NovelToon NovelToon
Tawanan Tuan Mafia

Tawanan Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Hamil di luar nikah
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: Anggi Bia

Aleksander Smith seorang pria berusia 35 tahun,
Ia merupakan seorang bos mafia yang ditakuti dinegara Indonesia. Kekejian dan kekejamannya membuat ia paling ditakuti di dunia Mafia.
____
Agatha Leonor wanita cantik yang selalu terlihat ceria dan periang, namun keceriaan itu seketika hilang ketika tanpa sengaja dia harus berurusan dengan Aleksander Smith dan berakhir menjadi tawanannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggi Bia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Saat itu juga tubuh wanita itu roboh, genangan berwarna merah membanjiri lantai, tepat dimana kepala wanita itu tersungkur.

Ia menembakkan lagi ketubuh gadis malang itu.

"Singkirkan dia" pintanya pada beberapa anak buah bertubuh kekar.

"Baik bos"

Jawab mereka dengan suara serentak tegas.

Anak-anak buah nya terlihat sangat patuh dan taat pada tuannya.

Semua anak buahnya menahan nafas ketika alex berdiri dari kursinya.

Alex meninggalkan tubuh wanita malang itu tanpa ada rasa penyesalan telah menghilangkan nyawa orang lain. Wajahnya datar, sorot matanya tajam menyeramkan.

Terlihat nyawa manusia seakan tidak berarti bagi-Nya. Bukan baru kemarin sore ia membunuh menggunakan pistolnya, kini ia membunuh seorang wanita malang yang diduga mengandung anaknya.

'Dasar manusia iblis', maki Leonor ia bersembunyi dibalik lemari usang, berharap tidak ada yang melihat nya.

Namun kebaikan tidak pernah menghampiri, sebuah tangan menariknya dari balik lemari.

Alex menariknya keluar dari tempat terlarang itu.

Ia mendorong masuk Leonor kedalam kamar dengan sorot mata tajam.

"Aku bisa saja mengabis mu sekarang, tunggu saja giliran mu, jangan buat keributan" Pintanya dengan tegas, mengunci pintu kamar dari luar.

"Sedang mencoba untuk membuat ku tenang begitu..? Itu tidak mungkin, kamu sudah membuat ku hidup dalam keterpurukan, dan menemukan manusia kejam seperti kamu,"

Dengan mudahnya kamu melenyapkan orang lainlain," ujar Leonor, Alex mendengar tapi mengacuhkan nya.

Leonor duduk memeluk kedua lututnya gemeteran menahan rasa takut, ia duduk disisi ranjang bayangan perempuan itu melintas di kepala nya.

Lelaki yang memiliki julukan lion itu seperti manusia yang tidak memiliki jiwa, hidup nya seakan sudah ditukar dengan iblis kejam.Ia tidak mempunyai rasa takut dengan siapapun, ia merasa bahwa jiwa sudah menghilang lama bersama dengan kedua orang tuanya yang sudah meninggal.

Untuk bertahan hidup dengan guncang mental yang down, kehilangan orang tua nya dalam waktu bersamaan.

Hanya dirinya sendiri yang tahu seberapa besar penderitaan yang dia alami.

Saat orang-orang dewasa menghabiskan waktu untuk untuk percintaan dan kesenangan, tapi tidak dengan seorang Alex.

Ia melangkah melampaui batasan, ia pernah menerima tawaran bekerja sebagai pembunuh bayaran, walaupun ia punya perusahaan raksasa bergerak dibidang kontraktor. Saat melakukan pekerjaan itu, bukan upah atau bayaran lagi yang dia Terima, tapi sebuah kepuasan batin untuknya.

Bagi Alex pembunuhan adalah hal yang cukup memuaskan batin untuknya, melihat lawan terluka adalah kesenangan terdiri.

'Jangan mengeluh, karena itu akan melemahkan kan mu' itulah moto yang ia tanamkan pada dirinya.

Alex hidup seperti singa jantan kelaparan mencari mangsamangsa, ia selalu hidup dalam bahaya mengintai bahkan hampir kehilangan nyawanya hanya karena pekerjaan sampingan yang ia tekuni.

Bekas sayatan luka panjang dibahwa ketiaknya, merupakan bukti kejamnya dunia yang ia lalui semenjak kepergian orang tuanya.

Flashback

Lima belas tahun yang lalu,

Tepat malam itu orang tuanya mendapatkan informasi bahwa anak perusahaan yang ada diluar negeri bermasalah, membutuhkan orang tua Alex turun langsung untuk menangani masalah.

"Mama, seperti papa harus berangkat malam ini untuk mengurus masalah disana" ujar jekson sambil menatap istrinya.

"Mama ikut papa kesana, kita selesaikan masalah ini sama-sama" Mengenggam tangan jekson memberikan kekuatan.

"Apa tidak sebaiknya mama dirumah aja dengan alex, kasihan dia kalau kita tinggal ke luar kota terus"

"Kan ada mbok ina sama pak darto yang bakal temani Alex pa" ujar Larasati ibu Alex.

"Yasudah kalau itu mau mama, kita berangkat malam ini"

Larasati segera menyiapkan keperluan mereka selama diluar kota, mulai dari hal-hal kecil sampai besar.

Tok! Tok! Tok!

"Papa boleh masuk" Kata jekson dari luar.

"Masuk pa" Alex sibuk mengerjakan pekerjaan nya.

"Ada apa pa? Tumben ke kamar aku" tangan Alex sibuk mengetik diatas keyboard.

"Papa sama mama harus keluar kota malam ini, manager di anakkan perusahaan diluar kota menelpon papa, ada masalah disana" beritahu jekson.

Alex menghentikan kegiatannya itu, fokus menatap papanya.

"Apa tidak sebaiknya besok saja pa? Ini sudah malam"

"Justru kalau malam ini, papa bisa usahakan cepat kembai nak,"

"Yasudah kalau papa maunya sepertinya itu, semoga masalah nya cepat selesai disana"

Alex pun mengiyakan orang tuanya berangkat malam itu juga.

Mengantar orang tua nya sampai depan pintu, sudah ada pak darto siap mengantarkan keduanya sampai bandara.

"Kamu jaga diri dirumah iya selama mama sama papa tidak ada" ujar Larasati sambil memeluk putra semata wayang nya.

"Iya ma...alex akan baik-baik selama tidak ada mama" Memeluk mamanya tak kalah erat, ayahnya juga ikut menimpali memeluk kedua orang tersayang nya.

Pesawatnya berangkat pukul 22:00 malam itu.

Alex bersiap untuk berangkat ke kantor, melewati ruangan tamu terdengar berita ditv,

Pesawat dengan tujuan jakarta ke London jatuh dilaut lepas.

Ingatannya langsung mengarah ke orang tuanya menggunakan pesawat rute jakarta ke London.

'Tidak, ini tidak mungkin' batin Alex seketika ambruk di lantai, tangannya tidak sengaja menyenggol guci yang berdiri dekat sofa, menimbulkan suara pecahan.

Mbok ina datang tak kalah syok melihat berita ditv, tuan dan nyonya nya kecelakaan pesawat.

Ia segera mendekati Alex yang seperti orang linglung, memeluk kuat anak majikan itu.

Ia turut bersedih atas kejadian yang menimpa kecua orang tua Alex atau majikannya itu.

Untuk memastikan itu, Alex bersama bu ina pergi ke bandara memastikan nama-nama dalam korban kecelakaan pesawat.

Menghampiri petugas dan bertanya, lalu diberikan sebuah kertas data korban jiwa dalam pesawat.

Ia mencari-cari nama orang taunya, ia menemukan atas nama Jekson smith dan Larasati smith didalam data korban pesawat.

Flashback off.

Walaupun jasad orang tuanya tidak pernah ditemukan, namun ia menyakini orang tuanya masih hidup, mungkin dikatakan ikatan batin seorang anak dengan orang tuanya.

Ia mengarahkan anak buahnya untuk mencari sampai ke ujung dunia sekalipun, namun tidak pernah ketemu, tidak ada titik terang dan pasti dimana orang tuanya.

Semenjak itu Alex berubah menjadi orang yang kejam, tak kenal ampun dengan lawannya, berubah 180 derajat dari Alex yang selalu lembut dengan orang tuanya.

Ia menghabiskan waktu untuk mencari dan mencari, sekalipun tidak pernah ia memikirkan dirinya sendiri.

Ia mengambil gelas menuangkan Vodka meminumnya dalam satu tegukan, ia duduk sendiri didalam kamar nya merenungi hidup nya.

Siapapun yang berurusan dengannya, kalau dia seorang perempuan maka ia akan berakhir diatas ranjangnya dulu baru dibunuh secara perlahan.

Bu ina datang memanggilnya untuk makan malam.

"Nak makan malam sudah siap, mau ibu antarkan kesini atau kamu makan dibawah" kata wanita tua itu dengan sangat lembut.

"Antarkan kesini saja bu, aku makan disini"

mata itu mulai sayu karena efek alkohol.

"Baik nak"

Sejak Leonor dirumah dihutan, tidur Alex selalu terganggu dengan bayangan sesosok besar dengan mata merah menyala yang selalu memantau apapun yang ia lakukan.

Terkadang ia menghabiskan banyak minuman hanya untuk membuat nya cepat tidur, namun mimpi buruk itu selalu menghampiri nya.

"Makannya dihabiskan iya...nak, ibu tahu kamu banyak masalah, ibu juga tahu kamu rapuh, kamu butuh seseorang untuk menjadi rumah tempat kamu pulang,"

Kalau Tuhan izinkan ibu yakin, suatu hari nanti kamu akan bertemu dengan kedua orang tuamu," kata buk ina dengan sangat lembut memberikan nasihat untuk majikan didepan yang sudah dia anggap seperti anak.

"Aku akan berusaha sekuat yang aku bisa bu, aku yakin akan menemukan mereka,"

Ia memegang tangan wanita tua itu dengan erat.

Bu ina memeluk untuk menguatkan Alex, terkadang ia rapuh, tidak ada yang tahu kecuali bu ina.

***Bersambung***

1
Nuraini Nuraini
ceritanya hampir sama dengan nasip ku,,aku bacanya sambil nangis 😭😭😭
makasih thorr cerita mu sgt bagus
Anggi Bia: aduhh mohon maaf Nuraini, mungkin karya saya sedikit menyinggung perasaan kamu, tapi sama sekali tidak ada niatan yah☺
tetap semangat juga yah, akan ada akhir yang indah untuk proses yang rumit😇
total 1 replies
Maya Sari
Semangat kk…
Anggi Bia: terimakasih 🤗
total 1 replies
kalea rizuky
MC terlalu bodoh dan muterWL2 gk jelas. terlalu kejam jd kesannya wanita oon di injak terus
Anggi Bia: mohon maaf,tapi mohon bersabar dan ikuti alur cerita nya ajaa, puji Tuhan akan happy end🙏
total 1 replies
kalea rizuky
skip cerita menderita trs g usa bkin novel lu percumangk ada yg baca karena MC terlebih tolol bgt
kalea rizuky
knp g kena HIV laki bejatt
kalea rizuky
pantes sepi like MC nya lemah woy
_senpai_kim
Asyik banget bacanya!
Giselle Bustamante
Hebat deh penulisnya!
Anggi Bia: heheh aku masih harus bnyak belajar kaka gisell, maaf kalau ada teks yang masih berantakan ☺😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!