NovelToon NovelToon
Pesona Adella

Pesona Adella

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:12.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: aulina alfiana

Adella Mahendra, gadis cantik dengan segudang prestasi. Kehidupannya bagaikan salah naik angkot, oper sana oper sini, pindah sana pindah sini.


Bagi sebagian orang, mungkin akan merasa senang jika berada di posisi Adel, tetapi tidak bagi Adel yang membuat dirinya harus di putar putar karena memiliki tiga orang tua yang sangat menyayanginya. Ditambah lagi dengan seseorang yang telah lama mencintainya dan begitu posesif terhadapnya.


Lanjut baca yuk, gimana jungkir baliknya Adel tetapi dengan sejuta pesona nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aulina alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gadis Kecilku

"Del, ke kantin yuk, gue kenalin lo pada seseorang" ajak Maya dengan merapikan tatanan rambutnya

"Okey, lets go"

Maya dan Adel keluar dari kelas menuju ke kantin. Dan sepanjang perjalanan, banyak yang merasa kagum dan terpesona dengan dua gadis cantik siswi baru di SMA Nusantara itu.

Apalagi Adella, perpaduan wajah Mam Delima dengan sedikit campuran Papi Surya membuat Adel kelihatan manis, apalagi dengan bentuk tubuhnya yang oke dengan umur dia yang masih muda.

"Mereka pada lihatin kita Del" ucap Maya berbisik

"Gue tau, lagian siapa yang gak tertarik dengan pesona Adella"

"Dih...sombongnya, persis kayak Papinya narsis abis" ledek Maya.

Mereka berdua tiba di kantin, dan kantin tampak ramai

"May, rame...balik aja yuk, males gue cuma jadi tontonan aja"

"Bentar bentar" ucap Maya yang memandang ke segala penjuru kantin, hingga dia menemukan sosok laki laki yang sudah menunggunya

"Yank....." teriak Maya dengan pede nya, sementara Adel matanya menelisik ke arah sahabatnya itu melambaikan tangannya kepada seseorang

"Hah?? Kak Marcel?? gak salah liat gue" gumam Adel

"Ayok, jangan bengong, ada tempat di sono" Maya langsung menarik tangan Adel menuju ke arah Marcel dan Bintang.

Adel geleng geleng kepala dirinya semakin dekat dengan meja di mana Marcel dan Bintang berada

"May, lo utang penjelasan ma gue" bisik Adel

"Gak perlu utang, gue jelasin sekarang"

Maya menarik Adel untuk duduk disampingnya, dengan Marcel didepan Maya dan juga Bintang di depan Adel

"Yank...kenalin, Adella sahabat aku"

"Del, seperti yang lo lihat gue dan Kak Marcel pacaran"

Maya menyenggol lengan Adel mengisyaratkan supaya Adel mengulurkan tangan nya untuk kenalan dengan sang kekasih

Tanpa menunggu lama, Marcel yang sudah lama tidak bertemu Adel langsung berdiri untuk menghampiri Adel, dan Adel pun juga sama

"Boleh peluk?" tanya Marcel, dan Adel mengangguk

"Kapan datang?? kakak kangen" ucap Marcel dengan melepaskan pelukannya

Seketika Maya langsung menarik tangan Marcel "Yank apa apaan? bisa di jelasin?"

"Tenang May, biar gue ceritain, duduk gih jangan cemberut, ini gak seperti yang lo bayangin"

"Lo inget gak, gue pernah cerita ma lo, kalau selain Bang Kenzi dan Bang Sandi, gue masih punya dua abang lagi yang sudah gue anggap seperti saudara?"

Maya mengangguk "Iya gue, inget inget banget, kalau gak salah namanya Marcel dan Bintang"

"Ah....apa?? jadi???"

"Persis apa yang lo bilang, dia adalah Kak Marcel itu" ucap Adel dengan tersenyum

"Dan kamu yank, aku juga pernah cerita kan kalau aku juga punya saudara perempuan yang centil banget tapi tinggal di Jerman"

"Adel??" tanya Maya

"Betul...Adel dia udah aku anggap seperti adekku sendiri, bahkan Ayah berniat untuk mengadopsi Adel, tetapi keburu di bawa kabur ma Om Surya"

"Enak aja diadopsi, emang aku anak panti apa??" ucap Adel dengan tersenyum

"Lah...lagian ya lagian, lo kok mau maunya sih May, ma Kak Marcel, cowok tengil gitu" cibir Adel

"Adella!!! jangan jelek jelekin Kakak"

"Takut dia takut dia" ledek Adel lagi

"Gak tau, habis Kak Marcel ganteng"

"Makasih yank, udah pada duduk anteng, Kakak pesenin makanan!"

Marcel meninggalkan mejanya dan menuju ke penjual makanan di kantin itu.

"Ehemmm....gue dikacangin nih"

Adel dan Maya langsung menoleh ke arah Bintang. Dan seperti yang dilakukan oleh Marcel tadi, Bintang juga berdiri lalu memeluk Adel

"Kakak kangen banget"

Lalu segera melepaskan pelukannya "Kenapa jarang bahkan hampir gak pernah kirim kabar ke kakak"

"Maaf Kak" Adel menunduk karena merasa bersalah. Memang sewaktu di Jerman, dirinya jarang berkirim kabar, bukan tanpa alasan, takut saja jika makin tambah kangen nya

Bintang meraih dagu Adel, lalu mengangkatnya "Udah jangan sedih, ilang ntar cantiknya" lalu mengusap lembut rambut Adel

"Nanti pulang bareng kakak ya, kakak mau ngobrol banyak, udah lama kan kita gak jalan bareng"

"Aku mau Kak, tapi...udah janjian ma Papi"

"Mau beli mobil dia Kak" celetuk Maya

"Beli mobil?? tapi gak usah di pakai ya?? kakak antar jemput saja" ucap Bintang

Maya yang mendengar ucapan Bintang langsung menggeleng "Hah??? kak Bintang aneh"

"Siapa yang aneh yank?" Marcel datang dengan membawa sebuah nampan yang sudah berisi makanan dan minuman

"Tuh Kak Bintang, masak Adel udah punya mobil e malahan gak ngebolehin buat bawa, Kak Bintang mau antar jemput katanya"

"Hahhhhaaaahhaaa belum apa apa udah bucin lo Bin, gak kuat dengan pesona Adel?"

Bintang hanya mengangguk pertanda mengiyakan ucapan Marcel, berbeda dengan Marcel, Bintang lebih suka mengungkapkannya dengan perhatian perhatian kecil dibandingkan dengan mengobral kata kata.

Bintang adalah anak dari pasangan Dimas dan Sofi, sedangkan Marcel adalah anak dari pasangan Mario dan Sheila.

"Kok aku rasa kalian ketuker deh waktu bayinya" ucap Adel dengan menyeruput es teh manisnya

"Maksudloh gimana Del??" tanya Marcel

"Dengerin ya Pak Ketos dan juga Pak Waketos, aku rasa kalian ini ketuker, kalian nyadar gak sih, Papah Dimas yang modelan orangnya gesrek gak cool, tetapi punya anak Kak Bintang, yang dinginnya minta ampun"

"Sedangakn Ayah Rio, kalian tau sendiri kan kalau Ayah Rio itu cool abis, tatapan matanya tajam dan menakutkan, e anaknya malahan cengengesan kayak Kak Marcel"

"Iya juga yank" ucap Maya yang sedikit banyak tau tentang keluarga Marcel dan juga Bintang

"Iya apanya, ni anak kalau ketemu selalu bikin rusuh dan..."

Pletak

Marcel menyentil kening Adel, membuat sang empunya meringis

"Auw"

"Sakit??"reflek Bintang mengusap usap kening Adel dan menatap tajam ke arah Marcel

"Duh tajam banget tatapan lo Bin, sorry sorry gak lagi ganggu Adel deh, takut gue"

Dan mereka lalu tertawa, tidak menghiraukan penghuni kantin lainnya. Tepat, mata Bintang kini sedang menatap lekat wajah Adel "Akhirnya kamu kembali gadis kecilku"

1
Azura
kak ceritanya bagus, aku udah 2 kali baca sampai tamat ceritanya selalu seru. semangat selalu ya kak othor🥰
Erna Riyanto
ibu chandra sm istrinya yaaa???
Erna Riyanto
ohhh.....akhirnya....
Erna Riyanto
ihhhh.....padahal udah ikut merem lhoo
Erna Riyanto
senyum"...dr Adel ktmu vikky ...serasa kering gigiku
Erna Riyanto
yeee.....setuju...Adel sm dokter vikky
Erna Riyanto
aduh .....kok semua suka Adel ....trus adel harus sm siapa nnti......hanya author yg tahu...SMG sm vikky
Erna Riyanto
jangan ya Del yaaa......jangan...jangan sakiti hati dr vicky
Erna Riyanto
bc sampai bab ini...rada bingung...sm om Surya,,siapa dia...pas mau brgkt SM Adel bilang "akan membawa pergi putri kita"...tapi delima kan istri Kenzo ...lanjut ahhh
Diva Diva
selalu adegan itu2 terus..
gerakan tambahan🤸🍋🌶️🥒🥕
serius nanya, Adella itu anak siapa sih sebenarnya?
Yunita Rimbe
tdk ad konflik tdk seru
Luhtu Suphiyanni
sebenarnya aku sdh berulang kali baca novel ini tapi gak ngebisenin ada lg gak cerita kayak gunilg aku mau judulnya apa thor?????
Aqil Kafa
bnyk bngt yg suka m adel.jd bingung mau fukung yg mn
Kiki
Lumayan
Lina maulina
CK lebay si kenzo
hazel
Luar biasa
Lanny Kusumawati
Kecewa
Lanny Kusumawati
Buruk
Linda Safitri
Kecewa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!