21++
Hanya cerita fiksi tidak suka skip!
Hidup bergelimang harta dan apa pun yang di inginkan bisa didapatkan, membuat Jane gadis cantik berusia 20 tahun begitu frustasi, setelah kepergian kedua orang tuanya yang membuat hidupnya berubah seratus delapan puluh derajat, saat semua harta peninggalan kedua orang tuanya di sita oleh pihak bank.
Hingga akhirnya Jane yang tinggal bersama sang bibi, memilih cara cepat mendapatkan uang untuk membiayai kehidupan mewahnya, dengan cara memuaskan pria hidung belang.
Dan pada suatu malam ada pria misterius yang menyewa jasa Jane dengan tujuan lain, dan mengurung Jane untuk membalas dendam.
Siapakah pria misterius tersebut?
Apakah balas dendamnya dapat terwujud?
Penasaran? Cus langsung di baca, happy reading.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaruMini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bunglon
Jona beranjak dari duduknya setelah Tom menceritakan panjang lebar informasi yang baru di dapatkannya tentang siapa gadis yang di sekap oleh Jona.
Jona menatap foto seorang pria yang dirinya kenal bersama dengan putrinya, kemudian Jona keluar dari kamarnya dengan terbaru buru.
Sedangkan di sebuah kamar Jane yang baru membuka matanya langsung beranjak dari tidurnya, dengan menahan sakit di kedua pahanya dan lengannya saat sabetan dari ikat pinggang dari Jona sekarang meninggalkan bekas kebiruan, yang nampak jelas di kulitnya yang mulus dan putih.
Jane melempar semua bantal, guling dan juga selimut ke sembarang arah, kekesalan yang semalam mereda, kini membara kembali, apa lagi saat dirinya tahu semua jendela yang ada di kamar tersebut menggunakan teralis besi, dan pintu yang mengarah ke balkon di kamarnya di kunci.
"Sialan!" teriak Jane lalu turun dari tempat tidur, dan berjalan menyusuri setiap sudut ruangan tersebut untuk mencari sesuatu yang dapat di gunakan untuk membuka kunci, atau apa lah, agar dirinya bisa membalas perlakuan kasar Jona kepadanya. "Sial!" umpat Jane saat dirinya tidak menemukan apa pun yang bisa di manfaatkan untuk melawan Jona, jika dia kembali ke dalam kamar.
Mata Jane tertuju ke arah meja yang ada di sudut kamar tersebut yang tadi luput dari pandangannya, meja yang di atasnya terdapat vas bunga. Lalu Jane berjalan mendekati meja tersebut, dan meraih vas bunga tersebut.
"Mahal," ucap Jane saat sudah mengambil dan menatap intens vas bunga tersebut, yang Jane tahu harganya tidak lah murah. "Bodo amat, yang penting aku bisa membalas Jona yang kasar dan juga arogan, dan ini bisa membuat kepalanya bocor," Jane langsung menyembunyikan vas bunga yang ada di tangannya ke belakang punggung, saat ada yang membuka pintu kamar tersebut.
Jane menautkan ke dua alisnya, saat menatap Jona masuk ke dalam kamar dengan satu tangan membawa kotak p3k, dan satu tangannya membawa paper bag, dari salah satu branded terkenal. Jane mengeratkan vas bunga yang ada di belakang punggungnya saat Jona berjalan mendekatinya.
"Ganti dulu pakaian kamu," Jona memberikan paper bag yang ada di tangannya ke hadapan Jane.
Dan Jane pun langsung bingung dengan perlakuan Jona, yang terlihat begitu lembut padanya, tidak seperti semalam, terlihat dari wajah dan juga cara berbicara nya. "Jane jangan tertipu dengannya, dia itu si kopet, eh salah psikopat," gumam Jane dan berancang-ancang ingin memukul Jona dengan vas bunga yang ada di balik punggungnya.
"Vas bunga tidak akan melukaiku, sekarang lebih baik kamu ganti pakaian kamu kenakan dengan pakaian yang layak,"
"Kenapa kamu tahu aku akan memukulmu dengan vas bunga?"
Jona tidak menjawab pertanyaan Jane karena dirinya langsung menunjuk kaca meja di mana Jane sedang berdiri di depannya.
Dan Jane pun tidak peduli jona menunjuk apa karena dirinya langsung memukul kepala Jona dengan vas bunga yang ada di tangannya.
Jona hanya tersenyum ke arah Jane yang terlihat begitu terkejut, karena Jona tidak terluka sedikit pun dan hanya terlihat merah jambu di keningnya padahal dirinya memukul Jona dengan kencang hingga vas bunga tersebut hancur berkeping-keping.
"Aku sudah katakan aku tidak akan terluka hanya karena di pukul vas bunga itu,"
Bugh!
"Ach sakit," bukannya jona yang mengeluh sakit karena di tentang Jane, malah Jane yang kesakitan sambil memegangi kakinya lalu berjongkok di hadapan Jona setelah menendangnya.
"Bangun lah," Jona memegang ke dua bahu Jane dan membantunya untuk berdiri, dan Jane pun langsung menoleh ke wajah Jona yang berjarak hanya beberapa centi dari wajahnya.
"Apa kamu bunglon yang suka berubah ubah, semalam kamu begitu kasar padaku dan sekarang kamu sangat baik,"
"Maafkan atas perbuatan ku semalam," ujar Jona dan mendudukkan Jane di pinggiran tempat duduk, lalu Jona mengambil sebuah foto yang tadi dirinya simpan di kantong celananya, lalu menunjukkan pada Jane. "Apa kamu kenal om Jack?"
"Apa kamu mengenal papa?" tanya Jane balik, tanpa menjawab pertanyaan Jona yang di tunjukkan untuknya.
Bersambung.............
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE NYA YA, MUMPUNG HARI SENIN 🤭🤭🤫🤫🤫
juminten jgn jual mahal donk... katanya mau suntik2an... biar tau rasanya... sekali tau nanti jad ketagihan 😂 🤣 🤣 🤣