el drago mir.

Putra Mahkota Avalon, sang Pangeran Bintang Kesepian.

Pria itu bersandar malas di atas kursi singgasana hitam yang terbuat dari kulit naga dan tulang beludru. Wajahnya tampan namun sangat dingin, tanpa ekspresi. Matanya yang berwarna perak kelabu menatap datar ke arah bola kristal di depannya.

Di bola itu, tergambar jelas seluruh kejadian yang sedang berlangsung di taman istana. Wajah-wajah para putri bangsawan, senyum-senyum manis mereka, dan usaha mereka untuk terlihat sempurna, semuanya terekam jelas.

Namun, bagi Ka el, semua itu hanyalah tontonan yang membosankan.

"Menjijikkan," gumamnya pelan dengan suara serak yang rendah. "Mereka semua sama. Pura-pura manis, pura-pura lembut, padahal di dalam hati mereka hanya ingin status dan kekuasaan. Semua sama saja."

Ka el sudah muak. Ia muak dengan dunia yang selalu menilai dia sebagai monster. Ia muak dengan para wanita yang datang mendekat hanya karena perintah orang tua atau karena ambisi kekuasaan. Ia tahu, semua orang menganggapnya pembawa sial, duda berdarah dingin. Dan mereka benar... sebagian.

Tapi ada satu hal yang membuatnya sangat kesal hari ini.

Ia bahkan tidak berniat datang ke pesta itu. Apa gunanya? Memilih istri baru? Untuk apa? Wanita-wanita itu pasti akan mati juga seperti yang sebelumnya. Atau mungkin... justru dia yang akan membunuh mereka perlahan karena rasa bosan dan amarahnya yang tak terbendung.

"Yang Mulia..."

Suara berat dan tenang memecah keheningan. Mark, kepala pengawal pribadinya yang paling setia, berdiri tegak di belakangnya dengan wajah serius.

"Ratu Delia sudah menunggu di aula utama. Para tamu juga sudah siap menanti keputusan Yang Mulia. Mohon maaf mendesak, tapi situasi tidak bisa ditunda lagi."

Ka el mendengus kasar. Ia tidak menjawab, matanya kembali melirik bola kristal. Ia memindahkan pandangannya dari satu wajah ke wajah lain dengan cepat, penuh rasa jijik.

Lady Valerius... sombong.

Putri Fair mind... terlalu cengeng.

Dan yang ini... terlalu bodoh.

Semua tidak ada yang menarik. Semua terlihat palsu.

Hingga...

Gerakan tangan Ka el yang sedang memutar sihir bola kristal tiba-tiba berhenti.

Pandangannya terhenti.

Di layar kristal itu, ia melihat sebuah pintu besar terbuka. Dan dari sana, munculah seorang sosok wanita yang berjalan dengan anggun luar biasa.

Wanita itu mengenakan gaun berwarna hijau zamrud yang berkilau seperti permata murni. Cahaya matahari seolah berlutut memujanya, membuat kulitnya bersinar lembut. Wajahnya cantik, matanya biru cerah seperti langit musim panas, dan aura yang dipancarkannya... luar biasa kuat.

Aura sihir Bumi yang padat, murni, dan sangat dominan.

Namun, yang membuat jantung Ka el seketika berdegup kencang—bukan karena cinta, tapi karena kemarahan dan keterkejutan—bukan karena kecantikannya.

Tapi karena wajahnya.

"Wajah ini..." bisik Ka el, matanya menyipit tajam. "Ternyata dia bagian dari mereka,sepertinya hari ini tidak terlalu membosankan."

Wanita yang dimaksud Ka el adalah Luna ria.

Gadis aneh yang tinggal di villa terpencil milik keluarga Star born. Gadis yang dianggap tidak punya sihir, gadis yang berani menatap matanya tanpa rasa takut, dan yang paling penting... gadis yang pernah berani menghinanya.

Flashback singkat melintas di benak Ka el.

Flashback...

Beberapa bulan lalu, setelah Luna ria mengusirnya. Bukan dengan halus, tapi di tendang kasar.

Sesampainya di istana dia tidak bisa melupakan gadis di villa itu, ingin sekali memberikan pelajaran pada nya.

Tapi dirinya berusaha tidak membuat perhitungan dengan gadis tanpa kekuatan, dan berusaha melupakan nya.

Dan sekarang... di hadapannya di bola kristal ini, dia melihat wanita yang wajahnya persis seperti Luna ria, tapi dengan aura yang berkebalikan 180 derajat. Cantik, anggun, dan memiliki aura kekuatan keluarga Star born.

"Ternyata dia bagian dari keluarga Star born?" tanya Ka el pelan, jarinya menunjuk ke arah gadis di kristal. "Tapi, bagaimana bisa dia bisa menyembunyikan auranya saat bertemu pertama kali dengan ku?"

“Siapa pangeran?. ”

“Dia, wanita berbaju zamrud. ”sambil tangannya menunjuk kembali ke arah Lae ria.

Mark mendekat sedikit, melihat ke arah bola kristal.

"Oh, itu Nona Lae ria Star born, Yang Mulia. Putri kesayangan keluarga Star born. Dia dikenal sebagai penyihir Bumi yang jenius dan sangat cantik jelita."

"Lae ria..." Ka el mengulang nama itu, tapi senyum yang terbentuk di bibirnya adalah senyum yang sangat jahat dan dingin. "Star born..."

Dia yakin. Wajah ini tidak mungkin salah. Tapi Ka el sepertinya salah sangka, dia mengira Lae ria gadis yang sama yang ia temui di villa Star born.

Aku tidak mengira bertemu dengan gadis kurang ajar itu lagi disini, batin Ka el tertawa sinis.

Ka el salah paham. Dia mengira gadis di hadapannya ini adalah Luna ria yang mengusirnya. Luna ria yang menyuruh orang lain mengusirnya dengan kasar.

"Dasar tak tahu diri," geram Ka el pelan.

Ka el merasa sangat kesal, ingatannya yang diperlakukan dengan kasar oleh anak buah Luna ria muncul kembali.

Kalau dulu gadis itu menendangnya keluar dari villa Star born, yang dimana dirinya sedang terluka parah.

Dan Ka el membenci sikap kurang ajar itu.

Hening sejenak.

Dimana Ka el masih termenung, memikirkan rencana jahat untuk membalas sikap Luna ria.

"Yang Mulia..." Mark kembali berbisik pelan namun mendesak. "Waktu terus berjalan. Ratu menunggu keputusan akhir. Siapa yang akan Yang Mulia pilih? Utusan Ratu sedang menunggu di depan."

Ka el diam saja. Tangannya yang kekar mengepal kuat di atas lengan kursi.

Pikirannya berputar kencang dengan niat jahat.

"Baiklah..." Ka el akhirnya berbicara, suaranya rendah namun penuh ancaman. "Jika kalian semua ingin aku memilih... maka aku akan memilihnya."

Jari telunjuk Ka el yang panjang dan dingin menunjuk tegas ke arah bola kristal, tepat ke dada sosok Lae ria yang sedang berjalan anggun itu.

"Aku pilih dia."

Mark terkejut. "Nona Lae ria Star born? Apakah Yang Mulia yakin? Dia putri terbaik keluarga itu, sangat kuat dan—"

"Persis karena itulah aku memilihnya," potong Ka el dingin, senyum miringnya semakin lebar dan mengerikan. "Aku ingin melihat dia menjadi korban dari takdir kesepian ku yang keempat."

Tujuan Ka el sebenarnya hanya satu: Membalas dendam.

Dia mengira ini adalah Luna ria. Wanita yang pernah meremehkannya. Dan sekarang, dia akan menjadikan wanita ini istrinya. Dia ingin melihat seberapa kuatnya menjadi istrinya.

Ka el sudah menargetkan Lae ria sebagai korban, seperti istrinya yang lain.

Untuk pertama kalinya Ka el merasa senang, tidak ada rasa bersalah. Karena dirinya tidak menempatkan rasa ketertarikan seperti suka maupun jatuh hati.

Hanya ingin melihat nasib tragis yang dialami Lae ria yang dia sangka adalah Luna ria.

1
Frida
kerennnnnnn
Frida
sukaaaaaa.... deg2 an bacanya seruuuuu, belum lagi ditambah adegan romantis 17 thn ke atas...lemgkap sudah...😍😍😍😍
Frida
seru, ada romantisnya juga..buat deg2 an yg baca dan senyum2 sendiri.... kelanjutannya segera up banyak2 dong author please....😍👍
Kusii Yaati
mau seburuk apa riasan mu luna itu tak akan mempan buat pangeran KA El karena dia sudah pernah lihat wajahmu... tapi tidak apa" yang penting sakit hatimu sudah kau balas dengan mempermalukan wajah ayahmu yg kejam itu.semangat Thor nanti up lagi ya Thor 😁💪😘
Kusii Yaati
lanjut Thor 💪💪💪😘😘😘
Kusii Yaati
lanjut Thor 💪💪💪😁😁😁
Kusii Yaati
wah Luna ria hebat, walau tidak punya sihir tapi tubuhnya kebal akan serangan sihir 😱
Kusii Yaati
up lagi Thor yg banyak... penasaran gimana reaksi keluarga Luna ria melihat putri yang di buang menjadi Badas dan kuat 💪💪💪😘😘😘
Kusii Yaati
lanjut Thor seru nih ceritanya 💪💪💪😘😘😘
Rubiyata Gimba
sepertinya ceritanya bagus thor abdit cepat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!