NovelToon NovelToon
Bad Girl Vs Ice Boy

Bad Girl Vs Ice Boy

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Action / Komedi / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:9.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: blue rose

Ig: @nabilakim28

"Bukan mau gua jadi brandalan kayak begini!" -Hera-

Hera adalah seorang siswi SMA yang dikenal sebagai badgirl, langganan pindah sekolah dan hobi berantem sama cowok.

Bukan karena brokenhome, bukan karena dihianati, bukan karena dendam .... Terus kenapa dia jadi bad girl? Apa alasannya?

"Gue gak bisa janji untuk bahagiain lo selamanya, ataupun bersama lo untuk selamanya. Tapi gue janji cinta gue cuma milik elo" -Sean-

Sean cowok dingin yang paling ganteng, irit ekspresi dan bicara, ngomong lebih dari lima kata aja adalah satu kejadian yang langka!

Terus ngimana jadinya kalo bad gril kayak Hera ketemu sama ice kayak Sean?

Note: ini bukan cerita dimana cewek berusaha untuk mencairkan si pria es ..., tapi si pria es yang berusaha untuk membuat si bad girl tobat!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blue rose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kelimabelas

Just together with you

~Sean~

S E L A M A T  M E M B A C A

Tolong ingatkan Hera untuk jangan lupakan bernapas sekarang! Pasalnya Hera sedang salting dimobil, dia sekarang sedang semobil dengan Sean. Dan yang bikin Hera greget adalah Sean yang diem aja, nggak ngomong sedikitpun! Serius Hera bingung sekarang dia lagi pacaran atau enggak sih!? Dulu nih ya waktu dia pacaran sama si brengsek Reza, dia itu gak pernah didiemin kalau lagi jalan berdua begini.... nah sekarang berbanding terbalik banget sama keadaan dia dan Sean sekarang. Jujur Hera mau memulai pembicaraan tapi rasanya awkward banget. Taulah gimana susahnya cari bahan pembicaraan.

Dan akhirnya Hera yang bosen dan gabut memutuskan untuk melihat jendela, siapa tau dia bisa dapat ketenangan dengan melihat mobil yang lalu lalang. Ah! Dan satu lagi, gadis itu berharap dia cepat sampai ke sekolah agar kecanggungan ini dapat segera berakhir. Namun Hera dari tadi nggak sadar kalau Sean selalu merhatiin dia yang menurut Sean itu lucu.

Tak berapa lama, mobil Sean berhenti diparkiran khusus kelas tiga. Hera langsung cabut aja tanpa bilang makasih atau basa basi gitu. Mungkin dia terlalu malu? Atau mungkin karena efek kelamaan jadi badgirl? Entahlah... hanya Hera yang tau. Sean sepertinya sudah bisa memaklumi sikap kekasihnya itu, dia mah malah bersikap bodoh amat.

Namun sepertinya hal itu menjadi buah bibir siswa yang lain. Mereka mulai membuat gosib tentang Hera yang keluar dari mobilnya Sean. Padahal baru kemarin ada berita tentang Sean yang gendong Hera, sekarang malah tumbuh berita baru... emang ya warga +62 suka banget urusan orang lain.

Dan sepertinya Brian menjadi salah satu siswa yang kaget dengan Hera yang keluar dari mobil Sean. Brian yang baru saja keluar dari mobil sport nya langsung menghampiri Hera yang sedang berjalan dengan tergesa-gesa menghindari tatapan penuh tanya dari orang lain. "Her!? Demi apa lo ke sekolah dengan si pororo?" Tanya Brian.

"Bacot!"

Hera hanya berjalan melewati Brian yang kaget begitu aja. Sungguh Brian hanya bisa mengelus dada ketika menghadapi Hera.

                            😇😇😇

Tak berselang lama Hera akhirnya sampai dikelasnya, tapi entah mengapa jarak yang ditempuh Hera kali ini sangat jauh? Bagaimana tidak sepanjang jalan dia bisa mendengar orang bergosib untuknya. Kan kesel, masa iya mereka gosib pakek ngebisik gitu tapi suaranya gede banget kayak pakek toa, untuk kuping Hera nggak budek denger ocehan mereka.

"Heraaaaaaaaaa!!!!!!!"

Hera langsung melihat kearah suara dan sedikit dikagetkan oleh Gina yang tiba-tiba meluk Hera, untuk aja Hera tidak terjungkal kebelakang. Gina terlihat sangat khawatir. "Kamu tuh kemana aja kemaren? Masa aku dengar kabar kamu pingsan!?" Ujar Gina khawatir.

"Hehe sorry Gin, gue lupa kabarin... gue baik-baik aja kok... don't worry kemaren cuma kecapen hehe..." jelas Hera sambil menaruh tas dikursinya lalu meminum milkshake strawberry yang dibawa Gina.

"Untuk gue kan?" .

Gina hanya mengangguk, toh dia emang beli minuman itu untuk Hera. Dia itu semenjak berteman dengan Hera udah hapal banget dah kalau Hera itu paling suka dengan yang namanya strawberry, mulai dari susu, ice cream, milkshake, dan lain-lain pokoknya rasanya harus strawberry! Titik gak pakek koma gak pakek tapi!

"Kamu beneran nggak apa-apa?"

"Ya ampun... kan udah gue bilang nggak apa-apa"

"Trus kenapa chat aku nggak dibalas? Aku kan khawatir."

Khuk.. khuk... hampir aja Hera tersedak minumannya. Sumpah ni ya, semalem dia karena chatan sama Sean sampai lupa sama yang lain. Padahal Gina udah ngespam chat tapi gak keliatan gitu, cuma chatannya si pororo yang kelihatan.

"G-gue nggak tau" alasan Hera, ya Gina yang kelewat polos cuma percaya-percaya aja.

                            😲😲😲

Sementara itu ditempat lain, tepatnya di tempat nongkrong gengnya Sean. Mereka lagi pada ngumpul, biasa dong mereka ngumpul seminggu sekali... kali ini berhubung guru pada rapat, jadi mereka manfaatin aja kesempatan untuk duduk nongkrong, niatnya sih cuma duduk-duduk ya kan... eh akhirnya malah sibuk dengan aktifitas masing- masing. Lihat saja sekarang, Henry dan Brian lagi main game, Andrew lagi sibuk live di instagram biasa selebgram mah harus terus menyapa penggemar biar makin famous. Sementara Chandra dan Sean sedang main basket.

"Oh ya kemaren Hera kenapa?" Tanya Chandra yang sedang minum air, capek main basketnya, habisnya Sean jago sih.

"Kenapa tiba-tiba nanya Hera? Lo suka ya sama adek gue!?" Tuduh Henry begitu saja, dan berbuah tampolan dari Brian.

"Kemaren Gina sibuk chat gue, dia nanyain Hera kenapa?" Jelas Chandra yang langsung dapat tatapan tidak percaya oleh yang lain, seperti kalimat yang dikatakan Chandra adalah kalimat yang sangat asing ditelinga mereka.

"Gina?" Kali ini Andrew yang buka suara.

"Itu temennya Hera yang polos-polos imut, tapi tak ku sangka dia ternyata mulai dekat denganmu malin..." jawab Brian sok dramatis. Chandra yang kesal langsung melempar Brian pakai bola basket, namun untung saja Brian itu dulu nya pas kelas satu pernah jadi anggota tim basket jadi menghadapi bola nyasar mah gampang, buktinya saja sekarang dia menghindarinya dengan gampang. Namun malah kena Henry yang posisinya berada disamping Brian.

"SAKIT!"

"Ngakak gue liat muka lo yang menderita!" Siapa lagi yang ngomongnya kayak gini kalau bukan Brian Giliandra.

"Diam lu bambank! Lagian gue enggak pdkt sama Gina kok..."

"Udah ah! Sekarang coba tell me kenapa si Hera kemaren!"

"Hera cuma pingsan, mungkin dia lagi capek aja" kali ini Sean yang buka suara, otomatis mereka yang lagi pada ribut langsung diam, ya lah bigboss lagi ngomong ya harus diem! "Oh ya gue baru inget! Tadi pagi kenapa lu yang antar si Hera?" Tanya Brian mulai ingat kejadian tadi. Sean hanya menghela napas dan duduk disofa samping Andrew, jujur ya Sean itu males banget ngomong panjang lebar hanya untuk menjelaskan ini-itu.

"Emang nggak boleh?" Tanya Sean balik dengan singkat padat dan jelas.

"Ya boleh sih boss tapi kan kaget aja, tiba-tiba lo anterin Hera... gue sampai mikir kalian pacaran hahaha!"

"Emang iya!" Jawab Sean santai. Ya menurut dia hubungannya dengan Hera nggak perlu ditutupin kan? Namun sepertinya jawaban itu sangat mengejutkan bagi temen-temennya. Ya demi apa!? Seorang Sean yang selalu dikelilingin cewek cantik namun semuanya ditolak, dan sekarang dia bilang dia pacaran sama badgirl sekolahan? Emang sih cantik, cantik banget malahan! Tapi ini terlalu tiba-tiba!

"Ma-maksudnya?" Tanya Andrew untuk memastikan.

"Aku pacaran sama Hera" jawab Sean lalu pergi meninggalkan empat manusia yang sedang terbengong di tempat itu.

                           😶😶😶

Kali ini Hera udah sampai rumah, begitu sampai dia langsung menjatuhkan tubuhnya begitu saja diatas kasur dengan seragam yang masih melekat ditubuhnya. Kali ini Hera tidak pulang dengan Sean, sebenarnya tadi Sean sudah bilang kalau mereka akan pulang bareng... tapi Hera menolaknya dengan alasan dia mau pulang bareng Gina. Padahal ya dia nggak mau lagi terjebak disuasana awkward kayak tadi pagi.

Hera bangun dari tidurnya ketika mendapati sebuah dompet berada dinakas samping tempat tidur. Hera mencoba mengingat-ngingat apakah dia punya dompet seperti itu? Tapi sepertinya dia tidak punya dompet semanly itu, punya Henry juga bukan... punya kak Rendy? Kak Juna? Tapi mereka itu bukan tipe orang yang meninggalkan dompet trus bisa tidur tenang... pasti udah langsung panik untuk cariin dompetnya. Jadi ini bukan punya mereka. Trus punya siapa?

Sean!

Hera langsung ngeblus sendiri ketika memikirkan nama itu. Dia yakin dompet itu punya Sean, trus dengan berani Hera membuka dompet itu, dan benar saja itu dompetnya Sean! Hal itu terbukti dari kartu pelajar yang menampilkan wajah laki-laki yang menjadi kekasihnya itu. Hera tersenyum ketika sebuah ide melintas dipikirannya.

Gadis itu lalu berdiri dan langsung bersiap-siap untuk pergi. Dia berencana untuk membawa dompet itu langsung kerumah Sean.

Tiga puluh menit kemudian Hera telah rapi dengan memakai pakaian kasual, yaitu celana jeans yang dipadukan dengan kaos putih bergambarkan ikan paus lucu dan memakai outer  berwarna babyblue, oh jangan lupakan rambutnya yang diikat keatas dengan pita yang berwarna senada dengan outernya. Kali ini Hera terlihat sedikit faminim dibanding biasnya, mungkin karena dia mau kerumah Sean.

"Mau kemana lo?" Tanya Henry yang kaget Hera udah rapi jam segini, biasnya juga masih molor dikasur. "Rahasia!" Ujar Hera sambil mengedipkan sebelah matanya lalu berjalan melewati Henry begitu saja. "Sabar ingat itu adek lo!" Henry mengelus dada melihat tingkah kekanak-kanakan Hera.

Hera lalu naik ke mobil pribadinya, dia memerintahkan supirnya untuk membawanya ke kediaman keluarga Vernandi. Sebenarnya dikelurga Hera masing-masing punya supir pribadi, tapi yang pakai supir cuma Hera... maklum dia nggak bisa nyetir. Sedangkan yang lain lebih suka menyetir sendiri, contohnya saja Henry dia nyetir mobil sport warna merahnya sendiri, kak Riana gak suka naik mobil jadi bawa motor dan parahnya lagi motornya itu udah kayak motornya Valentino Rossi, sekarang kalian ngertikan kalau sifat kak Riana lebih barbar daripada Hera? Sedangkan kak Rendy, mumpung dia idol yang sedang ngehits saat ini, jadi dia kemana-kemana ya sama asistennya kalau nggak sama menejernya.

Mumpung lagi nggak macet jadi perjalanan Hera tidak memakan waktu lama, Hera akhirnya sampai dikediaman keluarganya Sean. Ini pertama kalinya Hera kesini, dan ya Hera sekarang benar-benar yakin bahwa SKY grup benar-benar kaya! Rumahnya besar banget! Halamannya sedikit lebih besar dari rumah Hera, kalau Hera punya dua rumah, beda lagi dengan rumah Sean yang hanya punya satu rumah tapi sebesar istana.

Hera keluar dari mobilnya dan menekan bel rumah Sean, tidak berselang lama keluarlah seorang pembantu rumah tangga.

"Cari siapa non?" Gila pembantunya aja rapi banget kayak sekretaris diperusahaan. "Cari Sean" ujar Hera sambil tersenyum, sebadgirlnya Hera dia tetap sopan sama yang lebih tua.

"Silakan masuk non," pembantu itu mempersilahkan Hera masuk. Dan ya,  mata Hera dimanjakan dengan kemewahan rumah Sean. Namun tiba-tiba ada suara yang mengalihkan perhatiannya. "Hera!?" Itu mamanya Sean, mamanya Sean langsung saja memeluk Hera dengan erat. Jujur saja mama Sean itu sangat menyukai Hera setelah Hera melawan pencopet waktu itu.

"Hehe tante apa kabar?" Sapa Hera.

"Baik, kamu kapan datang? Kok nggak kabarin? Tante kan rindu... oh ya kamu ke sini mau ketemu Sean ya?" Tanya Mama Sean. Ok fiks, sekarang Hera tau kalau sifat dingin Sean itu tidak mungkin menurun dari ibunya, sifat ibu dan anak ini sangat bertolak belakang... sifat mama Sean itu friendly banget, beda dengan anaknya yang lebih mirip kulkas berjalan.

"Iya tante, Sean nya ada?"

"Ada tuh, dikamar... dia masih tidur deh kayaknya, kamu masuk aja... kalau nggak bangun tinggal siram pakek air!" Jelas mama Sean, Hera hanya tertawa mendengar penuturan Mamanya Sean. Kemudian dia pergi kekamar Sean sesuai dengan petunjuk arah yang diberikan oleh mamanya Sean. Ya dong Hera nggak bakal sebodoh itu yang akan mencari kamar Sean tanpa menanyakannya terlebih dahulu kepada mamanya, Hera kan tidak mau tersesat dirumah kekasihnya sendiri.

Hera akhirnya sampai dikamarnya Sean. Ya, Hera yakin itu kamarnya Sean terlihat dari papan nama yang tergantung dipintu yang bertuliskan 'Sean'.

Hera mengetuk pintu beberapa kali, namun tidak mendapat jawaban dari dalam kamar. Mungkin dia benar-benar lagi tidur?- batin Hera.

"MASUK AJA HERA, SEAN NYA BUDEK MAKANYA NGGAK DENGAR" teriak mamanya Sean dari lantai bawah, Hera hanya terkekeh lalu membuka pintu kamar Sean. Dia masuk kekamar cowok bersurai coklat itu, namun dia tidak menjumpai si penghuni kamar ini. Begitu Hera masuk ke kamar Sean, Hera dapat mencium aroma khas Sean, aroma yang selalu dapat membuat Hera tenang dalam pelukannya. Kamar Sean memang lebih besar dari kamar Hera, mungkin sebesar kamar kak Rendy? Kamar Sean itu sangat rapi beda jauh dengan kamarnya Henry, didekat balkon terdapat rak buku yang besar banget, dan semuanya diisi oleh komik berbagai genre.

Hera duduk dipinggir kasur Sean. Tiba-tiba kakinya terasa geli, dan benar saja ketika dia melihat kebawah ada seekor kucing putih yang sedang ngedusel dikakinya. Hera langsung saja mengangkat kucing itu dan membawanya kepelukannya, sambil mengelus lembut kepala kucing itu. "Princess? Namamu princess ya?" Hera melihat nama yang terukir dikalung yang terpasang dileher kucing itu.

Hera sibuk bermain dengan Princess sampai Sean keluar dari kamar mandi yang berada didalam kamar itu, Hera mengalihkan pandangannya ke arah Sean yang baru selesai mandi. Dan... muka Hera langsung memerah ketika melihat Sean yang baru selesai mandi gantengnya kebangetan.

Bayangkan saja sekarang Sean hanya memakai baju sleveeless hitam yang memembuat otot tanganya terlihat jelas, dengan celana pendek. Dan jangan lupakan rambutnya yang masih basah, Hera sekarang sangat amat mengerti kenapa Sean menjadi sangat terkenal dikalangan cewek-cewek, dan jujur sekarang Hera merasa beruntung kalau cowok yang berada didepannya ini adalah pacarnya.

"Hera?" Panggil Sean, sebenarnya dia kaget kenapa Hera tiba-tiba ada dirumahnya.

"Ah i-itu.. ekhem.. ini! Dompetmu ketinggalan, a-aku mau kebawah dulu..." ujar Hera trus langsung naroh dompet Sean dan Princess diatas kasur, trus dia langsung jalan keluar. Namun sebelum itu, tangannya udah lebih dulu ditahan sama Sean. Hera menoleh kearah Sean, mengerjap matanya beberapa kali... jujur dia kaget.

"Kamu jangan pulang dulu..." seru Sean.

"Hm? Kenapa emang?" Tanya Hera.

"Aku mau ajak kamu kencan"

-TBC-

ps: agak kepanjangan kah? atau chapter selanjutnya aku pendekin lagi?

1
...
sama andrew aja sis..
...
knp ya aku ngerasa kalau si X ini ada berada di sekitar mereka..
Queen Sha
ahhhciyeeee.... aauthorrr keseringan lihat drakor kayak aq juga
Jennifer Jatam
Luar biasa
Jennifer Jatam
Biasa
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🍾⃝ͩʟᷞɪͧʟᷡʏͣˢᵗᵃʳ💫ℛᵉˣ
ntahlah, agak lain memang.

tapi aku ingin mereka berdua putus aja dulu.
Novia Ayu Apriani
🥰🥰🥰
Qaisaa Nazarudin
Oh si cntik Gina menyamar jadi cewek cupu ternyata...ckck..😅😅
Alvinda68
Luar biasa
Qaisaa Nazarudin
Yang anehnya, Kenapa Gina harus baca buku ditempat itu? malam2 lagi..🤫🤫
Qaisaa Nazarudin
Kamu akan di jodohkan dgn Sean deh Hera 😂😜
Qaisaa Nazarudin
Cowok ini Sean kan temennya Henry??
Qaisaa Nazarudin
Whaat Hera baru kelas X? ku pikir kelas X1.. Tapi cerdas nih anak bisa masuk kelas IPA ..
Qaisaa Nazarudin
Asem🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Sekolah lama kak Rendy kan itu 🤣🤣
Yuki azura
kk boleh masukin aku ke grup chat
Riska Auliaa
Y
f1q.x3a
aaa gemes😭
f1q.x3a
adik ipar😂✨
Uma Hidayah
cocok...sesuai imajinasi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!