Hanna merupakan wanita dari kalangan biasa,ia harus bekerja giat mencari uang untuk menyembuhkan ibunya dari penyakit yang menyerangnya yaitu kangker darah.Karena keteledorannya Hanna di pecat dan kehilangan pekerjaannya.Hanna diharuskan menikah dengan seorang pria yang memiliki istri tiga dan menjadi istri ke empat.Bagaimana bisa Hanna menerima dirinya menjadi istri ke empat?dan alasan apa Gardapati menikahi Hanna sebagai istri ke empat?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Riskiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jejak
Cahaya matahari sudah menerangi bumi,bahkan cahayanya berhasil merasuk celah-celah rumah.Hanna yang terbangun membuka matanya.Rasanya tenggorokannya cukup kering dan badannya lemas.Hanna memegang kulitnya yang membiru karena kekasaran Gardapati.Hanna masih tidak percaya dengan apa yang di lewatkan semalam.Ia melihat tubuhnya di dalam selimut.Hanna masih dalam keadaan telanjang.Lalu Hanna melihat sekitar kain sprei yang telah di penuhi bercak darah.Hanna telah benar-benar merelakan mahkotanya.Hanna turun dari ranjangnya untuk mandi.Ia harus bergegas ikut sarapan pagi bersama keluarga Gardapati.Hanna turun tertatih-tatih karena betapa sakitnya bagian bawah tubuhnya.
"Sial,Apakah dia tidak mempunyai perasaan?kenapa dia membuatku begini.Mau di letak di mana wajahku.Kenapa harus meninggalkan bekas."Ucap Hanna di depan cermin setelah memakai baju yang baru di belinya bersama Anisa.Hanna benar-benar berubah sekarang.Dia telah menjadi wanita yang elegan.Namun,dia sungguh kesal dengan jejak ciuman Gardapati yang berada di sekitar lehernya.Lalu Hanna mempunyai ide untuk menutup jejak ciuaman tersebut dengan syal pendek.
***
"Wow..sepertinya ada ulat yang berubah menjadi kupu-kupu!"Ucap Didy yang melihat kedatangan Hanna dengan penampilan barunya.Membuat semua yang berada di meja makan menatap kedatangan Hanna.
"Apakah kau suka terlambat?Atau sengaja membuat kita menunggu?"Celetuk Isa dengan tatapan meremehkan.
"Stylenya tidak terlalu buruk.Bagaimana dia bisa berubah sedrastis itu.Tenang Isa,dia masih tetap cantik dirimu.Gardapati tidak akan pernah bisa berpaling darimu."Gumam Isa melirik sinis kepada Hanna.
"Maafkan saya,semalam saya kurang tidur."Jawab Hanna menatap Gardapati dengan tajam.Rasanya dia sangat kesal dengan kekesaran Gardapati.Sedangkan Gardapati acuh,seolah tidak terjadi apa-apa.
"Kurang tidur?bukankah kau selalu berada di dalam kamarmu!"Ucap Didy merasa heran mengapa Hanna menjadi kurang tidur.Padahal Hanna selalu membekap diri di dalam kamarnya.
"Apakah aku harus menjelaskan.Sebagai seorang istri,pastilah kurang tidur."Ucap Hanna sengaja.
Uhuk...Uhuk...
Isa yang paham dengan ucapan Hanna langsung tersedak.Apakah yang sedang di fikirkan Isa itu benar?yaitu Gardapati telah menunaikan kewajibannya sebagai seorang suami kepada istri ke empatnya.
"Pelan-pelan adik."Ucap Didy memijat leher Isa dan memberinya minum.
"Apakah penting membicarakan sesuatu di meja makan."Ucap Gardapati yang mulai tadi tenang namun ikut tersulut karena para istrinya terlalu banyak bicara waktu di meja makan.Jika tidak segera di hentikan,apakah pantas membahas masalah semalam bersama Hanna.Gardapati langsung menghentikannya.
Mereka pun langsung terdiam semua.Dan mulai lanjut makan.Seperti biasanya Gardapati akan mencium satu persatu kening istrinya sebelum berangkat kerja.Ketika Gardapati selesai berpamitan kepada para istrinya.mereka pun berhamburan melakukan aktivitas yang mereka sukai.Namun sebelum itu pastinya Isa akan menanyakan perkataan Hanna tadi sewaktu di meja makan.Isa sungguh sangat penasaran.
"Hy kau...Memangnya semalam kau ngapain?sehingga kurang tidur?"Ucap Isa kepada Hanna dengan tatapan sinis.
Hanna memutar tubuhnya karena Isa memanggilnya.
"Apa kau sungguh ingin tau?apakah kau akan percaya dengan apa yang akan aku katakan?"Ucap Hanna sambil melipat kedua tangannya di depan dada,seakan ingin meledek Isa dan Didy.Hanna hanya merasa senang jika Isa dan Didy tersulut.Dan sikap Hanna sungguh membuat Isa dan Didy yang berada di depannya tersulut.Menurut mereka Hanna tidak pantas bersikap seperti itu.
"Benarkah?Pasti itu sebuah kebohongan.Isa kau jangan percaya,mana mau Gardapati dengan wanita ini."Ucap Didy.
"Hahaha,benar kakak.Walaupun kau telah di permaks sedemikian rupa.Bagaimana bisa mengalahkan diriku."Ucap Isa sambil memperlihatkan tubuhnya yang sangat sexy.
"Kenapa aku merasa panas.Dan syal ini membuatku gerah."Ucap Hanna membuka syal yang di ikat di lehernya.Dan jejak ciuman Gardapati terlihat sehingga membuat mata Didy dan Isa terbelalak.
"Kau?Tidak mungkin.Kau gadis udik,busuk.."Ucap Isa sangat marah.
"Tenang adik,kau tau kan tujuan Gardapati.Bukankah Gardapati telah membayar mahal!Tak masalah.Seperti barang,setelah di pakai pasti akan di buang."Ucap Didy menenangkan Isa sambil mengejek Hanna.
"Hahahaha...Benar kakak,Apakah semalam kau sedang berada di surga,Hanna?Nyatanya barang milik berhargamu itu hanya terpakai satu kali saja.Kau tidak akan merasakan surga lagi.Gardapati lebih senang bersamaku."Jelas Isa dengan mata menyala dan meremehkan Hanna.Hanna hanya mengepalkan tangannya.
"Hahaha,benar...adik,bagimana bisa dia mengalahkan kecantikanmu.Hahaha,ayo kita akan belanja keluar.disini bosan."Ucap Didy bergegas pergi bersama Isa meninggalkan Hanna.Hanna hanya menatap kesal kepergian Isa dan Didy.
Hanna pun masuk dalan kamarnya,dan duduk di ranjang.
"Dasar wanita gila,tunggu saja pembalasanku.Aku akan membuat Gardapati bertekuk lutut di hadapanku.Bahkan kau Isa,pasti akan merongrong dan menyedihkan ketika Gardapati memalingkan wajah dan enggan menyentuhmu.Ta..pi,apa aku bisa ya?dia pria yang sangat dingin.Bahkan wajahnya sangat seram jika marah.Bagiamana cara aku menaklukannya.Dan ya benar,Isa wanita yang elegan,sedangkan aku apa!Ah,entahlah.."Gumam Hanna di dalam kamarnya sambil memegang kepalanya yang pening.
"Ya ampun,aku harus menyucinya."Ucap Hanna tiba-tiba melirik ke kain sprei yang ada bercak darahnya.Hanna lupa dengan bekas darah keperawanannya.Hanna harus segera membersihkannya sendiri.Dia akan malu jika seorang pelayan masuk dan menemukan spreinya ada bercak darah.
nasiib... nasiib
😆
kupikir Bapak²
kalo keysa bener keponakan adipati
kupikir gardapati sama dokternya aja
😅
kupikir baru selisih beberapa hari aja..
yg Hanna jemur sprei trus, ngobrol sama mb nisa, ulet ketemu ulet trus alergi...
berati saya kurang mendalami kl loncat beberapa waktu
😁