Baca season pertama juga ya judulnya Akhir Yang Bahagia.
Cyra Alesia Wijaya gadis manis berjilbab yang cukup ceria, punya keluarga yang semuanya baik membuat Cyra merasa hidupnya sempurna.
Tapi suatu kejadian membuatnya berubah jadi gadis murung, kejadian yang gak bisa diceritakannya pada siapapun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Karyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 16
Sesampainya di kampus Cyra membuka sabuk pengamannya lalu turun.
"Cyra...!" panggil Geral saat Cyra akan berjalan masuk.
Cyra berbalik dan mendekat lalu sedikit menunduk.
"Nanti pulang jam berapa?" tanya Geral
"Jam setengah 12," kata Cyra
"Ya sudah nanti tunggu di sini, kita pulang bareng," ucap Geral
Cyra mengangguk.
Disaat bersamaan Rendy juga baru datang, Rendy yang masih di dalam mobil melihat ke arah Cyra yang menunduk menatap Geral di dalam mobil.
Cyra mengambil tangan Geral lalu menciumnya, "Cyra masuk dulu, Assalamu 'alaikum," ucap Cyra
Geral tersenyum sambil menjawab salam Cyra.
Cyra berjalan masuk ke gerbang kampus, Ia melihat mobil Rendy belum masuk ke gerbang.
Rendy yang masih di dalam mobil terlihat cemburu bercampur sedih saat melihat kejadian itu.
Rendy menatap ke arah Cyra yang sudah masuk dan langsung berlari menemui Mita yang ada di tempat parkir.
Mita dan Cyra langsung masuk ke dalam kampus, Rendy memarkir mobilnya dan menatap Cyra yang semakin jauh.
Cyra dan Mita sudah masuk ke kelas.
Rasanya benar-benar gak sanggup jika harus bertemu setiap hari dengan Bang Rendy batin Cyra
15 menit kemudian Dosen masuk ke kelas, Cyra mencoba bersikap biasa saat Rendy masuk ke ruang kelas.
Rendy juga melihat ke arah Cyra sebentar.
Ingat Rendy, Cyra sudah jadi istri orang, ucap Rendy sendiri dalam hati.
Rendy langsung memulai pelajaran.
Mita melihat ke arah Cyra yang lagi menunduk.
Dipertengahan mengajar Rendy melihat kembali ke arah Cyra.
Kenapa mata ini gak bisa berhenti menatapnya batin Rendy
Cyra juga menatap ke arah Rendy dengan wajah sedihnya.
Sangat sulit untuk melupakan cinta ini, hati Cyra selalu bersama Bang Rendy tapi tubuh Cyra bersama orang lain batin Cyra
Cyra kembali fokus pada pelajarannya begitu juga Rendy.
*
Waktu pulang pun tiba, Cyra berjalan keluar bersama Mita.
"Ayo masuk," ucap Mita
"Gak usah, bentar lagi Kak Geral jemput," Cyra menolak ajakan Mita.
"Cyra mau ke depan, nunggu di sana," ucap Cyra
"Ya baiklah, duluan ya," Mita langsung melaju keluar gerbang.
Rendy yang baru keluar melihat Cyra keluar gerbang, Rendy berlari mengejarnya.
"Cyra...!" panggilnya
Cyra menoleh, "Ya Bang Rendy ada apa?" tanya Cyra dengan sikap biasa.
"Ayo diantar," ucap Rendy
"Gak usah, bentar lagi Kak Geral jemput kok," kata Cyra
"Ya sudah aku temani kamu nunggu," ucap Rendy
Saat mereka ngobrol, Geral datang dan melihat ke arah mereka.
"Itu Kak Geral, Cyra duluan, Assalamu 'alaikum," ucap Cyra dengan suara bergetar.
"Wa'alaikumussalam," jawab Rendy
Cyra berlari masuk ke mobil Geral.
"Tadi Bang Rendy cuma nawarin tumpangan," ucap Cyra menjelaskan karna takut Geral salah paham.
Geral hanya diam lalu mulai menjalankan mobil, Cyra kembali melihat ke arah Rendy yang masih menatap ke arah mobil mereka.
Geral melihat tatapan sedih Cyra pada Rendy, terlihat wajah sedih tertahan.
Cyra melihat ke arah Geral dengan wajah tidak enak.
Geral langsung fokus ke depan.
Di tengah jalan Geral melihat orang jualan ice cream keliling jadi Ia langsung berhenti.
Cyra bingung kenapa Geral berhenti, Geral turun dari mobil dan langsung berjalan ke arah penjual ice.
"Pak 2 rasa cappucino," ucap Geral
Setelah membayar, Geral langsung kembali masuk ke mobil.
"Ini," ucap Geral sambil memberikan satu ice cream ke Cyra.
Cyra yang memang suka banget sama ice cream langsung mengambilnya dengan wajah tersenyum.
"Terima kasih," ucapnya
Geral langsung memakan ice cream sambil nyetir.
Cyra juga memakannya sambil sesekali melihat ke arah Geral.
Kak Geral gak semenakutkan yang Cyra bayangkan, batin Cyra
Cyra tersenyum sedikit sambil terus memakan ice creamnya.
Mereka sampai di depan rumah, Cyra langsung turun dari mobil lalu berlari masuk.
Cyra mengucap salam, saat melihat Dinda Ia berhenti sebentar.
"Cyra mau mandi dulu lalu langsung sholat," ucap Cyra
Dinda mengangguk, Ia tersenyum saat melihat Cyra berlari ke kamar.
Cyra langsung masuk ke kamar dan langsung ke kamar mandi, ternyata Cyra kebelet pipis makanya berlari.
Cyra menahan pipis sudah dari tadi tapi malu mengatakannya.
*
Malam hari seperti biasa saat Cyra sudah tidur, Geral masuk ke kamar Cyra dan langsung duduk di samping Cyra tidur.
Geral menatap wajah polos Cyra saat tidur.
Pada waktunya nanti kau akan kembali mendapatkan kebahagiaan yang dulu batin Geral
Geral melihat Cyra tidur masih sambil memegang ponselnya.
Geral mengambil pelan ponsel di tangan Cyra.
Geral melihat ponselnya Cyra terlihat beberapa pesan dari Rendy yang gak pernah Cyra balas.
Geral langsung menyimpan ponsel Cyra di meja.
Ia langsung berbaring di samping Cyra dan ikut memejamkan mata.
Beberapa menit kemudian Ia membuka matanya lagi dan kembali menatap Cyra.
Perlahan Geral mendekatkan wajahnya ke wajah Cyra seperti ingin mencium bibir Cyra tapi Ia langsung mencium pipi kanan Cyra.
Geral kembali memejamkan mata dan langsung tertidur.
Saat subuh Cyra terbangun dari tidur, Cyra duduk dan langsung mengucek-ngucek kedua matanya.
Cyra melihat ke sampingnya.
Yang terlihat hanya bantal tanpa ada orang.
Sudah menikah, seharusnya setiap bangun ada suami di samping batin Cyra
Cyra langsung bangkit berjalan menuju kamar mandi.
Geral yang memang gak bisa tidur semalaman ternyata sudah ada di kamar mandi miliknya, Ia mengguyur tubuhnya semalaman,
Gak boleh jatuh cinta padanya, beberapa bulan lagi kita akan berpisah, jadi gak boleh sampai jatuh cinta, batin Geral
Geral bangkit dan langsung membuka pakaiannya yang sudah basah.
Ia langsung memakai sabun dan shampoo.
Setelah bersih Ia langsung memakai handuk dan berjalan keluar dari kamar mandi.
"Tok...tok...tok," bunyi pintunya diketuk.
Geral langsung berjalan ke arah pintu lalu membukanya pelan.
Cyra yang ada di depan pintu kaget melihat Geral hanya memakai handuk, Cyra mengalihkan pandangannya ke arah kiri.
Tangan Cyra mulai bergetar, Geral melihat itu dan langsung buru-buru mengambil pakaian dan memakainya.
Geral kembali ke depan pintu dan melihat Cyra membawa mukena dan sajadah.
"Ada apa?" tanya Geral
"Bolehkah Cyra sholat di sini bersama Kak Geral?" tanya Cyra
Geral diam sejenak tapi langsung mengangguk.
"Ayo masuk," ajak Geral
Cyra tersenyum dan langsung masuk ke kamar Geral.
Ia melihat ke sekeliling kamar, Geral melihat ke arahnya yang masih melihat seluruh ruangan.
"Mau sholat apa gak?" tanya Geral
Cyra langsung fokus menatap Geral sambil mengangguk.
Cyra langsung memakai mukena, Geral menatap ke arah Cyra yang terlihat semakin cantik saat memakai mukena.
Mereka langsung mulai sholat.
Setelah selesai Cyra langsung duduk semakin dekat dan mencium tangan Geral.
Ini yang biasa Bunda lakukan kalau sholat sama Ayah batin Cyra.
Geral merasa detak jantungnya semakin cepat saat Cyra mencium tangannya.
Apa salah Alwi sampai ada musuh, penasaran🤔
like
sub
give
iklan
star
komen
paket lengkap tersemat
cya yo
😘😍😘😍😘😍
😭😭😭😭😭😭😭😭😭
maka jadilah.
QS. al Baqoroh 216.
cha yo kk dwi nt k-2 mu stlh hana
😘😍😘😍😘😍😘😍😘😍