NovelToon NovelToon
CINTA MANIS Sang Pewaris

CINTA MANIS Sang Pewaris

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 5
Nama Author: iska w

Seorang presdir tampan pemilik gedung raksasa yang bernama Samuel, rela membesarkan seorang anak yang imut, lucu dan menggemaskan yang bernama Kenzo itu sendirian, dia memang anak yang nakal dan bandel namun sebenarnya dia anak jenius, puluhan baby sister sudah mengundurkan diri karena tidak sanggup melayani bocah yang sering dipanggil Yoyo itu.

Sehingga suatu hari ada anak magang yang bernama Rinjani, karena kesalahannya dia terpaksa menjadi baby sister demi kelangsungan magangnya di perusahaan itu.

Hingga seiring berjalannya waktu tumbuh benih-benih cinta diantara mereka.

Akankah Kenzo setuju?

Akankah mereka bisa bahagia selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iska w, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Pencuri Hati

...Happy Reading...

Apa yang menjadikan anda saat ini, berdasarkan apa yang anda lakukan selama ini dan apa yang menjadikan anda dimasa depan, berdasarkan apa yang anda lakukan saat ini.

Saat malam menjelang Samuel merasakan kepalanya masih sedikit pusing, walau mual diperutnya sudah tidak terasa lagi dan saat kedua matanya terbuka, senyum simpul langsung terbit di kedua sudut bibirnya.

Dia melihat wajah ayu itu berada sangat dekat dengan wajahnya, hanya berjarak beberapa centimeter saja, bahkan tangan wanita itu mengalung dengan nyaman dilehernya.

Samuel sama sekali tidak ingin membangunkan Jani sekarang, dia hanya ingin berlama-lama memandang wajah cantiknya, dia masih ingat sebagian kejadian yang menimpa dirinya sebelum pingsan, dia tidak marah dengan Jani dia malah ingin marah dengan dirinya sendiri, kenapa dia tidak bisa mengendalikan emosinya sendiri, padahal dia tahu pasti, akan begini akhir ceritanya.

Trauma masa kecil ditambah kenangan buruk masa lalu benar-benar membuatnya terpuruk dan menimbulkan efek yang tidak bagus untuk kesehatannya, namun entah mengapa berada didekat Jani apalagi berada didalam pelukan gadis ini membuatnya merasa tenang, nyaman dan tentram, seakan dia tidak takut akan hadirnya bayangan kelam itu kembali.

" Hmm.." Senyum Samuel tidak pernah surut jika melihat Jani terlelap seperti ini.

" Siaaall.. Harusnya aku yang harus lebih dulu membuatmu kagum kepadaku."

" Bahkan jatuh cinta kepadaku!"

" Tapi kenapa sekarang seolah-olah berbanding terbalik?"

" Apa aku terlalu lemah karenamu?"

" Haah.." Dia baru menyadari bahwa gadis didepannya itu begitu menarik perhatiannya.

" Biasanya aku tidak seperti ini!"

" Kamu benar-benar gadis yang berbahaya!"

" Apa aku harus mengatakannya?"

" Diih... jaim dong!" Samuel berbicara perlahan, tanpa bergerak sama sekali, dia melihat Rinjani tidur dengan sangat pulas sekali.

Saat Samuel masih asyik memandang sambil berkhayal tiba-tiba Jani membuka matanya dan terlihat terkejut.

" Heeiii..."

" Bapak sudah bangun?" Jani cepat-cepat menarik tangannya dan langsung terduduk, wajahnya terlihat ketar-ketir saat menyadari dia memeluk leher Samuel bahkan saat dia sudah terbangun terlebih dulu.

" Hmmm.." Samuel mengubah mimik wajahnya menjadi kembali datar.

" Pak Sam?"

" Coba lihat aku baik-baik?" Jani memandang lekat mata Samuel.

" Aku siapa?" Rinjani langsung teringat kejadian tadi saat Samuel memeluknya dan menyebut kakak berulang kali seperti orang ketakutan.

" Ehermmm.." Samuel langsung memalingkan wajahnya, dia tidak bisa beradu pandang dengan gadis yang sudah menyentuh hatinya itu.

" Pak..?"

" Bapak sudah sadar belum sih sebenarnya?"

" Aku siapa pak?"

" Cepat katakan.. aku ini siapa?" Jani bahkan menangkupkan kedua tangannya dipipi Samuel.

" Haissshh..." Samuel memejamkan matanya, gadis ini benar-benar tidak kasihan melihat jantungnya yang sudah memompa melebihi kecepatan rata-rata.

" KAMU PENCURI...!" Teriak Samuel sambil membalikkan tubuhnya kesamping.

" Woaaah..."

" Kalau begini aku jadi yakin nih!"

" Bapak sudah sadar sepenuhnya!"

" Sudah ditolongin tambah ditemenin juga."

" Masih saja sombong, mana bilang aku pencuri lagi!"

" Benar-benar pria yang menyebalkan!" Jani langsung beranjak dari tempatnya, ingin segera kabur saja dari sana.

Kamu memang pencuri... tapi pencuri hatiku!

Ingin sekali Samuel berbicara seperti itu, namun kembali dia menjunjung harga dirinya yang selangit itu, selalu saja jaim dalam hal apapun itu.

" Kamu mau kemana?" Lain dipikiran lain pula yang dia katakan.

" Pulang!" Ucapnya ketus.

" Heeeiiii... aku masih membutuhkanmu!" Ucap Samuel tiba-tiba.

" Owh ya?" Jani langsung tersenyum, akhirnya makhluk sombong itu masih bisa membutuhkan orang lain.

" Kenapa?" Jani langsung kembali berbalik dan menatap Samuel yang masih terbaring.

" Untuk merawatkulah!"

" Aku sudah membayar mahal untuk tenagamu itu!"

" Bahkan aku sudah mentransfer bonus besar untukmu!" Padahal dia baru saja menulis pesan kepada sekertarisnya untuk mengirim uang ke rekening Jani.

" Aku tidak mau menyia-nyiakan uangku begitu saja dong?"

" Lakukan pekerjaanmu dengan baik!"

" Jangan hanya bisanya makan gaji buta!" Ucap Samuel sambil tersenyum miring yang langsung membuat wajah Jani memerah bukan karena tersipu namun karena amarah yang menumpuk, dia sudah seperti pelayan saja untuknya.

" Hmmm.." Rinjani menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan, dia tidak ingin terpancing emosi kembali dengan manusia tidak berperasaan itu.

" Baiklah!" Jani kembali berbalik dan berjalan keluar ruangan.

" Heeeiiiii..."

" Kamu mau kemana?"

" Kamu paham bahasa nggak sih!" Samuel bahkan sampai terduduk, baru saja dia bicara panjang lebar, tetap saja dia akan pergi dari sana pikirnya.

" Cuma mau mengambil makanan doang pak presdir yang terhormat."

" Kata Dokter Marvin, setelah bapak bangun, anda disuruh minum obat, tapi harus makan terlebih dahulu."

" Jadi aku mau ambil makanan kebawah pak Sam?"

" Karena rumah mewah bapak ini belom ada robot yang bisa membawakan makanan sendiri keatas!" Ucap Jani ngasal saja karena terlalu kesal saat mendengar ucapan Samuel yang seakan tidak bisa berucap terima kasih, walau memang dia digaji juga disitu, namun apa salahnya sekedar bilang terima kasih karena tadi sudah merawatnya, atau setidaknya jangan hanya membicarakam soal uang saja, karena sudah pasti Jani akan langsung kalah telak karenanya.

" Nanti akan aku carikan robot itu di luar negri!" Ucap Samuel dengan entengnya, dia tidak paham dengan bahasa sindiran Jani.

" Woaaah..."

" Mungkin aku yang salah berbicara!" Jani tidak habis pikir Samuel benar-benar menganggapnya serius.

Tak selang beberapa lama Jani sudah muncul kembali membawa satu piring makanan beserta lauknya dan sebotol air mineral.

" Silahkan dimakan pak."

" Saya tinggal kebawah dulu ya?"

" Obatnya ada diatas meja." Jani ingin segera beranjak pergi kembali.

" Eiitsss..."

" Mau kemana lagi?"

" Kenapa kamu tidak bisa duduk diam disini?"

" Yoyo pasti sudah tidurkan jam segini?"

" Dia sudah aku ajarkan untuk sekalu tidur on time!"

" Jadi kamu tidak ada alasan apapun lagi?" Entah mengapa Samuel mendadak jadi pengen ditemenin sama Jani terus menerus.

" Astaga?"

" Kenapa setelah bangun dari pingsan dia tambah menyebalkan!" Umpat Jani perlahan.

" APA?"

" Jangan mengumpat dibelakangku!" Samuel tersenyum licik ke arahnya sambil memangku laptop.

" Tapi saya belom mandi sedari tadi siang pak?"

" Dan ini sudah malam lho?" Jani melihat jarum jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam.

" Biar saja!"

" Aku juga belum mandi."

" Kemarilah.. suapi aku makan!" Bahkan senyum simpulnya terbit disudut bi birnya.

" Tanganku sibuk!"

" Banyak pekerjaan menumpuk yang harus aku selesaikan sekarang juga." Samuel mengubah strategi perangnya, kalau tidak bisa membuatnya jatuh cinta terlebih dulu, setidaknya dia akan membuat Jani selalu berada disampingnya.

" HAH?"

" Disuapin?" Rinjani benar-benar terkejut mendengarnya, dia sungguh binggung melihat Samuel, masak karena pingsan dia jadi berubah drastis seperti ini.

Kenapa dengan dia? apa yang terjadi? apa mungkin ini efek dari penyakitnya? sebenarnya dia itu sakit apa sih?

Puluhan pertanyaan bersarang dibenak Rinjani, kenapa Samuel mendadak manja seperti ini, padahal dia itu Mr. Higienis dulu, bahkan dia sering mengumpat Jani Jorok, tapi kenapa sekarang bahkan minta disuapin segala.

Dari segi etimologi, kata “hati” berasal dari akar kata qalaba yang berarti membalik, mudah berubah-ubah. Dengan kata lain, kondisi hati memang mudah berbolak-balik, tidak konsisten. Kadang merasa senang dan di saat lain merasa susah, kadang mau menerima dan di saat lain menolak.

Kondisi hati seseorang menjadi tolak ukur bagi baik buruknya seluruh anggota badan yang lain. Itu artinya, penting bagi kita untuk selalu menjaga hati, menjaga diri dari segala keburukan dan perbuatan dosa yang hanya akan menodai hati.

..." When you feel a peaceful joy, that’s when you are near the Truth."...

...(Ketika kamu merasakan kedamaian yang sangat menentramkan, saat itulah kamu sedang dekat dengan Kebenaran.)...

1
m Zaki mubalihg
banyak kata2 mutiaranya
Yant08
Luar biasa
Juragan Jengqol
ibunya ga ikut.... wah nyepelein ini namanya
Juragan Jengqol
sudah jam malam ini... 🤭🤣
Juragan Jengqol
lo juga ga berkelas jan. udah tau si bos punya trauma dan cemburuan, tapi ga bisa jaga mulut...
Juragan Jengqol
ya ga gitu juga jarkonah.... minum jus mah bisa kapan2 lah. lihat sikon lebih penting
Juragan Jengqol
Sayyidina Ali KW
Juragan Jengqol
sayyidina Ali KW
sri harjuni
bagus bnget
Nurjannah Rajja
O o oohhhhh udah ketemu benangnya tinggal jarumnya hehehe
Mas Al: Mbwak
total 1 replies
Nurjannah Rajja
Ada 2 cara thor hihihi
@Al**
Bagus ceritanya
Rustan Sarny Apul Sinaga
eh kok the end thor...?
kaget aku tuh....he he he
Rustan Sarny Apul Sinaga
wes angel iki thor...
Suyatno Galih
kusut2 pada, penyesalan Samuel sm emaknya skrng krn ketergantungan nya sm rinjani, saat tragedi musibah dl pada ngupet kemana harta Mulu yg di agung kan
Suyatno Galih
sokorin lue Sam terlalu lebay jd ketahuan kan sm ibu Jani kan, mbuat masalah teros
Suyatno Galih
debat tak faedah
Suyatno Galih
modus si Sam, memang ada ya trauma ato depresi kumat obatnya di kekepin yg anget2 sm yg empuk2 gitu. akal akalan si sam itu mah
Suyatno Galih
Jani mulai nakal ya kamu, makkkk anak gadismu mulai nakal nihhhhh
Suyatno Galih
satu kata buat Samuel "LEBAY"
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!