Yora ini adalah gadis yang manja dan keras kepala dia sangat dicintai oleh Orang Tuanya, tetapi kenyataan yang sangat pahit harus di terima oleh Yora disaat Orang Tuanya akan bercerai karena Papanya mencintai Wanita lain.
Untuk membalaskan rasa sakit hatinya, Yora akan menghancurkan kebahagian Papanya dan Wanita murahan itu. Dengan membuat Rendy menjadi budak cintanya dia akan melakukan segala cara hanya untuk membuay Yora bahagia.
Apakah Yora akan berhasil membalaskan rasa sakit hatinya? atau akankah malah gagal membalaskan rasa sakit hatinya?
Yuk.. baca dan ikuti bagaimana Yora membalaskan rasa sakit yang ada dihatinya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vinzzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab ≋16≋
Sesuai perintah dari Oliv, Yora dan Liam dengan sangat terpaksa menjemput Oliv di Bandara. Dengan koper besar warna merah, Oliv menunggu kedatangan sahabatnya yang tidak kunjung tiba. Samar-samar Oliv melihat mobil Liam mulai mendekat, Oliv melambaikan tangannya kearah mobil Liam.
" Yuk kita pergi ke cafe, " sorak Oliv penuh semangat memasuki mobil dengan duduk dibangku penumpang.
Liam dan Yora yang melihat hanya menghela nafas dengan kesal, karena Oliv telah menganggu waktu kaum rebahan yang sedang asik menikmati hidup.
Oliv menarik kedua sahabatnya memasuki cafe, dan memaksa mereka untuk duduk di meja paling pojok. Yora dan Liam hanya pasrah mengikuti keinginan Oliv, sebenarnya Yora sangat bingung emang Oliv tidak mengalami mabuk perjalanan hingga dia sangat bersemangat seperti sekarang ini.
" Gue pesen minuman favorite kalian dulu ya, " kata Oliv yang hanya dibalas anggukan oleh kedua sahabat karibnya.
Oliv kembali setelah beberapa menit, membawakan kue dan minuman kesukaan Liam dan Yora. Oliv menatap Liam dan Yora bergantian, tapi Yora dan Liam tidak memperdulikan tatapan Oliv, mereka hanya asik menikmati minuman dan kue yang di pesan oleh Oliv.
" Yora gak mau cerita tentang masalah lu apa? " tanya Oliv menatap mata Yora.
" Kan udah gue ceritain Oliv, " timpal Liam kesal dengan tingkah lemot sahabatnya.
" hehehe, lalu lu mau lakuin apa selanjutnya? " tanya Oliv penuh penasaran.
" Otak gue loading gegara ditampar Papa gue. " sahut Yora.
" Berarti lu nyerah dong, buat Orang Tua lu bersama lagi." kata Oliv.
" Ya enggalah, gue pasti akan menyingkirkan hama di keluarga Florence dan gue akan menghancurkan kebahagian hubungan gelap mereka, " ujar Yora menatap mata Oliv.
" Caranya gimana? " tanya Oliv.
" Udah tau gara-gara tamparan Papa gue jadi ide gue hilang semua, jadi kalian bantuin gue buat hilangin hama, okay. " kata Yora menatap Oliv dan Liam.
" Baguslah, kita bertiga sahabat sejati harus saling menjaga, melindungi dan menolong, betulkan Liam, " ucap Oliv dengan sikut menyengol lengan Liam.
Liam hanya menganggukan kepalanya saja, padahal ia tidak mengerti ucapan kedua wanita yang dari tadi asik ngobrol serius, ia sedang asik melanjutkan game yang sempat tertunda karena ulah Oliv, jadi ia tak terlalu memperhatikan obrolan mereka berdua.
Dengan langkah cepat Rendy keluar dari kantor Om Alan, ia ada urusan mendesak yaitu pulang untuk menemani Yora di apartement, karena Rendy merasa kasihan Yora sendirian dengan keadaan yang masih emosional. Rendy lalu mengendarai mobil mewahnya menuju ke apartement miliknya memakirkannya di basement.
Rendy memasuki lift menekan tombol lantai dua delapan, selama di lift Rendy tidak hentinya tersenyum membayangkan Yora menunggunya untuk segera pulang layaknya istri menunggu suami, memikirkan itu membuat hatinya penuh dengan rasa kebahagian.
Bip... Bip... Bip... Bip..ting pintu apartement terbuka.
Rendy memasuki apartement dalam keadaan gelap. Rendy mencari keberadaan Yora dikamar, kamar mandi, dan ruang ganti hasilnya nihil Yora tidak berada di apartement. Rendy yang merasa khawatir akan perginya Yora, mengambil handphone disaku jas miliknya lalu menghubungi Yora, dan syukur Yora mengangkatnya dengan sangat cepat.
" Yora kamu dimana sekarang? " tanya Rendy disambungan telepon.
"Oh, aku bersama Oliv dan Liam di cafe, ada apa? "
" Tidak, aku hanya khawatir kamu tidak ada di apartement. "
" Aku baik-baik saja. Rendy kemarilah bergabung sama sahabatku, aku akan mengirimkan lokasi cafenya lewat chat "
" Baiklah, aku akan kesana. "
" Okay, hati-hati saat berkendara ya Rendy. " kata Yora lalu mematikan sambungan teleponnya.
Rendy yang sudah mendapatkan lokasinya langsung bergegas pergi untuk menemui Yora.
" Cie-Cie udah gak jones lagi nih, tinggal si Liam yang masih jones dong, " sorak Oliv yang tidak ditanggapi Yora. Dan Liam jangan ditanya ia masih terlalu fokus bermain game, dengan headsheet terpasang disebelah telinga kiri Liam, hingga dia tidak memperdulikan percakapan kedua sahabatnya.
Yang memakan kue yang tadi dipesan oleh Oliv dengan tangan kiri yang sedang memainkan gadgetnya. Oliv hanya mendengus kesal karena kedua sahabatnya malah asik bermain gadget mereka, padahal kalo sedang jalan-jalan bersama gadget harusnya disingkirkan.
Oliv yang Badmood hanya melihat-lihat cafe den mata elang Oliv menangkap sesosok laki-laki tampan yang anehnya ia merasa pernah bertemu dengan pria tampan itu. Oliv yang merasa senang melihat laki-laki itu, menarik tangan Yora yang masih fokus dengan ponsel miliknya.
" Ada apa sih! "
" Liat itu. " tunjuk Oliv kepada pria tampan tadi.
lanjutt