NovelToon NovelToon
Ku Jual Rahim Demi Si Buah Hati

Ku Jual Rahim Demi Si Buah Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Ibu Mertua Kejam / Pihak Ketiga / Wanita Karir / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Juniar Yasir

Norma menolak keras ketika mertua memintanya menggadaikan rahimnya pada pria kaya, dengan dalih untuk pengobatan sang putri.
Namun saat kejadian nahas menimpa putrinya, dan tekanan dari Mariah mertua nya, membuat Norma terpaksa mengambil keputusan nekad.

Tak sampai disitu, keputusan Norma membuatnya di hina oleh keluarga Syamsul dan masyarakat sekitar.

Sementara suaminya bekerja di luar negeri sebagai TKI. Hilang kontak.

Akankah Norma mampu menjalani kehidupan yang dilema?


.
Mohon baca teratur disetiap bab nya🙏


Kemana kah suami Norma?

Bagaimana kisahnya?




Setting: Sebuah pulau di Riau

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Juniar Yasir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2 Gugatan

Pagi

*

Sedari kemarin sore Norma hanya di kamar. Sesuap nasi pun tidak di sentuh. Wanita yang sedang hamil muda itu kian terpukul.

Ya. Tadi pagi seorang kurir mengantarkan sepucuk surat ber amplop coklat. Norma yang memang dilanda kesedihan karena anaknya di bawa paksa oleh Syamsul, kembali harus merasa hancur karena surat gugatan dari pengadilan. Tak tanggung-tanggung, Syamsul menggugat dua kasus sekaligus, yakni gugatan cerai dan hak asuh anak.

Kondisi yang memang sedang sedih semakin terpuruk, di tambah hormon kehamilan membuat wanita ini hanya bisa menangis di kamar.

Mak Cik Syam baru selesai memasak sempolet (lendot), segera memasukkan ke dalam mangkok yang di luarnya bergambar ayam. Lalu menaruhnya ke atas nampan, tak lupa segelas air. Segera Iya bawa ke kamar Norma.

.

Tok tok tok!

"Nor, Mak Cik masuk ya" Mak cik Syam masuk kamar. Menaruh nampan berisi makanan di atas meja kayu elegan.

Norma bangun, membenarkan selimut, bersandar di bahu ranjang.

"Maaf Mak Cik, saya tak ikut membantu memasak" lirih Norma.

"Tak masalah, masak satu kawah pun Mak Cik sanggup sendiri. memang sudah ahli di bidang itu" balasnya bercanda, berusaha menghibur, hanya di balas senyum paksa oleh Norma. Lalu mereka terdiam sejenak.

.

"Nor, Mak Cik tahu dirimu bersedih. Siapa pun pasti sedih jika berjauhan dengan buah hati, apa lagi dalam keadaan terpaksa. Tapi, kau harus tetap mengisi perut yang kosong itu, sedari petang belum di isi" Ucapnya mengusap bagian kaki yang tertutup selimut.

"Saya tidak bernafsu sedikit pun" Norma membuang muka.

"Ingat, sekarang bukan hanya kau yang butuh nutrisi, tapi ada nyawa baru yang harus diberi asupan. Dan... Jika dirimu tidak makan, lalu sakit, lantas bagaimana mau merebut kembali putri mu? sedang Ibu nya saja tidak berdaya!" ucapnya lagi membakar semangat Norma.

Norma menoleh, menatap manik mata Mak Cik Syam yang tulus. Isakan kecil mulai terdengar, bahu sedikit terguncang.

"Apa saya bisa mengambil kembali putri sya Mak Cik? Sementara disini saya lah yang tampaknya bersalah, telah menduakan suami" tangisnya pecah seraya memeluk Mak Cik Syam.

Perempuan paruh baya rasa keluarga ini mengelus rambut hingga punggung Norma dengan penuh kelembutan. Menyalurkan rasa nyaman dan kekuatan, agar Norma tidak merasa terpuruk dan sendirian.

"Pasti. Kamu wanita tangguh! Mak Cik memang baru mengenal mu, tapi Mak Cik yakin kamu mampu, kamu Ibu yang baik. Dan pertolongan Allah pasti datang di saat yang tepat" ucapnya mengurai pelukan, mengambil tisu di laci nakas, lalu memberikan pada Norma.

"Dan... Tuan Syakir juga tidak akan tinggal diam, pasti beliau akan membantu merebut hak asuh kembali" lanjutnya.

"Apakah Dia bersedia membantu?" tanya Norma penuh harap.

"Pasti. Beliau orang yang baik, selalu membantu orang yang kesusahan" balasnya tersenyum tulus.

Norma tersenyum simpul 'Pastilah membantu, karena ada janin miliknya yang sedang ku kandung. Jika aku setres, pasti akan berdampak padanya, tentu harus beliau jaga dengan baik' batinnya miris.

"Hem, wangi nya, Mak Cik masak apa?" Norma melihat meja nakas.

Mak Cik Syam beranjak, mengambil mangkok berisi makanan khas Melayu ini.

"Mak Cik melihat kemarin sore dirinya mual saat mencium aroma bawang dari sup ayam, jadi Mak kepikiran pula masak lendot yang bumbu nya tidak perlu banyak-banyak" ucapnya.

"Terima kasih Mak Cik sudah perhatian" ujar Norma terharu.

"Wajar lah, kan saya di upah sekilo emas" Mak Cik Syam terkikik dengan ucapannya sendiri.

Norma hanya menggeleng kepala.

"Segera makan, lepas tu minum vitamin dari dokternya. Mak Cik keluar dulu" Mak Cik beranjak menuju keluar.

Norma segera makan masakan yang di senanginya. Sesekali bayangan tawa ceria putri semata wayangnya bermain di pelupuk matanya. Namun kali ini tidak bersedih, tapi lebih bersemangat untuk kembali bersama.

.

****

.

"Makan dulu Nuri, ini ante beli kan ayam krispi kesukaan Nuri" ucap Daria, lembut yang di buat-buat.

Nuri mengernyitkan keningnya heran, melihat sikap Tante nya yang berubah jadi ibu peri ini. Nuri yang sedang bermain boneka, menaruhnya ke lantai, lalu gadis ini beranjak. Tangannya terulur meraba kening Daria.

"Kenapa?" tanya Daria bingung.

"Heum.. Tak panas, berarti sehat walafiat. Tapi kenapa sikap Ante mendadak berubah, apa masih mengigau atau sudah taubat?" ucapnya asal dengan wajah polos.

Ya, Nuri yang dulunya saat masih sakit, sekarang ketika sudah normal, dirinya menjadi lebih pintar dan sedikit pemberani, tapi tetap menjaga batasan sebagai anak kecil.

Daria terkesiap, melihat keponakannya dari kaki hingga kepala. Terkejut akan perubahan pada Nuri, si gadis yang di anggapnya tidak waras. Sekarang dengan santainya mengatai dirinya, atau memang bercanda. Sekuat hati meredam rasa kesal, demi menjaga nama baik di depan sang Abang.

Syamsul yang sedang duduk, bermain ponsel menoleh pada putri dan adiknya.

"Nuri, tak baik bicara seperti itu pada ante mu. Seharusnya dirimu berterima kasih pada ante Daria karena membelikan makanan lezat. Apa Norma sundal itu tidak mengajari mu sopan santun?" ucapnya, suara sedikit meninggi tapi tetap terlihat lembut agar Nuri tidak takut padanya.

"Dia mamak, bukan sundal. Sundal itu hantu wanita yang belakangnya ada lobang keluar ulat belatung" balas Nuri spontan.

Hueghhhhh

Daria yang sedang menikmati Pizza mendadak mual. Di kepalkan erat kedua tangannya di balik meja, menatap tajam Nuri. Jika saja Abangnya masih di luar negeri, sudah pasti gadis kecil ini sudah di beri pelajaran. Tapi sekarang tidak bisa di lakukan, selain takut Syamsul marah, tentu saja ini rencananya untuk merebut hati Nuri agar gadis itu betah di rumah mereka. Seperti keinginan Abangnya untuk merebut hak asuh, lalu membuat Nuri membenci Norma, Ibunya.

"Sul, Bapak mendapat kabar Pak RW desa sebelah menjual sapi dengan harga murah. Besok beliau akan ke kecamatan untuk beberapa hari, jadi jika memang kau ingin membeli bisa malam ini kita kerumah nya" ucap Darman setiba masuk rumah.

"Bapak bermain togel lagi?" tanya Syamsul dingin, kurang suka.

"Bapak sudah lama berhenti bermain begituan. Bagaimana?" tanya mengalihkan topik.

Mariah yang membawa nampan minuman memasang wajah sinis mendengar ucapan Darman yang berbohong.

"Nanti malam kita akan ke rumah Pak RW" balas Syamsul.

.

.

Di tempat lain

.

Wanita muda, cantik, mengenakan setelan baju kurung modern warna maroon. Berdecak kesal dengan info yang baru di terimanya.

"Mana mungkin macam tu? Aku tak terima!" tangannya mengepal erat penuh kebencian.

"Orang tua Bangka tu harus tahu berita ini!" lanjutnya lagi.

.

.

Dukung othor dgn like dan komentarnya🙏

1
Yulia Dhanty
menarik
Anita Rahayu
Buat karna pedih untuk samsul dan familtnya sekaligus selingkuhannya😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈
Juniar Yasir: asiap sisssa
total 1 replies
Sunaryati
Semoga setelah di talak hidupmu semakin baik dan keluarga Syamsul dapat balasan
Yulia Dhanty
Syamsul. brengsekkkk😠
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!