Bagaimana jika jiwamu bertukar dengan orang yang sangat kamu benci, pria yang selalu mengolok-olok mu karena penampilanmu yang culun?!
Denada seorang siswi berkacamata tebal dengan kawat gigi dan buku ditangannya, Si Empat Mata adalah julukan yang sudah melekat dengannya. Habis habisan merasakan Bullying di Sekolah baik dari teman wanita ataupun pria. Seorang pria yang sangat ia benci bernama Rendra juga sering ikut mengerjainya.
Tiba-tiba mendapatkan accident dan bertukar jiwa dengan Rendra, semua kehidupan menjadi berputar sekarang?!
Bagaimana Denada menjalani kehidupan barunya dengan memakai tubuh pria, dan Rendra yang harus merasakan menstruasi untuk pertama kalinya?!
Read More...
Si Empat Mata Reborn.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vietha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17 | Membalas Budi.
Kelanjutan cerita kemarin...
BYURRR...
"Emang dasar cewek kecentilan!"
Segelas es jeruk mendarat di wajah Denada Reborn alias si Rendra, tangan kasar si Lisa langsung menyiramnya dengan minuman di meja kantin ketika melihat Tyo sangat dekat dengan Denada dalam pikirannya.
Dari mana Ia tau, tentu saja gosip cepat beredar bukan, kalau Tyo cowok rebutan anak Basket Sekolah saat ini sedang me time dengan si Cupu Denada, eh bukan Denada Reborn kan sekarang dia sudah cantik.
Bukan hanya emosi yang nampak terpampang nyata di wajah si Lisa kini, tapi si Rendra tentu lah ikut emosi juga karena wajahnya disiram dadakan.
[B*ngsad si Lisa ini gak ada kapok-kapoknya, a*jing masa iya gue harus berantem terus sama anak cewek sih, gak kelar-kelar urusan gue, belom nemu solusi tukaran badan balik sama si Nada malah masalah datang lagi, #$!@... ]
Umpatan dan makian terus bergema dalam benak Rendra kini, Ia masih berusaha menahan emosinya di sana.
Denada yang asli juga dari kejauhan nampak kesal memperhatikan si Lisa yang tiba-tiba datang menyiram air begitu saja, kakinya hendak melangkah mendekati mereka namun tertahan oleh kode dari Rendra yang menggelengkan kepala untuknya.
"Lo ya murahan banget, tadi deketin Rendra sekarang sama Tyo, jangan belagu lo mentang-mentang punya penampilan baru, level lo masih dibawah gue jauh, udah gue peringati Tyo itu punya gue... "
Cacian dan makian bertubi-tubi si Lisa ucapkan dengan cepat kepada Denada yang dipikirnya saat ini. Rendra masih tetap diam dan berfikir, Tyo juga nampak kesal terlihat dari kerutan dahinya menatap si Lisa.
"Lisa jangan kasar gitu bisa gak sih?!" sentak Tyo seketika.
"Yaa tapi kan Tyo, dia ini... "
[Wah, kesempatan kayaknya ini, si Lisa emang gak bisa di diemin, gua beri lo Lis, enak aja nyiram gue, emang gue kanebo kering lo siram]
Benak Rendra mulai mendapatkan ide lagi, dia ingin memanfaatkan situasi saat ini untuk membalas Lisa.
"Aduuh... Tyo mata gue perih kelilipan minuman nih, aau ssshh..."
Rendra berakting lagi sebagai Denada Reborn di depan Tyo, kali ini Ia berpura-pura lemah dan kesakitan untuk mendapatkan simpatik Tyo, walaupun terpaksa harus menahan gelinya demi membalas perbuatan si Lisa. Memang licik otaknya si Rendra ini ternyata.
"Ah, mana yang sakit Nada, Fuuuh... Fuhhh... "
"Lisa! Kamu ni kasar banget jadi perempuan, liat ini matanya Nada kesakitan, janganlah main kasar Lis gak bagus itu!" sentak Tyo memarahi Lisa di sana sambil meniup-niup matanya Denada Reborn.
Tentu saja si Lisa makin kepanasan bagaikan baru keluar dari oven mukanya memerah dan tangannya mengepal rasa ingin sekali menampar Denada lagi pikirnya, tapi masih ada Tyo di sana.
Lisa kali ini tak bisa berkutik, ia terdiam. Ternyata rencana Rendra berhasil juga memanfaatkan situasi ini, sesekali ia mengejek Lisa dengan lidahnya tanpa sepengetahuan Tyo.
[Anj*ng lo Nada, emang licik juga lo ternyata ya, main-main lo sama gue, liat lo nanti gue tunjukin siapa gue, se*an!]
Lisa mengumpat dan membelalakkan matanya dalam diam menatap ke arah Denada yang dipikirnya, kemudian Ia bergerak pergi meninggalkan tempat itu dengan segera tanpa sepatah katapun lagi.
"Haaah, akhirnya selamat juga si Rendra!" ucap Denada yang asli dari kejauhan yang masih berdiri di sebalik tembok kantin.
❀༺🪷༻※※※༺🪷༻❀
Saat ini di Koridor menuju Kelas.
Denada yang asli juga ikut kesal mendapati perlakuan si Lisa dengan enteng menyiram tubuhnya, setelah Lisa pergi dari kantin kini Ia juga ikut melangkah menyusulnya dengan kerutan di dahi Rendra yang terlihat.
"LISA!" sentak Denada dari belakang mengagetkannya.
Lisa kemudian berbaik arah dan menemukan Rendra sudah di hadapannya kini, malas sekali rasanya Ia melihat si Rendra pengkhianat ini pikirnya, Lisa berdiri santai sambil melipatkan kedua tangan seraya memutar bola mata ke atas.
"Apa?! Masih ada muka lo mau nemuin gue ha Rendra, pengkhianat! Lo liat tuh cewek incaran lo sekarang si Nada lagi berduaan sama Tyo di kantin, dasar cewek murahan, mentang-mentang penampilannya udah ga Cupu kayak dulu lo jadi kayak gini Rendra, sadar lo!"
Cecar Lisa seketika dengan cepat mengutarakan kekesalannya dengan sentikan jari di depan wajah Rendra yang dikiranya.
Denada masih terdiam dan berfikir di sana, benar kali ini Ia tak boleh gegabah pikirnya, Lisa masih mengiranya Rendra dengan tubuh pria ini, jangan sampai terpancing ucapannya.
"Terus kenapa kalau gue sekarang suka sama Nada, dia memang cantik kok, dan popularitas dia sekarang udah diatas lo, liat aja seisi Sekolah bicarain dia sekarang, kesempatan buat gue dong, jadi sorry sekarang gue gak bisa dipihak lo lagi!" lanjut Denada berbicara dengan cool dan bergaya seperti seorang Rendra dihadapan si Lisa ini.
Lisa tentu saja makin naik pitam mendengar penuturan Rendra dipikirannya yang saat ini tepat berdiri menghadapnya.
Emosinya makin memuncak, sudah dari toilet ia habis dikerjai si Nada, dari kantin Ia dikacangin juga didepan Tyo pula, dan sekarang dibuang Rendra pula pikirnya. Habis sudah kesabaran Lisa.
"Lo liat aja ya Rendra, gue gak bakal tinggal diem soal ini, gak ada yang bisa nyaingin popularitas gue di Sekolah ini lo harus tau itu! Dan ya sekarang lo bukan bagian dari komplotan gue lagi karena pengkhianatan lo, jangan pernah deket gue lagi!" tegas Lisa di sana sambil menunjuk Rendra yang dipikirnya tepat di depan muka.
Lisa kemudian pergi tak bergeming lagi dengan langkah tegas menuju kelasnya.
Denada masih menyaksikan dari belakang kepergian Lisa yang saat ini membuatnya senang, sesaat Ia berfikir bisa membuat seorang Lisa yang dulu membully-nya merasa tertinggal seperti sekarang ini saja sudah merupakan pencapaian yang memuaskan baginya. Tak lama bel masuk berbunyi mengejutkan Nada dari lamunnya.
❀༺🪷༻※※※༺🪷༻❀
Sepulang Sekolah.
Denada saat ini sudah berada di rumah Rendra, di dalam kamarnya tepatnya. Begitu juga Rendra sudah berbaring di kasur mungil Denada, mereka saling membalas chat satu sama lain karena sepulang Sekolah banyak tugas menumpuk dan mereka langsung kembali ke kediaman masing-masing.
📳📳📳
[Ndra, makasih ya buat hari ini, lo banyak banget bantuin gue hari ini (◍•ᴗ•◍)].
📳📳📳
[Santai gue mah, yang penting lo harus ingat sekarang lagi pakai badan gue, jadi harus stay cool oke, udah sana tidur].
Begitulah kira-kira isi text mereka, Nada sangat merasa senang dengan penampilan barunya sekarang. Satu sekolah yang biasanya memandangnya sebelah mata sebagai si Cupu kini mereka menyanjungnya, semua ini berkat Rendra pikirnya.
Jadi saat ini Nada berkeinginan untuk membalas budi Rendra padanya, Ia mulai berfikir dan berkeliling di dalam kamar Rendra. Tak lama Ia menemukan sesuatu dalam lacinya.
Sebuah alat cukur, Nada kemudian berkaca dan melihat pantulan Rendra di kaca itu, sambil Ia mengangkat alat cukur itu di sana.
"Mmm... Iya gue harus bales kebaikan Rendra, hihi... tunggu besok ya Ndra," ucapnya bergumam dengan pantulan Rendra di depan kaca.
"Huukk... Hukk... "
"Duh kok perasaan gue gak enak nih?!"
❀༺🪷༻※※※༺🪷༻❀
Lanjut di Next Bab.
siapa yg datang...nada kah..??
author memang suka bikin penasaran
trus ciuman lagi tukar lagi
ternyata masih dipertimbangkan ya🤭🤭