Maharani Qirani putri yang di buang kedua orang tuanya karena terlahir sebagai wanita, kedua orang tuanya berharap memiliki anak laki laki.
Bagaimana dengan kehidupan Maharani setelah ini yuk ikuti kisahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon inda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
"Aku tanya kenapa kalian tidak membantu korban justru malah membuat macet jalan dan mengerumuni korban tanpa melakukan apapun" Tanya Rani
"Kami sudah memanggil ambulan dari setengah jam yang lalu tapi belum juga datang jadi bukan salah kami, kau masih kecil tau apa" ucap seorang ibu ibu dengan sinis.
Mendengar ucapan itu itu Rani sangat kesal
"Hahaha lucu sekali, kalian memanggil ambulan tapi membuat jalanan macet, sampai kapanpun ambulan itu tidak akan bisa masuk kesini apa kalian kira mobil ambulan itu mobil mainan yang bisa terselip di kerumunan" Jawab Rani dan semua yang mendengar itu terdiam.
"Jika kalian benar benar kasihan dan peduli pada korban, kalian tidak akan mengambil gambar dan juga foto secara jelas hanya untuk sebuah konten bukan, kalian akan membawa korban kepinggir dan membantunya mengambil motor lalu membiarkan pengendara lain lewat tanpa hambatan" jelas Rani dengan kesal
"Belum lagi kalian juga punya mobil dari pada menunggu ambulan kenapa tidak kalian bawa menggunakan mobil kalian bukanya rumah sakit tidak jauh dari sini, jadi sekarang siapa yang bermain." Sengit Rani dengan dingin
" Sekarang kalian semua diam, aku mau konsentrasi untuk membantunya jika tidak ada yang diam aku tusuk kalian dengan jarumku" ujar Rani
Lalu Rani pun berjongkok dan mulai menusukkan jarum itu ke lengan dan bagian lainya setelah beberapa saat nafas Korban Kecelakaan itu mulai teratur tidak sesak lagi, walau ada luka di tubuhnya ia sudah lebih baik.
Dengan perlahan Rania menyentuh tangan yang hampir patah tapi setelah Rani menyentuh dan menekan di titik tertentu, tiba tiba pria itu menjerit keras dan suara tulang yang di perbaiki pun terdengar.
Semua yang melihat itu sangat shock, dan juga tidak menyangka dengan perbuatan gadis kecil itu yang sangat berani.
"Kak coba kau gerakkan tangan mu" pinta Rani pada korban
Mendengar itu secara perlahan pria itu pun menggerakkan tangannya dan ternyata bisa bergerak.
Melihat itu semua orang pun kaget dan dengan cepat Rani menyentuh kaki pria itu dan terjadi hal yang sama.
"Sudah cukup, sekarang Kakak sudah lebih baik dan paman dimana kendaraan mu?" Tanya Rani
Pria yang di panggil paman itu pun dengan cepat memberi tau Dimana mobilnya.
"Disana" jawab paman itu
"Bagus ayo bawa kakak ini ke mobil paman dan bawa dia kerumah sakit untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut, kakak semoga lekas sembuh hati hati. Aku pergi dulu motorku sendirian nanti hilang dan yang lain cepatlah mulai jalan kasian yang akan sekolah dan kerja pasti terlambat" jelas Rani lalu mereka pun dengan patuh mulai menjalankan kendaraan mereka.
Saat Rani akan pergi ia mendengar pria yang ia tolong memanggil nya, "Adik kecil siapa namamu suatu saat aku akan menemui mu untuk mengucapkan terima kasih yang benar"
"Maharani " jawab Rani singkat lalu berlari kearah dimana motornya berada.
Pria yang dia tolong pun tersenyum kecil lalu berlalu dengan di bantu dua pria untuk menuju mobil yang akan membawanya kerumah sakit.
Sedangkan Rani mendekati motornya yang masih berada di tempat tadi.
"Tuan Terima kasih aku duluan, aku sudah terlambat, jika kita bertemu lagi aku akan mentraktir anda bakso" ucap Rami yang masih di dengar pria di dalam mobil.
Pria itu tersenyum kecil melihat tingkah gadis itu yang semakin lama semakin menjauh.
"Ayo jalan" jawab pria itu
"Ha... Jalan, kemana bos kenapa tidak naik mobil saja" ucap Aspri itu bingung
Sang bos yang mendengar Aspri nya mulai oleng pun menghela nafas,
"Kau ingin ku kirim kemana kutup Utara, laut lepas atau kandang Leon?"
"Maaf bos ayo kita jalan tapi pakai mobil saja panas di luar" ucap Aspri gugup
Saat ini Rani baru saja sampai di depan sekolah dan saat bersamaan pak satpam akan menutup gerbang dengan cepat Rani menerobos pintu itu dengan aman.
"haaaa.... Akhirnya, ya ampun ini sangat tidak patut di contoh" keluh Rani lalu membuka helm nya.
Setelah itu ia pun masuk kekelas, saat sampai di kelas untung saja belum ada guru yang mengajar.
"Untung saja belum ada guru" keluh Rani lalu duduk di tempatnya.
"Rani kamu baru datang, tumben kamu bisa telat biasa dulu di sekolah kita kamu akan sangat pagi sudah di sekolah?" tanya Manda yang sudah ada di kursinya
"Is kau ini bikin kaget saja, kalau mau menyapa tu ucap salam atau apa ini langsung tanya kan kaget" kesal Rani pada manda
"Hahaha... kayak ada pintunya saja, maaf deh lalu kenapa kamu kesiangan?" Tanya Manda lagi
"Manda sayang aku terlambat karena macet bukan karena kesiangan" jawab Rani
"Kok bisa macet bukanya kak Mila selalu ada cara untuk cepat sampai" ujar Manda
"Aku berangkat sendirian bawa motor" jawab Rani santai
"Apa... Motor... gak salah?" tanya Manda kaget
"Pelan saja Napa Manda" ujar Rani
"Kamu naik motor, kok bisa menang Daddy dan mommy ngizinin belum lagi tu tiga bodyguard mu itu " Tanta Manda pelan dengan wajah shock nya
"Gak ada yang tau hanya security yang tau, kak Mila sakit jadi aku suruh kak Mila ke dokter dulu, sedangkan yang lain gak ada di rumah" jawab Rani
"Parah kamu Rani, bisa bisa kamu
pulang sekolah di marahin kakak dan Abang kamu, belum lagi mommy yang menangis khawatir" ujar Manda
"Mau bagaimana lagi takut telat, dan beneran aku hampir telat karena kecelakaan di jalan" jawab Rani
"Tapi Rani apa naik motor seru juga ya ?" tanya Manda yang sepertinya ingin atau tertarik.
"Tentu itu sangat menyenangkan dan kamu tau aku baru bisa naik motor pagi ini karena tidak ada yang mengajari" ujar Rani enteng
"Apa... Pertamakali, yang benar ? nabrak gak... Ya ampun kamu ini nekat bener sih, bahaya tau" kesal Manda
"Hehehe gak papa lah sesekali" jawab Rani santai.
Manda hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat itu semua.
Tidak lama guru pun sudah masuk untuk mulai memperkenalkan diri karena ini hari pertama mereka bertemu.
Saat mereka sedang perkenalan terdengar ketukan pintu yang ternyata ada murid baru yang terlambat.
Tok...
Tok...
Tok...
"Masuk" jawab guru
"Maaf Bu saya terlambat karena macet" ujar murid itu
"Siapa nama kamu, hari pertama sudah telat" ujar guru itu
"Satria Suteja" jawab satria
Rani yang sedang menulis sesetu Li bukunya pun terhenti saat mendengar nama itu.
"Oh jadi ini putra mereka... Menarik " ujar Rani dalam hati
"Baiklah untuk hari ini saya maafkan besok jangan terlambat lagi atau saya buat kamu berdiri di depan sana" ujar guru itu tegas
"Baik Bu saya mengerti... terima kasih" ujar satria lalu mencari tempat duduk nya.
Bersambung
scra frsatnya bnr,jdinya ga msti hdp brng sm kingkong....🤣🤣🤣....
Laaahh.....
mling triak mling....siap2 malu lh klian....
😭😭💪
dnia emng smpit....yg jd krban trnyta msh kluarga shbtnya rani,jd sklian aja blsnya y....biar tu orng malu sklian.....
btw,kpn rani ktmu pwangnya y???