"Ceraikan Rey, dan kembalilah padaku!"
"Aku tidak bisa." Ujar Amora dengan wajah datar.
Farhan menatap Amora dengan bingung.
"Kenapa? Bukankah kita sudah sepakat menjadikan Rey sebagai suami sementara agar kita bisa menikah kembali?"
"Aku mencintainya."
"Apa?"
"Kami saling mencintai dan sampai kapanpun kami tidak akan pernah bercerai. Terimakasih karena memilihkan Reyhan untuk menjadi suami sementara untukku. Tapi sekarang semuanya berbeda. Aku ingin dia menjadi suamiku selamanya. Dan maaf, aku tidak bisa kembali padamu."
Awalnya, Farhan memilih sepupunya yang bernama Reyhan untuk menjadi suami sementara bagi Amora sang mantan istri agar keduanya bisa rujuk kembali. Ia sudah menjatuhkan talak tiga, dan jika ingin kembali pada Amora maka Amora harus menikah dengan pria lain terlebih dahulu. Tapi siapa sangka, cinta tumbuh antara Amora dan Reyhan hingga mereka tak ingin berpisah. Bagaimana kelanjutan kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Republik Septy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nikahi Amora
Happy reading zheyeng 😘
_______________________________
“Kau yang sialan!” ujar Reyhan seraya meletakkan segelas kopi yang tinggal ampas.
“Ayolah! Bantu aku sekali ini saja,” Farhan kembali memelas.
Reyhan menggelengkan kepalanya, ia bersiap untuk pergi ketika Farhan mencekal lengannya.
“Kau mau ke mana? Aku belum selesai.”
Reyhan menghembuskan napas berat. Ia sangat kesal dengan sepupunya ini.
“Apalagi? Apa masih belum jelas?”
“Aku tidak mau!” Imbuhnya seraya mendelik.
“Kau benar-benar sepupu tidak berperasaan! Tidak mau membantu sepupu yang sedang kesusahan.” Farhan memasang wajah kecewa. Ia melirik Reyhan dan berpura-pura merajuk.
“Seandainya di beri kesempatan untuk kembali ke masa lalu, kau tahu apa yang akan aku minta?” tanya Reyhan seraya menatap Farhan jengah.
“Mana ku tempe.” Jawab Farhan seraya mengangkat bahu.
“Aku bakal minta, supaya tidak di beri sepupu seperti kamu!” ucap Reyhan sengit.
“Dasar sepupu sialan!” gerutu Farhan kesal.
“Aku harus kembali ke kantor.” Reyhan segera berdiri bersiap untuk pergi.
“Tunggu dulu!” cegah Farhan.
“Apalagi?” Reyhan memutar bola mata dengan malas.
“Bayar dulu!”
“Dasar kuda Nil.” Geram Reyhan kesal. Ia mengeluarkan beberapa lembar uang kertas dan meletakkannya di atas meja.
“Nah gitu dong. Eh banyak banget, buat aku ya?” tanya Farhan sambil cengengesan.
“Ambil aja, buat beli cilok.” Sahut Reyhan seraya memasukkan dompet ke saku jas. Ia segera berjalan menjauh keluar cafe meninggalkan Farhan yang sedang menghitung lembaran uang kertas berwarna merah itu.
“Mana doyan aku cilok. Jajanan kaki lima, kagak level.” Ucap Farhan sombong.
“Lumayan,” Farhan tertawa ringan.
🔥🔥🔥
“Reyhan, tunggu.” Suara seorang laki-laki membuat Reyhan mengurungkan niatnya untuk membuka pintu mobil. Ia menoleh lalu memutar tubuhnya.
“Bang Hanif.” Matanya melebar, kala mengetahui siapa yang telah memanggilnya barusan. Sontak saja Reyhan mengulurkan tangannya pada seorang pria bernama Hanif itu dengan akrab. Pria itu hanya terkekeh dan membalas jabatan tangan Reyhan.
“Abang apa kabar?” tanya Reyhan seraya melepaskan jabatan tangannya.
“Aku baik. Kamu sendiri bagaimana?”
“Allhamdulillah baik, Bang.” Jawab Reyhan seraya mengulas senyum.
“Kita ngobrol di dalam?” ajak Reyhan.
“Tidak perlu. Aku harus kembali ke kantor. Aku hanya ingin berbicara sebentar denganmu. Mengenai Amora.” Ujar Hanif dengan wajah yang serius.
Reyhan mengerutkan dahinya. “Baiklah kalau seperti itu. Kita berbicara di mobil saya bagaimana?”
“Ya, baiklah.” Keduanya pun masuk ke dalam mobil Reyhan.
🔥🔥🔥
Di sebuah ruangan yang berwarna serba hitam putih, seorang pria duduk di belakang meja dengan tangan yang menopang dagu. Beberapa kali ia menghela napas panjang, sesekali ia memijat kepala yang terasa pening.
Pria itu ialah Reyhan, ia terlihat gusar. Menimbang sebuah keputusan besar yang berada di tangannya.
“Haruskah aku melakukannya?” gumamnya. Ia menarik diri ke belakang, bersandar di kepala kursi seraya bersedekap.
Terngiang kembali percakapannya bersama Hanif yang ia temui di cafe tadi siang.
“Maaf, tadi tidak sengaja aku mendengar percakapan kamu bersama Farhan,” Hanif menjeda ucapannya. Tatapannya lurus menatap Reyhan, menunggu reaksi Reyhan selanjutnya. Sedangkan Reyhan tampak terkejut sebentar, lalu ia menunggu kata selanjutnya yang keluar dari bibir pria yang ada di hadapannya.
“Apa aku boleh meminta sesuatu?” Reyhan mengerutkan keningnya.
“Apa itu?”
Hanif menghela napas sebentar. Sengaja memberi jeda untuk mengucapkan kata yang terasa sulit untuk di ucapkannya.
“Nikahi Amora seperti yang di pinta oleh Farhan.” Pintanya.
“Apa maksud Abang?”
“Aku ingin melihat adikku bahagia, Rey. Aku tidak ingin melihatnya sering di sakiti Farhan. Aku tahu bagaimana sikap dan perilaku Farhan,” Hanif yang merupakan kakak satu-satunya Amora itu menatap lurus ke depan. Ada luka di matanya yang tak bisa di ungkapkan. Reyhan bisa merasakan perasaan seorang kakak yang tak rela jika melihat adik yang sangat ia sayangi terluka.
“Menikahlah dengan Amora, ini merupakan langkah awal untuk bisa melepaskan Amora dari Farhan. Aku pun tidak tahu mengapa Amora sangat mencintai pria tidak berguna itu. Dan aku juga tahu, bagaimana perasaanmu pada Amora.”
Kalimat terakhir membuat Reyhan yang awalnya menatap lurus ke depan, kini mengalihkan pandangannya. Ia menatap Hanif dengan lekat. Sedangkan Hanif hanya mengangkat bahu acuh seraya tersenyum. Reyhan terkejut, apakah perasaannya begitu mudah di baca?
“Aku tahu dan aku memberikan solusinya. Nikahi Amora dan buat ia bahagia. Buat ia bahagia hingga lupa rasa sedih, buat ia mencintaimu hingga ia bisa melepaskan Farhan sepenuhnya!”
🔥🔥🔥
Hai Zheyeng 😘
Semangat terus ya kalian.
jaga kesehatan
jangan lupa bahagia❤️❤️
amora - evan = amora masih menunjukkan sikap baik saja, masih canggung menunjukkan sikap nyeleneh nya, masih tidak bebas berekspresi
amora - reyhan = disini amora merasa tampa bebas menunjukkan semua sikap, amora merasa bebas dan nyaman berekspresi apapun, jadi tampa sadar amora merasa nyaman berhubungan dengan reyhan yang akhirnya menimbulkan benih cinta
sampai episode ini sebenarnya aku masih tidak suka sikap amora yang tidak sadar statusnya dan kayak tidak menghargai dan menjaga harga dirinya sebagai seorang istri dia masih menunggu pria lain dan gampang berinteraksi berduaan dengan pri lain, tapi setelah episode ini aku suka sifat amora yang belajar dari kesalahan lalu dan belajar menjadi istri yang sesungguhnya dan menghargai suaminya dan satu lagi, amora wanita tanggu yang berani mengaku salah dan berjuang untuk dapat kesempatan
tampa kitasadarir sebenarnya novel ini sangat bagus karena teori sebab akibat terjadi di novel ini