NovelToon NovelToon
Pelakor Berkerudung

Pelakor Berkerudung

Status: tamat
Genre:Poligami / Konflik etika / Pelakor / Tamat
Popularitas:271.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: dewi wahyuningsih

Kebahagiaan ku membuatku buta hingga mengabaikan kenyataan yang sesungguhnya, dan itu amat menyakitkan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi wahyuningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rasa Ingin Tahu yang Menyakitkan

Setelah pembicaraan hari itu, aku benar-benar tak pernah banyak bicara dengan suamiku, hanya seperlunya saja. Sudah satu minggu setelah perdebatan kami berdua, suamiku menjadi lebih banyak menghabiskan waktu di rumah meskipun aku mengabaikannya.

Dia yang tidak pernah menjemur Gozel, satu Minggu full ini melakukannya. Dia mulai belajar memandikan Gozel, bahkan jam 5 sore di sudah pulang ke rumah.

Menjengkelkan!

Kenapa?

Itu karena, saat malam hari, tepatnya malam setelah kami selesai berdebat. Aku terbangun dari tidurku, aku merasa ingin sekali buang air kecil. Saat aku tak mendapati Suamiku di tempat tidur, Aku benar-benar hanya bisa tersenyum pahit dan membatin di dalam hati karena aku mengira suamiku pasti pergi untuk menemui Rena dan membujuk Rena seperti yang dia lakukan kepadaku. Tapi, nyatanya dugaanku benar-benar sangat salah! Suamiku tidak pergi untuk menemui Rena, tapi dia sedang berbicara dengan Rena melalui sambungan telepon. Aku benar-benar tidak tahu apa yang dibicarakan oleh suamiku dan juga Rena, terlalu samar dan nada bicara suamiku juga pelan.

“Cinta mereka sepertinya sangat besar, aku sampai jadi terharu,” Ujarku di dalam hati, namun sebenarnya aku justru ingin menangis.

Kembali ku langkahkan kakiku, suamiku tersentak kaget mendapati ku berjalan melewatinya begitu saja tanpa menoleh sedetik pun kepadanya.

“Mau kemana, Sayang?” panggil suamiku, Mungkin dia merasa tidak enak dan takut aku akan kembali salah paham sampai dia mencoba untuk mengajakku berbicara lagi. Namun, sungguh sayang sekali karena aku masih tidak ingin berbicara dengan.

Mengabaikan suamiku begitu saja, Aku berjalan cepat menuju ke kamar mandi jelas membuang air kecil adalah hal yang lebih berarti dan lebih penting ketimbang terus memikirkan tentang suamiku.

Begitu aku kembali, suamiku masih duduk di ruang tengah tempat dia menghubungi Rena sebelumnya. Hanya saja, saat itu dia sudah tidak lagi memegang ponselnya yang artinya dia juga sudah mengakhiri panggilan telepon dengan Rena.

Melihat aku kembali melewati ruang tengah, suamiku langsung saja kembali mengajakku bicara yang mana membuat langkah kakiku juga sebentar terhenti untuk mendengar apa yang ingin dia ucapkan.

“Sayang,” panggil suamiku, “pampers Gozel, perlengkapan mandi juga sudah mulai habis, bajunya juga sudah agak sempit. Besok ikut Abang, kita belanja kebutuhan Gozel, sekalian denganmu juga, ya...” ajak suamiku.

“Sungguh, sial! Ajaran Ayah dan Ibu yang selalu menasehati bahwa sangat penting menghargai orang lain, jangan mengacuhkan saat orang lain ingin mengajak bicara. Nasehat, serta ajaran mereka begitu melekat, aku jadi kesal!” gumamku di dalam hati.

Ku hembuskan nafasku, rasanya aku ingin membenturkan saja kepalaku ke tembok sampai berdarah-darah karena aku benar-benar tidak bisa menghilangkan perasaan kesal yang benar-benar tidak menentu. Aku muak, tapi aku juga takut kehilangan suamiku.

Ajakannya barusan benar-benar terdengar sangat perhatian, sialnya aku tanpa bisa mengontrol diriku bahkan dengan cepat menganggukkan kepala.

“Bodohnya aku!” umpat ku di dalam hati. Sungguh, siapapun yang melihat itu akan memaki ku habis-habisan, bahkan pasti gregetan sampai ingin mencekik ku sampai mati.

Tapi, semua orang juga pasti tahu bagaimana rasanya sulit sekali melepaskan orang yang dicintai meskipun orang itu jelas memberikan luka yang sangat berat.

Pada akhirnya, kembali ku langkahkan kakiku untuk masuk ke dalam kamar, suamiku juga menyusul.

Kami berdua merangkak ke atas tempat tidur secara bersamaan, suamiku langsung masuk ke dalam selimut saat sempat melihat ke arahku untuk beberapa saat, karena itulah bergegas aku mengambil posisi berbaring memunggungi suamiku.

“Abang pasti ingin mengajakku melakukan hubungan suami istri, tapi aku sedang tidak ada mood untuk melakukan itu karena aku yakin, Abang melakukan semua itu hanya untuk menghiburku saja, kan?” Gerutuku di dalam hati.

Sekitar hampir 30 menit, aku menoleh dan aku yakin benar suamiku pasti sudah tidur. Aku sendiri sama sekali tidak mengantuk, aku yang kacau itu sulit membuatku konsentrasi dan mendapatkan rasa kantuk meski aku merasa sangat lelah.

Ting!

Aku tersentak dalam diam, jelas saja itu adalah ponsel suamiku di mana ada pesan teks yang masuk ke dalam ponselnya.

Ku telan Saliva ku sendiri, tiba-tiba saja aku merasa penasaran ingin membaca pesan dari siapa, dan tentu saja bayangan Rena masih di otakku. Sebenarnya, sejak kami memiliki hubungan hingga menikah, aku sama sekali tidak pernah ingin tahu tentang isi pesan di ponsel suamiku, juga dengan kontak yang ada di dalam ponselnya. Sekali saat aku melahirkan Gozel, untuk pertama kali aku melihat pesan yang dikirimkan oleh wanita lain kepada suamiku dengan begitu mesra, hal itu membuatku trauma, dan waspada serta takut jika ingin melihat kembali ponsel suamiku. Namun, rasa penasaran yang aku rasakan malam itu benar-benar sangat luar biasa.

Perlahan aku bangkit dari posisiku hingga aku dalam keadaan duduk di atas tempat tidur, perlahan kuambil ponsel suamiku begitu aku turun dari tempat tidur. Memiliki password untuk pengamanan, sejenak aku memasukkan beberapa angka, nyatanya tak ada yang berhasil. Mulai dari tanggal lahir suamiku, tanggal lahir ibu mertuaku, tanggal lahirnya Gozel, juga tanggal lahirku, bahkan tanggal pernikahanku dengan suamiku juga tidak bisa.

“Apakah password nya adalah ulang tahun Rena, atau mungkin tanggal pernikahannya bersama dengan Rena?” tanyaku di dalam hati penuh kekesalan.

Aku hanya bisa menghela nafas untuk sejenak, aku masih tak bisa menghilangkan rasa penasaranku yang seperti mempengaruhi dari ujung kaki sampai ke ujung kepala.

Kembali kutatap wajah suamiku yang masih tertidur pulas, sejenak aku berpikir, saat aku mendapati satu cara yang lupa aku gunakan sebelumnya karena panik, akhirnya cepat aku meraih tangan suamiku secara perlahan. Ku tempelkan Ibu jari suamiku kepada tombol pembuka menggunakan sidik jari, dan akhirnya terbuka!

Aku dengan cepat mulai bergerak, namun diiringi juga dengan debaran jantungku yang begitu kuat, tanganku yang gemetaran bahkan aku sampai keringat dingin karena takut membaca apa yang sebenarnya hanya akan membuat hatiku hancur saja.

Satu persatu aku membuka chatting suamiku dengan beberapa orang, memang kebanyakan dari customer toko, penjual bahan, dan juga tukang jahit. Tapi, ada beberapa pesan yang tidak biasa dikirimkan dari ibu mertuaku dan juga, Rena.

“Bang, aku tidak apa-apa kalau abang menghabiskan waktu bersama dengan Leora, dan juga Gozel. Abang bersikap baiklah kepada Leora, berikan perhatian yang banyak untuk Gozel juga, tidak mudah menjadi Leora. Aku sudah cukup menyayangi Abang, jangan khawatirkan tentang aku, insyaallah aku baik-baik saja, Bang.” Begitulah bunyi pesan yang dikirimkan oleh Rena.

“Maaf, bagaimana pun saat ini Leora dan Gozel yang lebih membutuhkan Abang, jaga diri di sana. Kalau butuh sesuatu, minta tolong Embak saja, atau Ibu, ya...” Balas suamiku.

“Iya, terimakasih, sayang. Salam untuk Gozel, aku selalu berdoa supaya dia memiliki hidup yang bahagia, dan selalu diberikan kesehatan. Abang jaga diri, jangan lupa makan, sholat jangan ditinggalkan,” Balas lagi Rena.

Aku segera menjauhkan ponsel suamiku, malas sekali aku melanjutkan untuk membaca. Selain aku hanya merasa kesal, nyatanya aku juga jijik sendiri.

1
wlychr
prestasi💪
Sulati Cus
bsgus
sukensri hardiati
kok malah kayaknya rena yg jadi korban yg perlu dikasihani sih..
sukensri hardiati
blokir tu no. mertua
Endang Supriati
hampir semua penulis selalu menggambarkan bahwa surga snak laki ditelapak ibunya. benar begitu, tetapi konsep dlm ajaran islam tdk begitu anak hrs menuruti semua perintah ibunya. klu perintah nya tdk sesuai dgn syariat islam juga bisa masuk nerala. krn anak laki ketika menikah hrs tanggung jawab dunia akherat terhadap istrinya. org tua menyuruh anaknya bercerai dan menikah lagi itu adalah zholim dan dosa besar. krn setelah menikah yg diutamskan adalah istri dan anak2nya baru orgtuanya. tanys ustad !! jd klu setelah menikah hrs turutin perintah orang tuanya salah besar! apalagi perintah yg mendorong dia masuk neraka. anak laki bertanggung jawab ke pada org tua nya adalah tentang sandang dan pangan hingga mereka mati. bukan menuruti perintah yg zholim. buat ates juga bukan laki2 sejati, klu sdh menikah msh mendengarkan dan ikuti perintah ibunya sdh salah apalagi perintah yg menghancurkan tanggung jawabnya.
Endang Oke
sy ngalamin seperti gozel.bpk ku menikah lagi dan menceraikan ibuku.sy msh umur 2 thn.
sama ibuku di bawah pergi ke Jakarta dr Jogjakarta. sampai lulus sma sy baru nyari bpkku, bukan apa2 minta tabggung jawab utk kuliah thn 80 an. ketemu minta niayackuliah.dia sfh bahagia dgn pelakor dan anak2nya.
sakit hati dan dendam, sy tdk pernah menyalahkan ibunsy. sy juga perempuan bisa merasakan sakit hati ibu. setelah lulus kuliah sy kerja diperusahaan besar. dan sy sdhbtdk pernah liat dan datang lg kerumah bpk saya . tdk sudi banget..dpt kabar bpk koma pemhulih darah pecah 3 bln di rscm. sy tdk pernah datang utk liat.najissssssss. di hubungi oleh kakaknya bpk.klu bpk sy mau ketemu. udh sakratul maut. dg terpaksa sy datang. sy bisikin apa coba.. cepat matilah kau pejaga neraka sdh nunggu. bpk sy menangis dlm koma. emang gw fikirin!!! 2 hr kemudian mampus tuh org tua. dikabarin. sy tdk datang..sudi amat sampai skrg saya tdk pernah ziarah.
Husna Farahdiba
maap kak author tp ttp gak masuk akal sih punya 13 toko baju gak mampu bli rumah cash secara pasti omsetnya bnyk,klopun omset sedikit pasti hnya punya 1 atau 2 toko klo sudah lebih dr 5 dipastikan usaha tsb maju...
Dewi: aku mantan pegawai toko fashion, mantan bosku pun gak punya rumah/sewa tahunan 😂
total 1 replies
Husna Farahdiba
Thor kok punya 13 toko baju di 3 mol tp tinggal di Kontrakan sepertinya kurang masuk akal, walaupun hnya rumah sederhana pasti punya sendiri,masa punya toko baju bnyk tp gak mikirin rumah,untuk kehidupan anak istrinya
Yulia Hariyono
Luar biasa
✮⃝🍌 ᷢ ͩ ~ Ꮢнιєz༄⃞⃟⚡
otw lah aq🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
Dewi: ditunggu kak ❤️
total 1 replies
elindha azzahra
sebenarnya nama suaminya arthes atau arshen se
elindha azzahra
dih biarin aja si arshen gila sukurin
elindha azzahra
dasar laki lemes mulutnya, apa2 bilang ke emaknya amit2
elindha azzahra
nyesek bgt rasanya
elindha azzahra
memang tidak ada larangan poligami, tp ya sebelumnya izin dulu sama istri pertama lah ne mah merebut namanya
elindha azzahra
Luar biasa
elindha azzahra
asli nyesek bgt😭😭
Rahmawati
bagus ceritanya
Seven8
boleh juga usulnya.. tinggal survey lapangan /CoolGuy/
Tri Lani
greget sama yang namanya pelakor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!