NovelToon NovelToon
BLOODY LOVE

BLOODY LOVE

Status: tamat
Genre:Horor / Misteri / Romantis / Fantasi / Supernatural / Tamat
Popularitas:18.3M
Nilai: 5
Nama Author: Nara Zwei

Satu demi satu penduduk di Kota Bjork menghilang secara misterius. Jose, anak lelaki keempat dari keluarga Argent memutuskan untuk menyelidiki hal tersebut setelah pelayan di keluarganya mati mendadak. Hal yang aneh adalah, mayatnya ditemukan kering tanpa darah. Sejak itu rentetan kematian dan orang hilang mulai muncul dalam jumlah besar. Kecurigaan Jose tertuju pada orang baru di kota tersebut, William. Penyelidikan Jose malah membawa dirinya ke rahasia gelap di Bjork.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nara Zwei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 16

Jose ikut mengambil mantelnya. “Ayah dan Ibu perlu diberi tahu?”

Marco tertawa ketika membuka pintu. “Kenapa? Kau takut ke luar kalau tidak bersama ibumu?”

Jose menghela napas kesal dan menjajari langkah pamannya. "Aku cuma bertanya. Kita tidak mengabari Ayah?"

“Dan membiarkannya keluar malam-malam di hari dingin begini? Tidak, kau tahu aturannya. Yang bekerja adalah pelayan sementara para majikan istirahat.”

Jose tersenyum geli. “Kalau begitu kita berdua pelayan?”

Marco menggeleng. “Kita memimpin para pekerja.”

Jose hanya tertawa. Gerald ada lima langkah di depan mereka, berjalan cepat menuju gudang jerami.

Gudang jerami terletak dua puluh meter di sebelah utara istal. Para pekerja mengikat dan menumpuk jerami untuk berbagai keperluan. Biasanya selain jerami juga disimpan karung-karung gandum serta mesin perontok.

Jose berjalan di samping Marco memasuki gudang kayu yang berbau jerami, kayu, dan gandum. Lantainya dari tanah, dengan berikat-ikat jerami ditata menumpuk di satu sisi sementara gandum di sisi lain. Ada ambalan-ambalan kayu yang lebar untuk menyimpan stok gandum yang lebih bagus. Gudang itu besar dan bersih, dengan langit-langit tinggi yang tertutup rapat. Ventilasinya diberi kawat kasa agar tidak ada binatang yang bisa masuk ke dalam untuk merusak.

Jose melewati deretan mesin penuai dan perontok sebelum memasuki kamar lain yang cuma berisi jerami. Ada pasak kayu besar yang digunakan sebagai pilar penopang gudang. Pasak itu berbentuk silinder, terbuat dari kayu mentah, lebarnya setengah meter.

Para pekerja berkerumun melingkari pilar itu. Sinar obor mewarnai ruangan.

Jose melihat bahwa ada seseorang diikat di pilar. Seseorang yang ternyata bertubuh kecil. Aneh, pikirnya. Padahal yang kulihat tubuhnya lebih besar.

Tempat itu gelap dan dingin. Lampu lilin yang tergantung di beberapa bagian tidak membantunya untuk bisa melihat dengan lebih jelas. Jose bisa mendengar suara kerosak tapak kakinya dan Marco yang menginjak helai jerami. Gesekan langkah mereka dan gumaman para pekerja adalah satu-satunya suara di gudang itu.

“Dia ini penyusupnya, Tuan,” Gerald berkata, merentangkan sebelah tangannya dengan gaya dramatis.

“Sudah kubilang aku bukan penyusup!” pekik orang itu. Sepatunya menggurat lantai tanah, menyiramkan debu dan pasir ke segala arah.

Jose mengerutkan kening. Rasanya ia mengenal suara itu. Suara tinggi yang kekanakan. Jantungnya berdegup makin kencang. Mengabaikan pelototan Marco, ia berlari cepat menyeruak kumpulan para pekerja, menatap si penyusup yang masuk ke wilayahnya.

Ternyata seorang anak kecil. Rambut pirang jagungnya acak-acakan dan pakaian kumal. Celana panjangnya ditambal di bagian lutut. Tetapi yang lebih membuat Jose kaget adalah matanya yang biru.

Mata biru itu menatapnya langsung, terlihat setengah lega dan setengah marah. “Ini dia!” seru anak itu begitu melihat Jose. “Aku mencarimu ke mana-mana!”

“Nolan?” Jose ternganga. Para pekerja menatapnya dengan heran.

Di belakangnya, ia bisa mendengar suara langkah Marco mendekat.

“Siapa dia?”

“Lepaskan aku!” sembur Nolan galak. “Kalian seenaknya menangkap dan memukuli anak perempuan!”

“Anak perempuan?” para pekerja berseru-seru keheranan, terlihat bingung.

“Kalian memukulnya?!” seru Jose tak percaya. Ia mengedarkan pandangan satu per satu para para pekerjanya.

“Sedikit,” Gerald yang menyahut.

“Banyak! Dia memukuliku terus!” teriak Nolan. “Dasar brengsek! Sialan! Kalian harusnya mati saja! Mentang-mentang sudah jadi budak orang kaya, lalu lupa pada sesamanya!”

“Kau bukan sesamaku.” Gerald mengerutkan kening. “Aku tidak berasal dari tempat kumuh yang orangnya bermulut kotor.”

Jose menoleh cepat, hendak menegur Gerald, tetapi Marco menatapnya dalam peringatan tajam.

“Dia menendang dan melawan,” Gerald menjelaskan. “Dia di wilayah Argent dan kabur ketika dikejar, tentu saja itu mencurigakan. Kami tidak tahu dia kawan Tuan Kecil.” Dia mengangkat tangan, memberi tanda pada pekerja yang lain untuk melepaskan Nolan.

“Jangan dilepas,” Marco berkata, menghentikan tiga orang yang berjalan ke pilar.

“Kenapa?” Jose yang bertanya. “Dia bukan orang yang kulihat! Yang kulihat itu tinggi dan besar, bukan anak-anak seperti ini!”

“Lepaskan aku! Lepaskan aku!” Nolan berteriak-teriak. “Aku bukan anak-anak, brengsek!”

Marco mengangguk, dan Harold berjalan maju kemudian menampar pipi Nolan.

“Harold!” bentak Jose marah.

“Pertama.” Marco mendorong bahu Jose ke samping ketika melewatinya. Ia berjalan mendekati Nolan, mengamati anak itu dengan kritis dari ujung rambut sampai ujung kaki. Nolan bahkan tidak sampai setinggi dadanya ketika mereka berhadapan. “Pertama, bukan begitu caranya bicara di hadapan seorang Argent.”

“Lalu bagaimana?” Nolan meringis. Mata birunya berkilat penuh kebencian. “Apa aku harus menggonggong dan menggoyangkan ekorku?”

“Apa kau bisa melakukannya?” balas Marco. “Apa itu yang terbaik yang bisa kau lakukan? Kalau bisa, lakukan saja.”

“Tidak sudi!”

“Kedua,” Marco mengabaikan itu. Ia menatap lurus-lurus pada mata Nolan, menyelami iris matanya dengan tatapan dingin. “Apa yang kau lakukan malam-malam begini? Di tanah Keluarga Argent? Apa yang kau lakukan di istal kami? Mau mencuri kuda? Sepertinya aku pernah melihatmu di suatu tempat. Pasar penadah?"

Nolan membuka mulutnya tak percaya. “Mencuri kuda! Tentu saja tidak! Aku mungkin kotor dan lusuh, tapi bukan pencuri! Kalian orang kaya brengsek! Melihat orang kotor sedikit langsung dicap pencuri!”

Marco mundur selangkah, membiarkan Harold menampar Nolan lagi.

Jose mendorong tubuh Harold dan berdiri di antara Nolan dan Marco, memasang sikap melindungi. “Apa yang Paman lakukan?! Dia ini anak perempuan! Kenapa memperlakukannya seperti ini?!”

“Sudah kuperingatkan sebelumnya.” Marco mengangkat bahu dengan lagak pasrah. “Bukan begitu caranya bicara dengan Keluarga Argent—terlebih padaku, tapi dia tetap melakukannya. Bukankah berarti dia memang minta dipukul?”

“Aku tidak sudi menuruti perintah orang kaya sepertimu!” Nolan masih membalas dari belakang Jose. Suaranya tinggi dan kekanak-kanakan, tetapi bergetar dan basah.

Jose menoleh, melihat airmata menetes dari mata biru itu. “Kau juga, diam dulu!” bisiknya kesal.

“Kau juga tidak berhak memerintahku!” Nolan melotot, menahan isak meski air matanya sudah berderai. “Dan lepaskan ikatan tali ini! Aku bukan binatang!”

1
LiyanRui
udah bertahun tahun dari pertama kali baca, gk bisa lupa sama Jose
kak Nara gk ada niatan nerbitin karyamu kah?
pengen punya versi buku fisiknya😔
narazwei: Aaa harus minta ke noveltoon kalo ituu...
total 1 replies
Ayuhikma Andreana
Kecewa
istri miliarder: kenapaa jir
total 3 replies
Ayuhikma Andreana
Buruk
De Nana
kesini entah yg keberapa kali😌 selalu ada hal yg bikin kangen dari jose😆
Henah Helza
setelah 4 tahun lebih ku rasa baru blk lgh
Riri YMM(✿ ♥‿♥)
kak nara, sumpah kangen bngt sama karya kaka yg 1 ini:(
dari baca sambil nunggu kaka up sampe baca ulang karna kangen😞😞
mahesa
Luar biasa
Jatmiko
Benar. Dan perempuan terkadang tingkahnya sulit ditebak karena mereka ahli bersandiwara. 😅
Jatmiko
Wah .. apa benar Lady Chantall adalah pengkhianat ?
Jatmiko
Terkadang Renata memanggil Kak pada Marco, terkadang memanggil dengan nama depannya saja. 🤔
Jatmiko: ah .. benar juga. Trik umum para perempuan kalau ada maunya /Facepalm/
total 2 replies
Jatmiko
Tadinya aku pikir opium.
Jatmiko
Candaannya ekstrim sekali /Facepalm/
Jatmiko
Menyelundupkan narkotika.
Jatmiko
Maka kota Bjork akan dipenuhi lagi oleh para penyamun.
Zepita II
wokkk Nolan /Facepalm/
Zepita II
OMG OMG XAVIER HASTINGS 😭
Zepita II
wuhuuuuu balik lagi niiih, udh 4 th yg lalu dan aku kangen ❣️
Scarlett Roe
I think something's changed. Beberapa kalimatnya ada yg berbeda dari terakhir kali aku 'jenguk' mereka. Tetap enak dibaca sih, cuma menyesuaikan lagi dulu
narazwei: Kok tahu sih 😳😳😳
total 1 replies
Syauqi Baiduri
Luar biasa
narazwei: Thank youu
total 1 replies
Anonim
vmvvnxvx
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!