NovelToon NovelToon
Papaku Kaya Dengan Sistem

Papaku Kaya Dengan Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:17.8k
Nilai: 5
Nama Author: less22

Arhan si tukang panggul harus menelan pahitnya hidup, rumahnya terbakar, ia mengalami luka bakar, anaknya pincang karena tertimpa kayu dan istrinya menceraikannya.

Naasnya ia mati di lindas 3 mobil sekaligus. Tapi siapa sangka jika hidupnya berubah saat ia mendapat sistem.

Sistem mengubah hidupnya dan membuat mantan istrinya menyesal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3

Bab 3

Arhan dan Arka meninggalkan rumah sakit dengan langkah yang pelan. Udara malam sedikit sejuk menyentuh wajah mereka, dan lampu jalan menyinari jalan raya yang sepi.

Arka, yang baru saja melihat ayahnya yang masih hidup, ia masih merasa tak percaya.

"Papa, tadi aku pikir Papa meninggal,” ujar Arka dengan suara lemah, lalu ia memeluk bahu ayahnya erat.

Mata Arka masih sedikit berkaca-kaca karena ia masih merasa sedih dan terkejut melihat ayahnya mati di depannya.

Arhan menundukkan kepala, tangannya menyentuh kepala Arka dengan lembut.

"Sebenarnya… tadinya iya. Cuma ada keajaiban lain yang datang pada Papa, dan memberi kesempatan hidup sekali lagi. Seperti ada tangan yang menarik Papa kembali dari dunia lain," katanya dengan nada yang tenang tapi penuh makna.

"Apa itu, Papa?" tanya Arka dengan wajah polos, mata besarnya menatap Arhan dengan rasa penasaran yang tulus. Dia tidak mengerti apa yang ayahnya maksud dengan “keajaiban”.

"Hm… “ Arhan bingung mau menjelaskan. Dia tahu jika dia memberitahu tentang sistem yang muncul di kepalanya saat dia hampir mati, Arka yang baru berusia 5 tahun tak akan paham.

Dia menggeleng-geleng sedikit. "Pokoknya sesuatu yang luar biasa lah, sayang. Yang membuat Papa bisa kembali ke sisi Arka," katanya demgan senyum lebar.

Saat itu, Arhan teringat pada hadiah yang didapat dari sistem, sebuah sepeda motor. Dia belum sempat mencobanya, dan sekarang mereka butuh cara pulang yang cepat.

"Sistem, bagaimana aku mengambil sepeda motor ku?” tanya Arhan dalam hati, sedikit kebingungan.

Sebuah tulisan muncul di depan matanya yang hanya dia bisa lihat.

[Sama seperti Anda mengambil uang, Anda cukup sentuh layar gambar motor, maka motor akan keluar dengan sendirinya. Begitu juga dengan hadiah yang lain]

Arhan mengangguk-angguk mengerti. Dia membuka layar sistem di depan matanya, menemukan ikon gambar sepeda motor, dan menyentuhnya dengan pikiran.

Tiba-tiba, cahaya terang menyala sebentar, dan sebuah sepeda motor muncul tiba-tiba di hadapannya, membuat Arhan dan Arka terkejut dan melompat sedikit.

"Wah, motor ini keren banget!” celetuk Arhan terkagum-kagum, mata memandang motor dengan penuh kagum.

Ini adalah motor pengeluaran terbaru, warna hitam metalik dengan desain yang gagah. Dia tidak menduga sistem bisa memberikannya sesuatu yang seharga itu dengan mudah.

"Papa, ini motor datang dari mana?” tanya Arka dengan mata yang membulat lebar, masih tidak percaya apa yang dilihatnya.

"Hm… he he he, Papa bisa sulap kok!” kata Arhan sambil menggaruk kepalanya dengan ragu, tersenyum lebar. 

Arhan berkata pada diri sendiri“Lain kali aku harus hati-hati, jangan keluarin hadiah di depan anak lagi.” 

Arhan memeriksa motor tersebut, sudah ada kunci motornya, bahan bakar juga terisi penuh, kemudian ia membuka jok belakang dan di sana ada helm kecil dan besar, sepertinya motor ini memuat disediakan untuk mereka. 

Malam semakin dingin membuat Arhan sedikit mengigil karena ia tidak memakai baju.

"Ya udah, kita pulang yuk. Duduk baik-baik ya, sayang.” Arhan mendudukkan Arka di belakang jok, menutupnya dengan helm yang ada di dalam jok motor, lalu ia duduk di depan setir motor. Mesin menyala dengan bunyi yang halus, dan mereka melaju meninggalkan rumah sakit menuju rumah mereka.

Arhan menggeser tuas gas dengan lembut, dan motor melaju dengan lancar di jalan raya yang sepi.

"Wah, motornya bagus banget dan tarikannya juga lembut," ujar dia sambil mengangguk-angguk, mata penuh kagum.

Dia merasakan keamanan yang baru dari jok motor ini, sangat berbeda dari motor lama yang sering mogok, dan sekarang tidak pernah di pakai lagi karena tak punya uang untuk memperbaikinya. 

Sambil mengendarai, dia menurunkan tangan kanannya sedikit dan memegang jari-jari Arka yang ada di belakang.

Sentuhan itu lembut tapi penuh kasih. Arhan tersenyum lebar, hati terasa penuh harapan.

"Setelah tadi dinyatakan meninggal karena kecelakaan, sekarang aku hidup lagi, dan hebatnya, aku mendapat sistem. Ini pasti pelangi setelah badai yang panjang ya?" gumamnya dalam hati.

"Arka, mulai sekarang, kamu pergi sekolah nggak perlu jalan kaki lagi atau naik ojek. Sekarang kita sudah punya motor baru, Papa akan antar jemput kamu setiap hari," kata Arhan dengan suara ceria

Arka yang duduk diam di belakang hanya menikmati angin yang menyentuh wajahnya, matanya melihat pemandangan jalan raya yang lewat. Dia merasa aman di belakang ayahnya.

"Arka senang nggak?" tanya Arhan lagi, memutar kepala sedikit ke belakang.

Arka mengangguk pelan, "Senang, Pa..." ujarnya dengan suara lemah tapi jelas.

Tak lama kemudian, mereka sampai di samping rumah sederhana yang telah menjadi tempat tinggal mereka setelah rumah besar mereka terbakar.

Arhan memarkir motor di depan pintu, lalu menurunkan Arka ke bawah dengan hati-hati. Dia membuka pintu rumah yang kusam, dan udara sejuk dari dalam menyambut mereka.

Rumah itu tampak sunyi, tanpa kehadiran istrinya, Gina, yang telah pergi meninggalkan mereka demi laki-laki lain.

Setiap sudut rumah menjadi saksi bisu atas kepergiannya, tapi meskipun begitu, bagi Arhan dan Arka, ini tetaplah rumah ternyaman di dunia.

Tiba-tiba, Arhan ingat sesuatu. Dia menghela napas.

"Oh, lupa!" katanya. Ia belum sempat membeli makan malam, terutama untuk Arka.

Arhan berjongkok di depan Arka, wajahnya menunjukkan rasa menyesal. "Sayang, apa kamu lapar? Papa minta maaf ya, lupa banget."

Arka menggeleng-geleng kepala, wajahnya tetap ceria. "Arka sudah kenyang, Pa. Tadi Om Dokter memberi Arka makanan yang enak, ada nasi putih dan ayam bakar," katanya sambil memegang pundak ayahnya.

Arhan merasa lega, napasnya terbebas. "Syukurlah kalau begitu. Mari kita istirahat, ya? Arka pasti capek setelah seharian di rumah sakit." Dia memegang tangan Arka dan mengantarkannya ke kamar kecil yang mereka bagikan. Besok pagi, Arka harus kembali ke sekolah.

Arhan menempatkan Arka di ranjang, menutupinya dengan selimut tebal. Dia duduk di tepi ranjang, mengusap kepala anaknya dengan lembut.

"Selamat malam, Arka, ayo tidur nak," ujarnya dengan suara pelan.

Matanya sedikit berkaca-kaca ketika dia menginga Gina. "Tolong lupakan Mama ya... dia sudah tidak menginginkan Arka dan Papa lagi. Tapi tenang, Papa akan selalu ada untuk Arka, selamanya."

Arka mengangguk, mata sudah mulai berat. "Iya, Pa... Arka hanya butuh Papa..." ujarnya sebelum mata nya tertutup dan dia terlelap.

Arhan tetap duduk di situ sebentar, menatap anaknya yang tidur, dan berdoa agar kehidupannya mulai membaik, dengan bantuan sistem yang baru didapatkannya.

******

Keesokan paginya, matahari baru saja terbit dan menyebarkan sinar emas ke seluruh halaman rumah Arhan.

Arhan telah bangun pagi-pagi sekali, jam 5 pagi dan sudah membersihkan motor baru yang parkir di depan pintu. Wajahnya dipenuhi semangat, sesuatu yang jarang terlihat sejak Gina pergi. Dia mengenakan baju favoritnya. 

Dia mendekati pintu kamar Arka dan mengetuk lembut.

"Ayo, Arka! Hari ini Papa antar kamu ke sekolah dengan motor baru!" ujarnya dengan senyum lebar, suaranya ceria dan penuh ceria

Pagi ini memang tampak berbeda dari pagi biasanya, udara segar, langit cerah tanpa awan, dan seolah-olah semua hal menebarkan kebahagiaan yang tiba-tiba muncul.

Dalam kamar, Arka  buru-buru mengambil tas sekolahnya. Dia mendengar suara ayahnya dan merasa senang, ini adalah pertama kalinya Papa terlihat begitu bahagia dalam waktu lama.

Arka keluar dari rumah dengan buru-buru, tasnya terikat sembrono di pundaknya. 

"Papa, tunggu!" teriak Arka sambil berlari cepat ke arah Arhan.

Arhan menunggu dengan senyum, tangan memegang helm untuk Arka. "Santai, sayang, jangan tergesa-gesa. Motornya nggak akan lari sendiri kok," katanya sambil menundukkan kepala dan memakaikan helm pada Arka dengan hati-hati. 

Dia memeriksa tali helm berkali-kali untuk memastikan kuat. Ia juga membetulkan tas Arka.

"Baik, siap? Hari ini kita akan sampai sekolah lebih cepat, dan mungkin bisa beli roti hangat di warung depan sekolah ya?" kata Arhan tersenyum.

Arka mengangguk dengan gembira.

"Siap, Pa! Arka mau roti coklat!" ujarnya sambil naik ke belakang motor dengan lincah.

Arhan naik ke depan, memutar kunci mesin, dan motor menyala dengan bunyi halus. Mereka melaju keluar dari halaman rumah, dengan perasaan bahagia

1
Ambu Rinddiany Thea
sistem minta karungin tuh s gina buat kasih makan ikan piranha
aldo
wah mantap sekali thor
aldo
up lah thor seru sekali 🙏🙏🙏🙏
less22: Terima aksih🥰🥰
total 1 replies
Ambu Rinddiany Thea
sekalian sama kepsek nya juga keluarin ganti sama yg bijak
less22
wahhh Terima kasih
aldo
wah mantap sekali thor dan jangan lupa up nya ya thor seru sekali thor 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
aldo
up lah thor seru sekali 🙏🙏🙏
less22: nanti sore lagi
total 1 replies
月亮星星 ( yueliang xingxing )🌟🌙
boleh gk sih saran Thor klo LG jalanin misi nylametin orang pke masker Thor jd klihtn misterius gtu ..
TUAN AMIR
bagus dan menarik. tak sabar nak tunggu sambungan dan saya harap cerita ini tidak separuh- separuh.
less22: oke, Terima kasih kak
total 1 replies
aldo
waduh mantap thor semangat terus ya thor up nya 🙏🙏🙏🙏🙏
Ambu Rinddiany Thea
arka jagn takut ya nak aku ibumu d sini 🤭😂
Ambu Rinddiany Thea: duhh 🤣
total 2 replies
aldo
waw lanjut lah thor seru sekali
less22: nanti ya🤣🤣
total 1 replies
Lili Inggrid
terus lanjut
less22: asiap kak
total 1 replies
Ambu Rinddiany Thea
paling sebel dah klo anak sekolahan yg baru sd tp udh pinter ngebuli , 😡
less22: betul tuh
total 1 replies
Ambu Rinddiany Thea
mau ath arhan ramuannya ambu 🤭
aldo
lanjut thor seru sekali thor 🙏🙏🙏🙏🙏
less22: wahhh Terima kasih🥰🥰
total 1 replies
aldo
wah seru sekali thor jangan lupa up nya ya thor semangat terus ya 🙏🙏🙏🙏
less22: hahaha siappppp
total 1 replies
TUAN AMIR
lanjutkan lagi. seronok baca
less22: wahhh Terima kasih🥰🥰
total 1 replies
aldo
lanjut thor seru sekali 🙏🙏🙏
less22: Terima kasih🥰
total 1 replies
aldo
wah bagus banget thor semangat ya buat up nya ya thor 🙏🙏🙏🙏🤣🤣
less22: oke, siappp
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!