NovelToon NovelToon
Hasrat Suami Lumpuhku

Hasrat Suami Lumpuhku

Status: tamat
Genre:Beda Usia / CEO / Romansa / Tamat
Popularitas:863.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Senja

Di saat sedang terpuruk karena kecelakaan, sang istri yang sangat dia cintai malah tega pergi meninggalkannya tepat di malam pertama pernikahan mereka.

Kehidupan yang seharusnya manis, harus berubah menjadi pahit.

Kepahitan hidup Abian menuntunnya bertemu dengan Anaya, seorang gadis sederhana yang bisa membuat hari-harinya menjadi berwarna lagi.

Gadis yang dijodohkan orang tuanya, justru dialah cinta sejati yang selama ini dia cari.

Mau tahu, bagaimana kisah cinta mereka berdua?

Akankah mereka akan saling menerima satu sama lainnya dan menggapai mimpi bersama-sama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 Pergi Ke Dokter

Setelah berdebat cukup lama dengan mertuanya, akhirnya Anaya mengalah.

Gadis itu menurut saat Luna mengajaknya untuk pergi ke dokter, memeriksakan keadaannya, karena suhu tubuhnya semakin tinggi.

“Ma, kita tunda aja ya pergi ke dokternya. Naya gapapa kok, habis minum obat pasti Naya langsung sembuh,” rengeknya. Entah sudah ke berapa kalinya Anaya merengek seperti anak kecil begini. Sisi lain gadis itu yang baru saja diketahui oleh Luna dan juga Rayya.

Sedangkan Luna, wanita paruh baya itu terlihat tak menghiraukan ucapan menantunya sama sekali. Ia memilih fokus menatap ke luar jendela, melihat kendaraan yang lalu lalang.

Namun, tangan kanannya tak berhenti mengusap pucuk kepala Anaya, yang saat ini ada di pangkuan wanita itu. “Kalau gak mau diam nanti Mama turunkan kamu di sini loh, mau?” ancam Luna yang membuat Anaya langsung menggeleng cepat.

Kepalanya saja saat ini terasa sangat berat dan berputar-putar. Membayangkan harus panas-panasan dijalan yang padat merayap begini, rasanya ia sudah tidak sanggup.

“Nah gitu dong, baru menantu Mama,” ucapnya seraya menarik gemas hidung mancung Anaya.

Luna memang terlihat seperti wanita egois yang selalu memaksakan kehendaknya pada Abian. Bahkan soal pernikahan putranya saja dia yang mengatur segala sesuatunya.

Bukan tanpa alasan Luna melakukan itu, semua demi kebaikan Abian. Ia ingin putranya itu bahagia.

Perhatian yang Luna lakukan saat ini, adalah yang pertama kalinya dan hanya pada Anaya. Dengan Sandra dulu, wanita itu sama sekali tidak peduli dan terkesan cuek.

“Mama jadi ngerasa lama-lama kamu itu mirip Abian. Keras kepala dan ngeyelan!” celetuk Luna membuat Anaya langsung mendongak dan menatapnya.

“Enak aja, Naya gak mau ya di samain sama mas Abian. Naya beda Ma sama dia,” elaknya. “Lagipula mas Abian itu pemaksa terus sula seenaknya sendiri.” tak terima jika dirinya di samakan dengan pria menyebalkan itu.

Luna menautkan kedua alisnya, mencerna setiap kalimat yang keluar dari bibir Anaya.

“Oh jadi sekarang manggilnya mas nih?” sahut Rayya yang sejak tadi duduk di kursi depan, bersama dengan Erick asisten pribadi Luna. Gadis itu memutar sedikit tubuhnya agar bisa melihat Luna. “Biasanya kalau manggil gak ada embel-embel mas loh.”

Rayya terkekeh geli, membayangkan sahabatnya itu memanggil tuan nya dengan sebutan mas. Mirip seperti panggilan ibu pada bapaknya di kampung.

Ucapan Rayya berhasil membuat kedua pipi Anaya bersemu merah. Ya, gadis itu saja baru menyadari kenapa tiba-tiba dirinya memanggil Abian dengan sebutan mas?

“Gak usah dengerin Rayya, Ma. Dia itu emang tukang ngadu.” tanpa sadar Anaya menarik tangan Luna dan menjatuhkannya perlahan di wajahnya, menutupi pipinya yang sudah memerah seperti tomat matang.

“Siapa yang tukang ngadu, emang bener kamu itu gak pernah panggil tuan Abian dengan sebutan mas.” Rayya sengaja menyulut emosi Anaya. “Iya ’kan mas Erick.”

Pria yang sejak tadi sedang fokus menyetir itu melirik Rayya sekilas dan menganggukkan kepalanya. “Iya,” jawabnya singkat. Lalu kembali menatap lurus ke depan.

“Ih Rayya kamu nyebelin banget tau gak!”

“Dih kenapa? Aku gak salah ngomong kok.”

Luna hanya bisa menggeleng melihat pertengkaran menantu dan asisten rumah tangga Anaya itu. Mau bagaimanapun, usia Anaya masih terbilang sangat muda. Wajar saja jika sikapnya saat ini sedikit manja.

“Erick, percepat dong! Ini darurat, kenapa jalannya seperti siput sih!” kesal Luna, merasa gerah dan panas berada di dalam mobil mewahnya sendiri.

“Macet Nyonya. Kalau bisa terbang saya terbangkan sekarang mobil ini,” sahut Erick dengan nada sedikit menggoda majikannya.

Selama berada di perjalanan Luna terus saja mengoceh dan memarahi dirinya. Padahal jelas-jelas jalanan ibukota kalau pagi begini pasti macet total.

“Kamu itu kalau dikasih tau bantah terus ya, mirip sekali sama Theo!” ujarnya seraya mengipasi dirinya dengan telapak tangan.

Erick memilih diam, apalagi jika disamakan dengan Theo. Sikap mereka berdua memang mirip, sebelas dua belas.

Tiga puluh menit berada di dalam perjalanan, akhirnya mobil mereka sampai di kawasan rumah sakit ternama yang cukup ternama di kota. Milik siapa lagi kalau bukan keluarga Alfredo.

“Bagaimana keadaanya, Dok? Apa ada kemajuan?” tanya Theo pada dokter yang selama ini menangani keadaan Abian.

“Perkembangannya cukup bagus. Asal ada niat kuat dalam diri Abian untuk sembuh mungkin tidak lama lagi dia bisa berjalan seperti semula,” jelasnya. Menulis beberapa resep obat yang harus Theo tebus. “Ajaklah dia berjalan santai. Tapi kamu harus ingat Theo, jangan memaksanya jika dia tidak ingin melakukannya.”

“Ya, aku mengerti dokter.” Theo menoleh sebentar ke arah Abian yang sedang fokus pada ponselnya. “Lalu apa tadi dia berkonsultasi tentang miliknya Dok?”

Dokter mengernyit bingung, “maksud kamu?”

“Dia impoten sejak kecelakaan itu. Dan belum lama ini dia bilang kalau miliknya kembali bangun hanya karena di sentuh oleh seorang gadis.” Theo berbisik lirih, takut kalau Abian sampai mendengar apa yang mereka berdua bicarakan.

“Ha..ha..ha…” Dokter Tomy tergelak mendengar penuturan Theo. “Ngaco kamu, mana ada di sentuh seorang gadis langsung bangun? Tidak ada yang seperti itu. Dan dia sama sekali tidak bicara apapun.”

Setelah memberikan resep obat pada Theo, dokter Tomy pamit untuk memeriksa pasien yang lain.

Theo menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal seraya bergumam sendiri, “masa sih tuan Abian bohong?”

“Mau sampai kapan kamu ada disini Theo?” ucap Abian yang berhasil membuyarkan lamunan Theo.

“E-eh Tuan. Kita pulang sekarang ’kan?”

“Kenapa balik bertanya? Tentu saja kita pulang sekarang! Aku lelah. Ingin istirahat.” Abian berpegangan pada pundak Theo dan mulai berjalan dengan perlahan sampai ke kursi rodanya.

“Saat anda sedang diperiksa, nyonya Luna menelpon saya Tuan.”

“Kenapa kamu melaporkannya padaku?”

“Karena itu ada hubungannya dengan anda.”

“Aku tidak peduli. Jangan biarkan Mama datang ke mansion dulu.” Abian menjalankan kursi rodanya, namun tiba-tiba terhenti saat mendengar ucapan Theo.

“Nona Anaya demam tinggi dan sekarang dibawa ke rumah sakit Tuan,” celetuknya.

Abian langsung memutar kursi rodanya menghadap Theo. “Apa kamu bilang, demam?”

“Ya Tuan,” jawab Theo. Pria itu mendorong kursi rodanya menuju ke ruangan perawatan dimana Anaya saat ini sedang berada.

Berbeda dengan Abian yang langsung terdiam. Jujur saja jauh di dalam lubuk hatinya ia merasa sedikit bersalah. Bagaimana mungkin Anaya bisa demam, bukankah kemarin dia baik-baik saja? Bahkan dirinya sama sekali tidak menyiksa gadis itu saat memandikannya.

“Tidak mungkin ’kan dia sakit karena ulahku?” lirihnya.

Memikirkannya saja sudah membuat Abian pusing. Kalau memang karena ulahnya, dia tidak akan memaafkan dirinya sendiri.

Bersambung....

1
febby fadila
astaga theo kamu kek gadis perawan aja 🤣🤣
febby fadila
anaya kamu itu sdah menyusahkan banyak orang
febby fadila
anaya ini bodoh apa gimana
febby fadila
theo jgn nambah masalah kamu 🤣🤣
febby fadila
gimana konsepnya 🤣🤣🤣🤣 astaga
febby fadila
benar itu mending nikahnya sama juna aja drpada menjadi pelakor dlm rumah tangga kakakmu
febby fadila
bodoh masah buat kamu apa bian itu urusan rumah tangga mereka
febby fadila
emang klau dasar sdah jalang bakalan anak² nya juga jalang /Smug//Smug/
febby fadila
wooowww kejutan amara hamil anaknya juan dan malah nuduh sama kakak iparnya sendiri hanya untuk harta
febby fadila
hmmm masih punya teka teki juga rupanya
febby fadila
mario kamu bukan ayah yg bijak dan peka kamu terllu dibutakan oleh cinta buta
febby fadila
untung ada theo yg sempat rekam semua itu
febby fadila
amara sungguh licik
febby fadila
karma buat kamu sandra, gimana sakit nggak tu, adik kamu sendiri yg jebak suami kamu emang anak² nya vania ini nggak ada yg beres semua jalang
febby fadila
sungguh rumit
febby fadila
tunggu kabar baiknya aja sandra 🤣🤣🤣
febby fadila
gimana bian dapt yg masih ori kan ya beruntung kamu 🤩
febby fadila
hmm abian udah mulai manja² ria dia
febby fadila
hmmm gimana bian sekarang bucin kan kamu 🤣🤣🤣
febby fadila
knp sandra apa kamu mau buat rencana lagi untuk menjadi pelakor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!