NovelToon NovelToon
Bayi Mungil Kesayangan Keluarga Petani

Bayi Mungil Kesayangan Keluarga Petani

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Salsabila mbil

Di desa xixiang, seluruh penduduk tahu bahwa keluarga Zhao baru saja memungut seorang gadis kecil. Gadis itu berusia tiga tahun, berkulit putih dan bertubuh montok menggemaskan. semua orang berkata bahwa anak perempuan hanyalah beban merugikan. namun keluarga Zhao justru memperlakukan nya bagai permata berharga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salsabila mbil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Ada lubang dibagian bawah pintu kayu rumah keluarga Zhao. Selama dua hari ini, Wang chunniang lupa menambalnya. A Bao, yang selalu diawasi Zhao Xuan agar tidak keluar halaman, memanfaatkan kesampatan saat Zhao Xuan sedang sibuk menyalakan api untuk memasak. Dengan nafas terengah-engah, A Bao merangkak mendekati lubang itu.

Anak kecil memang selalu aktif. Melihat lobang, ia pun ingin mencoba menerobosnya. Hasilnya, ia malah tersangkut dan tidak bisa keluar.

"Kakak.. Kakak.." Teriak A Bao panik karena tubuh gemuknya terjepit.

Ayah tidak bisa melihat, jadi pasti tidak tahu kalau dia sedang terjepit di lubang pintu.

Huhuhu sungguh memalukan. Memikirkan hal itu, A Bao menutup kedua matanya dengan tangan mungilnya.

Mendengar suara A Bao dari dapur, Zhao Xuan segera berlari keluar. Saat berlari, ia melihat Zhao Heng juga sedang meraba-raba jalan menuju sumber suara.

Namun , tepat saat Zhao Xuan hampir sampai di pintu, ia melihat pandangan yang mengejutkan. A Bao yang terjepit di lubang pintu tiba-tiba ditarik paksa oleh seseorang dari luar dengan tenaga yang kuat. Teriakan A Bao pun terdengar melengking, "kakak ada orang menculik ku,"

Zhao Xuan tidak membuka pintu, melainkan langsung melompat ke atas tembok pagar dan berlari keluar. Sementara Zhao Heng, meski matanya buta, ia mendorong kedua tangannya ke depan dan langsung mendobrak pintu kayu itu hingga lepas dari engselnya.

Di luar, Zhang tie mencengkram tubuh gemuk A Bao dan secara refleks berlari ke arah timur desa karena mendengar gadis kecil itu berteriak memanggil orang. Namun, begitu teringat bahwa anak perempuan ini bisa dijual seharga lima tail perak, tenaganya kembali pulih.

Selama ini Wang chunniang dan keluarganya selalu mengajari A Bao cara beradaptasi dengan dunia manusia, tapi belum sempat mengajarinya cara menghadapi orang jahat. A Bao tahu orang ini jahat, dia adalah orang jahat yang mengubur bayi di gunung waktu itu. Sekarang orang ini malah menculiknya. A Bao sangat marah, emosinya meledak dan ia langsung menggigit lengan Zhang tie dengan sekuat tenaga.

Harus di akui, gigitan gigi kecil siluman gingseng itu cukup kuat. Zhang tie merasa sepotong daging di tangannya hampir putus digigit. Secara naluriah, ia melempar A Bao tapi A Bao menggigit lengannya dengan erat dan tidak mau lepas. Zhang tie menoleh dan melihat Zhao Xuan sudah melompati tembok dan mengejarny. Ia buru-buru menunduk dan berusaha keras melepaskan gigitan A Bao. Saat menunduk itulah, kilasan ingatan muncul di benaknya.

Waktu ia mengubur bayi di gunung hari itu, ia berpapasan dengan seorang anak kecil yang tiba-tiba muncul. Sepertinya anak itu adalah anak yang ada didepannya sekarang .

Menyadari perbuatannya mengubur bayi telah di pergoki oleh gadis kecil ini, Zhang tie menguburkan niatnya untuk membawa kabur A Bao. Saat itu ia sedang berdiri di tepi jembatan desa xixiang. Ia mengerahkan tenaga besar untuk melepaskan A Bao dari tangannya. Lalu tepat di depan mata Zhao Xuan yang baru saja tiba, ia melemparkan A Bao ke sungai yang arusnya deras dibawah jembatan.

Melihat adik perempuannya yang gemuk di lempar ke sungai begitu saja, Mata Zhao Xuan memerah. Tanpa ragu, ia langsung melompat terjun kedalam sungai. Ia memang pandai berenang, tapi arus sungai itu sangat deras. Begitu jatuh, sosok A Bao langsung hilang ditelan arus.

Tanpa sempat berpikir panjang, Zhao Xuan langsung berenang mengejarnya.

Melihat hal itu,Zhang tie segera melarikan diri dan menghilang tanpa jejak.

***

Saat A Bao sadar, matanya belum terbuka,tapi bau apek yang menyengat langsung menusuk hidungnya. Ia mengendus-endus dengan hidung kecilnya,lalu perlahan membuka mata dengan hati-hati. Bau ini menandakan bahwa ia sedang tidak berada di tempat yang aman.

Begitu membuka mata,ia melihat ruangan itu gelap gulita di setiap penjuru. Mirip seperti gudang kayu bakar dirumahnya.

Di sudut ruangan yang tak jauh darinya,tampak seorang wanita sedang meringkuk gemetar. Sepertinya mendengar pergerakan A Bao,wanita itu bergerak sedikit. Meski hanya gerakan kecil,A Bao mendengar suara berat yang berasal dari tubuh wanita itu. A Bao pun langsung bangkit, memiringkan kepala kecilnya,dan berjongkok mengamati rantai besi yang melilit kaki wanita itu dengan seksama.

"itu apa?" tanya A Bao penasaran pada wanita itu. Wanita itu hanya semakin meringkuk dan tidak menjawab.

Semakin wanita itu diam,semakin A Bao penasaran dan merangkak mendekat dengan nafas terengah-engah,seolah yakin orang itu tidak akan menyakitinya.

Tepat saat A Bao hampir sampai di depan wanita yang terantai itu,pintu gudang kayu bakar tiba-tiba terbuka. Seorang pria kurus kering mirip monyet masuk. Melihat gumpalan gemuk A Bao sedang duduk disana,ia menggosok-gosokan kedua tangannya dengan tatapan licik,lalu membawa masuk keranjang yang tadi diletakan diluar.

Mendengar suara itu, a Bao menoleh dan melihat pria itu menatapnya lekat-lekat. Satu gigi depannya yang menonjol terlihat sangat mencolok.

Bukankah ini Wang jinya (Wang si Gigi emas) yang diceritakan ibu?

Melihat Wang jinya terus menatapnya. A Bao menyusutkan tubuh kecilnya dan bertanya,"kamu mau apa?"

"Anak yang cerdas." Wang jinya menatapi A Bao dari atas sampai bawah seolah sedang menilai barang dagangan,lalu mengulurkan tangan berjalan mendekati A Bao selangkah demi selangkah.

Melihat Wang jinya hendak menangkapnya,A Bao berteriak kaget. Matanya melirik ke arah pintu keluar,dan ia bersiap melesat lari. Namun,kedua kaki pendeknya yang biasanya bertenaga kini lemas tak berdaya,sama sekali tidak bisa digerakkan.

"Mau lari? Tadi kamu sudah diberi obat bius. Cepat duduk diam,kakek akan menjualmu dengan harga mahal," ucap Wang jinya sambil mengulurkan tangan hendak menyeret A Bao yang lemas itu.

A Bao tergeletak tepat di depan wanita yang terantai itu. Ia tidak bisa melawan orang ini. Air matapun mulai menetes dari matanya. Ia rindu ibu,rindu kakak.

Tangan Wang jinya sudah terulur,namun tiba-tiba,wanita yang terantai ia mengamuk seperti orang gila. Ia menerjang maju,merampas A Bao kedalam pelukannya,dan memeluknya erat-erat,tidak mau melepaskannya. A Bao membelalakkan mata karena terkejut. Ia bisa merasakan sedikit kehangatan dari tubuh wanita yang kotor dan berantakan ini.

Melihat wanita gila itu merebut dan memeluk A Bao dengan erat,Wang jinya langsung menyambar tongkat besi di sampingnya. Ia memukul punggung wanita itu dengan membabi buta. Hantaman demi hantaman.

A Bao menangis ketakutan. Sebagai siluman gingseng yang baik hati, melihat Wang jinya memukul dengan begitu kejam, bibirnya bergetar dan berteriak keras,"tangkap aku saja! Tangkap aku saja! Jangan pukul dia lagi."

Namun,meski A Bao berkata demikian, wanita itu tetap tidak melepaskan pelukannya. A Bao ingin berontak,tapi wanita itu memeluknya terlalu erat.

Ketika akhirnya Wang jinya berhasil menyeret A Bao keluar, wanita itu sudah dipukuli hingga setengah mati. Air mata mengaburkan pandangan A Bao.

Wang jinya tidak membuang waktu. Ia memasukan A Bao kedalam keranjang,menyumpal mulutnya,mengikat tangan dan kakinya,lalu menutupi keranjang itu dengan rumput kering untuk penyamaran. Setelah itu,ia menggendong keranjang tersebut dan berjalan menuju arah kota kabupaten.

Kebetulan sekali,baru saja sampai di ujung jembatan,ia melihat seorang wanita menggendong keranjang berjalan dari arah berlawanan. Itu adalah Wang chunniang yang Baru saja pulang dari kota kabupaten.

Punggung Wang jinya seketika terasa dingin.

1
lin sya
aku suka karakter a bao peka trhdp tanaman dan tanah yg subur atau tdk, dan brsyukur a bao berada dkt kluarga angkat yg tulus, msih penasaran identitas a bao, 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!