NovelToon NovelToon
Membalas Perlakuan Suami Dan Ipar

Membalas Perlakuan Suami Dan Ipar

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Wanita Karir / Penyesalan Suami / Ibu Mertua Kejam
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rana putri

Rayya kemala putri, Wanita yang selama ini selalu di anggap menjadi beban suaminya. Menjelma sebagai wanita karir yang sukses setelah mengetahui perselingkuhan sang suami, apalagi kenyataan yang ia terima bahwa ternyata kakak iparnya sendiri mendukung perselingkuhan itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rana putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

“Bagaimana ini? Bagaimana aku menjelaskan pada kakakk jika saat ini hubungan rumah tanggaku sedang retak.” Gumam nya. Ia menutup laptop nya, berkali kali ia mengetik untuk membalas pesan nya. Tapi sering kali juga ia menghapusnya kembali , Hingga 15 menit berlalu rayya belum juga membalas.

Sampai tiba tiba rakka melakukan panggilan telvon padanya, rayya ingin tidak mengangkatnya. Tapi sudah lama sekali dia tak pernah berkomunikasi dengan kakak nya itu. Jadi tak ada alasan ia untuk menolak panggilan telpon itu.

Setelah menarik nafas nya dalam dalam, Ia pun menekan tombol hijau lalu menempelkan ponselnya ke daun telinga “Ha-halo kak?”

“Assalamualaikum adekk..”

Rayya menggaruk tengkuk nya, saking gugupnya ia sampai lupa mengucapkan salam “Hehe, assalamualaikum kak.”

“Walaikum salam, kenapa pesan kakak lama sekali nggak kamu bales. kamu baik baik aja kan dek disana?” Tanya rakka.

Rasanya sudah lama sekali rayya tak pernah bercerita dengan rakka, Karna kesibukan nya selama ini mengurus suami dan anaknya. Ia juga jarang menceritakan apapun yang terjadi dalam rumah tangganya, karna ia tak ingin membuat rakka kepikiran.

tapi kini dirinya tak memiliki siapapun kecuali arra, Ia juga butuh seseorang untuk mendampingi nya selama proses cerai dengan reino. Tapi apakah itu harus rakka? Satu satunya keluarganya yang tersisa?

“Dek?”

“I-iya kak? Aku - aku baik baik aja kok, kakak ga perlu khawatir.” Rayya masih berusaha menutupi masalah keluarganya. Tapi sepertinya rakka tak lansung percaya begitu saja mendengar kegugupan adik semata wayang nya itu.

“Dek, jangan pernah bohong sama kakak ya. Kamu cuman punya kakak sekarang, kalau bukan kakak yang bantu kamu, mau siapa lagi. Jangan merasa bisa melakukan apapun sendiri, Sedangkan kamu punya kakak yang kapanpun dan dimana pun bisa membantu masalah mu..”

ucapan rakka membuat rayya tak sanggup menahan air matanya, Tetes demi tetes air mata jatuh membasahi pipi nya yang kini terlihat sedikit bersih. Tidak kusam seperti sebelum nya.

Isakan tangis rayya terdengar rakka, membuat laki laki itu kembali merasa jika rayya benar benar sedang ada masalah.

“Sudah jangan menangis, 3 hari lagi kakak akan berkunjung kesana . Sabar sedikit ya..”

tak lama panggilan terputus, Rayya menghapus air matanya. Berusaha menguatkan diri, bahwa sekarang dirinya tak lagi sendiri. Ada kakak nya yang akan menjadi garda terdepan untuk melindungi dirinya.

***

Keesokan paginya, dirumah rayya sudah terjadi keributan. Raisa memaksa rayya untuk memberikan tablet milik arra pada maira, karna tadi pagi maira menangis ingin tablet seperti punya arra.

“Apalagi sih mbak?” Tanya rayya ketika ia membukakan pintu untuk raisa , raisa dengan angkuh nya berdiri tegak menatap rayya.

“Aku mau minta tablet milik arra untuk maira, karna tadi pagi maira nangis ingin tablet arra.” Ucapnya enteng membuat rayya mengerutkan kening nya.

“Mbak? Gak salah? Daripada mbak minta tablet milik anakku, mending mbak ajarin deh sama anak mbak ini supaya dia ngerti. Gak semua hal di dunia ini bisa jadi milik dia. Apalagi jika itu Milik orang lain, jangan kebiasaan ngajarin anak untuk merebut barang orang lain. Tar kebiasaan buruk itu bisa berdampak sampai dia dewasa loh..”

“Heh rayya! Aku kesini bukan untuk dengerin ceramah mu ya, Tapi aku kesini mau minjem tablet punya arra untuk maira.”

Rayya menghela nafas panjang, susah bener ngomong sama orang yang otaknya udah gakk waras “Maaf mb, itu milik arra sampai kapan pun aku gak akan kasih pada siapapun. Kecuali arra sendiri yang meminjamkan, Tapi dalam tanda kutip ya mb, meminjam bukan berarti jadi hak milik..” ucap rayya membuat dada raisa semakin panas

“Mama…” tiba tiba arra keluar dari dalam kamar membawa tablet nya, Maira yang melihat tablet arra berbinar binar. Ia sudah tak sabar memainkan tablet itu dirumah, pasti ada banyak permainan disana.

“Maaa, ambil tablet itu. Aku mauuu.” Oceh maira

Arra yang mendengar jika maira kembali ingin mengambil tabletnya, segera menyembunyikan tablet itu ke balik punggung nya. Ia membatalkan ijin pada ibunya untuk mendownload aplikasi permainan baru di tablet karna takut tablet nya di ambil maira.

“Arraaa. Cepat kamu kasih tablet itu pada maira..” titahh raisa sambil melototkan matanya. Arra ketakutan, ia sampai bersembunyi di belakang tubuh rayya.

“Kamu gak bisa nyuruh nyuruh anakku mbak! Karna kamu bukan siapa siapa, Jadi sekarang lebih baik kamu pergi sebelum aku murka.” Ucap rayya

“Aku gak akan pergi sebelum tablet itu kamu kasih ke aku.”

“Kamu ini kenapa sih mbak? Gak cukup apa kamu merebut ayah nya arra? Sekarang apa yang di punya arra juga mau kamu rebut? Hobi kamu emang perebut yaa.. memalukan sekali.”

“Heh rayya kamu jangan kurang ajar yaaa, Tablet itu dibeli pake-“

Belum selesai raisa berucap, rayya memotong ucapan raisa dengan emosi yang meledak “Pake apa mbak? Pake uang adikmu itu? Kamu salah besarr mbak, asal kamu tau. Walaupun dulu aku di kasih nafkah adik kamu, belum tentu aku bisa membeli tablet ini. Karna uang bulanan yang dikasih aku juga kamu yang Menikmati mbak!! Apa sekarang kamu belum puas juga, setelah merebut nafkah bulanan ku. Selalu mencampuri rumah tanggaku, sekarang kamu ingin mengambil apa yang aku beli dari tabungan ku, serakah kamu mbak!!” Bentak rayya

Suara rayya yang cukup tinggi membuat para tetangga berhamburan keluar dari rumah masing masing, Mereka berkumpul di satu titik lalu mulai berbisik bisik “Ada apa itu?”

“Entah, yang aku dengar daritadi, raisa mau ngambil tablet milik arra. Dasar perempuan gak punya malu.”

“Astaga, gak punya malu banget tuh raisa. Padahal setau saya selama ini dia selalu meminta uang sama rayya, Gak perduli adik iparnya itu sedang kesulitan uang.”

“Emang serakah!!!”

Raisa mendengar bisik bisik itu, Ia mengepalkan kedua tangan nya lalu ia memilih pergi dari sana daripada ia terus menjadi gunjingan para warga. Rayya hanya menatap kepergian kakak iparnya itu, Lalu ia tersenyum dan mengangguk pada beberapa tetangga yang masih menatap iba padanya.

1
Ma Em
Buat si Reino dan Raisa kapok dan tdk akan mengganggu Rayyan lagi .
Maria Yanti
ini kok tidak ada sambungannya LG ya
Ma Em
Bagus Rayyan manusia seperti Raisa hrs dilawan kalau tdk dia bakal terus menghina dan merendahkan kamu Rayya .
Ma Em
Reino kepedean banget sok kegantengan mau deketin anak nya wakil CEO agar bisa naik lagi jabatannya , semoga Rayyan segera menceraikan Rayyan agar Rayyan bebas dari suami benalunya dan sebelum Reino tau bahwa Rayyan anak orang kaya dan tempat Reino kerja adalah perusahaan Rayyan .
Allea
kenapa sih cerita diawalin kebodohan perempuan mulu 😁
Yeti Nurmalasari
kk ini ada lnjutany ga ya kk🙏
Yeti Nurmalasari: maksih kk karya nya semngat 💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!