Cerita ini menceritakan Tentang Perjalanan hidup Aqila Putri Mahesa.
Seorang gadis Remaja Yang ingin mencari kedua orang tua,akibat tragedi di malam itu,dia harus terpisah dari kedua orang tua,bahkan sebelum dia sempat melihat wajah Papa dan Mama nya,Aqila di rawat dan di besarkan oleh Omnya dia saat dirinya masih bayi,Tetapi semenjak kepergian Omnya,Aqila merasa putus asa kini hidupnya tak tau lagi arah tujuan,orang yang jadi panutan untuk mencari orangtua dan yang selalu melindungi dirinya kini telah pergi meninggalkan dia untuk selamanya.
Bagaimana kisah selanjutnya? jangan lupa ikuti terus cerita ini..!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meri Handayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
INGIN YANG TERBAIK UNTUK AQILA
AQRAN PUTRA MAHESA
Di Luar Kota,
Aqran ternyata sedang merencanakan sesuatu untuk masa depan Aqila. Suatu hari nanti,Aqran ingin Aqila mendapatkan kembali Keluarga yang utuh.
Untuk kali ini dia tidak ingin Aqila kekurangan kasih Sayang lagi,dia melakukan berbagai upayah agar Aqila tetap Kuat dan Tegar menghadapi Kejamnya perjalanan menuju Dunia Dewasa.
"Aqran!" sapa Dilan sambil menepuk pundak Aqran pelan.
Dilan adalah Sahabat sekaligus Saudara bagi Aqran. Selama dia berada di Luar Kota. Dilan selalu membantu Aqran dalam memecahkan berbagai masalah.
Termasuk masalah melindungi Aqila dari arah jauh,Aqran selama ini selalu memantau pergerakan Aqila. Jika Aqila sedang merasa sedih atau kecewa.
"Iya. Ada apa?" Tanya Aqran sambil menoleh ke belakang.
"Apa tidak sebaiknya kamu cerita yang sebenar nya kepada Aqila?" Tanya Dilan,dia ingin Aqila segera mengetahui semua nya. Apa yang telah terjadi.
"Aku juga ingin melakukan nya. Tapi ini bukan waktu yang tepat Dilan." Jawab Aqran.
"Aku akan memberitahu semua nya,jika aku benar-benar sudah menemukan Keluarga aku lagi,"
"Aku melakukan nya selama ini,agar adik ku tidak terlalu terluka jika aku tidak berada di dekat dia." ucap Aqran sambil memainkan ponsel.
"Aku tau maksud kamu baik.! Tapi apa tidak sebaik nya kamu mengajak Aqila tinggal di Apartemen ini?" Tanya Dilan sambil meyakinkan Aqran.
"Kalau aku membawa dia kesini,yang ada dia akan banyak bertanya. Selama ini aku bilang sama dia kalau aku tinggal di Apartemen milik Kantor." Jawab Aqran sambil melihat ke arah Dilan.
"Tunggu dulu? Jadi Aqila juga tidak tau kalau kamu Kakak Kandung nya selama ini?" Tanya Dilan dengan cepat Aqran mengangguk.
"Dia cuma tau kalau aku Putra Om Frans." Jawab Aqran.
"Apa kau yakin? Jika Adik kamu tidak akan terluka,jika suatu saat dia mengetahui kebenaran yang selama ini kamu sembunyikan?" tanya Dilan lagi.
"Entah lah! Aku juga tidak tau,mungkin berlahan-halan dia akan mengerti dengan ke adaan ini." ucap Aqran.
"Saat aku jauh,Aku percaya Natan dan Nara bisa membantu aku menjaga Aqila,"
"Jika Aqila terluka,akan selalu ada Nara yang mengobati dirinya. Jika dia butuh uang jika aku tidak ada,Natan juga ada." ucap Aqran menjelaskan semua yang di lakukan untuk Aqila kepada Dilan.
"Tapi bagaiman dengan masalah Percintaan Aqila? Kau tau anak sebesar dia Masa Remaja nya sangat di khawatirkan?" Tanya Dilan lagi,dia juga ikut khawatir jika Aqila salah pergaulan.
"Ada Vino yang akan selalu menjaga dia. Sudah lah! Kamu yang pancing aku terus,yang ada aku kepikiran adik ku terus." Protes Aqran dia mulai kesal. Dilan terkekeh melihat Aqran yang mulai sedikit kesal.
"Hhaha..Baiklah! Aku punya informasi penting." ucap Dilan sambil memberikan beberapa berkas.
"Apa?" tanya Aqran sambil mengambil berkas di tangan Dilan.
"Buka saja!" perintah Dilan sambil tersenyum.
"Ini bukan masalah Foto Wanita lagikan?" selidik Aqran. Dilan malah tertawa,beberap hari yang lewat dia memberikan beberapa Foto Wanita untuk Aqran pilih menjadi kekasih nya.
"Jadi Papa aku sudah ada di Kota ini?" tanya Aqran,Dilan mengangguk.
"Tapi itu data belum terlalu lengkap. Beberapa hari yang lebat teman kita bertemu beliau di sebuah Seminar." Jawab Dilan untuk memberi tau Aqran agar tidak terlalu berharap lebih jauh.
"Baiklah! Jika ada perkembangan lagi,Tolong kasih tau aku segera! Aku sudah sangat merindukan mereka." Jawab Aqran. Dia kembali memasukan beberapa berkas Foto ke dalam map. Dilan mengangguk sambil tersenyum ke arah Aqran,Aqran pun membalas nya.
"Ini baru masalah kecil yang aku sembunyikan dari Aqila,masih banyak lagi masalah yang belum aku beritahu kepada adikku Dilan." ucap Aqran sambil meneguk secangkir air di dalam gelas.
Sebenarnya Aqran ingin menceritakannya kepada Aqila setelah ke pergian Om mereka. Namun melihat kondisi Aqila yang kurang baik Aqran mengurungkan niat nya dulu,agar tidak memberitahu Aqila.
"Apa kau juga tidak menceritakan kepada adikmu tragedi di malam itu? Di saat kalian terpisah?" tanya Dilan.
Aqran mengangguk, "Iya kau benar,Aku tidak memberitahu dia dan Aku juga tidak memberitahu dia jika Aset yang di miliki oleh Om bukan lah di sita oleh Bank,melainkan di ambil oleh Tante ku." Jawab Aqran ia menjelaskan kembali kepada Dilan apa yang telah dia ketahui.
****
Ketika Aqila dan Wanita sedang asik makan bersama,tiba-tiba Aldi datang. Dia baru saja siap Olahraga lari pagi.
"Aqila!" sapa Aldi ketika sudah berdiri di samping Aqila.
"Eh..Kakak Aldi." ucap Aku sedikit kaget.
"Kamu Kenapa di sini? Bukan nya kamu masih di rumah sakit?" tanya Aldi binggung tiba-tiba Aqila ada di tanam.
Aqila tertawa ringan, "Aku keluar tadi malam Kak." Jawab Aku.
Wanita itu merasa di acuhkan oleh Aqila setelah ke datangan Aldi.
"Siapa Sayang?" tanya Tante. Mendengar Wanita itu bertanya Aldi menoleh,dia sedikit kaget melihat Wanita yang ada di samping Aqila.
"Siapa Wanita ini? Mana Vino?" tanya Aldi sambil berbisik.
"Aku menemukan dia di taman,kalau Vino ada di rumah! Tadi aku ke sini sendirian." jawab Aku sambil berbisik kembali,lalu Aldi mengangguk.
"Kok Mama malah di abaikan?" tanya Dia lagi,sambil manatap Aqila dan Aldi bergantian.
"Ehh...! Dia teman Aqila maa, Dia kakak Kelas Aqila." ucap Aku dengan nada sedikit gugup.
Aldi terpelongo mendengar jawaban Aqila,lalu dia melihat ke arah Aqila,dia ingin memintak penjelasan.
Aqila memberi Aldi kode,lalu Aldi mengerti maksud Aqila. "Aku Aldi tante." Sapa Aldi sambil mengulurkan tangan ke arah tante,lalu dia menerima uluran tangan Aldi.
"Oh.. Tadi Tante kira pacar nya Aqila." Jawab Tante,sontak membuat aku kaget. Sedangkan Aldi malah tersenyum.
"Eh..inngak kok mama,dia cuma teman Aqila." Jawab Aku,biar tante tidak salah paham.
"Mama tau kok sayang! Mana mungkin anak mama yang cantik malah punya pacar seperti dia." ucap Dia ketus.
Aku melihat ke arah Aldi,seperti nya Aldi tersinggung dengan ucapan dia. "Maa, Tidak boleh berbicara seperti itu." ucap Aku sambil menasehati kembali.
"Kakak Maafkan ibu ini ya?" tanya Aku kepada Aldi,aku merasa tidak enak sama dia,lalu Aldi mengangguk sambil tersenyum.
Bapak penjual bubur malah tertawa melihat Aldi yang sudah mulai kesal oleh ucapan tante.
"Kalau Mama seperti ini terus,Aqila tidak mau ajak mama jalan-jalan." ucap Aku cemberut.
"Jangan gitu dong Sayang. Iya mama mintak maaf sama dia." ucap Tante lalu dia mintak maaf sama Aldi.
Lagi-lagi Bapak penjual bubur salut melihat perlakuan Aqila kepada wanita itu.
"Kakak? Jangan kasih tau Vino ya,kalau Aqila bersama tante ini." ucap Aku sambil berbisik,Aldi malah tersenyum.
Tak lama kemudian Aldi pamit,begitu juga dengan Aqila,karena Aqila mau mengajak Wanita itu jalan-jalan sambil membawa dia kembali ke Rumah Sakit.
bukan ke pergian 🙏🙏
semangat 👍👍👍
Raka, mau PDKT??
Thor, ingat setelah koma, spasi yaaaa
Thor, nulisnya:degdegan......begitu
Ah ya....ceritanya cukup menarik, tapi biasa....maklum, layar sentuh bikin terpeleset. Bagus 👍👍👍
Ayo thor, direvisi 🤗🤗