Aira Cantika Putri seorang perempuan cantik , pintar dan rendah hati. Mahasiswa kedokteran yang banyak di sukai pria kampus karna kecantikan dan kerendahan hati nya. Terlahir dari keluarga yang sederhana dan penuh kehangatan.
Kendra Aditya Nugraha seorang dokter muda yang tampan tapi sikapnya begitu dingin dan kaku namun di dalam hati nya begitu hangat dan rapuh. Anak pemilik rumah sakit ternama di jakarta juga satu satu nya pewaris rumah sakit.
Reyhan Adi Utama seorang calon dokter sekaligus anak pebisnis sukses. Sikapnya yang begitu ramah dan hangat terlebih terhadap Aira wanita yang dia suka sejak kuliah. Dia pun teman seangkatan dengan Kendra.
Aira terjebak di antara dua hati pria tampan itu.
Manakah yang mampu meluluhkan hati Aira?
Kendra yang dingin dan kaku atau Reyhan yang hangat dan lembut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon deti apriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menerima Tawaran
"A..apa Om menikah?" tanya Rara kaget
Om Wisnu pun memngangguk sambil tersenyum pada Rara
"Tapi Om kenapa Om mau menjodohkan Rara sama anak Om?" tanya Rara
"Karna kamu anak yang baik dan Om yakin kamu bisa merubah anak Om kembali seperti semula" jawab Om Wisnu
"Maksud Om?" tanya Rara bingung
"Om tidak akan menutupi yang sebenarnya. Om ingin kamu menjadi istri dari anak Om karna memang Om sangat menyukai kamu Ra kamu itu mirip seperti almarhum istri Om cantik, baik, pintar dan sopan itu awalnya kenapa Om berfikir mungkin kamu bisa membuat anak Om berubah kembali seperti dulu" jawab Om Wisnu lalu menghela nafasnya sejenak
"Anak om itu awalnya anak yang baik dia sangat penyayang dan lembut hati nya, waktu remaja dia punya pacar itu cinta pertama dan pacar pertama bagi dia. Hubungan mereka berlangsung cukup lama dari kelas 1 SMA hingga kuliah, sayang nya gadis itu mengkhianati anak Om di depan matanya. Itu membuat luka cukup dalam bagi anak Om, dia berubah menjadi anak yang sangat dingin dan kaku terutama pada wanita apalagi semenjak Om mengirimnya kuliah keluar negri sifatnya semakin dingin" jelas Om Wisnu
Rara yang mendengarkan cerita Om Wisnu menjadi terenyuh hati nya
"Kadang Om merasa bersalah karna malah mengirimnya jauh tanpa memikirkan perasaannya saat itu dan sekarang gadis itu malah datang lagi mendekati anak Om dan membuat luka lama nya kembali terbuka" sambung Om Wisnu
Rara lalu menggenggam tangan Om Wisnu mengerti akan ke khawatirannya terhadap anaknya
"Tapi Om.." ucapan Rara langsung di potong oleh Om Wisnu
"Om yakin kamu perempuan yang tepat untuk anak Om dan Om bisa jamin anak Om itu anak yang baik Ra. Om ingin ada seseorang yang bisa mendampingin nya dan menyembuhkan luka nya agar Om merasa tenang jika harus meninggalkan dia" ucap Om Wisnu dengan mata yang berkaca-kaca
"Om jangan bicara seperti itu, Om pasti bisa selalu bersama-sama anak Om" Rara mengusap punggung Om Wisnu memberi kekuatan
"Tapi Ra Om tidak akan memaksa kamu untuk menerima tawaran Om ini, kamu bisa bebas memilih mau menerima atau menolak. Om akan sangat senang kalau kamu mau menerima tawaran Om ini nak" ucap Om Wisnu
Rara diam sejenak berfikir keputusan apa yang akan dia ambil
"Huufftt.. " Rara menghela nafas nya
"Baiklah Om Rara mai menikah dengan anak Om dan menerima lamaran ini" jawab Rara
"Kamu serius nak?" tanya Om Wisnu dengan mata yang begitu berbinar
Rara pun menganggukan kepalanya sambil menggenggam tangan Om Wisnu
"Terima kasih Rara, Om akan berusaha membahagiakan kamu dan keluarga kamu memberikan yang terbaik untuk menantu Om ini" jawab Om Wisnu sambil menepuk nepuk punggung tangan Rara
Percakapan mereka pun berakhir sampai Om Wisnu mengantarkan Rara pulang sampai ke rumah nya
***
Keesokan malam di kediaman Wisnu Nugraha tampak Om Wisnu sesdang menunggu anaknya Ken pulang kerja
Sekitar jam 9 malam terdengar suara mobil Ken terparkir di bagasi rumah mewahnya itu
"Ken.. " panggil Papa nya di ruang keluarga
Ken yang hendak berjalan menaiki tangga menuju kamarnya pun berbalik arah menuju tempat Papa nya sedang duduk dan langsung mencium tangan Papa nya itu
"Loh Papa belum istirahat?" tanya Ken
"Belum, Papa menunggu kamu pulang" jawab Papa Ken sambil menepuk sofa di samping nya memberi isyarat kepada Ken untuk duduk di samping nya
Ken pun duduk di sofa samping Papa nya itu
"Ada apa pah kok sampai nunggu Ken?"
"Ada sesuatu yang ingin Papa sampaikan"
"Ada apa kok kaya serius banget"
"Ken kamu apa kamu sedang memiliki hubungan dengan seseorang?"
"Hubungan?" Ken mengerenyitkan dahi nya
"Hubungan apa maksud Papa?"
"Ken Papa ingin kamu segera menikah" ucap Papa Ken membuat dia kaget
"Menikah sama siapa maksud Papa, pasangan saja Ken gak punya" jawabnya
"Justru itu Ken , Papa sudah punya seseorang yang mau Papa nikahkan dengan kamu"
"Papa mau jodohin Ken sama anak kolega Papa?" Ken menaikan satu alis nya
"Bukan , dia hanya perempuan biasa dari keluarga biasa. Tapi dia seorang perempuan yang cantik, baik , pintar , sopan persis almarhumah mamahmu" ucap Papa Ken
"Ayolah Pa , Ken bisa cari istri Ken sendiri nanti" keluh Ken
"Nanti nanti kapan? Menunggu papa sudah tiada?" timpal Papa Ken
"Pah.. Papa tau kan Ken paling gak suka kalo papa bicara kaya gitu" jawab Ken agak kesal
"Maka dari itu Ken papa sangat berharap besar sama kamu soal ini , papa hanya khawatir sama masa depan kamu Ken"
"Hhmmm... " Ken menarik nafas nya panjang pikiranya terasa dilema
Di satu sisi dia tidak bisa menerima dengan mudah tapi dia tidak pernah menolak semua permintaan atau perintah Papa nya selama ini , terlebih Ken takut menyesal jika tidak menuruti permintaan Papa nya seperti yang pernah terjadi pada alamarhumah Mama nya
"Ken.. " panggil Papa nya menyadarkan Ken dari lamunannya
"Baiklah Ken Papa tidak akan memaksakan kehendak Papa, jika kamu tidak bisa menerima permintaan Papa" ucap Papa Ken
"Huufftt , Baiklah Pa Ken mau" jawab Ken dengan berat hati
"Kamu serius nak?" tanya Papa penuh harap
Ken hanya menganggukan kepala nya
"Baiklah Ken Papa jamin kamu tidak akan menyesali keputusan kamu ini. Oh iya tolong kamu kosongkan jadwal akhir pekan ini kita akan ketemu sama calon istri kamu" seru Papa Ken dengan semangat
"Yasudah Pa Ken naik ke atas dulu" izin Ken
"Yasudah istirahatlah" Ucap Papa Ken
Ken pun berlalu menaiki tangga menuju kamarnya lalu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur besar itu menutup matanya dengan sebelah lengan nya
"Calon istri" dengus Ken
***
Waktupun berlalu sudah akhir minggu
Rara yang sedang berada di dalam kelas bersama Dinda seperti biasa nya tiba-tiba Hp Rara berdering
"Om Wisnu Calling"
"Hallo Om.."
"Hallo Ra kamu sekarang ada di kampus?"
"Iya Om Rara lagi di kampus ini baru mau pulang"
"Bisa Om ketemu sebentar Om ada di depan kampus kamu"
"Apa Om ada di depan kampus Rara? Yaudah om tunggu sebentar Rara ke sana sekarang"
"Oke Om tunggu ya"
Setelah mematikan telpon Rara bergegas menuju ke depan kampus nya
"Ada siapa sih Ra yang barusan telpon kok kamu jadi buru-buru?" tanya Dinda yang bingung melihat sahabatnya begitu bergegas
"Ada Om Wisnu udah nungguin aku di depan" jawab Rara sambil berjalan cepat
"Om Wisnu? Om Wisnu siapa?" tanya Dinda yang kebingungan
"Udah nanti aku jelasin" jawab Rara sambil menarik lengan Rara
Di depan kampus Rara sudah ada Om Wisnu berdiri menunghubdi depan mobilnya yang terpakir di depan gerbang
"Om maaf nunggu lama ya?" tanya Rara sambil memcium tangan Om Wisnu dan Dinda pun ikut mencium tangan Om Wisnu
"Enggak kok Om sampe langsung telpon kamu tadi, Om ke sini mau kasih ini buat kamu pakai besok ya" jawab Om Wisnu sambil menyerahkan Papper bag berisi sebuah baju
"Ini untuk Rara Om?" tanya nya lagi
"Iya harus di pakai ya besok" ucap Om Wisnu sambil membelai kepala Rara
Rara pun mengangguk
Om Wisnu yang sedari tadi sadar di perhatikan oleh Dinda pun bertanya pada Dinda
"Kamu teman nya Rara? Siapa nama kamu nak? " tanya Om Wisnu
"Iya Om saya sahabatnya Rara , nama saya Dinda Om" jawab Dinda
"Ohh Dinda perkenalkan nama Om Wisnu Nugraha, kalau begitu Om titip calon menantu Om ya. Tolong di jagain baik-baik" ucap Om Wisnu tersenyum sambil mengelus pundak Dinda
"Calon menantu?" Dinda begitu kaget dan heran
"Yasudah kalau gitu Om pamit dulu ya Rara Dinda" pamit Om Wisnu sambil mengelus kepala kedua gadis itu bersamaan
"Iya Om hati-hati di jalan ya" jawab Rara sambil mencium punggung tangan Om Wisnu
Begitupun Dinda ikut mencium tangan Om Wisnu dengan pikiran yang masih bingung
Om Wisnu pun masuk kedalam mobil dan pergi dari kampus Rara dan Dinda
"Ra apa maksudnya tadi?" introgasi Dinda langsung melihat ke arah Rara dengan tajam
"Nanti aku jelasin ya Din, sekarang kita pulang dulu aku masih harus ngajar" jawab Rara
"Kamu hutang penjelasan ya Ra sama aku" ucap Dinda dengan tegas sambil menautakan kedua alis nya dengan tajam kehadapan Rara
ibaratnya ga praktis panjang lebar
mau nikah aja sama orang asing
ini adalah novel pertama yg aku baca di NT dan pertama kali aku baca novel gara" liat prolognya sw temen haaaa terharu bgt dua th llu ini aku msih blom download apk NT ah perjuangan ngingat judulnya😭😭😅😂