“Aku ingin memiliki banyak laki-laki tampan di sekelilingku, bukan hanya raja dan kaisar yang memilik harem. Aku juga akan menciptakan nya, rugi sekali jika punya kekuasaan dan wajah yang cantik jika tidak di gunakan dengan baik.”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nunpiee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Diare
“Sebenarnya, di dunia ini— Ah maksudku di wilayah ini ada berapa kekaisaran dan kerajaan?” Tanya Xiufei penasaran, dia bertanya pada suaminya yang sedang membaca gulungan kertas kekaisaran. Xiufei berbaring santai di kursi panjang yang tersedia disana, di depannya penuh dengan buah dan cemilan lain.
“Ada 3 kekaisaran, masing-masing kekaisaran terdapat 5 raja yang memimpin di dalam nya. Seperti yang kau tahu, aku salah satu dari kaisar itu. Dan surat yang kau balas kemarin, dia juga salah satu kaisar juga.” Jelas kaisar Tiantian.
“Satu lagi siapa?” Penasaran Xiufei.
“Kaisar Feng, dia ada di wilayah paling jauh. Tempatnya sangat panas dan gersang, bahkan mereka sering kekeringan.” Balas Kaisar lagi.
“Wilayah paling jauh? Kering? Gurun?” Tanya Xiufei, kaisar mengangguk.
“Kasihan sekali.” Ucap Xiufei pelan.
“Ya, aku beruntung karena di wilayahku termasuk wilayah yang paling makmur.” Senyum kaisar, Xiufei tahu itu.
“Tiantian, aku pergi dulu.” Pamit Xiufei, dia pergi begitu saja meninggalkan kaisar yang menatap kepergiannya, dia hendak mencegahnya tapi dia tahu jika Xiufei merasa bosan di sana.
Sedangkan dirinya harus bekerja.
“Kakak…”
Xiufei menoleh, dia melihat Meimei yang berlari kecil kearahnya dengan jubah tebal yang membungkus dirinya, Xiufei tersenyum tipis.
“Kakak, apa kau senggang? Bisakah hadir di acara minum teh ku? Aku mengundang beberapa nona dan tuan muda di beberapa kerajaan.” Jelasnya penuh harap, pantas saja Meimei terlihat berdandan cantik.
“Aku ganti pakaian dulu.” Balas Xiufei akhirnya, Meimei mengangguk dengan senang.
Setelah itu, Xiufei kembali kedalam kamarnya dan mulai bersiap dengan di bantu oleh Wewey.
“Berapa banyak tamu yang di undang oleh Meimei?” Tanya Xiufei pada Wewey.
“12 orang yang mulia, 8 perempuan dan 4 laki-laki.” Balas Wewey.
“Ah ya.”
Setelah selesai bersiap dan penampilan Xiufei pun nampak cantik, dia memakai jubah berwarna putih polos dengan mantel bulu di lehernya, rambut panjang terurai indah tanpa hiasan apapun. Hanya anting kecil yang menjuntai sampai ke pundak.
Wewey sendiri heran kenapa Xiufei memilih untuk berdandan simpel seperti ini padahal dia seorang permaisuri.
“Ayo.” Ajak Xiufei dan Wewey hanya mengangguk.
Mereka menelusuri jalan yang terdapat beberapa pelayan, mereka yang melihat keberadaan Xiufei langsung menundukkan tubuhnya penuh hormat. Hingga sesampainya di kediaman Meimei, Xiufei melihatnya dari kejauhan.
Nampak ramai, meskipun jumlahnya tidak seberapa.
Namun, Xiufei tak melihat keberadaan Meimei di sana. Dia berjalan mendekat dan langsung duduk di kursi kosong yang dia yakini itu tempat duduk Meimei, karena ada kursi kosong di tempat yang mencolok dan seharusnya itu untuk dirinya.
“Eh nona, siapa anda?” Tanya seorang laki-laki dengan cepat, dia nampak menatap Xiufei dalam dan penuh ketertarikan.
“Xiufei.” Balas Xiufei santai, mereka saling pandang dan semakin heran.
“Anda dari nona mana? Anda berasal dari kerajaan mana? Bangsawan kah?” Tanya seorang dengan jubah merah mencolok, wajahnya pun penuh dengan make up tebal.
”Dari kerajaan Wang, tapi sekarang sudah pindah ke kekaisaran.” Jawab Xiufei dengan senyum tipis nya, mereka saling pandang.
“Aku berasal dari kerajaan Wang, aku anak mentri Liu. Apa kau kenal?” Tanya seorang wanita dengan rambut panjang dan penuh dengan hiasan, bahkan Xiufei berfikir apakah itu tidak berat?
“Ahh menteri Liu? Aku tahu, dia mentri yang beberapa minggu yang lalu kena skandal dengan pelayan di kediamannya.” Angguk Xiufei, dia ingat itu.
“Kau!!” Marahnya, wajahnya merah karena malu namun Xiufei hanya terkekeh.
“Nampaknya kau tahu betul mengenai urusan kerajaan Wang, apa kau bangsawan juga?” Tanya wanita berjubah merah tadi penasaran.
“Bangsawan? Entahlah.” Balas Xiufei, dia senang melihat wajah mereka yang penasaran, usia mereka tak beda jauh.
“Xiufei, apa kau sudah memiliki tunangan? Aku pangeran mahkota dari kerajaan Yang.” Ucap laki-laki yang sejak tadi terus menatapnya, dia mengulurkan tangannya tapi Xiufei tak membalasnya.
“Aku tidak punya tunangan, tap—“
“Benarkah? Kalau begitu, apakah kau mau menjadi tunangan ku?” Tanyanya dengan senang, 3 laki-laki lain yang mendengar itu menatapnya kesal, karena dia terlalu cepat. Mereka juga tertarik pada Xiufei, dia sangat cantik dan anggun bahkan terlihat begitu lembut.
Saat mereka sedang menunggu jawaban Xiufei, kaisar lewat dengan beberapa ajudannya, kaisar sempat berhenti dan mereka langsung menundukkan tubuhnya dengan cepat.
Hanya Xiufei yang masih duduk santai dengan meminum tehnya, mereka tak percaya itu. Bagaimana bisa Xiufei tak menghormati kaisar?
“Xiufei, sedang apa disini? Bukankah ini pesta Meimei?” Heran kaisar yang mendekat dan mengecup puncak kepala Xiufei.
Tubuh mereka bagai di sambar petir, terlebih pangeran Yang. Dia pucat sekali, terlebih Xiufei meliriknya dengan ekspresi wajah yang puas.
“Meimei mengundangku.” Balas Xiufei dengan senyum tipis.
“Ah begitu, baiklah. Selamat bersenang senang…” Ucap kaisar yang berlalu pergi, Xiufei menatap kepergiannya dan tetap bersikap tenang, dia meminum tehnya pelan.
Mereka hanya diam dengan kepala yang tertunduk dalam, tubuh mereka bergetar ketakutan. Mereka baru ingat, beberapa hari yang lalu kaisar sudah mengangkat permaisuri dan hanya ada satu wanita di istana.
“Kakak, kau sudah sampai? Maafkan aku, perutku sakit sekali.” Ringis Meimei yang datang, bibirnya nampak pucat.
“Kau sakit?” Tanya Xiufei sedikit cemas, dia menempelkan tangannya di kening Meimei yang terasa panas.
“Entahlah…” balas Meimei lemas, dia menyandarkan kepalanya di pundak Xiufei.
“Eh kalian, ada apa? Ah iya, kenalkan ini kakak permaisuri.” Jelas Meimei, mereka menelah ludah dan mengangguk tanpa menjawab.
“Kakak, sebenarnya ada apa?” Heran Meimei karena suasana nampak canggung.
“Tidak ada apa-apa, sebaiknya kau istirahat. Ayo, aku akan merawatmu. Kalian, pulang saja. Meimei sedang sakit….” Ucap Xiufei, mereka mengangguk dan menundukkan tubuhnya sebelum pergi dan lari terbirit birit.
“Kakak, sebenarnya ada apa dengan mereka?” Heran Meimei, Xiufei hanya tertawa pelan.
“Teman-teman mu sangat lucu.” Ucap Xiufei, Wewey diam karena masih belum paham.
Xiufei membawanya masuk kedalam kamar Meimei, lalu memanggil tabib juga untuk memastikan kondisinya.
“Yang mulia permaisuri, putri Meimei diare karena minum susu yang sudah basi.” Jelas tabib tanpa menatap kearah Xiufei.
“Basi?” Heran Xiufei, tabib mengangguk.
“Pelayan!” Panggil Xiufei tegas, para pelayan mulai berdatangan dan langsung bersujud.
“Apa kalian tidak memperhatikan makanan putri Meimei? Bisa-bisanya kalian ceroboh!!” Marah Xiufei, mereka meminta maaf dengan terus membenturkan kepalanya di lantai.
“Maafkan kami yang mulia, kami tidak tahu jika susu yang di minum putri sudah basi….” Ucap mereka takut.
“Kakak, tidak apa-apa.” Lirih Meimei.
Xiufei terdiam, dia menghela napas panjang. Di dinasti ini memang masih mengandalkan susu kuda, belum ada temuan tentang sapi ataupun kambing. Tapi, apakah hewan tersebut ada? Atau, mereka tidak mengetahuinya?
“Aku harus menambah usahaku lagi….” Gumam Xiufei, dia memberikan air suci pada Meimei untuk segera di minum dan setelah Meimei istirahat dia pergi untuk memikirkan hal tadi.
Perjalanannya masih panjang.
Jangan lupa tinggalkan jejak yaaa.