NovelToon NovelToon
MONSTER LOVER!

MONSTER LOVER!

Status: tamat
Genre:Mafia / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:121k
Nilai: 5
Nama Author: V I P E R

Jessica tidak mengira akan ada hari ketika seorang Demian Bellamy muncul di depan pintu rumahnya, wajah kotor oleh debu dan darah.

Jessica sama sekali tidak menyangka, Demian yang merupakan pria paling berbahaya di kotanya, akan menjadi sosok yang sangat penting di hidupnya.

Demian yang tidak pernah memedulikan keberadaannya, Demian yang hanya menatap kepada Angela, Demian yang Jessica sadari, sebagai sosok yang diluar jangkauan tangannya sendiri.

Apa sebenarnya yang sedang terjadi di sini?


VIPER

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon V I P E R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Bantuan?

Entah mengapa, bertemu dengan Jake Allendale yang teler lebih baik daripada bertemu Jake Allendale yang normal.

Meskipun wajahnya cukup kusam dan terlihat seperti manusia yang belum tidur satu tahun, Jake Allendale masih menunjukkan aura 'Aku tampan'-nya hanya dengan berdiri di pinggir jalan raya.

Jessica menghampiri Jake dengan dugaan bahwa pria itu hanya akan mengutarakan satu atau dua kalimat singkat. Namun, ketika Jake menawarkannya untuk berjalan kaki menyusuri trotoar Almond Street yang cukup ramai, Jessica sangat tidak siap.

"Apa aku menyita waktumu?" Pertanyaan Jake adalah palu tak kasat mata yang menghantam dada Jessica. Seperti yang sudah-sudah, Jessica menyerah.

Bagaimana mungkin ia menolak tawaran Jake ketika pria itu terlihat murung? Jessica tidak mau mengecewakan pria yang sudah kehilangan minat hidupnya.

Setidaknya, di mata Jessica, Jake berpenampilan seperti pria yang siap lompat ke depan kereta api. Dia gundah-gulana, merana dan seperti tidak bernyawa.

"Kau tidak menyita waktuku sama sekali," kata Jessica, separuhnya benar. "Kalau kau tidak nyaman singgah ke cafeku, bagaimana kalau kita minum kopi di cafe ujung jalan?"

"Apa kau tidak masalah?"

Jessica mengendikkan bahu. "Selama kau yang traktir, kurasa? Tasku di dalam."

"Ah..., kau tidak perlu memikirkan itu." Jake tersenyum tipis. Dia benar-benar mirip Ethan dalam hal kebaikan, mereka memancarkan aura putih penuh kebaikan. Pria malang.

Mengapa Angela mencampakkannya? Apa yang kurang? Jessica jadi penasaran terhadap perihal yang bukan urusannya sama sekali.

Anyway...

Setelah berjalan dalam keheningan di sepanjang trotoar Almond Street, Jessica dan Jake sampai di sebuah cafe dengan label Mad Cafe di atas pintunya.

Cafe itu--berbanding jauh dari Elixir yang bertema urban dan serba tertata aesthetic--, Mad Cafe berpenampilan apa adanya, simple dan klasik. Dinding polos berwarna putih tanpa ornamen apa pun, bangku kayu di sana-sini, tertata rapat dan rapi. Kebanyakan pengunjungnya adalah orang tua.

"Apa kau baik-baik saja?" Setelah memilih tempat duduk yang cukup jauh dari para orang tua yang sedang bermain kartu di dekat pintu, Jessica pun mengajak Jake bicara.

Aneh rasanya ketika orang yang mengajaknya bicara malah tidak bicara sama sekali.

"Maafkan aku..., umm..."

"Jessica," kata Jessica, memperkenalkan diri. "Jessica Cerise. Teman-temanku biasa memanggilku Jesse."

"Apa aku boleh memanggilmu Jesse?"

Jessica mengendikkan bahu. "Aku tidak keberatan mempunyai teman baru."

Ah..., perasaan Jessica saja atau apa, Jake berbincang padanya dengan penuh kehati-hatian. Seolah-olah mereka berjalan di atas pecahan kaca.

"Sekali lagi, maafkan aku sudah merepotkanmu pagi-pagi."

"Kau tidak merepotkanku sama sekali...," Jessica bisa saja menyapa Jake dengan namanya langsung, tetapi..., memikirkan situasinya kembali, ketika Jake tidak pernah memperkenalkan dirinya sama sekali, Jessica tidak mau terkesan sok akrab.

"Bagaimanapun, orang yang memutuskan datang kemari adalah aku. Kau hanya memberikanku penawaran." Jessica melanjutkan.

"..."

"..."

Hening kembali.

Dua cangkir kopi hitam yang Jessica pesan kemudian datang. Seorang pelayan remaja menyerahkan masing-masing pesanan mereka.

Tidak bisa. Jessica tidak bisa menahan dirinya lagi. Ia tidak bisa bertahan hanya dalam kecanggungan yang tercipta akibat kesunyian yang terbentang di antara mereka.

Baiklah, jika Jake tidak mau bicara maka...

"Ahm, itu..., apa kau yakin kau baik-baik saja?" Jessica memutuskan memulai percakapan. Lebih cepat lebih baik. "Maksudku..., uhm, kau tidak terlihat cukup baik malam itu. Sekarang pun, kau terlihat cukup pucat."

"Aku baik, mungkin? Entahlah. Rasanya seperti waktu berhenti..., rasanya sulit sekali..."

Tunggu, apa maksudnya?

Jessica menggigit bibir bimbang.

"Apa yang..., sulit?"

"Bicara."

"Huh?"

Jake mengusap wajahnya. "Kau mungkin berpikir ini konyol, tapi..., untukku sekarang, aku merasa bila aku berbicara..., aku takut akan merusak segalanya."

"Uh...," Dari mana datangnya awan mendung ini? Mengapa pagi cerah Jessica yang bermula dengan selai strawberry dan susu putih sekarang menjadi sekelam secangkir kopi di hadapannya saat ini?

"Kalau berbicara rasanya agak sulit sekarang, mungkin lebih baik untuk tidak membicarakan apa pun itu..., untuk sekarang, maksudku?"

"Maafkan aku sudah membingungkanmu." Jake memaksakan senyuman. "Aku--umm, aku datang menemuimu untuk mengucapkan terima kasih atas bantuanmu malam itu."

"Oh..., uh, itu bukan masalah." Jessica bahkan merasa Jake tidak perlu datang menemuinya. "Kau seharusnya tidak merepotkan dirimu untuk menemuiku, terutama ketika kau masih kurang sehat."

"..."

"..."

"Jessica...?"

Jessica menaruh cangkir kopinya ke meja dan mendongak menatap Jake, "Ya?"

"Jika aku..., umm, meminta bantuanmu, apakah kau mau membantuku?"

"Eh, apa itu?"

'Apa dia akan meminta bantuanku untuk menyatukannya kembali dengan Angela? Uwaaah, mustahil, mustahil. Aku bukan cupid!'

"Aku..." Jake terbata dalam ucapannya. Ia menatap sepasang iris Jessica dan merasakan kegugupan tersendiri di sana. "Aku..."

*

"Terima kasih sudah menemuiku hari ini," ujar Jessica. Ia berujar kepada Jake yang mengantarnya kembali ke depan Elixir.

Jake--setelah mengutarakan keinginannya, sekarang tampil dengan sedikit kelegaan. Berbeda sekali dari sebelumnya.

"Aku tidak tau apakah aku akan sangat membantu nantinya, tapi aku harap..., kau memikirkan ucapanku kembali. Kau bisa menghubungiku kalau kau berubah pikiran, aku tidak akan keberatan."

"Aku..., aku mengerti maksudmu, tapi..., aku hanya membutuhkan bantuanmu sekarang. Maafkan aku yang lagi-lagi merepotkanmu. Padahal kita baru bertemu dua kali."

"Tidak ada syarat dan ketentuan yang diperlukan untuk meminta pertolongan. Selama aku bisa membantu..., ummm..., aku harap aku bisa membantu. Jadi, uh..."

"Membantu apa?"

The heck?

Jessica menoleh.

Yang bicara barusan adalah Demian. Tunggu, kenapa Demian di Elixir? Apa karena Angela?

"Aku tidak menemukanmu di mana-mana. Ternyata kau bersama si bajingan ini." Demian memandang Jake sebelah mata, ketidak-senangan jelas di ekspresinya.

"Apa maksudmu di mana-mana?" Jessica berjinjit ke telinga Demian. "Kau tidak masuk ke kamarku, kan?"

"Aku masuk ke sana barusan." Demian menimpali santai.

"Apa kau gila?"

"Pertanyaan itu lebih tepat untukmu, apa yang kau lakukan dengan si bajingan itu?"

"Bisa kau berhenti melabeli seseorang sesuka hatimu?"

'Meskipun kau ingin melabeli Jake sebagai bajingan, setidaknya simpan label itu di dalam hatimu. Kenapa mengatakannya keras-keras? Dasar pria tidak berperasaan!'

"Bisa kau berhenti berbisik di telingaku? Dadamu menempeli lengan--"

Plak!!!

Satu tamparan menghampiri tengkuk Demian. Jessica pelakunya. Ia melakukannya tanpa sadar.

Demian terdiam.

"Ma-maafkan aku," Jessica meneguk ludah. Sial, sekarang gilirannya yang akan ditampar.

"Kau cukup berani, Jessica Cerise."

"Sa-salahmu sendiri." Jessica menarik satu langkah mundur.

Demian tidak akan memukulnya, kan? Maksud Jessica, mereka berada di tempat ramai sekarang. Menyerang seorang perempuan tak berdaya sepertinya bisa membuat Demian di penjara. Ahahaha. Benar, Demian pasti akan berpikir panjang. Iya..., kan?

"Jangan melakukan sesuatu yang akan membuatmu bergetar ketakutan setelahnya," Demian mendengus remeh. Sudut bibirnya tertarik miring membentuk seringai iblis.

"Ka-kau..."

"Jake?" Angela--si bintang utama akhirnya bergabung di sana.

Sialan!

Betapa Jessica berharap bumi terbelah dua dan menelannya. 

'Tuhan, apa ini hukumanku karena sudah menggunakan kisah asmara mereka bertiga sebagai hiburan di waktu senggangku? Apa karena itu aku jadi harus terlibat dalam kisah cinta mereka? Apa ini fanservice khusus untukku yang sudah mengamati kisah ketiganya dari jauh? Karena itu kau mengirimku ke garda depan pertempuran cinta penuh drama ini?'

"Aku harus ke gereja minggu ini." Jessica tanpa sengaja menyuarakan isi kepalanya.

"Aku tidak tau kau alim." Demian balas berbisik di telinga Jessica dan itu membuat Jessica bergidik ngeri. Sejak kapan pria itu berada di belakangnya?

"Jake, apa yang kau lakukan di sini?" suara Angela terdengar ofensif. Dia mungkin marah.

"Aku...," ucapan Jake terjeda ketika ia bertemu mata dengan Angela. Jessica memperhatikan itu dan mengembuskan napas lesu.

"Dia datang untuk menemuiku," kata Jessica, menyela.

"Ya?" Angela menoleh ke arah Jessica, sedikit ketidak-senangan terpancar di matanya. Dia pasti tidak senang orang asing memotong ucapannya. Bahkan bila Jessica adalah atasannya, Jessica di kehidupan personal Angela, hanya orang asing.

"Mr. Allendale menemuiku karena kami mempunyai urusan pribadi. Bukan begitu, Mr?"

Jake mengangguk tanpa suara. Lidahnya berubah kelu ketika ia kembali berhadap-hadapan dengan Angela. Cinta yang telah meremukkannya luar biasa.

"Aku tidak tau kalau Miss. Cerise memiliki kaitan dengan Jake." Angela tentu saja tidak percaya begitu saja.

"Hmm, itu masuk akal." Senyum Jessica mengembang. "Kami baru bertemu dua kali..., kedua kalinya hari ini, maksudku."

Jessica mengecualikan hari-hari ketika ia yang mengamati Jake, karena itu akan mengungkapkan aibnya yang memalukan.

"Boleh aku tau apa urusan kalian berdua bertemu?" tanya Angela lagi. "Aku tidak bermaksud lancang, tetapi..., bila pertemuan kalian melibatkanku..., aku ingin tau."

"Ah..." Tunggu, kontradiksi macam apa itu? Tidak bermaksud lancang, tapi disaat bersamaan bersikap lancang?

Jessica mengibas rambut tebalnya ke sisi kiri pundaknya. Sebelum ia berbicara, ia mengatur ekspresinya ke dalam mode owner Elixir. Ini adalah mode profesional.

"Kau tidak perlu mencemaskan apa pun, Angela. Seingatku kau dan Mr. Allendale sudah berpisah, kalau begitu..., apa pun urusan kami bertemu, kau tidak perlu mengetahui apa pun."

"..."

"Juga..., kami tidak pernah membicarakanmu sama sekali. Pertemuan kami..., murni urusan pribadi."

Dusta itu mengalir lancar dari bibir Jessica. Ia benar-benar harus ke gereja.

*

1
Angelica James
kok sama sihh kyk akuu 🥹
matcha
ahahahahahahahahahahaha..mati bersenang2 d atas penderitaan damian
matcha
duuh bagus bgt jesse..puas sudah keluar semua uneg2..diem2 Bae si Damian..remuk sendiri sdh sna..bye
matcha
apaaan sih Damian ini..iiish..
matcha
nah gtu dong dania..muak bener sma Angela ini ndk ad takutnya sma bos sendiri..
matcha
prok prok prok 👏👏👏
matcha
nah bagus Jessica
matcha
nah loop Damian..yuk bisa yuk
matcha
nah bagus Damian.. trus laah menderita🤣🤣🤣🤣
matcha
kalo cari aman nyaman sma Jake tp klo cari yg mendebarkan sma demian
matcha
plin plan kali lah mas Demian ini..ktanya cintanya sma Angela tp perhatiannya sma Jessica..iiish
matcha
cengeng
matcha
modus..ckckck
matcha
kok agak gaje ni si jake..mw berkeluh kesah atau pdkt..ckckck
Mitt²🍒⃞⃟🦅
yasss aku udah di chapter ini,
akhirnya, tp sedih juga sihh ...
kak, aku udah baca semua novel kamu lohh, pliss semua nya candu bangettt.
maybe yg baca cerita ini, di part² awal emang agak ngebosenin sihh, tp pas masuk di part tengah sampai akhir, itu bikin kita tahan nafas.
aku agak kesel sihh, kenapa part demi keras banget sama jesse cuma di ujung cerita aja, karena sumpah, di part itu ceritanya jd candu banget.

aku harap kamu baca komen ku kak, please besok double up percy!
kamu potong cerita pas seru² nya itu nakal bamget. kaya orang pingin garuk tp gak bisa garukk 😆🤣.

sama satu lagi, semoga selsai novel percy, kamu dapat ilham bikin cerita fantasi dark romance, kaya vampire, werewolf gitu² 🤭.

take care akakkk, jaga kesehatanmu oooiii 😆🤭
halimah abdul hayes
Demian udah suka sama jesse cuma ngak sadar aja
melting_harmony
Luar biasa
halimah abdul hayes
Dari awal baca udah tahu Angela bukan wanita Yang baik…
Andriyati
aku bingung dengan angela, bukan kah dia yg mutusin jake, kok malah sekarang seolah" jake yg nyakitin dia
Sulati Cus
😂😂😂dania g tau klu ada yg tanduk nya lg keluar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!