NovelToon NovelToon
Petualangan Kedua Ku Di Zaman Kuno

Petualangan Kedua Ku Di Zaman Kuno

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / TimeTravel / Si Mujur / Bertani / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Dewi Harefa

Original, bukan terjemahan.

Dia, perempuan mafia yang terkenal di dunia modern, di kematian pertamanya dia masuk kedalam janda perawan dan menjadi seorang ibu tiri yang di cintai anak tirinya.
Dia membasmi klan mafia dan kematianya juga membawa ikut kepunahan klan mafia.

Tapi, jiwanya malah kembali kemasa zaman kuno, dia masuk keraga seorang wanita muda sebagai teman belajar sang Putri Mahkota.
Dia anak perempuan kepala koki istana, yang suka di bully oleh teman- teman Putri Mahkota.

Dia baru saja tenggelam, dan seorang mafia memasuki raganya. yang membuat dia hidup kembali.

Seorang pemegang senjata ingin di lecehkan, mimpi..!

Ini petualangan reinkarnasi keduanya. jadi dia sangat faham watak anak- anak manja ini.
Mari kita bermain-main tuan... Gumamnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Harefa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 6

"Baiklah, ayah akan membicarakan terlebih dahulu dengan Kaisar sebelum dia memberikan dekrit kepadamu."

Su Yuan tidak ingin anak semata wayangnya ini menderita di dalam istana Kekaisaran, hanya karena harus mengikuti keinginan Kaisar yang tidak mempertimbangkan keinginan hati kecil mereka.

"Salam kepala juru masak istana." Tiba-tiba seorang pelayan datang ke kamar Alin dan memberi salam.

"Kamu siapa?" Su Yuan terkejut ketika wanita itu memberi salam, karena setahu mereka tidak ada orang lain di kediaman mereka yang kecil ini.

Selama ini memang mereka hidup berdua, tanpa seorang pelayan yang mengurus.

Jika ayahnya sibuk bekerja di dapur istana, maka Alin yang membantu ayahnya membersihkan tempat tinggal mereka yang berada jauh di belakang istana.

Sedangkan masalah makanan, biasanya ayahnya akan membawa beberapa makanan sisa dari dapur istana.

"Maaf tuan, yang mulia Kaisar menyuruh hamba untuk bekerja di kediaman anda tuan. Yang mulia mengatakan bahwa saya harus membantu nona Su setiap harinya." Ucapnya dengan senyum dan terkadang menunduk sedikit.

"Hmm, jadi siapa yang membayar upahmu?" Alin tidak ingin dikemudian hari mereka yang diberatkan oleh pelayan yang diutus Kaisar ini.

"Itu, saya kurang tahu nona, mungkin saja Kaisar yang membayar upah saya." Dia sedikit bingung dengan pertanyaan Alin. Karena Kaisar tidak ada mengatakan masalah upahnya.

Tapi di dalam hatinya bergumam, 'Ya, tentu kalian yang bayar, karena aku kerja di sini bukan di istana Kaisar.'

"Jika kamu tidak tahu pasti, jadi kembalilah, karena kami tidak bisa membayar upah mu. Lebih baik jangan memberatkan kami di kemudian hari masalah upahmu, karena kami tidak memerlukan seorang pelayan." Alin tidak ingin ada mata-mata yang akan di masukkan istana kedalam rumah mereka.

'Kaisar licik, apakah kau segitu takutnya akan perbuatan putri mu? Sampai ingin menyogok ku agar bungkam.' Alin juga tidak bodoh, Kaisar ingin memasang seseorang di kediaman mereka.

'Apa yang dia takutkan? Apakah di memasukkan pelayan ini untuk menggoda ayahku dan mengikatku? Hah..! Mimpi..!'

"Maaf Nona, tapi saya tidak bisa membantah Kaisar." Dia langsung bersujud di hadapan ayah dan anak itu.

"Tidak perlu minta maaf kepada kami, katakan saja kepada Kaisar, kami tidak membutuhkan pelayan di rumah kecil ini. Kami juga tidak memiliki kamar lebih. Di rumah ini hanya ada dua kamar untuk saya dan ayah saya. Jadi, untukmu tidak ada tempat untuk beristirahat nantinya." Alin menolak dia dengan halus, agar dia bisa memberi alasan kepada Kaisar.

"Ba, baik nona, saya akan mengatakannya kepada kaisar." Setelah dia berucap demikian, dia berpamitan untuk kembali ke istana.

Walau di dalam hati pelayan itu merasa senang juga bisa lepas dari rumah kecil itu. 'Siapa juga yang mau tinggal bersama mereka? Sudah rumah kecil, pasti makanan tidak ada di dalamnya. Siapa yang mau lapar tiap hari?' Dia bergumam sambil berjalan menuju istana utama.

Sebenarnya sudah lama dia berkeinginan untuk menjadi pelayan bagi putra atau putri dari Kaisar. Karena dia melihat teman-temannya selama ini berkelimpahan dan memiliki banyak uang.

Karena setiap nona atau tuannya menyuruh sesuatu, mereka akan di beri imbalan yang cukup menggiurkan.

Jadi, dari sejak lama dia terobsesi untuk bekerja di salah satu anggota keluarga Kekaisaran.

"Mengapa kamu kembali?" Kaisar bertanya ketika seorang kasim telah memberitahu kedatangannya dan mempersilahkan pelayan itu masuk.

Dia langsung sujud di hadapan Kaisar. Dengan suara yang di buat sesedih mungkin, dia seperti sedang merajuk kepada Kaisar.

"Maaf Yang mulia, hamba di tolak mereka, mereka mengatakan tidak membutuhkan hamba."

"Hmm," Kaisar mencubit dagunya sendiri pelan, dia terlihat sedang berpikir.

"Mereka tidak memberi alasan mengapa kau di tolak?"

"Kata tuan Su, rumah mereka kecil dan hanya memiliki dua kamar, untuk dirinya dan putri nya saja. Jadi, tidak ada kamar untuk hamba Yang Mulia." Jawabnya dengan menunduk sampai ke lantai.

Kaisar mengetuk-ngetuk sandaran kursi yang dia duduki.

"Bawa pelayan ini, dan jual kembali ke tempat penjualan budak."

Dia langsung terkejut mendengar apa yang di katakan oleh Kaisar.

"Yang Mulia, apa salah hamba yang Mulia?! Bukan karena saya tidak mau bekerja yang Mulia, tapi mereka yang menolak hamba..."

"Karena itu, kau tidak di butuhkan lagi di sini. Jadi, bukankah lebih baik di jual saja."

Dia tidak menyangka bahwa Kaisar bisa sedingin itu terhadap rakyat miskin di depannya.

"Karena putri dari juru masak telah sadarkan diri, panggil mereka menghadap saya saat ini." Perintahnya kepada orang suruhannya.

Dia sangat benci orang-orang yang menolaknya. Sehingga, dia ingin tahu apa keinginan kedua orang itu. Apakah ingin memerasnya? Pikirnya di dalam hati.

Dia mengira, bahwa putri dari juru masaknya seorang yang rakus. Dan dia telah menduga bahwa Alin dan ayahnya menginginkan harta benda.

1
Memyr 67
𝗇𝖺𝗌𝗂𝖻 𝗉𝗎𝗍𝗋𝖺 𝗆𝖺𝗁𝗄𝗈𝗍𝖺 𝖻𝗎𝗋𝗎𝗄 𝖻𝖺𝗇𝗀𝖾𝖽, 𝗉𝗎𝗇𝗒𝖺 𝖺𝖽𝗂𝗄 𝗌𝖾𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁 𝗉𝗎𝗍𝗋𝗂 𝗒𝗎𝗂
Memyr 67
siapa tu olivia?
Memyr 67
𝗂𝗇𝗂 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝗉𝖾𝗃𝖺𝖻𝖺𝗍 𝗌𝖺𝗅𝖺𝗁 𝖺𝗌𝗎𝗁𝖺𝗇? 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝖻𝗂𝗌𝖺𝗇𝗒𝖺 𝖻𝖾𝗋𝗉𝗂𝗄𝗂𝗋 𝗄𝖺𝗅𝖺𝗎 𝖼𝗈𝗐𝗈𝗄 𝖼𝗎𝗆𝖺 𝗌𝗎𝗄𝖺 𝗀𝖺𝖽𝗂𝗌 𝖼𝖺𝗇𝗍𝗂𝗄 𝖽𝗈𝖺𝗇𝗄. 𝖼𝗈𝗐𝗈𝗄 𝗁𝖾𝖻𝖺𝗍 𝗃𝗎𝗀𝖺 𝗆𝗂𝗅𝗂𝗁𝗇𝗒𝖺 𝗀𝖺𝖽𝗂𝗌 𝖼𝖺𝗇𝗍𝗂𝗄 𝗍𝖺𝗇𝗀𝗁𝗎𝗁 𝖽𝖺𝗇 𝗍𝗎𝗅𝗎𝗌 𝖼𝗂𝗇𝗍𝖺 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝖽𝗂𝖺. 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗈𝖻𝗌𝖾𝗌𝗂 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁 𝗀𝖺𝖽𝗂𝗌 𝗀𝖺𝖽𝗂𝗌 𝗉𝖾𝗃𝖺𝖻𝖺𝗍.
Alif
istana gk ada kbrnya, harusnya rame itu hbis dibrampok😆
Alif
kaisar kok jahat
Ona Sukatendel
kaisar nya tidak welas asih
Dwi Agustin N Muftie
kok ceritNya terasa nggantung ya..
Dwi Agustin N Muftie
lho keponakannya ya. kirain anaknya ..
Dwi Agustin N Muftie
masih juga mendekat. ke kaisaran. masih juga mau masuk kandang macan. apanya melarikan diri dulu
Dwi Agustin N Muftie
lho kok dibawah perintah permaisuri. bukannya hanya jenderal mo dibawah putra mahkota ya. apakah jenderal mo akan merebut kerajaan beli?
Dwi Agustin N Muftie
sudah ada terpal ya saat itu...
Knox Arcadia
sangat bijak permaisuri aku sangat menyukaimu karna berjaya membuat rencana untuk jadikan seluruh keluarga kekaisaran sebagai mayat hidup tapi kalau kau dapat buat mereka jadi boneka hidup yang bersikap seperti orang normal dan ada kemampuan lebih kuat dari versi asli tu lagi gempak dan kalau boleh kau kawal sekali jenderal mo, dan semua orang yang sangat berguna untuk kekaisaran sebagai boneka hidup nanti kau dapat jadi Ratu yang sangat berkuasa di kekaisaran Lagi bagus jugak kau ada kuasa ilmu beladiri akan semakin seru 😊🤣🤣🤣
Dwi Agustin N Muftie
masih juga e berurusan dengan kota atau ibukota..
Dwi Agustin N Muftie
padahal tanpa pelayan, mereka tidak bisa melayani dirinya sendiri, tanpa rakyat jelata, orang rendahan mereka tidak akan bisa jadi pejabat, bangsawan atau kaisar..
Dwi Agustin N Muftie
masa iya kaisar tidak paham dengan karakter juru masaknya yang sudah lama banget jadi juru masaknya. aneh..
Evy
Banyak lintah disungai kecil itu ya?
echa purin
👍🏻
Ekodjuni suharto
agak mikir dengan tulisan yg ini
Ekodjuni suharto
tanpa syarat, bukan isarat beda makna to.....
Ekodjuni suharto
mati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!