NovelToon NovelToon
Callie Si Bocah Genius

Callie Si Bocah Genius

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia
Popularitas:82.3k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

Season Terakhir dari Keluarga Roberto.

Baca Dulu Season Sebelumnya:
1. Anak Genius Milik Sang Milliarder
2. Pesona Si Kembar (Ada Cerita di Balik Gerbang Sekolah)
3. Pesona Si Kembar 2 (Cinta Tersembunyi di Balik Gerbang Kampus)
4. Pesona Si Gadis Badas

Callie Noura Eleanor, bocah cilik berusia 3 tahun dan merupakan anak dari Rachel dengan Lucky. Si bocah cilik cerewet dan sangat genius. Usianya yang baru menginjak 3 tahun itu, dia sudah pintar berbicara dan memainkan senjata andalannya. Begitu licik, hingga membuat keluarga hanya bisa geleng-geleng kepala.

Jika sepupunya seringkali merahasiakan identitas keluarganya, justru berbeda dengan Callie. Dia akan terang-terangan mengaku dari Keluarga Roberto. Hal itu membuat dia selalu berada dalam bahaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Teka-Teki

"Lihat ini,"

Ronand segera memutar laptopnya hingga Lucky bisa melihat apa yang ada pada layar laptop. Ronand tak bisa berkata-kata lagi saat mendapatkan sebuah notifikasi ketika mencoba membobol lokasi jaringan yang mengaktifkan jebakan di markas dunia bawah. Lucky yang melihat pun terkejut dan tak bisa berkata-kata lagi.

"Dia minta sogokan telur gulung biar tahu dimana lokasinya? Ini kayanya dia ngeledek kita deh," Lucky tak bisa percaya dengan apa yang dilakukan orang itu. Bisa-bisanya meminta telur gulung jika ingin menemukannya. Sungguh sogokan yang di luar nalar.

"Kalau dari permintaan telur gulung begini, kayanya ini ulang salah satu anggota keluarga kita." ucap Ronand tiba-tiba.

"Tapi siapa? Apa mungkin Ralia atau Mika?" tanyanya mengatakan kemungkinan orang yang melakukan hal ini.

"Callie. Ya, ini pasti ulah Callie. Anak bungsuku yang sangat menggemaskan itu," ceplos Lucky tiba-tiba membuat Ronand mengerutkan dahinya heran.

"Callie? Nggak mungkin deh. Dia memang jago sih otak-atik sistem robot tapi bel..."

"Jangankan otak-atik sistem di robotmu. Membuka akses CCTV dari jarak jauh aja bisa," sela Lucky membuat Ronand melongo tak percaya.

Lucky menceritakan tentang Callie yang bisa membuka akses CCTV di rumahnya dan rumah Ronand. Padahal Lucky dan Ronand sudah mencoba membuka akses CCTV yang terkunci itu tapi berujung gagal. Ronand yang baru tahu jika akses CCTV-nya sudah berhasil dibuka pun segera memeriksanya. Pasalnya setelah tak bisa membuka akses CCTV rumah, Ronand ada jadwal operasi di rumah sakit. Sehingga dia belum mencoba membukanya lagi.

Ronand terdiam saat melihat layar laptopnya, ternyata benar akses CCTV rumahnya berhasil terbuka. Callie? Dia segera menggabungkan beberapa kejadian ini dengan peristiwa yang lalu. Terutama saat CCTV rumahnya selalu mati setiap kali Callie datang. CCTV akan menyala kembali jika Callie sudah pulang. Setelah mencoba menggabungkannya, Ronand bisa menarik sebuah kesimpulan. Ini artinya Callie juga yang mematikan CCTV rumahnya.

"Jangan-jangan yang mematikan CCTV rumahku itu juga si Callie," ucap Ronand sambil menatap Lucky.

"Benar. Arthur pernah memergoki Callie pakai laptopku untuk mematikan CCTV rumahku. Berarti ada kemungkinan yang mematikan CCTV rumahmu itu adalah Callie," ucap Lucky sambil menjentikkan jarinya di depan wajah Ronand.

Astaga...

"Sebenarnya apa tujuan Callie melakukan itu?" tanya Ronand sambil meraup wajahnya kasar. Dia tak menyangka kalau keponakannya secerdas itu.

"Apa jangan-jangan ini ada hubungannya sama cairanmu yang hilang itu?" ucap Lucky tiba-tiba setelah mencoba berpikir tentang alasan Callie mematikan CCTV di rumah Ronand.

Benar juga,

"Jangan lupa robot dan pistol di rumahku sering hilang setiap kali Callie datang. Berarti emang dia pencurinya," seru Ronand yang langsung berdiri.

Rasanya teka-teki mengenai barang yang hilang di rumahnya sudah menemukan titik temu. Akhirnya dia bisa mengetahui siapa dalang dari hilangnya alat yang dirinya buat. Namun setelah mengetahui semuanya, dia bingung harus melakukan apa. Menghukumnya? Memarahinya? Ronand tak mungkin tega menghukum keponakannya itu.

"Kamu gimana sih jadi Bapaknya? Kok punya anak bisa pintar begitu. Mana pakai matikan CCTV dan membuat pusing orang lagi? Pasti kamu ajarin aneh-aneh kan," tuduh Ronand yang kini melampiaskan kekesalannya pada Lucky.

"Kok jadi nyalahin aku sih? Aku aja bingung ini kok anakku begitu. Jangan-jangan benar kata Opa kalau Callie ini calon terkuat menjadi penerus dunia bawah," ucap Lucky yang langsung menyampaikan kekhawatirannya. Lucky kesal pada Ronand yang bisa-bisanya malah menyalahkan dirinya.

"Benar, sepertinya memang Callie calon terkuat untuk jadi penggantimu di dunia bawah. Masa Bapaknya kalah saing sama anak sendiri. Mana tuh bocah masih 3 tahun lagi," Ronand ngeri sendiri membayangkan kelak Callie ketika dewasa. Masih kecil begini saja sudah berani mensabotase CCTV rumah dan membuat keluarganya kelimpungan.

Brakkk...

Ngawur. Nggak boleh,

Dih... Situ siapa kok ngatur Callie?

Bapaknya woyyy...

Ini Bapaknya,

Prettt...

Sial...

***

"Nanti kalian berdua, masuk sekolah PAUD bareng sama Callie dan Naura ya."

Rachel akan memasukkan Rose dan Vita ke sekolah PAUD dekat rumah. Callie sudah mendaftar di sana tapi memang belum berangkat. Sedangkan Naura juga sudah bersekolah di sana tapi selalu rajin berangkat. Berbeda dengan Callie. Keduanya sangat senang karena bisa sekolah. Padahal rencananya mereka akan mulai sekolah saat TK dekat pasar karena gratis.

"Telimakasih, Bu lachel. Nanti lose bakalan bilang sama Bapak kalau lose sudah boleh sekolah," Rose sangat senang ditawari sekolah oleh Rachel. Awalnya dia tak mau tapi terus dipaksa oleh Rachel.

"Sama-sama," Bukan tanpa alasan Rose dan Vita dimasukkan sekolah yang sama dengan Callie. Rachel ingin Callie bersemangat untuk berangkat ke sekolah.

"Ndak enak lho sekolah itu. Isinya cuma main doang. Kita kelual biaya, ndak dapat dolal. Lugi..."

Callie malah mencoba mempengaruhi Vita dan Rose agar tidak usah sekolah. Callie sangat malas bangun dan mandi pagi. Apalagi ketika sampai sekolah, hanya bermain dan belajar angka juga gambar. Baginya itu sangat membosankan karena dia sudah bisa. Naura langsung berkacak pinggang mendengar ucapan Callie itu.

"Ndak bosan kok, banyak temannya itu. Coba saja kamu lajin sekolah, temannya banyak. Kita bisa main dan jajan belsama," seru Naura yang tak setuju dengan pendapat Callie tentang sekolah.

"Temanku sudah banyak kok walaupun ndak sekolah," ucap Callie menanggapinya dengan acuh.

"Nih buktinya..." Callie menunjuk ke arah Rose dan Vita. Padahal keduanya belum sekolah tapi bisa berteman dengan Callie.

"Bukan teman sepel..."

"Sepelti mati lampu ya, sayang. Sepelti mati..."

Happ...

Rachel langsung membekap mulut Callie yang malah asyik bernyanyi. Bahkan badannya digoyangkan seperti akan konser. Anaknya ini benar-benar. Padahal mereka sedang ada di toko perlengkapan sekolah, malah heboh sendiri. Tak lupa dengan Ibu-Ibu yang melihat ke arah mereka. Mereka menahan tawanya karena merasa Callie sangat lucu. Ussy pun membayar belanjaan mereka semua ke kasir. Sedangkan Rachel membawa anak-anak keluar dari toko.

"Ini bukan panggung, nyanyi mulu. Heran Mama tuh," omel Rachel pada Callie setelah melepas bekapannya.

"Mau test suala, Mama. Sebental lagi lomba hali kemeldekaan. Siapa tahu juala 1," ucap Callie memberikan alasan.

"Suala Callie cempleng, ndak usah ikut lomba nyanyi. Nanti yang dengal pada kabul," ucap Naura dengan ledekannya.

"Ndak papa jelek, yang penting pelcaya dili."

Naura langsung terdiam mendengar ucapan Callie. Memang benar adanya, anak sekecil mereka itu yang dibutuhkan adalah percaya diri untuk tampil di depan banyak orang. Tidak bagus suaranya, tak apa. Justru malah lucu karena yang melakukan anak kecil. Berbeda dengan orang dewasa yang menyanyi dan suara false, pasti akan disoraki.

"Ayo makan. Kali ini Callie yang tlaktil," seru Callie sambil menepuk perutnya.

Holeeee...

"Es teh aja ya buat kalian glatisnya. Makanan bayal sendili," lanjutnya membuat Vita, Rose, dan Naura mengerucutkan bibirnya sebal. Sedangkan Rachel tertawa melihat wajah kesal ketiga anak kecil itu karena dijahili oleh Callie.

Pelitnya... Ngapain juga diajak ke mall kalau cuma dibeliin es teh. Mending beli es teh jumbo tiga libu di depan lumah,

Hahaha...

1
Siti Nurjanah
paling tuyul nya si calle si cerewet
Atik Kiswati
paling tuyulnya sj callie tu....
Novita Sari
lw ronand sama lucky tau yang nolong callie pasti kaget
Novita Sari
😄😄😄callie....
Rai Gojess
apa Callie buat
Novita Sari
cayo callie....callie lebih berami dari mika...benar benar titisan papa fabio
tia
su callie kurang kerjaan 😁😁
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 astaga gokil nih vadel
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Tang Bin
kali mambu itu 🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Sani Srimulyani
achel ga berani marahin Callie, soalnya dia juga kaya gitu dulunya.
Xin
🤣🤣🤭🤭🤭
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 telat
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣jawab aja
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Rai Gojess
turunan mu itu Achel😄😄
tia
pingin cubit Callie 😁😁
Atik Kiswati
turunan si achel tu....
🤣🤣🤣🤣
Dewiendahsetiowati
kena prank ya opa Dulian
Atik Kiswati
tiwas yg bc ikutan serius....😄😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!