Natalie Elsa seorang gadis yatim piatu yang cantik. Tiba-tiba dirinya bertransmigrasi ke dalam sebuah novel "Posesif Tiga Pria Kembar Dingin." Dan jiwanya menggantikan seorang figuran bernama natalia xena, yang memiliki tiga calon suami kembar dingin dan kejam dari keluarga mahendra, yang sudah memiliki pujaan hatinya bernama clara claudia pemeran utama wanita, mereka sangat mencintai clara. Dan tragisnya dia akan menjadi figuran yang di bunuh oleh ketiga calon suaminya, karena dianggap pengganggu.
**
"Natalia, kamu milik kami" Desis nicholas, dengan tatapan tajam yang tersembunyi kegilaan yang membisukan logika.
**
"Natalia, kamu tidak akan bisa melarikan diri dari kami." Sambung devin, dengan tatapan dingin menekan.
"Natalia, Jangan pernah berdekatan dengan pria lain. karena kami bertiga tidak suka." Lanjut alfredo dengan tatapan tajam.
"What! kalian gila, bukankah kalian tidak menyukai ku?"
Mereka bertiga mendekati natalia, dan menghimpitnya diantara tubuh mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nathalia menjaga keluarganya
Lampu meja yang redup menjadi satu-satunya sumber cahaya di sebuah kamar, menciptakan bayangan panjang yang kontras di dinding abu-abu, sosok pria dengan guratan wajah tegas seperti pahatan marmer, Wajah tampannya dan rahangnya yang tegas. Dia duduk tegak di kursi kerjanya yang elegant. Dengan cahaya yang minim, terlihat aura dingin yang membekukan.
Matanya tajam tidak berkedip, tertuju pada sebuah papan tulis yang tertempel di dinding, penuh skema nama, perusahaan dan foto orang-orang yang dia benci. Dan benang-benang merah yang saling bertautan. Seperti jaring laba-laba yang siap menjebak mangsanya.
Matanya yang tajam menatap sebuah foto tua yang di letakkan di letakkan di ujung meja. di dalam foto itu kedua orang tuanya tersenyum lebar, sebuah momen dari kehidupan lain yang kini hancur menjadi abu. Dia mengambilnya dan menatap foto tersebut.
Kemudian matanya menatap foto yang tertempel di papan tulis. "Kalian pikir, kalian bisa lolos, setelah menghancurkan segalanya." Desisnya pelan, suaranya rendah, namun terdengar getaran tekad yang mengerikan.
Di wajah tampannya tidak ada amarah yang meledak-ledak, yang ada hanyalah ketenangan yang mematikan. Baginya balas dendam bukanlah tentang kekerasan yang terburu-buru, melainkan sebuah simfoni yang harus di mainkan dengan presisi dengan sempurna.
"Bertahun-tahun, aku hidup dalam bayang-bayang kematian kedua orang tuaku." Suaranya pecah di tengah keheningan, rendah dan bergetar karena emosi yang tertahan. "Arthur xena, kalian akan merasakan rasa sakit yang kedua orang tuaku rasakan." Desisnya dingin penuh penekanan dan kilatan dendam membara.
Dia bangkit dari kursi kerjanya, berjalan menuju jendela besar yang menghadap ke arah kota dari apartemennya. Di bawah sana, lampu-lampu jalan tampak seperti urat nadi yang berjalan.
"Arthur xena, waktumu akan segera tiba, setelah malam perayaan natal, mansion mu yang penuh kehangatan akan berubah dengan air mata kesedihan." Gumamnya dengan sebuah senyuman tipis tersungging di sudut bibirnya. "Nathalia si manja, kita akan bertemu, dan bidak catur akan mulai di mainkan." Ucapnya dengan nada dingin penuh perhitungan yang dalam.
Sedangkan di kamar nathalia, nathalia berdiri di balkon kamarnya, dia mengingat alur novel tersebut kembali.
Deg...
Dia teringat sesuatu, dia teringat selain nicholas dan kedua adik kembarnya yang ingin menghancurkan keluarga xena, Ada orang lain yang ingin menghancurkan keluarga xena, seseorang pria namanya tidak diketahui. Karena menggunakan nama tuan muda x, memiliki dendam dengan keluarga xena, karena kedua orang tua nathalia dianggap membunuh sahabatnya sendiri.
"Aku tidak akan membiarkan pria itu menyakiti keluarga ku, aku akan mencari tahu semuanya setelah menginap dari sini. Aku tidak ingin keluargaku terluka." Gumamnya dingin.
Dia mengingat terus cerita novel yang dibacanya sampai habis itu.
Deg..
Dia mengingat kembali. "Besok malam kak zion akan di hadang beberapa orang dan kak zion di buat koma sebulan. Sialan, aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Aku akan mencegahnya besok. Aku akan melawan orang-orang yang ingin menyakiti kedua urang tuaku." Nathalia masuk ke dalam kamarnya.
Dia mengambil laptop yang telah tersedia, di meja dekat dengan kasurnya.
Dia duduk bersila di tengah kasur dengan laptop di atas bantalnya, rambut panjangnya di ikat asal-asalan. Dia membuka laptop tersebut. "Tuan muda X, kamu tidak tahu nathalia yang sekarang berbeda, kalian tidak tahu siapa aku sebenarnya dan kemampuan ku." Desisnya dingin tersenyum menyeringai.
Cahaya dari layar laptopnya memantul di bola matanya yang jernih. Mempertegas wajah cantiknya yang menawan. Jari jemarinya yang lentik menari dengan persisi yang mematikan di atas keyboard. Dia terlihat sangat tenang.
Nicholas dan kedua saudaranya masuk, mereka menatap nathalia yang sedang serius dengan laptopnya. Mereka saling tatap dan menganggukkan kepalanya. Mereka naik perlahan ke atas kasur nathalia, ingin melihat apa yang dikerjakan calon isterinya.
Nathalia yang serius tidak mengetahui kedatangan mereka. Fokus matanya tidak bergeser dari barisan kode yang mengalir deras. Baginya, kemanan firewall perusahaan dan mansion daddy-nya dan para kakaknya adalah teka-teki yang harus dia pecahkan.
"Hampir selesai." Gumamnya kecil.
Dengan sekali ketukan, sistem keamanan milik daddy-nya dan kedua kakaknya menyerah. Layar laptop terbagi beberapa jendela. Aliran data keuangan, dan puluhan kotak live streaming cctv sebelah kanan. Dia meretas cctv mansion perusahaan daddy dan kedua kakaknya juga mansion keluarga xena. Untuk memantau.
Nicholas dan kedua saudaranya tersenyum melihat keahlian calon istrinya meretas gedung kantor daddy-nya dan kedua kakaknya, tetapi juga jaringan pusat keamanan mansion mewah keluarga xena.
Nathalia bukan ingin berkhianat, melainkan melindungi mereka, dia tahu daddy dan kedua kakaknya ceo yang terkenal dan disegani, sedang menjadi target seseorang yang ingin menghancurkan keluarga xena. Melalui akses ini, dia bisa melihat segala sesuatu yang tidak bisa di lihat pengawal fisik.
Nicholas tersenyum menyeringai. "Sayang, kamu adalah mata-mata keluarga mu yang paling setia sayang, mereka mengenalmu mu sebagai putri manja, kami pun sempat terkecoh dengan sifatmu ini. Namun di balik layar laptop itu, kamu seorang digital yang tangguh. Aku tambah kagum dan tidak akan pernah melepaskan kamu." Desisnya dengan kilatan mata posesif yang besar.
Alfredo menatap kagum calon istrinya. "Honey, kamu sangat hebat dan mengagumkan, kamu memantau kehidupan orang-orang yang kamu cintai, memastikan mereka ada di bawah pengawasan mu tidak dalam bahaya." Batinnya berbisik kagum.
Devin menatap terpesona nathalia. "Baby, Kamu hebat baby, kecantikan kamu bukan senjata mu, senjata mu adalah kecerdasan, aku sangat bangga, kamu memiliki kecerdasan yang mampu melampaui tembok beton dan penjaga bersenjata. Kamu penjaga yang tidak terlihat yang selalu memastikan orang-orang jahat tidak menyentuh keluargamu, hebat kamu baby." Batin devin sangat kagum.
Alfredo menatap lekat nathalia. "Aku pastikan aku tidak akan melepaskan kamu honey." Batinnya berbisik.
"Aku tidak akan pernah melepaskan kamu baby." Batin devin tersenyum menyeringai.
Nathalia merasakan hembusan napas mereka bertiga yang berada di dekatnya.
Deg..
"Kalian, sejak kapan berada disini?" Tanya natalia terkejut.
"Dari kamu serius dengan laptop mu sayang." ucap nicholas dan anggukan kedua adiknya.
"Bisa tidak, kalian agak menjauh dariku?" Tanya nathalia bergidik ngeri, merasakan napas yang berhasrat mereka.
Nicholas langsung menjatuhkan tubuh nathalia. Hingga tubuh nathalia di ku kung nicholas, alfredo dan devin di samping kanan kiri.
Deg..
"Sudah malam, lebih baik kalian tidur." Ucap nathalia merasa ketakutan, melihat tatapan posesif dan bergairah mereka.
Nicholas langsung mencium bibir nathalia dengan buas dan liar, melumatnya dan menyesapnya penuh kuasa. Setelah nicholas puas nicholas melepaskan ciumannya. Kini devin menarik wajah nathalia menghadapnya dan menciumnya dengan posesif. Nathalia tidak melawan. Karena menurutnya percuma. mereka bertiga dengan kekuatan besar dan dia hanya sendiri. Setelah devin Alfredo menciumnya dengan buas juga.
Setelah selesai mereka tersenyum. "Sayang kami tidur dengan kamu malam ini." Ucap nicholas tersenyum tipis.
Deg..
"Tetapi hanya tidur." Ucapnya menatap lekat mereka bertiga.
"Iya sayang." Jawab nicholas tersenyum. "Tetapi jika mau lebih, kami dengan suka rela mau sayang." Lanjut nicholas kembali.
Mata nathalia terbelalak. "Tidak, hanya tidur." Jawabnya menatap kesal mereka.
"Baik sayang." Jawab mereka bertiga dengan senyuman seringai penuh arti.
bnyk juga pemeran cowonya...hihihi
tpi ttp ja pmngny 3 kmbr...hijlhihi