NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Nona Arrogant

Takdir Cinta Nona Arrogant

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: khitara

Namanya Esterlita Hanggara Suparapto, putri bungsu pengusaha transportasi terkenal Anthony Hanggara Suprapto dan Hagia Selvia Suprapto.
Ester adalah gadis cantik berusia 20 tahun, karena statusnya yang merupakan putri bungsu ia mendapatkan kasih sayang berlebih dari kedua orang tuanya dan kedua kakak perempuannya.

Namun ternyata perlakuan itu menjadikan Esterlita menjadi sosok nona muda dengan segudang sifat dan sikapnya yang menyebalkan. Estelerlita menjadi sosok yang sangat arrogant dan suka merendahkan orang lain.

Pergaulannya kian liar,

Keributan demi keributan seringkali ia ciptakan, Titik kesabaran tuan Anthony mencapai batas ketika ia bertemu dengan sang putri di loby hotel bersama seorang pria yang sangat tidak ia suka.

Tuan Anthony marah bukan main,

keputusan di buat,
Jika Ester tak ingin kehilangan haknya atas semua fasilitas dari sang ayah maka ia harus mau menikah dengan Yoga Setyawan.

Supir pribadi sang ayah,

brugh....
Ester pingsan....

apa yang akan terjadi.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 26 makanan mahal

Yoga segera bangkit dengan cepat dan mengejar Ester.

" katakan kamu mau makan di mana ?! " tanya Yoga sambil memegang tangan Ester yang hendak membuka pintu mobil.

" tidak jadi, aku tidak mau papa menuduhku menyulitkanmu " jawab Ester ketus.

" tidak akan,

katakan saja kamu mau makan di mana ?! " Yoga sebal sekali karena ia merasa seperti di remehkan oleh Ester.

Padahal kalau hanya makan sih tentu ia punya uang...

meski Ester minta makan di restauran mahal sekalipun.

" memang kau punya uang ?! " tanya Ester, sungguh ia tak ingin terlibat masalah dengan sang papa kalau sampai ia menyulitkan laki laki di depannya itu.

" perkara uang itu urusanku, katakan saja kau mau makan di mana ?! " jawab Yoga lagi agak ketus karena ia yang merasa tersinggung.

" kok kamu nyolot sih " Estrr ganti tidak terima karena merasa di bentak oleh Yoga

" ckk....

ya Tuhan nona.....aku tidak nyolot, aku cuma mau yakinkan kamu,

silahkan kamu minta makan di mana " Yoga memperlembut ucapannya.

" gitu dong kalau ngomong....kan jadi nggak tersinggung.

ok..

jangan salahkan aku ya...." jawab Ester sambil menuding Yoga dengan ujung jarinya.

" hemm...."

" ini lepas dulu kenapa sih....suka banget kayaknya pegang tangan aku " omel Este ketika ia sadar Yoga masih memegangi lengannya.

Seakan baru tersadar, Yoga menarik tangannya dari lengan Ester.

Setelah itu Ester langsung ngeloyor masuk mobil.

Yoga lagi lagi menghela nafas sebelum ia ikut menyusul masuk mobil.

Dan sekarang,

Di sinilah mereka berada,

Yoga menatap jengah gadis di cantik di hadapannya yang terlihat sedang makan dengan lahapnya itu.

Ia masih teringat sikap gadis itu padanya tadi sebelum masuk rumah makan ini.

" hei...kenapa belok kemari ?! " pekik Ester tadi ketika Yoga membelokkan mobilnya memasuki area parkiran sebuah rumah makan yang menyajikan makanan ala ala luar negri.

" lalu ?! " cicit Yoga

" terus saja, nanti aku tunjukkan jalannya " jawab Ester,

" tidak mau makan di sini ?! " cicit Yoga

" tidak "

" kenapa ?! Takut aku tidak bisa bayar ?! Aku punya uang.

makanlah di sini jika kau mau di sini "

" kamu kok maksa sih...?! Aku tidak mau makan di sini " jawab Ester ketus.

" lalu ?! "

" aku kan sudah bilang, jalan aja terus nanti aku tunjukkan tempatnya " jawab Ester lagi masih dengan nada ketusnya.

dan setelah beberapa waktu...

Yoga di buat menarik nafas panjang ketika pilihan Ester ternyata adalah....

sebuah rumah makan padang.

Yoga merasa sedikit geram karena gadis itu, ia kira makanan mahal seperti apa dan seberapa mahal yang mau dia makan sampai ia takut kalau dirinya tak akan bisa membayarnya.

Tapi ternyata....

Oh ya Tuhan...

Rutuk Yoga di dalam hati sambil terus menatap Ester makan.

" kenapa melihatku begitu ?! Mau ?! Pesan sendiri " ucap Ester dengan terus menyuap makanannya.

" kamu bisa habiskan semua ini sendiri ?! " tanya Yoga sambil menatap menu menu yang ada di hadapan Ester itu.

Sepertinya semua menu yang ada di rumah makan ini ada semua di hadapan gadis itu sekarang.

Pantas saja Ester meyakinkannya akan uang, rasanya meski hanya nasi padang, tapi uang sejuta tidak akan cukup.

Monolog Yoga di dalam hati.

" iya kenapa ?! Kamu menyesal ?! " tanya Ester dengan raut wajah sedikit kesal

" enggak,

kalau masih mau tambah aja..." jawab Yoga cepat

Ester mencebik dan melanjutkan makannya, ia tak perduli meski saat ini acara makannya menjadi pusat perhatian Yoga yang duduk di depannya.

Suasana hatinya sedang tidak baik baik saja, dan melampiaskan kekesalan hatinya pada makanan adalah hal yang biasa baginya.

Satu persatu menu yang tersaji di atas piring mulai habis,

Yoga pun tak lelah menatap Ester yang asyik makan.

( badan sekecil itu tapi bisa makan sebanyak itu....) cicit Yoga di dalam hati dengan terus menatap Ester.

Senyum tersungging di bibirnya melihat tingkah Ester yang menurutnya menggemaskan itu.

" uhuk uhuk...." Ester tersedak

" makan pelan pelan, tidak ada yang akan meminta makananmu " ucap Yoga sambil mendekatkan gelas berisi air putih kepada Ester kemudian tisunya juga.

Sekali lagi Ester tak merespon sedikitpun perhatian Yoga meski ia meminum air pemberiannya juga tisu yang ia dekatkan untuk mengelap bibirnya.

Sungguh saat ini Yoga terlihat seperti sedang melayani Ester makan.

" abang..." Yoga sibuk mendekatkan piring berisi lauk kepada Ester ketika tiba tiba seorang gadis menyapa Yoga dengan panggilan lembut.

" Zahra...kamu di sini ?! Sama siapa ?! " jawab Yoga dengan raut wajah kagetnya menjawab sapaan seseorang itu yang tidak lain adalah Zahra adik sepupunya.

Ia pikir Zahra sudah balik ke kampung.

Ester ikut menatap gadis itu dan menghentikan acara makanannya.

" sendiri bang,

abang sendiri ?! Sedang apa di sini ?! sama...si..a...pa...?! " jawab Zahra dengan suara sedikit tergagap.

Ia menoleh menatap Ester yang saat ini juga sedang menatapnya,

Mata kedua gadis itu pun bertemu untuk beberapa waktu.

Raut wajah tidak suka terlihat jelas pada Zahra untuk Ester.

" oh ini,

 dia.. kenalkan Ra...dia...." Yoga berniat mengenalkan Ester pada Zahra.

Tapi...

" sorry...

aku sedang makan, tidak bisa salaman... " Ester langsung memotong ucapan Yoga dan kembali menyuap makanannya setelah ia memutus lebih dulu tautan matanya dengan gadis yang ia dengar tadi namanya Zahra.

Yoga mengerutkan kening,

" kamu sedang apa di sini Ra ?! Aku pikir kamu sudah balik ke kampung " ucap Yoga kemudia.

" abah minta di beliin nasi padang bang, belum bang...

abah sakit lagi " jawab Zahra

" lho..iya...."

" kalau mau ngobrol harap di luar saja, jangan menganggu acara makanku " lagi lagi Ester memotong ucapan Yoga yang belum selesai terucap.

Zahra menatap Ester ketus,

" sorry,

bentar aku keluar dulu ya...ayo Ra, kita bicara di luar saja " jawab Yoga dan mengajak Zahra keluar.

Sepeninggal Yoga, Ester yang tadi nampak sibuk makan menghentikan kesibukannya dan melongok menatap Yoga yang keluar dengan di ikuti gadis bernama Zahra itu.

" apalah dia itu,

Pakek acara setuju mau nikahin aku katanya...

ngakuin siapa aku aja dia nggak berani,

Dasar...." Ester merutuki Yoga,

Diam diam ia tersinggung karena Yoga yang tidak memberitahukan siapa dirinya di depan Zahra tadi.

Sementara Yoga,

" siapa sih dia bang... ?! Sombong banget, gayanya kayak yang udah bisa beli orang aja " Zahra mengomel kepada Yoga setelah mereka berada di luar.

" dia Ester,

putri majikan abang " jawab Yoga lagi tanpa ia tahu, Ester telah berdiri tak jauh di belakangnya.

Sepeninggal Yoga,

Tiba tiba saja Ester seperti kehilangan nafsu makannnya juga.

Dan sekali lagi, jawaban Yoga melahirkan asumsi lain di pikirannya.

" ngapain sih abang masih mau berada di rumah itu,

abang udah kayak budak tahu nggak sih " omel Zahra lagi.

" bukan be..."

" minggir,

kalau mau pacaran cari tempat, jangan asal " Ester lagi lagi memotong ucapan Yoga dan membuat Yoga juga Zahra menoleh padanya.

" lho...kok " Yoga kaget melihat keberadaan Ester di dekatnya.

Seingatnya tadi masih lumayan banyak lauk yang belum di sentuh gadis itu.

" aku sudah selesai makan dan aku sudah bayar sendiri makananku " jawab Ester ketus menanggapi reaksi Yoga itu.

Yoga sedikit terperangah.

Sedangkan Ester,

usai berucap, Kemudian ia melangkah maju dan menabrak pundak Zahra dengan sengaja.

Tubuh Zahra terhuyung dan hampir saja terjungkal ke depan kalau saja Yoga tidak sigap segera menangkap lengannya.

" aw...." Zahra meringis

" kamu nggak papa Ra ?! " Yoga sedikit panik memperhatikan Zahra dengan masih memegangi lengan adik sepupunya itu.

Sementara Ester...ga

gadis itu terus melangkah maju menuju mobil yang terparkir di depan sana tanpa menoleh sedikitpun ke belakang.

" pasangan lebay..." omelnya.

1
Tuti Tyastuti
𝘦𝘪𝘢 𝘺𝘰𝘨𝘢 𝘦𝘴𝘵𝘦𝘳 𝘮𝘢𝘳𝘢𝘩 𝘥𝘢𝘯 𝘤𝘦𝘮𝘣𝘶𝘳𝘶 𝘴𝘮 𝘻𝘢𝘩𝘳𝘢
shinta
nahh lho, plot twist apa lagi ini..... aku kirain hubungan mereka bakal cemburu, marah dan mais kemudian... tapi ini, sepertinya ga akan mudah. duh Yoga sabar yah




makasih udah up di hari Minggu ya Kak Thara, aku beneran ga nyangka, love sekebon deh😍😍😍😍
shinta: sama-sama, Kak Thara... semangat terus yah!!
total 2 replies
partini
good story
Tuti Tyastuti
𝘤𝘪𝘦𝘦𝘦 𝘢𝘥𝘢 𝘺𝘨 𝘤𝘦𝘮𝘣𝘶𝘳𝘶🤭😂😂
shinta
Kamu cemburu dan marah ga dilakuin calon istri ya Esther....
ngakuuuuuuuuuu udah mulai tersepona dan teryoga yoga🤣🤣🤣
shinta
deeuuuhhhh udah nyaman ya Neng...... bentar lagi jatuh cinta deh ke Yoga!
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘦𝘴𝘵𝘦𝘳🤣🤣🤣
Tuti Tyastuti
𝘦𝘴𝘵𝘦𝘳 𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘶𝘭𝘢𝘪 𝘮𝘢𝘭𝘶" 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘨𝘦𝘯𝘨𝘴𝘪😂
Mega Maharani
ceritanya menarik
shinta
nah lho ... mulai ada titik...titik nihh 😍😍😍
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Mardia Emailvivo
deh penasaran binggit deh kek mana kelanjutan nya,semoga nona muda ini sadar lelaki yg harus dia percaya,,😄😄😄
shinta
waaahhhh harus nunggu besok iniiii, padahal penasaran banget!
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘯𝘢𝘩 𝘣𝘢𝘳𝘶 𝘬𝘢𝘶 𝘱𝘦𝘳𝘤𝘢𝘺𝘢 𝘦𝘴𝘵𝘦𝘳 𝘴𝘦𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘭𝘢𝘬𝘶𝘢𝘯 𝘴𝘪 𝘱𝘪𝘦𝘵
Tuti Tyastuti
𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘬𝘦𝘯𝘢 𝘮𝘢𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘪 𝘦𝘴𝘵𝘦𝘳
shinta
padahal biarin aja tuh Esther makan dulu yoga, biar dia tahu kelicikan Pieter!!
Tuti Tyastuti: 𝘦𝘪𝘢 𝘣𝘪𝘺𝘢𝘳 𝘬𝘢𝘱𝘰𝘬 𝘴𝘪 𝘦𝘴𝘵𝘦𝘳
total 1 replies
shinta
bukan Pieter kan, seseorang yg mungkin membahayakan hidup Esther
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!