NovelToon NovelToon
Bukan Sekedar Pengganti

Bukan Sekedar Pengganti

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:49.4k
Nilai: 5
Nama Author: Triyani

Setelah bertahun-tahun diabaikan dan dibuang, akhirnya Alisa pun kembali kerumah Ayahnya, Pak Ali. Mirisnya, kepulangan Alisa bukan untuk kembali jadi putrinya. Melainkan untuk dijadikan pengantin pengganti untuk Kakak sambungnya, Marisa.

Dan Alisa diharuskan langsung bercerai setelah Marisa kembali. Lalu, bagaimana jadi nya, jika Harlan menolak berpisah dan lebih memilih Alisa untuk tetap menjadi istrinya?

Lalu, apa yang akan dilakukan Ibu Yuni dan juga Marisa untuk merebut kembali posisi Alisa?

Saksikan kisahnya disini….

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.34

Rahang Harlan langsung mengeras mendengar ucapan itu. Tatapannya yang tadinya dingin berubah menjadi tajam. Sementara tangan kirinya perlahan mengepal kuat di sisi tubuhnya sampai urat di punggung tangannya terlihat jelas.

Alisa yang berdiri di sampingnya bahkan bisa merasakan perubahan aura pria itu dalam sekejap. Lift di belakang mereka sudah tertutup kembali. Menyisakan suasana sunyi yang terasa menekan di lorong private penthouse tersebut.

Sedangkan Marisa masih berdiri di depan mereka dengan dagu terangkat tinggi seolah dirinya memang memiliki hak berada di tempat itu.

Harlan menatap wanita itu tanpa ekspresi.

“Tempatmu? Apa aku tidak salah dengar?” tanyanya pelan.

Nada suaranya rendah. Sangat rendah. Namun justru terdengar jauh lebih menyeramkan. Namun, hal itu tidak membuat Marisa takut. Wanita itu malah tersenyum manis.

“Tentu saja tidak. Aku hanya mengatakan yang sebenarnya. Kamu lupa? Dulu apartemen ini—”

“Cukup.”

Harlan langsung memotong ucapan Marisa dengan nada yang sedikit tinggi. Membuat suasana semakin tegang.

Alisa yang berada di samping Harlan langsung menoleh ke arah suaminya, lalu bergegas merangkul lengan Harlan. Berusaha menenangkan sang suami agar tidak semakin meledak.

Ini pertama kalinya ia melihat Harlan begitu emosi, sampai meninggikan suaranya.

Tatapan pria itu bahkan tidak sehangat dan selembut saat bersamanya. Benar benar tajam dan mengerikan.

“Aku tidak peduli apa tujuanmu datang kemari. Tapi jangan pernah bicara seolah olah kamu punya hak disini.” lanjut Harlan datar.

Mendengar nada bicara Harlan yang dingin dan tegas, membuat Marisa terlihat sedikit terpukul. Namun wanita itu masih berusaha untuk tetap tenang dan tetap mempertahankan ekspresinya.

“Tapi Harlan… kita harus bicara. Ada banyak hal yang harus kita bicarakan,”

“Bicara? Tapi… Aku tidak punya urusan apapun denganmu. Jadi, tidak ada alasan untukku bicara denganmu.” jawaban Harlan langsung dan tanpa ragu.

Alisa dapat merasakan genggaman tangan pria itu semakin erat di jemarinya. Seolah tanpa sadar Harlan sedang menahan dirinya sendiri agar tidak mengeluarkan amarahnya, di depan sang istri.

Marisa melirik tangan pasutri itu lagi. Kali ini jelas terlihat ada rasa tidak suka di matanya.

“Kamu banyak berubah, Harlan. Dulu… kamu tidak seperti ini.” ucapnya pelan namun menusuk. Membuat Alisa kembali menoleh ke arah suaminya.

Harlan langsung melangkah maju satu langkah. Membuat Marisa sedikit tersentak dengan gerakan Harlan yang tiba tiba itu.

“Sejak awal, aku tidak pernah berubah. Inilah diriku yang sebenarnya. Orang yang tidak akan pernah berkompromi apapun terhadap orang yang sudah membuatnya kecewa. Apa kamu lupa, bagaimana orang orang mengenal seorang Harlan Dewa Mahendra Argantara?”

Deg.

Marisa kembali di buat tersentak oleh ucapan Harlan. Nada suara pria itu terdengar begitu dingin sampai membuat suasana di sekitar terasa semakin tegang.

“Tapi Harlan… kita...”

“Cukup. Pembicaraan diantara kita cukup sampai disini. Pergilah… istriku kelelahan dan dia butuh istirahat dengan tenang.” sela Harlan tidak memberi sedikitpun kesempatan untuk Marisa kembali berbicara.

Deg.

Jantung Alisa langsung berdegup kencang mendengar penekanan dari ucapan Harlan. Sementara Marisa sudah mulai memperlihatkan ketidak sukaannya terhadap pembelaan Harlan untuk Alisa.

“Istri? Hem…” ucap wanita itu tersenyum mengejek.

Alisa hanya bisa terdiam, ia tidak tahu harus berbuat apa. Kedatangan Marisa terlalu mendadak sehingga Alisa belum memiliki persiapan apapun untuk menghadapi Kakak sambungnya itu.

Sementara Harlan, hanya tersenyum tipis. Namun senyum itu sama sekali tidak menunjukkan kehangatan sedikitpun.

“Iya. Dia istriku. Istri sahku. Sah dimata hukum dan agama.” jelas Harlan membuat wajah Marisa berubah kaku.

Harlan kemudian menatap koper di dekat kaki wanita itu, lalu menyeringai. Seolah olah tengah mengejek balik apa yang dilakukan Marisa saat ini.

“Bisa menyingkir sekarang? Kami ingin segera masuk.” ucapnya masih dengan nada yang dingin.

Marisa terdiam sesaat sebelum akhirnya menjawab ucapan Harlan.

“Izinkan aku tinggal di sini. Untuk sementara saja, sampai aku menemukan apartemen yang cocok.”

Kalimat itu langsung membuat sorot mata Harlan berubah semakin tajam. Pria itu bahkan tertawa sebelum akhirnya menjawab dengan tegas.

“Jangan harap. Aku tidak akan membiarkan siapapun masuk kedalam apartemenku. Apalagi itu kamu,”

“ Tapi Harlan….”

“Aku ulang sekali lagi. Aku tidak akan membiarkan siapapun masuk kedalam apartemenku. Apalagi itu kamu.” potong Harlan dengan sangat tegas.

Ucapan itu membuat Marisa membeku. Sedangkan Alisa hanya bisa diam. Ia bisa melihat dengan jelas bagaimana emosi Harlan benar-benar berada di ujung batas kesabarannya.

Bahkan kepalan tangan pria itu semakin menguat. Sehingga, urat urat di punggung tangan pria itu terlihat jelas.

“Harlan…” panggil Marisa lagi, kali ini dengan nada yang mulai melemah.

“Aku cuma menumpang untuk sementara waktu.”

Sorot mata Harlan sempat berubah tipis. Namun hanya sesaat. Pria itu tetap berdiri tegak di depan Alisa seolah menjadi benteng yang melindunginya dari situasi yang membuat istrinya itu tidak nyaman.

“Ada hotel. Kamu bisa tinggal disana.” jawabnya dingin.

Marisa menatap tak percaya pria yang hampir saja menjadi suaminya itu. Dulu… meskipun tidak romantis, tapi perlakuan Harlan sangat baik dan hangat. Tidak sedingin saat ini.

Setelah itu Harlan langsung mengalihkan pandangannya ke arah pintu unit apartemen mereka.

“Sayang…”

“Iya, Mas?”

“Ayo, kita masuk.”

Nada suara Harlan langsung berubah jauh lebih lembut saat berbicara kepada istrinya.

Sangat kontras saat ia bicara dengan Marisa. Namun baru saja Harlan hendak berjalan, Marisa tiba-tiba kembali bersuara.

“Kamu yakin, lebih memilih dia dibanding aku?” tanyanya dengan suara yang sangat lantang.

Langkah Harlan terhenti.

Beberapa detik pria itu diam membelakangi Marisa.

Lalu perlahan, Harlan menoleh setengah badan.

Tatapannya masih sangat dingin dan tegas. Sama sekali tidak memperlihatkan keraguan sedikitpun.

“Aku tidak sedang memilih. Aku hanya… menjaga yang memang sudah menjadi milikku.”

1
Uba Muhammad Al-varo
akhirnya happy ending, terima kasih kakak author 🙏🙏♥️💪💪💪
🌸 Triyani 🌸: sama sama kak 🤗
total 1 replies
Reni Anjarwani
baguss
Lusi Hariyani
tamat beneran ini kak
🌸 Triyani 🌸: iya 😭
total 1 replies
Reni Anjarwani
ucap syukur
Uba Muhammad Al-varo
akhirnya Alisa melahirkan bayi laki-laki nya dengan selamat 🙏
Uba Muhammad Al-varo
semoga Alisa dan janinnya sehat dan selamat sampai kelahirannya, inilah buah kesabarannya Alisa mendapatkan suami dan keluarga yang menyayanginya
Reni Anjarwani
up doubel thor
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Teh Yen
lanjut thor
Teh Yen
selamat yah buat Alisa d Harlan
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Reni Anjarwani
bagus sayang upnya lama bgt
Uba Muhammad Al-varo
akhirnya pak Ali sadar dari kezalimannya terhadap Alisa anak kandung nya
Ani Basiati
lanjut thor💪💪💪
Ani Basiati
lanjut thor
Uba Muhammad Al-varo
Alisa, Harlan semoga mereka berdua cepat diberikan keturunan 💪💪💪
Reni Anjarwani
lama bgt upnya
Siti M Akil
hadeh bertahun² kma baru nyadar
Oma Gavin
keputusan yg terlambat tsoinlrbih baik dari pada tidak pernah sadar akan kesalahannya, pak ali jgn pernah lagi luluh sama rengekan dan tangisan yuni semua palsu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!