NovelToon NovelToon
Gadis Mungil (Menikah)

Gadis Mungil (Menikah)

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:5.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Motifasi_senja

Kelanjutan dari Gadis Mungil (I Love You)

Beralih dari kerumitan di masa lalu, setelah terpuruknya keluarga Agus, kini Mona harus menghadapi kehidupan baru. kehidupan setelah lulus SMA, bersiap untuk menikah dan apa yang akan di lakukan setelah menikah.

Mona dan Arga, masih saling mencintai dengan cara mereka masing-masing. pertengkaran, kenyolan seperti biasanya.


jika ada kesalahan nama tokoh maupun tempat, mohon di mengerti.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Motifasi_senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Sama Bodoh

“Mona? Ini masih pagi, kau mau kemana?” Santi mengejutkan Mona yang sedang berjalan gontai dengan memutar-mutar kunci di jari telunjuknya.

“Eh ibu....” Mona menoleh lalu meringis. Sambil menggaruk tengkuk, Mona menjawab. “Aku mau jalan-jalan dengan temanku. Kan sudah sejak lulusan kemarin, aku belum sempat bertemu mereka.” Mona meringis lagi.

“Tadi aku mau pamit, tapi ibu belum keluar kamar, jadi aku kira ibu belum bangun,” sambung Mona lagi.

Santi hanya tersenyum. “Kau tidak sarapan dulu?” matanya mengarah ke ruang meja makan.

“Tidak perlu, aku makan bersama temanku saja,” tolak Mona.

“Ya sudah, hati-hati. Jangan pulang terlalu sore, mungkin nanti nenek akan mengajakmu bicara.”

“Oke.” Mona berlenggak lagi.

Sebenarnya Mona memang tak niat untuk berpamitan, yang tadi itu hanyalah sebuah alasan. Takutnya, kalau nenek sampai terbangun, gagal sudah rencana Mona keluar perumahan memakai motor baru.

Kalau mobil, lebih keren kali ya? Mona membatin sambil terkekeh.

Mona sudah duduk di atas jok motornya, kemudian memasukkan kepala ke dalam helm dan tak perlu menunggu lama lagi, Mona langsung melajukan motornya. Meskipun masih belum boleh mengendarai dengan jarak tempuh yang jauh, tapi setidaknya Mona bisa bepergian tanpa di antar itu, sudahlah sangat menyenangkan.

Penghuni kamar di sebelah kamar Mona, sepertinya juga baru terbangun dari tidur nyenyaknya. Matanya masih terlihat sayu dan nampak enggan untuk membuka mata. Ini pasti gara-gara semalam Arga susah tidur karena terlalu memikirkan Mona. Entah kenapa gadis itu selalu saja membuat pikiran Arga kacau.

Dengan rasa malas yang masih menjalar di seluruh tubuhnya, Arga berjalan gontai menuju kamar mandi. Mungkin dengan di siram air dingin, kedua matanya langsung membelalak dan hilang rasa kantuk.

“Apa ibu belum bangun?” tanya Hutomo yang masih sibuk mengancing kemejanya. Biasanya Santi yang membantu, namun kali ini, Santi juga sedang sibuk sendiri dan harus bergegas pergi ke butik.

“Sepertinya belum. Tadi waktu aku sedang mencari ponselku di luar, aku hanya melihat Mona,” ujar Santi.

“Mona?”

“Iya... dia sedang ada acara dengan teman-temannya, makanya sudah pamit pergi.”

Hutomo manggut-manggut sambil terus merapikan tampilannya yang hampir selesai.

“Mau berangkat bersama?” tawar Hutomo yang sudah siap dengan tas kerja ia tenteng di tangannya. Bola matanya sempat melirik benda berdetak yang melingkar di pergelangan tangan.

“Tidak usah. Aku mau mampir dulu buat sarapan bersama klienku,” tolak Santi.

“Ya sudah... aku berangkat dulu.”

“Aku juga berangkat.”

Mereka berdua jalan beriringan, hingga keduanya terpisah di halaman rumah setelah Hutomo mengecup kening istrinya dan kemudian masuk ke dalam mobilnya masing-masing.

“Aku harus bagaimana ya?” sambil memakai celana panjang, Arga terus memikirkan cara untuk kembali melamar Mona tanpa membuat gadis itu bingung.

“Haruskah aku mengajaknya keluar makan malam lagi?” gumam Arga. Dan kini Arga sibuk memakai kemeja dan jasnya.

Arga berjalan menuju rak sepatu. Di dalam otaknya, terus memikirkan bagaimana cara yang pas untuk melamar Mona. Intinya, yang Arga mau adalah, cepat atau segera menikah dengan gadis itu. Jangan sampai ada pria lain yang menyukai Mona. Huh! Arga tidak mau sampai itu terjadi.

“Kosong?” Arga termenung sesampainya di meja makan. Di sana tidak ada siapapun selain Minah yang sedang menyapu lantai dapur. Dilirik, di meja makan sudah ada setumpuk roti tawar dengan selai di dalam botol di sampingnya. Namun, nampaknya belum ada yang berkurang.

“Minah,” panggil Arga.

Minah menoleh lalu berlari mendekat. “Ada apa, Tuan? Apa mau sarapan?” tanya Minah.

"Kemana orang-orang?" tanya Arga.

“Oh, Tuan dan Nyonya sudah berangkat sedari tadi,” jawab Minah.

“Kalau nenek?”

“Beliau sepertinya belum keluar kamar.”

“Mona?” Arga terus bertanya.

“Kalau Nona Mona, dia juga sudah pergi. Minah dengar sih, dia mau bertemu dengan teman-temannya,” ujar Minah yang memang tadi sempat mendengar pembicaraan Mona dan Santi.

“Pria atau wanita?” Arga masih bertanya.

“Siapa?” Minah justru terlihat bingung.

Dan lagi, untuk apa Arga bertanya hal demikian? Rasanya tidak masuk akal. Memang Minah tahu? Dasar! Arga memang tak jauh berbeda tingkat kebodohannya dengan Mona.

Arga tak bertanya lagi, melainkan maju lebih dekat ke arah meja, lalu meraih sepotong roti tawar tanpa selai dan langsung menggigitnya.

“Aku langsung berangkat saja,” pamit Arga dengan mulut penuh dengan roti. Minah mengangguk.

Tak lama setelah kepergian Arga, kini Meri yang muncul keluar dari dalam kamar. Minah yang sudah hendak mau ke belakang untuk bergegas mencuci pakaianmu urung dan langsung menyapa Meri.

“Pagi Nyonya... anda mau sarapan? Atau teh hangat?” tawar Minah. Di lihatnya, Meri sudah memakai setelan mantel panjang dengan tas kecil tersampir di lengannya.

“Tidak usah. Aku sedang buru-buru,” tolak Meri. “Apa yang lain juga sudah pergi?” tanya Meri sebelum beranjak.

“Sudah, Nyonya.”

Rumah kembali sepi. Semua penghuni sudah beranjak, bertempur dengan pekerjaannya masing-masing.

“Monaaa!!” Suara lantang itu langsung menyambutnya dengan antusias begitu Mona selesai memarkirkan motornya di area kafe.

Mona yang memang sudah sangat merindukan sahabat tomboynya itu langsung tersenyum sumringah.

“Faniii!!” Mona ikut berteriak. Kemudian setelah itu keduanya langsung saling mendekap, berpelukan dengan erat.

“huhu... aku merindukanmu.” Mona melepaskan pelukan lalu meraih kedua tangan Fani, kemudian menggoyang-goyangkannya.

“Aku juga merindukanmu,” balas Fani tak kalah senang. “Ya sudah, ayo masuk! Kita ngobrol di dalam.”

“Kau duduk, biar aku yang pesan makanan,” pinta Fani. Mona mengangguk lalu berjalan mendekati kursi kosong di dekat akuarium besar yang berada di sudut ruangan.

“Aku mau dua milk shake dan kentang goreng,” ucap Fani pada pelayan di depan meja konter.

Sambil menunggu dengan kelima jari yang mengetuk meja bergantian, sesekali Fani melempar pandang ke seluruh ruangan hingga berakhir dengan melempar senyum ke arah Mona.

“Ini Nona.” Pelayan itu menyodorkan nampan berisi semua yang di pesan oleh Fani.

“Terimakasih.”

Fani langsung menuju ke tempat di mana Allea sudah duduk menanti dirinya.

Obrolan pun langsung di mulai.

“Kau mau melanjutkan kuliah atau bagaimana?” tanya Mona sambil mengunyah kentang goreng.

Fani mengambil satu kentang goreng, lalu memasukkannya ke dalam mulut. “Aku belum tahu. Kata orang tuaku lebih baik aku kuliah saja di luar negri. Kalau kau bagaimana?”

Setelah serius mendengarkan kalimat awal yang di lontarkan Fani, di kalimat terakhir Mona justru tertawa. “Memang nya universitas mana yang mau menerima mahasiswi sebodoh diriku?” Mona tertawa lagi. Sedangkan Fani hanya nyengir.

“Lihat ini!” Mona melebarkan kelima jemari tangan kirinya. “Kau lihat ini?” Mona menunjuk sebuah cincin yang melingkar di jari manisnya.

Fani mengerutkan dahi. “Cincin?” mata Fani beralih menatap mata Mona yang berkedip sambil manggut-manggut.

“Maksudnya apa?” Fani sungguh tak mengerti. Dan Mona menarik napas kemudian mendesah secara perlahan lalu menurunkan kembali tangannya dan menaruhnya di atas meja.

“Aku juga tidak tahu.” Kedua bahunya terangkat, sementara dua jarinya menggamit kentang goreng lagi.

“Kemarin Kak Arga mengajakku menikah, lalu memberiku cincin ini.”

“Apa?!” Fani langsung membelalak. “Kau dilamar?”

“Entahlah.” Dua pundaknya terangkat lagi sementara mulutnya masih asik mengunyah kentang goreng.

Kali ini Fani yang membuang napas kasar, meraup wajahnya sendiri lalu kembali menikmati kentang goreng dan minumannya. Terkadang, berbicara dengan Mona, memang harus melapangkan dada supaya bisa lebih bersabar. Bersabar menghadapi Mona yang memang hanya memiliki otak di bawah rata-rata.

***

1
Qaisaa Nazarudin
Dasar Jalang,Kasih aja ke Dion,Kan dia suka cewek dewasa gak peduli kalo sudah bolong, Untung aja Arga gak mau dan tetap membatasi diri nya dari cewek kek gini..
Qaisaa Nazarudin
Ini jih sahabat paling Lucknut menjebak kawan ke kancah gak bener..
Qaisaa Nazarudin
Mending bawah umur,masih polos,Dari yg udah atas umur,atas bawah bolong..
Ilham Dwi Putra
Luar biasa
Indra Lesmana
bagus
Dhamayanthie Akbar
Kecewa
CUKUP T∆U $∆J∆
namanya Mona panggilannya oon😂😂
CUKUP T∆U $∆J∆
perasaan Meri dehhh🤔🤔knp jd Mira😂
CUKUP T∆U $∆J∆
sama2 bodoh yg akur ya😄😄
CANTIKA
minum kopi pahit yg panas biar seger😂😂
CANTIKA
judulnya gadis bodoh menikah ya Thor😂
maulana syarofa
perusahannya kan banyak, knp hadiahny g mobil?
Wahida Arfiani Smb
ending ta egk enak
egk thu sapa yg kirim fito mona ama varel ke hp arga.
Ros Mailis
Arga" seorang ceo kok jadi bodoh karna cinta dan perarturan yg dia buat sendiri wkwkwk
Ros Mailis
itu bodoh kok kewatan ya 😂😂😂😂
AL Vinoor
kalau hidup cuma makan tidur seharian,itu bukan cuma bodoh,tapi pemalas,karakter Mona ini kaya nya manusia yg betul betul takberguna ya Thor.
Pipitabc Rachma
lanjut donk...
Dyah Shinta
Hahahahahaaa... kasihan ayam gorengnya....
Dyah Shinta
Lha emang Mona dianggap masih anak2 atau bego sih... kapan dia mau dewasanya... Di season 1 dia dibilang cuma bodoh di MTK.
Mestinya ya paling engga dia bisalah menelaah situasi, mengerti masalah dalam keluarga... Duh author... please deh...
Dyah Shinta
Author ... di bab 'malas meladeni' Tora udah kasih tau ke Arga bahwa Jade itu mantan pacarnya 2 bulan waktu dia ke Amerika. Masak di part ini kudu kaget lagi tuh Arga...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!