NovelToon NovelToon
Mendadak Khitbah

Mendadak Khitbah

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nur Ulsyah Musyarofah

Ardan, seorang dosen tampan yang menjadi penerus keluarga Adinata sedang menatap pada seorang gadis yang tengah berbaring di atas tempat tidurnya.

Gaun yang dikenakan olehnya menunjukkan bahu dan leher jenjang milik Sasha, membuat jiwa lelaki Ardan meronta. Namun ia harus menahan segala hasrat yang sedang mencapai puncaknya, karena mengingat akan kontrak pernikahan yang membatasi sentuhan fisik diantara mereka.

Pernikahan mereka yang akan berlangsung dalam beberapa hari tersebut diakibatkan kebohongan yang dilakukan Ardan dan membuat seluruh keluarganya percaya bahwa Sasha adalah kekasihnya.

Bagaimana kisah mereka dimulai?

Happy reading guys

follow ig author
@kak.ofa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Ulsyah Musyarofah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjalanan Berdua

Hai Guys, sebelum lanjut ke novelnya aku ada sedikit pengumuman...

Karena Mendadak Khitbah kini ada Audiobooknya loooh. Dubbernya adalah Kak Adi WJ dengan pembawaan yang supeeeeeer keren saat membacakan novel ini.

Sekarang, kalian tetap bisa mengikuti kisah Ardan-Sasha dan juga Sania yang super Kamvret, tanpa harus memegang ponsel.

Cukup putar audionya, keraskan volumenya, letakkan ponselnya, dan kalian bisa melakukan apa saja tanpa harus ketinggalan kisah Ardan-Sasha.

Dukung juga Kak Adi WJ biar makin semangat membacakan kisah Ardan-Sasha untuk kita semua dengan memberikan like, komen dan vote di audiobook mendadak khitbah.

Love you All ...

*

'Suara ponsel bergetar'

Ardan terbangun menyadari ada yang bergetar di dalam saku celananya. Ia mengambil benda pipih tersebut, dan melihat informasi apa yang ia dapat melalui ponselnya.

"Ah, email sponsor" ia melemparkan ponsel tersebut ke atas meja.

Kemudian ia melihat keadaannya, ia baru saja tersadar jika ia tertidur di sofa. "Aiiih" tangannya langsung menepis ketika ia menyadari bahwa sebelah tangannya bersentuhan dengan tangan Sasha. "Semoga dia tidak menyadarinya" Batin Ardan.

Dia langsung menuju ke area walk in closet di kamarnya, dia mengganti pakaiannya karena semalam dia sama sekali belum mengganti bajunya. Setelah kembali ke tempat semula, ia melihat Sasha yang juga sedang tertidur dengan kepala di atas meja. Sasha sendiri juga belum mengganti ganti gaun. Ardan memalingkan mukanya yang memerah saat melihat bahu milik Sasha yang terbuka. Rambutnya yang tergerai menutup sebagian wajah cantiknya.

Ardan mendekati Sasha, ia membawa Sasha dan menggendongnya ke atas ranjang. Dia juga menyelipkan anak rambut Sasha yang tak beraturan itu di balik telinga, kemudian membetulkan posisi tangan dan kakinya.

Ardan kembali menjauh dari ranjangnya, jantung berdegup kencang, keringat dingin meluncur membasahi jambangnya, dan jakunnya bergerak gelisah saat melihat posisi Sasha yang terbaring dengan gaun yang sangat cantik.

"Snow White" gumamnya. Lalu dia mengerjapkan mata dan menggelengkan kepalanya menyadari apa yang telah dipikirkannya. Ia kembali ke sofa, kemudian memutuskan tidur dengan telungkup dan menenggelamkan wajahnya di atas bantal.

*****

Ardan membolak-balikkan posisi tidurnya, ia begitu gelisah. Bagaimanapun juga, ia adalah laki-laki normal yang masih melajang hingga usia 32 tahun. Hanya saja dia masih memiliki cukup iman melihat seorang gadis perawan yang terbaring di atas tempat tidurnya.

Ia kemudian melihat kembali ke arah Sasha, kini Sasha sudah berubah dari posisinya semula. Gaun sedikit tersingkap, membuat Ardan semakin panas di sekujur tubuhnya.

Ardan memutuskan untuk melihat ke arah ponsel, ia melihat jam sudah menunjukkan pukul 04.00 pagi.

"Ah harus siap-siap" Ardan beranjak dari duduknya dia menuju ke kamar mandi dan bersiap.

Setelah mandi yang begitu cepat, Ardan hendak mengganti bajunya. Ia ingat Sasha yang masih tertidur pulas.

Ia menuju kamarnya, lalu melempar bantal ke arah Sasha.

"Bangun! Kita harus segera berangkat!" Ardan membangunkan Sasha.

Sasha membuka mata dan meregangkan badannya, ia menguap sambil menutup mulutnya.

"Haah, Pak Ardan?" Dia begitu kaget melihat Ardan begitu ia terbangun dari tidurnya.

"Bangun! Aku kan sudah bilang kita berangkat sebelum subuh. Cepat pergi ke kamarmu sana!" Perintah Ardan.

Sasha yang terkaget langsung berlari keluar dari kamar Ardan. Ia masih harus menyadarkan dirinya sebelum memulai aktivitasnya.

*****

Setelah semua persiapan dilakukan Ardan dan Sasha langsung pergi melakukan perjalanan.

Nyonya Nasyila sudah menyiapkan semua keperluan mereka berdua untuk di perjalanan.

Sasha naik mobil bersama Ardan yang memegang kemudi. Sasha juga menyiapkan keperluannya ditambah keperluan Ardan. Setelah yakin semuanya siap dan tidak ada yang tertinggal, mereka berdua pun berangkat.

"Ini kita kemana pak?" Tanya Sasha.

"Ke rumah kakek dan nenekku" jawab Ardan singkat.

"Apa rumah mereka jauh?"

"Tidak juga, hanya sekitar 4 jam perjalanan. Masih di kota ini sebenarnya, hanya saja letaknya di pedesaan, medan perjalanan yang akan kita tempuh tidak terlalu baik, jadi akan memakan waktu lama" jelas Ardan.

Mereka kemudian terdiam dalam waktu yang cukup lama.

"Pak Ardan!" Sasha memanggil Ardan kembali.

"Hmm"

"Nenek Pak Ardan orang yang seperti apa?" Tanya Sasha.

"Kenapa? Kau khawatir mereka tidak menyetujui pernikahanku denganmu?" Ardan balik bertanya dengan sedikit tertawa.

"Bukan begitu! Aku senang jika nenekmu tidak menyukaiku, justru kita tidak akan jadi menikah!" Sasha mengelak.

Ardan tertawa. Entah kenapa, dia memang tidak mencintai Sasha, namun tidak ada alasan pula baginya untuk membenci Sasha. Sasha begitu menggemaskan menurut Ardan.

"Tenang saja! Nenekku itu orang yang baik! Mungkin diawal dia terlihat menjengkelkan, dia akan memintamu melakukan ini dan itu sesuai dengan keinginannya. Tapi turuti saja!" Jelas Ardan.

"Ah iya, dan mamaku berpesan, usahakan kau harus bertanya padanya dan posisikan dirimu seakan kau tidak mengetahui hal itu. Nenek akan merasa senang ketika mengajari menantunya" imbuh Ardan.

Sasha memonyongkan bibirnya sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.

Tak terasa kini mereka telah menempuh 2/3 perjalanan. Sasha yang sudah tertidur pulas pun kini telah bangun kembali.

"Tidurlah, jika kau masih mengantuk. Perjalanan masih sekitar satu jam lebih" ucap Ardan yang menyadari bahwa Sasha sudah terbangun.

"Emmh tidak, aku akan bangun. Jika aku bisa membawa mobil, aku pasti akan menggantikan bapak menyetir sekarang. Aku yakin Pak Ardan juga kelelahan kan?" Tanya Sasha.

"Kau mulai perhatian padaku? Jangan berpikir kau sudah ingin menggodaku?" Ardan tersenyum meledek.

"Iiih apaan? Saya hanya takut bapak mengantuk, makanya saya berpikiran demikian" Sasha mengerucutkan bibirnya.

Ardan tertawa dan kembali fokus pada kemudi mobil.

"Sebentar lagi akan ada waduk, kau mau berhenti sejenak untuk istirahat?" Tanya Ardan.

Sasha mengangguk dan berkata "boleh juga" dia terdengar begitu antusias.

Tak lama kemudian, terlihat ada waduk besar dengan air yang begitu tenang berwarna kehijauan. Ardan merapatkan mobilnya ke bahu jalan.

"Ayo turun!" Ajak Ardan pada Sasha.

Sasha mengikuti Ardan turun dari mobil. Namun Sasha tidak lupa membawa dua buah botol air mineral sebelum mereka turun.

"Pak Ardan mau minum?" Tawar Sasha sambil menyodorkan botol.

"Terima kasih" jawab Ardan sambil mengambil botol dari tangan Sasha.

Ardan meneguk air mineral tersebut, kemudian ia berkata "kau benar-benar perhatian padaku" ucapnya sambil tersenyum dan tangannya masih sibuk menutup botol.

"Ah, terserah! Bapak mau anggap apa, bukannya saya mau perhatian, menggoda atau apalah. Bapak memang menyebalkan karena sudah menyeret saya pada masalah keluarga bapak, tapi saya tidak pernah menganggap bapak sebagai musuh saya, jadi saya merasa melakukan hal-hal kecil seperti itu wajar. Karena saya juga demikian pada Kak Fariz" jelas Sasha jengkel.

"Fariz itu kakakmu?" Tanya Ardan.

"Iya, dia kakak sambungku" jelas Sasha.

"Jadi kau memiliki orang tua sambung? Siapa? Ayah atau ibumu?" Tanya Ardan beruntun.

"Ibu. Ibuku yang sekarang adalah ibu sambung. Ibu kandungku meninggal" jawab Sasha.

"Maaf, aku turut sedih mendengarnya" jawab Ardan.

"Tak apa! Ibuku yang sekarang juga baik Pak Ardan, Bapak tidak perlu khawatir" Sasha tersenyum pada Ardan.

"Siapa yang khawatir" jawab Ardan cuek.

"Iiih" Sasha geram dan menginjak sepatu Ardan kemudian dia berlari.

Ardan mengejarnya hanya dalam beberapa langkah. Sasha kalah jika harus beradu kecepatan dengan Ardan. Ardan menggelitik Sasha dan tanpa sadar ia memeluk pinggul Sasha. Keduanya terdiam saling berpandangan.

Ardan langsung melepaskan tangannya dan berjalan menuju mobil.

"Ayo kita lanjutkan perjalanan, agar tidak terlalu siang" ajak Ardan seakan mengalihkan perhatian.

Sasha yang masih kaget hanya menurut dan mengikuti kemana punggung Ardan pergi.

*****

Apa Ardan dan Sasha mulai jatuh cinta?

Bagaimana sosok kakek dan nenek Ardan? Apakah mereka akan menerima Sasha sebagai cucu menantu?

*****

Bersambung...

1
Indriyani_ Indry
jln ceritanya bgs,singkat,padat,dan jelas.
penokohannya jg pas.
walaupun ini karya perdana sang author,tp novel ini bgs menurut sy.
semoga utk ke depannya KK author lebih sukses lg dgn menghasilkan karya2 trbaiknya.
Yunerty Blessa
𝗠𝗮𝗸𝗮𝘀𝗶𝗵 𝗸𝗮𝗸 𝗯𝘂𝗮𝘁 𝗸𝗮𝗿𝘆𝗮 𝗻𝘆𝗮..
𝘁𝗲𝗿𝘂𝘀 𝗯𝗲𝗿𝗸𝗮𝗿𝘆𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗵𝗮𝘁 𝘀𝗲𝗹𝗮𝗹𝘂..
Yunerty Blessa
𝗮𝗸𝗵𝗶𝗿𝗻𝘆𝗮 𝘁𝗮𝗺𝗮𝘁 𝗷𝘂𝗴𝗮..
Fuji Yana
bagus bnget...
Yunerty Blessa
bagi kesempatan Sasha..
Yunerty Blessa
sedihnya..
Yunerty Blessa
makanya jadi suami tegas sedikit Ardan..
Yunerty Blessa
pasti karna Sania makanya seperti itu
Yunerty Blessa
teman suami seperti pelakor
Yunerty Blessa
Sania lagi..
Yunerty Blessa
buat kacau saja c delivery..
Yunerty Blessa
lanjut
Yunerty Blessa
seperti nya pak.ardan juga memang suka sama Sasha cuma malu mengakui..
Yunerty Blessa
jika kau mencintai Sasha darius.. lepaskan lah biarkanlah Sasha bahagia bersama Ardan..
Yunerty Blessa
kalau kau masih cintakan Sania Ardan baik kau lepaskan Sasha..kasian dia.
Yunerty Blessa
jika kau tak mencintai Sasha lepaskan dia... jangan buat dia tergantung tanpa tali..
Yunerty Blessa
seperti nya kedua nya punya perasaan tapi sulit mengutarakan
Yunerty Blessa
kalo memang Ardan tidak mencintai Sasha..ya lepaskan saja biarkan Darius yang membahagiakan nya
Yunerty Blessa
sakit nya seperti diabaikan..
Yunerty Blessa
sabar Darius..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!