Setelah pahlawan terhebat berhasil mengalahkan Raja Iblis, dikhianati manusia. Dituduh berbuat kejahatan dan tak ada yang mempercayai semua yang dikatakan.
Alih-alih demi terciptanya kedamaian dunia, pahlawan bernama Rapphael Vistorness pun membiarkan dirinya ditangkap dan dihukum mati. Siapa sangka, dirinya malah mengulang waktu pada saat pertama dipanggil dari dunia lain.
Karena telah kembali, maka tugas pahlawan bukanlah tanggung jawabnya lagi. Bersantai dan berpetualang di dunia ini, saatnya untuk menikmati kehidupan tanpa beban kepahlawanan. Namun ia tak pernah lupa untuk mencari informasi, siapa dalang atas nasib buruknya dimasa lalu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wanto Trisno 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sebuah Kepercayaan
Sebelumnya Rapphael tidak berniat membunuh. Namun karena pria itu melewati batasannya, sehingga menimbulkan rasa ingin membunuh semakin besar. Karena perbuatannya itu membuatnya geram.
"Kemampuan tidak seberapa, beraninya menyentuh orangku." Begitu kata-kata yang penuh dengan emosi dari Rapphael.
Rasa amarah, kebencian dan dendam yang terbendung, kini runtuh. Dunia yang ironis, menganggap manusia lain tidak berharga. Siapa yang kuat, dialah yang berkuasa.
Pertarungan dimulai, Rat Greefots mengangkat tangannya dan melepaskan gelombang kejut yang kuat. Rapphael meluruskan tangannya, dan sihir penangkalnya memblokir gelombang kejut itu. Tapi Rat Greefots tidak berhenti, dia terus menyerang dengan serangan fisik yang kuat, membuat tanah bergoncang.
Pertarungan adu fisik tanpa senjata itu membuat area mencekam. Apalagi mereka sama kuatnya. Keduanya saling memukul dan menendang.
"Huh, hanya segini saja kekuatanmu?" ejek Rat Greefots. Ia mundur beberapa langkah lalu mengandalkan tendangannya. Menyerang dengan kekuatan penuh.
Rapphael menghindari serangan-serangan itu dengan mudah, tapi dia tahu bahwa Rat Greefots tidak hanya itu saja. Dia memiliki kemampuan khusus, yaitu kemampuan untuk meningkatkan kekuatannya dengan mengorbankan kesehatannya sendiri.
"Terlalu berbahaya," lirih Rapphael. Lalu ia menyalurkan kekuatan sihirnya ke telapak tangan untuk melindungi dirinya. Juga memfokuskan pada kakinya yang bergerak dengan fleksibel.
Rapphael memutuskan untuk tidak menunggu lagi, dia melepaskan sihir api yang kuat ke arah Rat Greefots. Tapi Rat Greefots tidak terpengaruh, dia menyerap sihir api itu dan meningkatkan kekuatannya.
Rupanya dengan kemampuan menyerap sihir, itu sangat merepotkan. Level Rapphael masih kalah jauh dibandingkan dengan lawannya. Ini karena Rat Greefots sudah berlatih selama empat puluh tahun. Sehingga membuat fisik dan level sihirnya sudah berada di atas.
Kemampuan Rat Greefots adalah menyerap sihir lawan untuk digunakan sendiri. Selain itu, ia mampu memperkuat tubuhnya dan melapisinya dengan sihir. Sehingga dapat menangkis serangan sihir sekaligus menyerapnya.
Inilah mengapa Rapphael tidak menggunakan sihir berlebih. Apabila ia impulsif dari awal, bukan tidak mungkin, malah merugikannya.
"Kamu tidak bisa mengalahkanku!" kata Rat Greefots dengan suara yang menggelegar. Ia menyombongkan dirinya karena merasa sebentar lagi menang.
Rapphael tersenyum dingin. Ia pun berkata, "Aku belum menggunakan seluruh kekuatanku. Bagaimana mungkin bisa kalah darimu."
Karena tidak bisa mengandalkan sihir, maka alternatif lainnya adalah dengan mengandalkan kepalanya. Ia memutar otaknya, berpikir bagaimana cara menghadapi musuh yang ada di depannya. Sementara batas kekuatan mereka melampaui jauh.
Bagian terpenting dalam pertempuran bukanlah kekuatan. Melainkan segala aspek yang dimiliki oleh petarung tersebut. Entah itu kecerdasan, kekuatan maupun keberuntungan. Seringkali orang yang lebih kuat, kalah oleh orang yang lebih lemah. Terkadang yang lebih cerdik, akan kalah oleh keberuntungan.
Kali ini Rapphael harus menggunakan segalanya dengan maksimal. Baik kekuatan, kecerdasan dan keberuntungan.
Sebelum menggunakan kekuatan secara maksimal, terlebih dahulu, ia memeriksa area sekitarnya. Khawatir ada kekuatan lain yang menyadari.
Jika kekuatan berlebihan dilepaskan, akan menimbulkan bencana baginya. Apalagi jika menarik perhatian dari kerajaan. Itu hal yang paling merepotkan nantinya.
Rapphael melirik ke arah Gwysaa. "Kali ini aku akan mencoba percaya pada orang lain. Gwysaa, setelah ini, tolong bawa aku pergi sejauh mungkin. Jangan sampai ketahuan orang lain."
"Baik, Tuan. Percayalah padaku. Apa yang akan Tuan lakukan?" tanya Gwysaa penasaran. Karena ia masih belum tahu rencana tuannya.
"Kamu bersiaplah mulai sekarang. Kerahkan seluruh kekuatanmu pada kakimu. Setelah pertarungan ini berakhir, kamu harus membawaku lari."
Yah, kepercayaan adalah keberuntungan baginya. Karena ia sudah mempercayakan hidupnya pada gadis yang baru ditemuinya kemarin. Meski tidak pantas mempercayakan hidup matinya pada orang lain.
Sementara untuk dua hal lainnya, kecerdasan dan kekuatan, ia telah memaksimalkan kekuatannya. Terlebih dahulu, ia membuat dinding yang mengurung mereka berdua.
Dinding batu itu adalah area pertarungan mereka. Diperkeras dan dapat menahan serangan kuat. Sehingga kali ini, ini adalah titik penghabisan.
"Apakah kamu sudah siap untuk mati? Mengapa, saking putus asanya kamu, sampai mengurung diri dengan dinding tebal ini?"
Rat jelas meremehkan lawannya. Apalagi ia bisa menyerap sihir lawan hingga batas tertentu. Pada akhirnya, kepercayaan dirinya semakin memuncak.
"Ini bukan mengurung diri. Hanya saja, tidak ingin membuat keributan. Aku hanya mengandalkan keberuntungan, kekuatan dan kecerdasan sekaligus."
Sementara Gwysaa yang berada di luar, berharap cemas. Berharap tuannya baik-baik saja dan keluar dengan selamat. Ia juga bersiap-siap untuk berlari membawa Rapphael.
"Tuan tenang saja, aku pasti akan membawamu dengan cepat." Gwysaa menyalurkan energi sihir ke kakinya. Karena ia merasa akan ada kekuatan besar yang timbul.
Setelah memastikan aman, Rapphael mulai membayangkan energi sihir terkumpul dalam telapak tangannya. Ia menyalurkan delaan puluh persen energi sihirnya dan bersiap untuk menyerang.
"Kepercayaan yang berharga sangat mahal, kali ini aku mempertaruhkan segalanya. Ku harap kartu keberuntunganku tidak sia-sia."
Di sisi lain, Rat Greefots tersenyum penuh semangat. Ia bersiap dengan telapak tangannya untuk menyerap energi dari lawan. Asalkan yang diserap tidak melampaui kapasitasnya, maka ia berhasil.
"IN-FER-NO!" teriak Rapphael dengan lantang. Seketika ia melepaskan energi kuat yang mendominasi.
Dari telapak tangannya, muncul laser api yang sangat panas dan besar. Itu adalah sihir paling mematikan yang bisa digunakan saat ini. Serangan paling mematikan itu, melebihi sihir api biasa.
Karena energinya terlalu kuat, Rat Greefots kehilangan kendali. Tubuhnya tidak bisa bergerak karena ketakutan. Bahkan tangan yang seharusnya digunakan untuk menyerap sihir, malah hancur dan berikut seluruh tubuhnya lenyap tak tersisa.
Sebelum menyadari kematiannya sendiri, ia sudah lenyap. Begitulah sihir yang sangat mematikan, berhasil memusnahkan makhluk hidup lainnya tanpa sisa.
Begitu serangannya selesai, tembok batu itu pun runtuh. Rapphael tersenyum dingin. Tubuhnya sangat lemah, dan berharap tidak akan lagi kecewa pada dunia yang terlalu membuatnya kecewa.
Sebelum matanya tertutup, ia melihat gadis itu berlari ke arahnya. Lalu benar-benar menutup matanya. Hingga tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya.
Gwysaa berlari membawa Rapphael. Meski tangannya hanya tinggal satu dan belum ditumbuhkan kembali. Ia percaya, setelah menyelamatkan tuannya, mendapatkan kepercayaannya. Sehingga bisa terus bersama.
Gadis itu berlari secepat mungkin, hingga tidak ada yang dapat melihat jejaknya. Dengan kecepatan tinggi, berlari menjauh dari kota Swrisdk. Ia berlari ke sebuah hutan yang terdapat banyak Lumon.
Hal ini justru membuat orang-orang kota Swrisdk tidak akan berani mendatangi tempat tersebut. Tidak akan ada yang mengira, kekuatan sebesar itu, dilakukan oleh petualang rank terendah.
Meskipun hutan itu terdapat banyak Lumon, para Lumon tidak ada yang berani mendekat. Itu karena mereka terlalu lemah dibandingkan dengan Gwysaa sekarang. Ini berkat petualangannya yang berada di Dungeon. Secara drastis, meningkatkan levelnya.
"Tuan, kita sudah menjauh dari kota. Apa yang harus aku lakukan sekarang?" Gwysaa tidak berani membangunkan tuannya. Ia membaringkannya ke atas batu yang rata.
***