NovelToon NovelToon
Sang Penerus

Sang Penerus

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Perperangan
Popularitas:12.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ai Aiy

Seorang pemuda tampan dari sebuah alam bawah dan dari sebuah perkumpulan keluar SING yang ada di sebuah wilayah mencoba dan terus mencoba. Entah apa yang akan di laluinya.
simak terus jalan ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ai Aiy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Api SUCI

Perhatian SING KANG tertuju pada kotak emas, dia langsung mengambil dan memegangnya.

Terdapat banyak Simbol simbol aneh yang terukir indah di luar tungku emas tersebut.

Simbol simbol aneh itu berupa formasi segel yang di pasang oleh pemiliknya dulu. Yaitu Tuan dari sisa kesadaran jiwa yang telah membantu SING KANG di dalam Bukit GEDE sewaktu menempa darahnya.

Dengan perlahan SING KANG membuka formasi segel tersebut, jari jarinya menekan kesana kemari sesuai dengan yang telah dipelajarinya.

Formasi ini sangat rumit, karena berupa formasi tingkat tinggi dan tidak ada yang bisa mempelajari formasi ini. Kecuali Tuan pemilik dari TUNGKU EMAS ini. Entah siapa namanya, SING KANG pun tidak tau. Karena pemilik formasi ini tidak menyebutkan namanya.

Setelah membuka TUNGKU EMAS itu, SING KANG melihat sebuah Api yang sangat unik. Dia belum pernah melihat dan membaca dari buku manapun mengenai api ini. Api itu memancarkan berbagai macam warna dan panasnya juga berbagai macam jenis.

Api itu tiba-tiba meloncat loncat membelah menjadi sembilan macam jenis dan warna. Dan kemudian menyatu kembali menjadi satu warna, yaitu Warna Emas.

Menurut keterangan dari pengetahuan yang masuk kedalam benaknya. Api ini dinamakan Api Sembilan Garis Darah. Atau orang-orang menyebutnya. Api Suci.

Dengan sangat hati-hati SING KANG langsung menyentuh Api SUCI itu. Tiba-tiba saja terjadi sebuah ledakan energi.

Api itu langsung membungkus tubuh SING KANG, membuatnya terperangkap dalam lautan api tersebut.

Suara gemuruh langsung terdengar beberapa menit lamanya, seolah olah api itu sedang berbicara kepadanya.

Ternyata api itu memasukkan semua informasi kedalam otak SING KANG. Dari pertama kali dia terbentuk, lalu kemudian berkembang dan setelah jutaan tahun lamanya. Api itu terus berevolusi dan berubah menjadi API SUCI.

"Hey Bocah lemah, kenapa kau membangunkan aku dari tidur panjangku?"

"EEEEEE..Tunggu dulu, ini dimana? Kok aku sekarang berada di tubuh seorang bocah lemah. Siapa kamu BOcah lemah?"

"HUH..Memalukan, dimana Tuanku?" Api itu terus berbicara kepada SING KANG dan bertanya.

"Hehehehe..Memang aku sekarang masih lah seorang bocah lemah dihadapan API SUCI yang kuat sepertimu, Kaisarnya para api. Tapi, seiring berjalannya waktu, maka Bocah yang kau anggap lemah akan tumbuh menjadi kuat, tak terkalahkan dan membawa nama yang besar"

"Biar kamu tau, aku bernama SING KANG dan sekarang kamu berada di dalam dunia jiwa milikku"

"Kamu tenang saja, KaKak API SUCI. Aku SING KANG tidak akan mengecewakanmu. Tuanmu yang dulu yang telah membuatmu jadi kuat seperti ini telah tiada. Dan sekarang dia menitipkan kamu kepadaku supaya menjadi bagian dari keluargaku" Kata SING KANG sedikit menjelaskan.

Api itu terus menekan tubuh SING KANG, dan semakin lama panasnya semakin membara. Tapi oleh karena SING KANG memiliki Tubuh dan garis darah sembilan nadi. Garis darah terkuat di seluruh alam ini. Lama kelamaan dia sudah terbiasa dengan api ini.

Setelah sekian lama, akhirnya api itu menyerah menekan tubuh SING KANG dan berkata pelan.

"Bocah lemah, kamu memang layak menjadi pengganti tuanku yang sekarang" Ucapnya, setelah berkata begitu api itu langsung menghilangkan tekanan di tubuh SING KANG. Membuat SING KANG kembali bisa bernafas lega.

BAM..

BAM..

BAM..

BAM..

BAM..

Terdengar suara ledakan terendam didalam tubuh SING KANG dan sekarang kultivasinya telah naik di BINTANG sebelas DEWA.

API SUCI sekarang telah menyatu dengan jiwanya dan mengokohkan pondasi kultivasinya.

Dengan adanya API SUCI, sekarang SING KANG tidak capek capek lagi duduk berkultivasi mengokohkan pondasi kultivasinya.

Setelah membuka matanya, SING KANG keluar dari dalam dunia jiwanya, hari telah berganti pagi.

Berjalan kearah kamar mandi, terus membersihkan tubuhnya. Mengganti pakaian yang baru. Setelah itu keluar dari kamarnya.

Setelah keluar dari kamarnya, SING KANG menuju ketempat ruang keluarga. Dia memikirkan beberapa rencana kedepannya.

Dengan langkah tenang dia terus berjalan hingga langkahnya sampai di sebuah ruangan yang sangat besar.

Di sana ia melihat seorang wanita cantik tengah sibuk menyiapkan sesuatu.

SING KANG langsung memanggil perempuan cantik paruh baya itu.

"IBU..!" Ucap SING KANG lembut.

KANG JENG yang sedang asyik menyiapkan hidangan sarapan pagi berbalik menatap kearah suara tersebut.

"Nak kamu sudah bangun, sini tunggu Ayahmu datang, dia pasti sangat senang melihatmu telah kembali" Uap Ibunya SING KANG tersenyum hangat.

Setelah duduk menunggu beberapa saat kemudian terlihat seorang pria paruh baya tampan bertubuh tinggi kekar keluar dari sebuah kamar dengan berbagai masalah dan beban hidup memenuhi otaknya. Raut wajahnya terlihat agak lesu. Mungkin ada masalah yang membebani pikirannya, sehingga nampak jelas terlihat.

SING KANG yang melihat wajah pria tampan agak lesu langsung menyapanya.

"Ayah...! Anakmu telah kembali. Maafkan aku yang telah membuat Ayah jadi susah. Sekali lagi maafkan Anak yang tidak berbati ini" Ucapnya.

SING KANG langsung berlari menghampiri ketempat Ayahnya SING GAMA dan langsung bersujud mencium kakinya.

Melihat seorang pemuda tampan kekar bersimpuh di kakinya, wajah SING GAMA langsung berubah jadi ceria. Senyum cerah keluar dari wajahnya.

Hahahaha...Anakku SING KANG telah kembali! Ayah tau kamu pasti tidak akan mati dengan begitu mudah, sama dengan Ayahmu waktu kecil dulu" Ucap SING GAMA sembari tertawa bahagia.

Kemudian dia memegang bahu SING KANG dan mengangkatnya berdiri dan langsung memeluknya sangat erat.

Setelah melepas kerinduan beberapa saat. SING GAMA melepaskan pelukannya, dia menatap putra semata wayang dengan tatapan lembut dan bangga.

Putranya telah tumbuh menjadi seorang pemuda tampan, kekar. Bahkan ketampanannya melebihinya. Wajahnya mirip Ibunya, KANG JENG. Matanya sangat mirip dengan dia. Tubuhnya sangat mirip dengan kakeknya SING TONG.

KANG JENG yang melihat Ayah dan Anak melepas kerinduan, dia tersenyum bahagia dan memanggil mereka.

"Kalian berdua kemarilah. Aku telah menyiapkan masakan, Ayo kita makan bersama" Ucap KANG JENG tersenyum hangat kearah Suami dan Anaknya.

Setelah duduk, mereka makan dengan bahagia. Suasana dalam rumah keluarga kecil beranggotakan tiga orang tampak hidup kembali penuh ceria.

Setelah selesai menyantap makanan, Ibunya KANG JENG langsung pergi kearah dapur membereskan alat alat makan yang kotor.

SING KANG dan Ayahnya SING GAMA saling bercerita. SING KANG bercerita mengenai pengalamannya selama empat tahun dan Ayahnya SING GAMA bercerita mengenai tentang situasi di kota SUNDARI ini dan juga mengenai perkumpulan keluarga mereka.

"Jadi..Jadi kau seorang Alkemis anakku?" Tanya SING GAMA terkejut.

Dukung terusan cerita ini dengan cara sebagai berikut pertama..

kasih suka dulu.

kedua..

Kasih Like aja.

Ketiga...

Kasih bintang lima semuanya.

Keempat.

Kaskus h vote dulu..

Keenam..

Kasih hadiah yang banyak.

Baru setelah itu kasih Iklan biar pendapatan author semakin meningkat.

Jangan lupa kritik saran dan masukannya..

Ada kelanjutannya tunggu saja dan dimana pun berada di bawah ini adalah kelanjutannya.

1
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Sing Kang bukan lawan kalian aliansi Kandole ini terlalu sombong dia pikir Sing Kang bisa dikalahkan tidak lah yaw🤣🤣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Bay Klin dengan kau ikut tuan muda Sing Kang kau nanti dapat membalas aliansi Kandole itu tenang saja 🤭
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
kau tunggu saja giliranmu Mo King para pengawalmu sudah mati semuanya
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
selama ada Sing Kang aman seluruh keluarga Sing dan Kang 🤭
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
lanjutkan 🤭
Ros 🍂
semangat Thor 💪🏽
Yu Yub
Lanjut kakak
Yu Yub
Jos deh...
Yuli Yulia
Semangat
Yuli Yulia
Kuatkan dirimu.
Yu Yub
Ngak akan
Yu Yub
Tentulah
Yuli Yulia
Nah, ngaku kan
Yuli Yulia
Aku tidak kok
Yu Yub
Dari sana
Yu Yub
Aku juga sama
Yuli Yulia
Dari sini
Yuli Yulia
Aku tidak kok
Yu Yub
Apa dia sakit, aku rasa dia sakit
Yu Yub
Ada apa dia mirip lirik sih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!