NovelToon NovelToon
Biarkan Aku Bahagia

Biarkan Aku Bahagia

Status: tamat
Genre:Cerai / Angst / Romansa / Teman lama bertemu kembali / Chicklit / Tamat
Popularitas:118.4k
Nilai: 5
Nama Author: saputri90

Dulu, aku adalah seseorang yang menjadi inspirasi hidupmu, Aku lah wanita yang selalu kau bangga-banggakan pada siapapun yang bertanya perihal siapa sosok di balik kesuksesan mu.

Namun sekarang, aku hanya sebuah nama yang terkubur bersama masa lalu mu. Kau sembunyikan aku jauh dari hidup mu. Semua sudah berubah, hanya karena orang-orang baru, aku tersingkirkan dari sisi mu.

Terima kasih Mas, kau pernah memeluk ku dengan erat, meski pada akhirnya kau melepaskan ku demi dia. Ya, dia yang jauh lebih sempurna di bandingkan diriku.

Dari dirimu aku belajar, pernah dibahagiakan bukan berarti tidak akan disakiti. Pernah di cintai bukan berarti tidak akan dibenci dan aku mengerti. Aku tidak akan pernah bisa selamanya menjadi orang yang berharga di hati mu. Karena aku bukanlah pelabuhan hati mu yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saputri90, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Aku menoleh ke orang yang suaranya sangat aku kenali. "Mas Doni?" Cicit ku saat melihat dia berdiri bersama wanita yang dulu menjadi orang ketiga di dalam rumah tanggaku.

Tak hanya aku yang terkejut, tapi Mas Doni dan wanita itu pun terkejut dengan kehadiran ku di samping Ferdy. Aku lirik wajah calon suami ku yang terlihat datar, seakan sedang menahan amarahnya pada mantan suami ku itu.

Aku ingin meminta penjelasan darinya, mengapa mantan suamiku dan wanita ****** itu bisa bekerja di salah satu pabriknya. Hidup terasa sempit karena harus bertemu dengan orang-orang yang pernah menyakiti ku.

"Jam berapa ini Pak Doni?" Tanya Ferdy yang membuat Mas Doni kikuk untuk menjawabnya.

"Jam 11 siang Tuan," jawab Mas Doni yang tak berani menatap wajah Ferdy.

"Apa Anda sering datang sesiang ini ke pabrik?" Tanya Ferdy lagi dengan tatapan tajamnya, ia menatap keduanya hingga tak berkutik.

"Tidak Tuan baru kali ini," kilah Mas Doni yang berbohong.

Aku bisa pastikan setiap hari pasti dia datang telat, karena apa? Karena aku tahu sendiri bagaimana dia, menghabiskan malamnya di rumah wanita ****** itu dan bangun siang karena kelelahan.

Ferdy pun tak mau memperpanjang urusannya dengan Mas Doni, ia pun kembali mengecek kondisi pabriknya yang tiga bulan ini belum sempat ia kunjungi.

"Lea, tolong minta seluruh laporan mengenai pabrik dari Pak Doni ya!" Perintah Ferdy yang membuatku mendelikkan mata ku.

"Ais, dia sengajakah apa benar-benar tak tahu jika Mas Doni itu mantan suamiku." Gumamku di dalam hati.

Ferdy masuk ke dalam mobilnya, sedang aku ikut berjalan mengekori langkah Mas Doni dan wanita ****** itu keruangan kerjanya. Ini pertama kalinya bagi ku, mengetahui mantan suamiku ternyata bekerja di perusahaan milik calon suami ku.

Setelah menjauh dari mobil Ferdy, keduanya seperti sengaja mengumbar kemesraannya di hadapan ku. Wanita ****** itu berjalan merangkul lengan Mas Doni dengan manjanya. Seakan-akan ia sengaja membuat ku cemburu.

Cih, rasa cemburu jelas sudah tak ada di hatiku yang ada hanya rasa jijik melihat tingkah mereka berdua. Langkah kami pun terhenti di sebuah ruangan kerja milik Mas Doni. Aku di persilahkan masuk oleh Mas Doni.

Aku duduk di depan meja kerja mantan suaminya sembari memainkan ponsel ku, sembari menunggu kedua pasangan menjijikan itu memberikan laporan yang diinginkan Ferdy.

Aku menyadari Mas Doni tengah memperhatikan diriku, dan membiarkan wanita ****** itu, mengambil berkas-berkas yang di pinta oleh calon suami ku. Fita, nama wanita ****** itu Fita. Dia pergi meninggalkan kami berdua, ketika ia harus pergi mengambil berkas yang tak ada di ruangan Mas Doni.

"Sayang, sepertinya aku harus kebagian keuangan dulu, mengambil kopian laporan keuangan bulan lalu, aku lupa menyimpannya dimana," ucap Fita dengan manja sembari duduk di paha Mas Doni dan meraba wajah Mas Doni di hadapan ku.

"Cih, menjijikan, kau kira aku cemburu? Tentu saja tidak," batin ku.

"Kau sudah kembali cantik Lea," ucap Mas Doni ketika Fita sudah tak ada di ruangnya.

"Terima kasih atas pujiannya," jawab ku singkat tanpa mau melihat wajahnya.

"Bagaimana kabar mu? Apa kau sudah kembali kerumah orang tua mu?" Tanya Mas Doni yang begitu ingin tahu kabar mengenai diri ku.

"Baik, aku tidak kembali kerumah orang tua ku, aku tinggal sendiri di apartemen yang dulu aku tempati." Jawab ku apa adanya.

"Kenapa kau tak kembali ke rumah orang tua mu, apa kau masih berharap untuk kembali pada ku?" Tanya Mas Doni dengan penuh percaya diri. Membuat ku tak bisa menahan tawa ku.

"Hahaha... tentu saja tidak, aku tak akan mau kembali pada orang yang menganggap diriku hanya sebagai seorang pembantu dan sampah." Jawab ku sinis.

Brak! [Suara pintu ruang kerja Mas Doni di buka kasar]

Aku lihat tatapan cemburu dari wanita ****** itu tertuju padaku.

"Hai, janda gatel. Jangan coba-coba merayu suami ku!" Ucap ****** itu tanpa sopan santun.

Ia menyebutku dengan janda gatel, tidak sadarkah dia dulu seperti apa? Miris sekali pemikirannya. Ada ya manusia macam dia?

"Janda gatal kata mu? Suami? Owhh, jadi kalian sudah menikah ya, selamat atas pernikahan kalian ya. Tolong segera berikan laporan yang dipinta Tuan Ferdy. Pasti dia sudah terlalu lama menunggu ku di dalam mobil." Balas ku yang tak ingin melanjutkan keributan yang tak penting dengan wanita yang tak selevel dengan ku.

Aku segera mengambil berkas yang ada di meja kerja Mas Doni yang sudah di tata oleh Fita tadi, dan merebut berkas yang ada di dalam dekapan Fita. Aku melangkah pergi meninggalkan ruang kerja Mas Danu tanpa memperdulikan tatapan sengit yang di berikan Fita terhadap ku.

Brak!![Suara pintu ditutup oleh Fita dengan kasar].

Aku terkejut melihat tingkah kasar Fita saat menutup pintu dengan tangannya. Ia terus menatap singit diriku. Ia tak memberikan jalan ku untuk keluar.

"Minggir Fita, aku harus pergi, Tuan Ferdy menunggu ku!" Ucap ku yang mencoba mengusir Fita yang menghalangi jalan ku.

"Tidak, aku tak perduli Tuan Ferdy sudah menunggu mu, aku akan beri pelajaran wanita yang sudah menggoda suamiku." Ucap Fita yang malah mendorong tubuhku sekuat tenaga hingga terjatuh

Bruk [Berkas-berkas yang ada di dalam dekapan ku jatuh berhamburan].

"Aduhh..." rintih ku.

Aku segera bangun dan merapikan dan mengambil berkas-berkas yang jatuh berserakan di lantai. Sewaktu aku mengambil berkas itu dengan teganya Fita menginjak telapak tanganku hingga buku-buku jemari ku bunyi semua.

"Aaaaaaa...." teriak ku kesakitan.

Melihatku kesakitan Mas Doni sama sekali tak menghiraukan ku, seperti dahulu ibunya menyiksaku dengan berbagai pekerjaan rumah. Aku menitikan air mata melihat dia yang duduk santai di kursi kebesarannya.

"Kalian akan menyesal, melakukan ini pada ku," gumam ku dengan suara lirih ku, menahan sakit pada bagian jemariku yang terlihat merah dan mulai membiru.

Ku ambil ponsel dengan tangan kiri ku, ku biarkan ponsel ku memanggil nomor Ferdy tanpa sepengetahuan mereka.

"Menyesal kata mu? Kami tak akan pernah menyesal sudah menyakiti mu, memangnya siapa diri mu hah? Kau sudah bukan siapa-siapa, ketika orang tua mu sudah membuang mu." Jawab Fita yang mencengkram wajahku dengan kasar, hingga kuku-kukunya yang tajam menancap di wajah ku.

Perih,sakit dan darah segar keluar dari wajahku yang terluka karena kuku-kuku tajamnya menancap di wajah ku. Air mata terus menetes dari kelopak mata ku. Aku mendengar jika Ferdy sudah mengangkat panggilan ku. Aku sengaja menjerit kesakitan agar Ferdy mendengar apa yang sedang aku rasakan saat ini.

"Sakit, lepaskan tangan mu Fita!" Pekikku yang malah membuatnya semakin mengeratkan cengkramannya di wajah ku.

"Tak akan, aku tak akan melepaskan mu, akan ku buat kau menderita karena telah coba-coba menggoda suamiku." Balas Fita yang juga meludahi wajah ku.

"Aku tak pernah menggoda suami mu, kau sudah salah paham pada ku, Fita," sanggah ku untuk kesekian kalinya. Aku tak terima dia menuduhku menggoda Mas Doni. Menanggapi pembicaraannya saja aku malas.

Brak [Suara pintu terbuka hingga lepas dari enselnya].

"Fer, sakit... tolong aku," rintih ku meminta pertolongan pada calon suami ku.

Melihat kedatangan Ferdy, Mas Doni seketika berdiri, ia menatap tak menyangka kedatangan Tuan besarnya yang menyusul keberadaanku. Sedang Fita, sama sekali tak melepaskan cengkramannya di wajah ku.

Ferdy menarik tubuh Fita menjauh dari ku dengan kasarnya, hingga Fita terjatuh tersungkur ke lantai. Ferdy membantuku untuk berdiri dan mengusap darah yang keluar dari wajah ku yang terluka.

"Maafkan aku sayang, pasti ini sakit," ucap Ferdy yang membuat keduanya terkejut.

Mata mereka membulat sempurna mendengar Ferdy memanggilku dengan sebutan sayang, aku menangis dan memeluk tubuh kekarnya.

"Bawa aku pergi, mereka menyakitiku dan menuduh ku sejak tadi " pinta ku sembari menangis.

"Iya, aku akan membawa mu pergi sayang," jawab Ferdy yang tak melepaskan pelukannya dari tubuh ku. Aku pun terus menangis di dalam pelukannya.

"Kalian berdua, bersiaplah menerima konsekuensi dari perbuatan kalian pada calon istri ku." Ancam Ferdy yang kemudian membawa ku pergi dari ruang kerja Mas Doni. Di luar ruangan sudah banyak karyawan yang menyaksikan kejadian singkat dan memalukan ini.

Aku tahu pasti Mas Doni dan Fita sudah ketar-ketir dengan nasibnya setelah ini. Setelah ia mengetahui langsung dari Ferdy, jika aku adalah calon istri dari bos besar mereka.

Cih, buat apa aku menggoda seekor kucing, jika aku saja sudah mendapatkan seorang singa jantan yang memberikan ku segalanya. Bisa-bisanya wanita ****** itu berpikir aku menggoda bekas mantan suamiku yang tak ada apa-apanya dibandingkan calon suamiku.

Di dalam mobil, Ferdy membersihkan dan mengobati sedikit wajahku yang terluka dengan. Kotak p3k yang ada di mobilnya.

"Kita ke dokter ya, kamu harus di visum, aku tidak mau melepaskan mereka yang sudah berbuat jahat pada mu."ucap Ferdy sembari mengobati luka di wajah ku.

"Aku mau di visum tapi untuk melaporkan kejahatan mereka, aku rasa itu tidak perlu dulu sayang, aku kasian pada adik-adiknya. Jika ia harus di penjara nanti, apalagi ibunya sudah mulai sakit-sakitan," ucap ku yang masih memiliki rasa iba pada Mas Doni dan keluarganya.

"Ok baiklah, aku akan ikut mau mu saja sayang," balas Ferdy yang tak sedikitpun menaruh rasa curiga pada ku. Dia begitu percaya pada ku, yang tidak akan berpaling dari dirinya.

1
Ziasfi Anna
yah org tolol gt,di aoai jg diem aja gmn g di injek2?bkn hanya krn mrk yg jahat,tp karna dia ksh peluang bwt di jahatin
Afrina Wati
Luar biasa
Sri Isdiyati
iya lea proses nya panjang tuk pulih dr rasa sakit
Sri Isdiyati
iya cemburu
millie ❣
tokoh perempuan'y lembek masa digt'in trima2 aja aneh g nglawan kek 😏😏or penjarain mrk
Riduan Situmorang
Luar biasa
Dede Ai
bagus saya suka
Soraya
kok q gk respek y sm lea, kesannya kayak cwe gampangan
Soraya
permisi numpang duduk dl ya kak
Sri Fauziahanwar
gaskeun fer...gempur terus pasangan halalmu wkwkwkwk...
Partiah Yake
baca langsung sampai bab terakhir
Saputri 90: coba baca karya aku yg lain kak... kali aja suka hehe
total 1 replies
Jade Meamoure
cinta oh cinta tapi aq seneng karena happy end sukses selalu ya thor
Saputri 90: makasih Kak... baca juga karya ku yang lain ya
total 1 replies
ꪶꫝ✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻N༄🥑⃟💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
tu kan ma mantan nya aj mlkkn hubungn intim si mntn suaminya yg GK serius bikin kturunan,mngkn drncnkn dr dulu,buat alasan mandul,karangan mntn suami Lea
ꪶꫝ✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻N༄🥑⃟💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
aih pada main di gelap gelap an,trus terang aj Ferdy jngn bikin Lea cmburu terus dn GK mood makan,mn yang kmu pilih,Lea/si suster itu
ꪶꫝ✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻N༄🥑⃟💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
kasiaan Lea msh mikirin hubungn Ferdy ma suster Marissa
ꪶꫝ✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻N༄🥑⃟💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
smoga aj Ferdy GK jadian ma Marisa,yg sabar ya Lea
ꪶꫝ✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻N༄🥑⃟💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
bagus Ferdy.. good job..utarakan smua dn tembak si Lea sblm janur kuning melengkung,ksmptnmu biar si Lea dpt pendamping lg
ꪶꫝ✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻N༄🥑⃟💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Lea jika penasaran siapa yg mengirim pesan ke Ferdy mnding tanya aj tak usah malu,ktimbng penasaran trus tambah ngelamun
ꪶꫝ✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻N༄🥑⃟💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Hem Hem Lea.. mulai ad rasa ma Ferdi..jngn biarkn ad cewek yg mnyukainya lho...
ꪶꫝ✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻N༄🥑⃟💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Ferdi ...hiburlh Lea jgn sampai kpikiran ma mntan suaminya,smoga dgn kehadirnmu Lea bsa move on
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!