Ini cerita dari sekuel Mantanku Hot Daddy, tetapi masih bisa nyambung dengan alur ceritanya disini.
Richard Romeo atau Arleo Denish, sedari kecil ia di culik membuatnya jauh dari kedua orang tua kandungnya.
Rasa trauma terus menghantuinya sehingga membuatnya di bawa ke rumah sakit dan bertemu dengan seorang gadis kecil seusianya, membuat rasa trauma Leo kecil itu perlahan menghilang sehingga melupakan masa lalunya sedikit demi sedikit.
Hingga sudah dewasa ia pertemukan kembali dengan gadis kecil itu dan lambat laun jati dirinya terkuak dan di pertemukan dengan Ibu dan adik kandungnya.
Ibu yang selama ini merawatnya itu ternyata ikut andil atas penculikan di masa kecilnya, masa lalu perlahan bermunculan dengan rasa dendam menyelimuti hati seseorang.
Armand sang detektif yang membantu dua keluarga tersebut membuatnya bertemu kembali dengan gadis dimasa lalunya yang mempunyai masa lalu yang tak kalah dramatis.
Bagaimana kisah mereka selanjutnya, ikuti terus ya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vinora_BP, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Suara Apa Itu??
" Richard bagaimana? dimana wanita itu? apakah benar wanita itu tengah mengandung cucuku?" tanya Mamaku dengan tidak sabarnya.
Richard tahu Mama dan Papa memang sudah lama menginginkan putranya untuk segera menikah saja dan memberikan mereka cucu yang banyak.
Walau mereka tahu bahwa putranya itu memang masih sangat muda untuk menikah, bukan tanpa alasan mengapa mereka menginginkannya, karena memang rumah mereka terasa sepi dan itulah yang membuat mereka menginginkan kehadiran banyak cucu agar rumah mereka terasa hidup dan damai.
" Rich Papa dan Mama sudah memutuskan, jika memang wanita itu tengah mengandung calon anakmu, maka segera menikahlah dengannya, kami merestui kalian." terang Mama Wilona pada putranya.
Bagaimanapun yang sudah tumbuh di dalam rahim wanita itu adalah darah daging putranya, walau mereka sadar Richard bukanlah putra kandung mereka sendiri, namun ia sudah sangat menyayanginya dan mereka pun harus merestui apa yang sudah menjadi keputusan putranya itu, takut jika mereka yang masih muda semakin salah pergaulan.
Percuma saja jika mereka terus memaksa Richard untuk menerima Lea, jika putranya sendiri tidak mencintai wanita itu, dan setelah mendengar ada calon cucu yang telah tumbuh, terutama membuat sang Mama langsung menyambutnya dengan rasa bahagia.
Rich terbelalak ia sedikit terkejut setelah mendengar ucapan dari Mamanya barusan namun ia juga senang akhirnya kedua orangtuanya merestui hubungannya dwngan Zoey.
Namun ia masih bingung dengan keadaan hubungannya dengan Zoey yang justru menggantung seperti ini.
Padahal sebelumnya Mamanya menolak seolah memang tidak merestui hubungan itu, namun sekarang hanya sebentar saja di tinggal keluar Mamanya sudah berubah dengan cepat dan ini pasti berkat Papanya.
" Ada apa Rich kenapa wajahmu murung begitu? bukankah seharusnya kau senang mendengar kami merestui kalian?!" seru sang Papa menatap putranya.
" Bukan begitu Pa, Rich sangat senang mendengarnya tapi saat ini Rich ada sedikit masalah dan juga Pamannya Zoey tengah mengalami kecelakaan, sekarang berada di rumah sakit." jelas Rich sambil duduk di hadapan kedua orangtuanya.
" Kecelakaan? apa begitu parah? bagaimana jika besok kita kesana bersama sekalian mengutarakan niatmu untuk menikahi Zoey, pasti kedua orang tuanya juga ada di sana 'kan?!" tanya Mama Ona menatap putranya.
Rich lupa belum memberitahukan bahwa Zoey sudah tidak memiliki kedua orangtua kandungnya lagi, dan mungkin ia harus segera memberitahu pada orang tuanya bahwa Zoey adalah wanita yang selama ini ia cari, wanita masa kecilnya.
" Ma, Pa sebenarnya ada sebuah insiden kebakaran rumah yang merenggut kedua orangtuanya dulu, hingga keluarga Brown hanya menyisakan putrinya saja dan setelah itu dia tinggal bersama Pamannya hingga sekarang." jelasku memberitahu.
" Brown? tunggu sebentar sepertinya Papa tidak asing ya dengan nama keluaga itu?" tanya Papanya sambil mencoba mengingatnya.
" Iya dia putri dari James Brown Pa."
" James Brown? lho, bukannya itu nama Papa teman masa kecilmu dulu, ya itu bukankah nama keluarganya juga Brwon?" tanyanya kembali.
" Iya benar Pa Zoey putri mereka, kukira Papa tidak mengingatnya." ujar Rich sambil tersenyum.
" James Brown siapa? sebenarnya kita ini sedang membahas apa?" tanya Mama bingung.
Rich sudah tidak heran lagi, Mamanya memang sering melupakan peristiwa-peristiwa masa lalu.
Walau kedua orangtuanya selalu menyempatkan datang ke tempat rehapnya dulu, namun Rich hanya menceritakan kisahnya kepada sang Papa, karena sedari kecil Rich memang sangat dekat dengan Papanya di bandingkan dengan sang Mama.
" Mama mungkin lupa, dia Papanya Zoey wanita yang di cintai putra kita dulu. Mama ingat tidak waktu Rich sempat tinggal di tempat rehap dulu? ada gadis kecil yang satu ruangannya dengannya, yaitu Zoey kecil." tanya Gustav menatap istrinya.
Wilona terlihat berpikir sejenak, lalu ia mulai tersenyum saat mulai mengingatnya walau hanya sebagian saja.
" Oh, jadi ternyata ada yang sudah bertemu dengan gadis kecilnya kembali?" goda sang Mama menatap putranya yang tidak bisa menyembunyikan senyumnya itu sedari tadi.
" Ya Mama mulai ingat, dia gadis yang manis itu 'kan? gadis yang sering memberimu coklat. kenapa kau tidak bilang dari awal sayang. kalau tahu begitu Mama tidak akan berbicara seperti tadi di depannya." jelas Mama Ona merasa menyesal.
" Iya benar, sudah berapa lama kau bertemu kembali dengannya?" timpal Papanya.
"Baru Pa, mungkin sekitar satu bulanan, awalnya dia sering menghindar dari Rich bahkan Rich terang-terangan melamarnya namun ia langsung menolak lamaranku saat itu juga. hebat bukan!" terang Rich geleng-geleng kepala sambil mengingat kejadian memalukan itu.
" Apa? putra Mama di tolak oleh seorang gadis? apa kau pernah melakukan kesalahan padanya? hingga membuatnya menolakmu seperti itu?" tanya Mamanya tidak percaya.
Akhirnya Rich menceritakan peristiwa kejadian saat pertama kali pertemuannya dengan Zoey yang mengakibatkan ponselnya rusak.
Dan dua kali dirinya di tolak oleh wanita itu, membuat kedua orangtuanya tertawa terbahak mendengarnya, sebab baru kali ini seorang Rich di tolak oleh seorang wanita.
Karena biasanya para wanita itulah yang sering memintanya untuk menjadi kekasihnya, walau pada akhirnya Rich langsung menolaknya dengan cepat.
Mungkin ini adalah karma yang ia terima, dan mungkin saja itu adalah doa dari para wanita yang ia tolak dulu.
" Sudah puas menertawakan putra kalian sendiri?" tanya Rich sedikit kesal menatap keduanya.
Tak habis pikir dengan kedua orangtuanya, bukankah seharusnya mereka prihatin dengan keadaan putranya, namun ini justru mereka senang jika putranya ini menderita.
" Bukan begitu sayang. lucu saja putra Mama yang tampan ini di tolak oleh seorang wanita, dimana harga diri kami selaku orangtuamu." sahut Mama masih dengan senyumnya.
" Baiklah, sekarang tolong bantu Rich supaya Zoey mau menikah denganku." pintanya dengan sungguh-sungguh.
" Jadi sebenarnya wanita itu hamil atau tidak?" tanya Papa dengan sedikit geran menatap putranya itu.
Rich langsung menggeleng lemah, membuat Mama semakin gemas di buatnya. " Jadi kau menipu kami."
" Bukan maksud Rich begitu Ma, hanya saja itu jalan satu-satunya agar dia mau menikah denganku, sebenarnya kami hanya tidur di satu ranjang yang sama. dan aku juga sudah mengutarakan niatku kepada Pamannya, mereka sudah setuju." terang Rich sedikit memohon.
" Baiklah sekarang istirahatlah, tidak perlu kau pikirkan itu besok kita temui mereka, sekalian menjenguk Pamannya yang mengalami kecelakaan." ujar Papanya memberi keputusan.
Akhirnya Rich menurut berjalan gontai menuju ke lantai atas dimana kamarnya berada. ia akan membuka pintu kamarnya namun ia mendengar suara aneh dari dalam kamar adiknya, sedikit terkejut.
Dengan perasaan curiga yang menjalar ia segera membuka pintu kamar Val dengan sangat kuatnya, dalam satu kali hentakan pintu itu sudah terbuka lebar.
Braakkk...
Sang penghuni yang berada di dalam kamar tak kalah terkejutnya kala melihat dan mendengar suara pintu kamarnya di buka dengan sangat kencang, seolah sedang menggrebek seseorang yang sedang melakukan aneh-aneh di dalam kamar.
" Aaaahhhkkk..!!!" suara teriak yang di dalam kamar tersebut.
Suara yang sangat lengking dan kencang itu bahkan terdengar dari lantai satu dimana kedua orangtua mereka masih duduk di sana.
" Suara apa itu? ada apa dengan anak-anak?" tanya sang Papa langsung panik, begitu mendengar suara teriakan dari lantai atas.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
.
.
.
.
.
.
.
.tbc
Terima kasih yang sudah mampir baca, jangan lupa kasih like, komen dan hadiahnya yaa..🌷🌷🌷🌷
Maaf kalau masih banyak typo dimana-mana.